MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 154 Tegas.


"Angela jangan berpikir terlalu jauh. Tasya tidak ada hubungannya dengan hubungan kita. Dia hanya masa laluku," tegas Edo.


"Aku mencoba untuk tidak berpikir tidak terlalu jauh. Tapi pada kenyataannya di depan mataku terlihat sangat jelas. Lalu bagaimana mungkin aku tidak over thinking," ucap Angela.


"Tetapi semua tidak seperti yang kamu pikirkan Angela. Aku sudah menjelaskan kepada kamu dari awal," ucap Edo.


"Lalu kenapa kamu tidak jujur kepadaku, tidak diskusi kepadaku?" tanya Angela.


"Aku jujur Angela. Apa aku ada berbohong?" tanya Edo.


"Kamu bilang jujur. Contoh kecil saja saat aku mengajakmu dan Putri pergi kamu menolak dengan alasan yang banyak. Apa salahnya mengatakan jika mantan istrimu sudah terlebih dahulu mengajakmu. Apa salahnya jika kamu mengatakan itu dan apa salahnya jika kamu diskusi kepadaku, bertanya kepadaku, pendapatku. Jika mulai detik ini Ibu Putri yang menjemput Putri dan aku tidak perlu. Kamu membicarakan itu kepadaku. Tidak sama sekali,"


"Lalu bagaimana Edo jika yang tidak tau apa-apa. Pergi kesekolah Putri menjemputnya dan ternyata sudah ada komunikasi dulu dengan mu dan lagi-lagi aku hanya seperti orang bodoh yang memang tidak di anggap. Aku pikir kejadian saat kamu tidak mengatakan kepadaku masalah ibu Putri yang datang itu benar-benar kamu anggap masalah besar,"


"Ternyata tidak. Itu dianggap biasa dan kembali terulang, tidak ingin membangun komunikasi denganku. Karena pada dasarnya kamu tidak menganggapku ada," ucap Angela yang mengeluarkan semua apa yang di rasakannya.


"Angela kamu salah paham. Semuanya tidak seperti itu Angela," ucap Edo.


"Sudahlah aku sudah capek bicara. Apa yang terjadi sudah jelas dan memang kamu tidak bisa menghargaiku, tidak menganggapku dan kamu ingin kembali pada masa lalu. Maka kembalilah," ucap Angela dengan keputusannya yang langsung keluar dari mobil.


"Angela tunggu! kamu mau kemana?" panggil Edo yang terkejut dengan kata-kata Angela. Dan Edo langsung mengejar Angela yang keluar dari pagar rumahnya dan Angela langsung menyetop Taxi yang kebetulan saat itu ada.


"Angela tunggu!" panggil Edo yang berhasil memegang pergelangan tangan Angela.


"Lepaskan aku!" berontak Angela.


"Kita belum selesai bicara Angela. Kamu hanya salah paham," ucap Edo.


"Aku merasa sudah cukup dan jangan menggangguku," tegas Angela yang langsung melepas tangannya dari Edo dan Angela langsung pergi yang memasuki Taxi.


"Jalan pak!" ucap Angela dengan buru-buru.


"Angela tunggu!" panggil Edo yang tidak berhasil menghentikan Angela dan Angela yang benar-benar pergi.


"Argggghhh sial!" umpat Edo dengan mengusap kasar wajahnya yang kekasihnya itu marah.


"Kenapa semuanya jadi seperti ini," umpatnya yang frustasi sendiri atas apa yang terjadi.


**********


Bengkel Boy.


Syrala dan Boy yang sedang duduk berduaan di salah satu kursi yang mana keduanya sedang menikmati makanan yang di bawakan Syrala.


"Jadi mantan istrinya muncul kembali?" tanya Boy sekali lagi. Ketika mendengar Syrala menceritakan apa yang terjadi.


"Iya kamu benar dan aku lihat-lihat ada aroma-aroma mantan istrinya ingin balikan," sahut Syrala dengan mengunyah makanan yang penuh di mulutnya.


"Bukannya Angela dan Edo akan menikah. Lalu kenapa terjadi hal seperti itu dan seperti yang kamu ceritakan seolah Edo memberi ruang untuk mantan istrinya kembali masuk kedalam kehidupannya," ucap Boy dengan wajahnya yang terlihat cemas.


"Ya itu yang menjadi pertanyaan. Aku juga tidak mengerti. Edo sudah punya calon istri dan seharusnya dia membatasi diri untuk orang lain dan begitu juga dengan mantan istrinya," sahut Syrala.


"Lalu Angela bagaimana?" tanya Boy.


"Apa yang bisa di lakukannya. Hanya kesal dan juga terlihat capek," jawan Syrala dengan mengangkat ke-2 bahunya.


"Tidak seharunya Edo melakukan hal itu. Dia punya komitmen dengan Angela dan seharusnya dia paham dengan perasaan Angela," ucap Boy yang pasti khawatir pada Angela.


"Kamu benar. Aku juga kasihan dengan Angela. Padahal dia sangat banyak berkorban dan tidak mudah untuk menjadi Angela. Dia juga menerima banyak kekurangan Edo, menyesuaikan diri dengan kehidupan Edo, sayang sama Putri dan masa iya ujung-ujungnya Edo malah balikan sama mantan istrinya itu sangat tidak adil sekali," ucap Syrala yang khawatir juga dengan sahabatnya itu.


"Kasihan Angela. Lagi-lagi Edo yang membuat masalah dan Angela seperti begitu mencintai Edo sampai dia tidak bisa memutuskan apa-apa," batin Boy yang begitu khawatir pada Angela.


Syrala kembali makan setelah banyak bercerita. Namun Boy yang tadinya masih memikirkan sahabatnya itu tiba-tiba melihat ke arah Syrala dan melihat Syrala makan dengan berantakan sampai ada nasi di ujung bibir Syrala.


Boy langsung spontan mengambil nasi itu membuat Syrala kaget dan sampai berhenti makan.


"Makan selalu berantakan," ucap Boy dengan geleng-geleng.


"Syrala kenapa bengong?" tanya Boy


"Oh aku, oh nggak apa-apa," sahut Syrala yang mendadak gugup dan menelan salivanya.


Apa yang di lakukan Boy membuat Syrala jadi salah tingkah dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar tidak aman.


"Ya ampun Syrala ada apa denganmu kenapa tiba-tiba kamu jadi gugup," batin Syrala dan sementara Boy tetap melanjutkan makannya dengan santai.


Dratt Dratt Dratt Dratt Dratt Dratt Dratt Dratt


Ponsel Syrala berdering. Namun Syrala tidak kunjung mengangkatnya membuat Boy heran.


"Syrala handphone kamu bunyi!" tegur Boy yang melihat Syrala malah melamun.


"Oh iya benarkah, aku tidak dengar," sahut Syarla salah tingkah dan langsung mengangkatnya dia menang mendadak sangat gugup dan aneh. Boy hanya geleng-geleng melihat Syrala.


"Iya Hallo Risya," sahut Syrala yang ternyata menelpon adalah Risya.


"Oh iya. Di rumah sakit mana?" tanya Syrala tampak panik.


"Ya sudah kalau begitu aku akan segera kesan. Aku juga kebetulan lagi sama Boy. Makasih ya kamu sudah kasih tau," ucap Syrala yang langsung menutup telpon tersebut.


"Ada apa Syrala?" tanya Boy yang ikutan panik.


"Angela masuk rumah sakit," ucap Syrala.


"Apa!" pekik Boy dengan wajah terkejutnya.


"Iya Boy sekarang kita sebaiknya ke rumah sakit yuk," ucap Syrala yang jadi cemas.


"Ya sudah ayo," sahut Boy yang juga langsung gerak. Mereka mengkhawatirkan teman mereka dan langsung menuju rumah sakit.


**********


Rumah sakit.


Angela yang berbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan infus yang memberinya tenaga.


Risya, Syrala dan Boy sudah ada di sana yang menjenguknya.


"Makanya Angela. Kalau tidak bisa makan pedas jangan makan pedas. Lihatkan jadi seperti ini suka banget cari penyakit," ucap Risya kesal dengan Angela.


"Ya namanya aku juga tidak tau akan kayak gini akibatnya. Ini juga karena aku kesal melihat keluarga Cemara itu," ucap Angela dengan wajah manyunnya.


"Siapa keluarga Cemara?" tanya Boy heran.


"Siapa lagi kalau bukan Edo," sahut Syrala.


"Dan aku yakin pasti kemarin kamu makan pedas sengaja kan," sahut Risya. Angela mengangguk pelan.


"Ya ampun Angela kamu sudah tau tidak kuat makan pedas. Malah makan pedas dan terlalu berlebihan. Kamu juga yang rugi," ucap Risya.


"Risya aku sudah mengatakan itu karena aku kesal dengan mereka," ucap Angela.


"Jadi karena kesal dengan mereka kamu sampai menyakiti diri sendiri. Kenapa Angela kamu semakin lama semakin bodoh. Kamu tau itu berbahaya untuk lambung kamu. Tetapi malah di anggap permainan," ucap Boy dengan wajah seriusnya yang memang marah pada Angela.


"Tuh dengar apa kata Boy. Jangan cuma karena kesal kamu melukai diri kamu sendiri yang merasakan sakitnya itu nantinya kamu dan yang menderita kamu," sahut Risya menambahi.


"Iya aku minta maaf. Aku sudah membuat kalian khawatir. Aku juga tidak percaya jika efeknya separah ini dan kalian benar aku yang juga yang repot nantinya," sahut Angela yang sadar atas kelalaiannya.


Karena kesal dengan Edo dia nekat makan pedas dan bahkan berlebihan dan akibatnya perutnya bermasalah sampai mencret-mencret dan sampai masuk rumah sakit ya dia yang memang mencari penyakit.


Bersambung