MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 185 tau.


Angela berada di mobil Arga dan Risya yang mana Angela duduk di belakang dan terlihat begitu lesu yang beberapakali menyibak rambutnya kebelakang. Jangan di tanya wajahnya seperti apa dia memang penuh dengan pemikiran dan pasti pemikirannya karena hubungannya dengan Edo.


Angela melihat ponselnya dan melihat banyak panggilan dari Edo yang tidak di responnya sama sekali. Bahkan Angela juga melihat pesan yang di kirim dari no lain.


..."Mama Angela pernah janji sama Putri kalau bertengkar dengan papa. Mama tidak akan marah pada Putri. Mama akan tetap main sama Putri. Tetapi kenapa mama tidak pernah menemui Putri lagi. Putri kangen sama mama," tulis Putri yang mengirim pesan pada Angela dan pesan itu di kirim kemarin yang baru sekarang di baca Angela....


Angela melihat pesa itu menghela napasnya dengan perlahan. Jujur hatinya sangat terhenyu dengan melihat tulisan itu.


"Maafin mama Putri. Mama tidak bisa melakukan apa-apa. Hubungan mama dan papa kamu sudah berakhir. Mama sudah berkorban banyak dan mengalah untuk semua ini. Tetapi papa kamu yang menghiyanati mama dan tidak menginginkan hubungan ini. Maafkan mama Putri harus mengingkari janji pada kamu," batin Angela dengan matanya yang berkaca-kaca yang jujur begitu kasihan pada Putri.


Arga dan Risya yang duduk di depan saling melihat ketika mereka melihat Angela dari kaca spion dan melihat kesedihan Angela.


"Angela!" tegur Risya menoleh ke belakang.


"Iya kenapa Risya?" tanya Angela.


"Kamu sebaiknya bicara pada Edo dan iya," saran Risya.


"Risya tolong jangan membicarakannya," ucap Angela.


"Angela Edo di jebak dan dia punya buktinya," sahut Arga yang langsung mengatakan apa yang sebenarnya.


Angela terdiam mendengarnya yang tidak tau apa harus percaya atau tidak dengan kata-kata Arga.


"Angela kamu yang mengenal Edo dan kamu yang tau bagaimana Edo. Kamu juga tau Tasya dan kamu juga tau Tasya tidak menyukai kamu dan menginginkan hubungan kamu berakhir dan apa yang terjadi adalagi jebakan dari Tasya," jelas Risya


"Hari dan pikiranku tidak bisa mempercayai hal itu Risya," ucap Angela yang kelihatan sangat lelah.


"Maka dari itu sebaiknya kamu bicara dengan Edo. Bicara dengan kepala dingin. Aku sama Risya sangat paham dengan situasi yang kamu alami dan semua yang kamu pikirkan. Tetapi jika kamu tidak memberi satu kesempatan untuk kebenaranya. Kamu yang akan menyesal nantinya," ucap Arga memberikan saran membuat Angela menghela napasnya dengan berat.


"Jika Edo punya bukti itu berarti apa yang terjadi tidak benar. Jadi cobalah untuk mendengarkan penjelasan itu," ucap Risya yang memberikan saran pada Angela sama seperti suaminya memberikan saran.


**********


Rumah sakit


Angela, Risya dan Arga memasuki rumah sakit. Mereka baru mendapat kabar jika Edo DNA Putri kecelakaan dan membuat Angela panik yang langsung buru-buru ke rumah sakit.


"Di sana!" tunjuk Arga pada ruangan di ujung. Mereka berdua mengangguk dan buru-buru menghampiri ruangan itu.


Ruangan di mana ada beberapa pasien yang di rawat dan ada Putri yang di sedang di perban Dokter di salah satu ranjang.


"Putri!" ucap Angela yang langsung berlari menghampiri Putri.


"Mama!" sahut Putri dengan memeluk Angela. Putri yang duduk dengan dahinya di beri perban dan ada luka-luka di tangannya, juga goresan di wajahnya membuat Angela panik.


"Ya ampun sayang kamu kenapa bisa sampai seperti ini," ucap Angela dengan air matanya yang keluar melihat Putri yang terluka membuat hatinya ikut sakit.


"Mobil papa menabrak pembatas jalan mah," jawab Putri yang sudah melepas pelukan dari Angela.


"Lalu papa kamu di mana Putri?" tanya Risya.


"Putri tidak tau kemana suster-suster itu bawa papa. Tapi Putri lihat terakhir kali wajah papa penuh darah," ucap Putri yang pasti trauma dan Angela kembali memeluknya untuk menenangkan Putri.


"Dokter di mana ayah pasien ini?" tanya Arga pada Dokter yang sejak tadi mengobati Putri.


"Ada di ruang UGD. Kondisi masih kritis," jawab Dokter.


"Ya Allah mas Edo," lirih Angela yang pasti sangat khawatir pada Edo. Walau hubungannya dengan Edo sedang tidak baik-baik saja.


"Kami akan mengobati pasien sebentar," sahut Dokter.


"Iya Dokter," sahut Angela melepas pelukannya dari Putri dan Risya menenangkan Angela dengan memeluk Angela.


"Kamu yang tenang ya. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Risya dan Angela hanya mengangguk saja yang sebenarnya dia tidak bisa tenang.


***********


Kondisi Putri jauh lebih baik. Putri hanya mengalami luka ringan dan juga sudah di obati. Sementara Edo masih berada diruang IGD yang masih di tangani Dokter.


"Mama tetap di sini ya temani Putri," ucap Putri dengan begitu kuat memegang tangan Angela yang takut Angela pergi.


"Iya sayang. Mama akan di sini terus untuk temani kamu," jawab Angela dengan mengelus-elus pucuk kepala putri dan juga menciumnya dengan lembut.


"Mama jangan ingkar janji lagi. Putri tidak salah dengan mama dan papa yang bertengkar. Jadi mama tidak boleh musuhi Putri," ucap Putri yang sangat takut Angela pergi darinya.


"Iya sayang mama janji. Mama tidak akan tinggalin Putri," ucap Angela.


Risya melihat kedekatan Angela dan Putri tersenyum dengan rasa haru.


"Hati Angela memang sangat keras. Tetapi Putri mampu meluluhkannya. Aku yakin hubungan Angela dan Edo akan kembali lagi," batin Risya yang hanya berdoa terus untuk kebahagiaan temannya.


Tidak lama akhirnya Dokter keluar dan langsung di hampiri Arga.


"Bagaimana Dok keadaan pasien?" tanya Arga.


"Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya," jawab Dokter.


"Alhamdulillah," jawab semuanya dengan mengucap syukur.


"Lalu tidak terjadi hal serius kan Dokter mas Edo?" tanya Angela.


"Hanya benturan di kepalanya. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang serius. Pasien memang belum siuman. Tetapi pasti akan secepatnya siuman," jawab Dokter.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Angela yang merasa bersyukur.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Dokter pamit.


"Terima kasih Dokter," ucap Arga. Dokter mengangguk dan langsung pergi.


"Sayang papa kamu tidak apa-apa. Nanti kita lihat kondisi papa kamu ya," ucap Angela.


"Iya mah. Makasih ya mama. Mama sudah ada di sini. Kalau tidak ada mama Putri pasti bingung," ucap Putri.


"Mama tidak akan meninggalkan kamu. Jadi kamu jangan khawatir," ucap Angela dengan berjanji kepada Putri.


**********


Di ruang perawatan Edo. Masih terlihat Edo yang tidak sadarkan diri dengan terbaring lemah kepala Edo di beri perban. Aliran infus juga masuk ketubuh Edo. Yang pasti Edo mengalami luka yang lebih parah dari Putri.


Angela berada di kamar itu yang menyelimuti Putri yang sudah tertidur. Angela juga mencium lembut kening Putri.


"Mama janji tidak akan meninggalkan kamu dan membuat kamu kesepian," batin Angela yang sangat prihatin dengan Putri. Angela juga merasa bersalah. Karena mengabaikan Putri beberapa hari ini. Tidak mengangkat telpon Putri dan juga tidak membalas pesan Putri.


"Angela!" panggil Risya yang berdiri di depan pintu.


"Iya Risya," sahut Angela.


"Ayo keluar sebentar aku sama Arga mau bicara," ucap Risya.


"Baiklah," sahut Angela. Angela menghela napasnya dan sebelum keluar dia melihat sebentar Edo dengan tatapan sendu. Lalu Angela langsung keluar dari ruangan tersebut.


**********


Arga dan Risya berbicara serius dengan Angela.


"Jadi sekarang kamu sudah tau kan. Jika memang benar apa yang di katakan Edo benar. Jika Tasya menjebaknya," ucap Arga yang menunjukkan bukti pada Angela. Karena sebelum Edo mengalami kecelakaan Edo sempat bertemu Arga dan menunjukkan bukti itu pada Arga.


"Angela semua ini sudah jelas. Cctv, obat dan kata-kata dari bibi. Jika ini rencana jahat Tasya untuk merusak hubungan kamu dengan Edo," sahut Risya menambahi.


Angela membuang napas beratnya dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tasya benar-benar sangat licik," hanya itu yang keluar dari mulut Angela yang pasti marah dengan perbuatan Tasya..


Bersambung