MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 152 Menjelaskan.


Mereka melanjutkan makan mereka dan akhirnya selesai dan sudah malam juga yang mereka harus pulang.


"Hmmm ya sudah ini sudah malam, aku harus pulang. Karena besok Putri harus sekolah," ucap Edo.


"Iya kami juga mau Pulang kok," sahut Arga.


"Risya sudah cukupkan untuk hari ini?" tanya Arga.


"Sudah sayang. Makasih sudah menemaniku seharian," sahut Risya yang tersenyum dengan manjanya pada suaminya membuat Syrala iri saja sampai sangat sewot kepada Risya.


"Ya sudah kita juga pulang Syrala," sahut Angela dengan wajahnya yang kelihatan memerah.


"Aku akan mengantarmu pulang," sahut Edo.


"Tidak usah aku datang bersama Syrala dan kamu pulang saja dengan siapa kamu datang," ucap Angela dengan ketus.


"Tante tidak apa-apa pulang sama Putri," sahut Putri.


"Tidak usah Putri. Kamu pulang dengan mama dan papa kamu saja," sahut Angela.


"Tapi kan mama pulangnya ke hotel," sahut Putri.


"Oh ya sudah kalau begitu biar aku aja yang antar Tasya ke hotel dan kamu Risya pulang sama Edo dan Putri saja," sahut Syarla yang paling pintar mengatur strategi.


"Itu bagus. Lagian bukannya kamu sama Edo harus bicara Angela," sahut Risya.


"Apa sih Risya," sahut Angela.


"Sudah Tante ikut sama Putri dan papa aja," sahut Putri dengan tegas dan menarik tangan Angela untuk berada di dekatnya.


"Tuh anak kecil aja tau," sindir Syrala.


"Ayo Tasya kita ke mobilku, aku akan mengantarmu," ucap Syrala yang tersenyum palsu.


"Baiklah," sahut Tasya yang mengangguk.


"Putri mama pulang duluan ya. Jangan lupakan setiap pagi. Putri lakukan apa yang mama ajari," ucap Tasya yang mengingatkan.


"Baik mah," sahut Putri.


"Ya sudah sayang. Besok-besok kita main lagi dan iya karena papa sudah memberi mama izin untuk menjemput Putri besok ke sekolah. Jadi Putri tunggu mama ya," ucap Tasya.


"Baik mah," sahut Putri.


Angela mendengus mendengar hal itu yang ternyata masih banyak lagi izin kekasihnya itu untuk mantan istrinya itu. Jadi bagaimana dia tidak semakin kesal.


"Ya sudah ayo buruan," ajak Syrala yang memburu sejak tadi. Karena memang Syrala sangat tidak suka dengan Tasya yang sepertinya dengan sengaja memperburuk keadaan.


*************


Risya dan Arga akhirnya sampai juga ke rumah mereka.


"Apa kamu bahagia hari ini?" tanya Arga yang duduk di pinggir ranjang membuka sepatunya dan melonggar dasinya.


"Iya dong sayang. Bagaimana tidak bahagia," sahut Risya yang duduk di samping suaminya dan membantu suaminya melepas dasinya.


"Tapi kasian juga melihat Angela," sahut Risya tiba-tiba.


"Karena Edo dan mantan istrinya?" tanya Arga.


"Apa lagi. Sebelumnya Angela sudah mengeluarkan unek-uneknya mengenai mantan istrinya Edo yang datang tiba-tiba dan kelihatan Angela berpikir dengan keras dan seperti takut sesuatu," ucap Risya.


"Menurut kamu bagaimana sayang. Di saat Angela dan Edo punya rencana untuk menikah dan tiba-tiba mantan istrinya muncul. Apa itu akan berpengaruh untuk hubungan Edo dan Angela?" tanya Risya. Arga kelihatan berpikir untuk


"Begini loh sayang. Ini ibarat kata dengan pernikahan kita. Saat kita menikah mantan kekasih kamu itu yang namanya tidak penting di sebut itu. Datang ke kehidupan kita dan bedanya Angela dan Edo masih mau menikah dan yang muncul itu mantan istri orang yang pernah hidup membangun keluarga dengan Edo dan mempunyai Putri," jelas Risya.


"Harus banget bawa-bawa masalah kita," sahut Arga.


"Ini hanya perempuan saja. Jangan baper sayang," sahut Risya.


"Intinya semua itu tergantung pada prianya. Jika dia ingin pertahankan hubungannya dengan orang yang di cintainya. Dia tidak akan memberikan peluang untuk orang lain masuk ke dalam kehidupannya. Sama seperti aku apa aku pernah memberi Rachel peluang untuk kembali. Ya padahal pernikahan kita waktu itu masih sekedar kontrak," ucap Arga.


"Iya juga sih. Tergantung lakiknya juga. Kalau laki-laki nya memberi peluang ya sama saja," sahut Risya yang setuju dengan apa yang di katakan suaminya.


"Nah itu kamu tau," sahut Arga.


"Tetapi kasihan juga sayang Angela. Kalau sampai Edo tidak bisa tegas dan Tasya malah ingin masuk kembali. Padahal Angela sudah berkorban banyak tetapi malah seperti itu," ucap Risya.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk Angela dan Edo," ucap Arga.


"Baiklah," sahut Risya yang bernapas lega.


"Sekarang kita istirahat kamu pasti sangat lelah," ucap Edo.


"Tau aja istrinya sedang lelah," ucap Risya.


"Ya pasti taulah," sahut Arga mencium pucuk kepala Risya.


************


Mobil Edo berhenti di depan rumah Edo.


"Bukannya kamu bilang mau mengantarku. Lalu kenapa pulang kerumah mu?" tanya Angela heran.


"Aku antar Putri. Lalu kita harus bicara dan aku akan mengantarmu pulang," ucap Edo.


"Aku rasa tidak ada yang harus di bicarakan. Jadi jangan membuang-buang waktu," ucap Angela.


"Angela kita jangan bertengkar di depan Putri," ucap Edo dan Angela melihat kebelakang yang Putri hanya diam saja.


"Ayo Putri turun! Papa antar kekamar," ucap Edo.


"Iya pah," sahut Putri yang langsung turun dari mobil.


"Kamu tunggu di sini," ucap Edo yang menyusul Putri untuk turun dan mengantar Putri masuk kedalam rumah yang pasti Edo buru-buru karena takut Angela pergi.


Edo menyerahkan Putri pada asisten rumah tangga dan Edo kembali kemobil dengan cepat dan untung saja Angela masih ada di dalam mobil.


"Angela aku tau kamu salah paham dengan apa yang terjadi tadi," ucap Edo yang langsung membahas masalah itu dengan Angela.


"Angela aku nggak tau kalau tempat yang di katakan Tasya adalah tempat yang ingin kamu kunjungi. Aku mengijinkan Tasya bermain bersama Putri itu karena aku juga tidak mungkin melarangnya dan aku ikut. Itu karena aku ingin mengawasi Putri dan aku benar-benar tidak tau kamu mengajak Putri ketempat yang sama," jelas Edo.


"Ngapain berbelit-belit sih mas. Kamu mengatakan dengan jelas saja. Intinya kamu menolak ajakan ku. Karena mantan istri kamu sudah mengajak kamu terlebih dahulu dan lagian masalah ini juga tida perlu di bahas. Kamu berhak mau jalan sama siapa aja. Sama Putri silahkan, mantan istri kamu silahkan. Kalian kamu dan dia orang tua kandung Putri dan kamu bisa memilih untuk mendahulukan siapa yang jelas bukan aku yang bukan siapa-siapa," ucap Angela.


"Angela jangan bicara seperti itu," sahut Edo.


"Aku bicara apa adanya dan semuanya sudah jelas. Mas harusnya tau apa yang aku rasakan dan bagaimana aku melihat kalian bertiga dan aku seperti orang asing. Jika ingin kembali untuk mengubah masa lalu. Selesaikan dulu hubungan kita. Jangan membuatku berada di antara kalian," ucap Angela.


"Apa maksud kamu Angela. Kamu berpikir terlalu jauh," ucap Edo dengan napas beratnya.


Bersambung.