MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 51 Berusaha.


"Ya karena kau itu menyebalkan makanya aku melakukan hal itu kepadamu," sahut Vio dengan ketus.


"Sama saja. Itu artinya kau itu membenarkan semua tuduhan kepadaku," sahut Risya.


"Ya terus kau bagaimana. Kau jelas tidak bersalah. Tetapi kau malah diam dan tidak bertindak dan kau malah pacaran dengan Samuel. Bagaimana mungkin semua orang tidak percaya dengan perselingkuhanmu. Setelah putus dari Arga kau malah pacaran dengan pria yang kau tau aku menyukainya," ucap Vio dengan kesal.


Risya terdiam mendengar dengan apa yang di katakan Vio sepupunya itu.


"Arghh sudahlah masalah itu sudah tidak penting yang sekarang yang terpenting bagaimana kamu membuat Arga percaya padamu dan Rachel bisa terbukti bersalah," sahut Vio mengalihkan pembahasan yang sepertinya dia tau Risya tidak akan mudah menjawabnya.


"Apa lagi yang bisa aku lakukan. Jelas-jelas Rachel tadi sudah mempengaruhi Arga. Hanya harus bicara pada Arga dan mencari pembelaan," sahut Risya.


"Tidak ada gunanya," ucap Vio.


"Maksud kamu?" tanya Risya.


"Arga setelah ini akan terus mencecarmu dengan banyak pertanyaan ini dan itu dan seperti yang aku katakan, kau itu terlibat dan pernikahan Rachel dan Toni suaminya dan yang di katakan Rachel tidak salah sama sekali dan kau tidak akan bisa mencari pembelaan. Jadi dari pada mengelak apa yang di tanyakan Arga jawab saja berdasarkan kenyataan dengan begitu kau bahkan bisa memberi penjelasan dan paling tidak Arga masih mendengarnya," jelas Vio dengan panjang lebar.


"Maksudnya bagaimana? aku tidak mengerti?" tanya Risya.


"Isssss, kenapa sih susah amat nangkapnya," sahut Vio dengan kesal dan dan langsung berbisik pada Risya.


Vio sangat serius dalam penjelasan pada Risya dan Risya juga sangat serius dengan semua yang di dengarkannya sampai penjelasan Vio selesai.


"Kamu yakin seperti itu. Bukannya akan semakin memperpanjang masalah dan yang adanya Arga malah semakin simpatik padanya dan Arga pasti semakin membenciku," ucap Risya ragu dengan ide dari Risya.


"Kamu itu harus kepadaku," sahut Vio meyakinkan.


"Kenapa aku harus percaya kepadamu. Bukannya kau itu musuhku atau jangan-jangan ini hanya akal-akalan mu saja. Sebenarnya kau itu bekerjasama dengan Rachel Samuel untuk melawanku dan kau sengaja sok membantuku dan pasti dengan tujuan menjerumuskan," tuduh Risya yang tidak percaya pada Vio.


Vio langsung menarik rambut Risya kebawah saking kesalnya, "enak saja kau mengatakan aku bekerja sama dengannya," kesal Rachel.


"Sakit tau," keluh Risya yang ingin membalas. Namun masih di tahannya.


"Makanya jangan menuduh sembarangan. Aku tidak bekerja sama dengan Rachel. Justru gara-gara wanita itu aku jadi harus sakit hati dengan ulahmu yang pacaran dengan Samuel," geram Vio yang menjadi alasannya sangat membenci Risya.


"Ya sudah. Tetapi nggak perlu juga main tarik rambut," sahut Risya kesal.


"Ya makanya jangan menuduh sembarangan," sahut Vio.


"Baiklah aku percaya sedikit kepadamu. Tapi awas ya kalau kau membohongiku. Kau akan mendapat imbalan yang lebih parah," ucap Risya dengan percayalah pada Vio. Namun Vio tidak menanggapinya.


Jadi semua yang di lakukan Risya sebelumnya dan Arga memberinya kepercayaan tiba-tiba adalah karena campur tangan Vio yang ingin membantunya. Tidak tau juga tujuan Vio seperti apa. Namun paling tidak apa yang di katakan Vio berhasil. Tetapi tetap Risya harus hati-hati pada Vio. Karena bagi Risya tidak ada yang harus di percayanya.


**********


Risya berada di dalam mobil bersama dengan Angela dan Syarla sahabatnya dengan Angela yang menyetir dan Syarla di samping Angela sementara Risya duduk di bangku belakang dengan wajah Risya yang tampak di tekuk dengan tangannya memijat pangkal hidungnya.


"Lalu kita mau kemana Risya?" tanya Angela melihat dari kaca spion.


"Kita ke Club aja. Kita coba cek di sana. Siapa tau kita menemukan buktinya," jawab Risya.


"Kamu yakin Risya ada bukti di sana. Bukannya itu kejadiannya sudah bertahun-tahun lamanya dan bagaimana mungkin kita menemukan bukti di sana," sahut Syarla yang ragu.


"Aku juga tidak yakin. Tetap aku harus mendapatkan bukti agar Arga percaya padaku," jawab Risya yang juga penuh keraguan.


"Risya kamu dan Arga sudah menikah. Aku pikir kalian berdua itu sudah saling menerima masa lalu. Tetapi ternyata tidak. Malah kembali mengungkit hal itu dan Arga ingin bukti lagi. Aneh sekali," ucap Angela geleng-geleng.


"Aku juga malas melakukannya. Jika aku mau dari dulu aku pasti sudah melakukannya. Hanya saja wanita itu yang tidak tinggal diam dan akan mempengaruhi Arga. Dulu saja dia berhasil membuat aku dan Arga putus dan pasti sekarang banyak kemungkinan dia juga akan melakukan itu dalam pernikahan ku. Jadi mana mungkin aku membiarkan dia 2 kali menguasai semua nya," jelas Risya dengan sendu memberikan alasannya.


"Ya sudahlah kita coba aja dulu," ucap Syarla yang tetap mendukung sahabatnya itu apapun yang terjadi.


**********


Tidak mendapatkan hasil membuat Risya pulang kerumah yang padahal Risya begitu lelah sekali karena seharian berusaha demi melawan ular berbisa. Namun hasilnya tidak ada.


Risya memasuki rumah dengan langkahnya yang tidak bersemangat.


"Risya!" tegur Salmah membuat langkah Risya terhenti dan melihat keruang tamu.


"Mama!" sahut Risya yang ternyata Salmah tidak sendiri ada mamanya di sana.


"Kamu dari mana?" tanya Tantri.


"Lagi main sama Syarla dan Angela," jawab Risya.


"Ya ampun Risya kamu itu sudah menikah. Di kurang-kurangi main dengan teman-teman kamu. Proritas kamu itu sekarang suami kamu bukan teman-teman kamu," ucap Tantri memberi saran.


"Iya mah. Hanya sekali-kali kok," sahut Risya.


"Sudah mbak tidak apa-apa. Lagian Risya juga punya kebebesan sendiri dan dia juga tau mengatur waktunya seperti apa. Jadi biarkan saja," sahut Salmah yang selalu membela Risya.


"Untung aja kamu itu punya mertua yang sayang pada kamu. Kalau tidak habis kamu," sahut Tantri yang pasti dia juga sangat beruntung dengan putrinya menikah dengan laki-laki yang memiliki keluarga yang menyayangi putrinya.


"Sudah-sudah sekarang kamu naik Risya. Kamu bersih-bersih dan istirahat mama lihat kamu sangat lelah," ucap Salmah.


"Iya mah," sahut Risya yang langsung menaiki anak tangga.


"Mbak Risya jangan terlalu di manjakan. Nanti dia semakin membangkang," ucap Tantri.


"Tidak apa-apa. Risya bukan hanya menantu kami saja. Tetapi juga putri kami di rumah ini. Jadi tidak masalah sama sekali," sahut Salmah dengan santai.


***********


Risya sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama minim. Ya biasa Risya memang penampilannya sering terbuka. Sama dengan sekarang ini piyama yang panjangnya sepahanya dan juga lengan pendek dan terlihat seksi. Padahal ada Arga di kamar itu yang baru pulang.


Risya sih tidak takut dengan Arga. Lagian Arga juga tidak tergoda dan seperti sekarang Arga biasa saja dengan melonggarkan dasinya. Tidak tau juga biasa saja atau pura-pura biasa.


"Auhhhh!" lirih Risya yang tiba-tiba kesakitan saat telapak kakinya menginjak sesuatu.


"Risya kamu baik-baik aja?" tanya Arga yang langsung menghampiri Risya.


"Kayaknya aku menginjak sesuatu. Sakit sekali," keluh Risya.


"Jangan-jangan itu beling lagi," sahut Arga.


"Beling! kok bisa?" tanya Risya


"Tidak sengaja aku menyenggol gelas dan pecah. Mungkin saja bibi kurang membersihkannya," ucap Arga.


"Issss kamu sih," rengek Risya dengan kesal yang terus kesakitan dan berusaha berjalan untuk ke sofa melihat apa yang di injaknya.


Namun Arga langsung gercep yang langsung menggendong Risya ala bridal style yang membuat Risya kaget dengan Arga yang membawanya untuk duduk di Sofa.


Bersambung.