MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 180 Panas.


Tasya harus panas karena melihat kedekatan Putri, Edo dan Angela yang bercanda di belakang. Tangan Tasya terkepal yang penuh kemarahan. Bagaimana tidak marah. Dia harus berdampingan dengan supir sementara yang lainnnya punya kesibukan dan menunjukkan ke romantisan mereka. Jadi bagaimana dia tidak marah dengan hal itu.


"Aku benar-benar di kerjai. Kurang ajar mereka semua. Tidak ada yang menganggapku sama sekali. Putri juga bisa-bisanya dia melupakan ibu kandungnya. Apa dia tidak menyadari jika aku ini masih ibunya dan wanita itu pasti caper dengan Putri dan mas Edo mencari-cari perhatian," umpat Tasya di dalam hatinya yang menyimpan kekesalan.


Angela menyunggingkan senyumnya yang menyadari jika Tasya itu sedang kepanasan dan bahkan Angela sengaja semakin membuat hal-hal yang berlebihan supaya semakin ada yang kepanasan.


"Ingin bersaing denganku. Ya kita lihat aja," batin Angela yang merasa puas hari ini.


**********


Setelah sampai ke sekolah dan Putri juga sudah memasuki kelas.


"Aku akan menunggu Putri pulang sekolah," ucap Tasya dengan cepat yang takut ke duluan Angela. Edo melihat ke arah Angela.


"Aku ada meeting hari ini mas. Jadi aku juga tidak bisa menjemput Putri. Jadi oke tidak masalah," sahut Angela dengan santai.


"Hmmm, baguslah kalau begitu. Kamu kalau punya kerjaan memang harus mengurus pekerjaan kamu. Karena anak saya menjadi urusan saya dan suami saya," sindir Tasya.


"Tasya," sahut Edo menegur Tasya.


"Kenapa mas Edo benarkan apa yang aku katakan. Aku hanya takut saja. Jika dia justru akan di repotkan nantinya," sahut Tasya.


"Tidak apa-apa mas. Apa yang di katakan Tasya memang benar. Jadi tidak masalah," sahut Tasya dengan tersenyum yang masa bodo dengan Tasya. Mendengarnya Tasya hanya melihat dengan sinis.


"Ya sudah kalau begitu aku antar kamu kekantor," ucap Edo.


"Iya mas. Kamu mau di antar juga Tasya?" tanya Angela yang melihat wajah kesal Tasya.


"Mana mungkin kamu di antar mas Edo. Kamu harus menunggu Putri pulang. Iya kan. Atau kamu mau berubah pikiran," sindir Angela.


"Tidak perlu. Aku hanya menunggu anakku saja," sahut Tasya dengan matanya yang sangat tajam menatap Angela.


"Oke baiklah," sahut Angela dengan tersenyum tipis.


"Ya sudah Angela kita kembali saja," sahut Edo.


"Iya mas," sahut Angela.


"Hmmm, tapi aku ke toilet sebentar ya," ucap Edo. Angela mengangguk dan Edo langsung pergi yang hanya meninggalkan Tasya dan Angela saja yang pasti keduanya tidak akur.


"Kamu sengaja datang subuh-subuh supaya bisa mengantar Putri dan caper dengan mas Edo," tuduh Tasya dengan sinis melihat Angela.


"Tidak kok Tasya. Kebetulan aku, mas Edo dan Putri sekalian kerumah mas Edo. Kami dari rumahku langsung kerumah mas Edo," jawan Angela dengan santai.


"Apa maksud kamu? Kamu di jemput mas Edo gitu," sahut Tasya yang mengkerutkan dahinya.


"Aku sudah mengatakan dari rumahku menuju rumah mas Edo. Kamu ya tidak mengerti juga ya. Ya baiklah aku jelaskan dengan detail. Jadi karena seragam Putri tidak ada di rumahku. Jadi kami harus kerumah mas Edo lagi untuk mengganti seragam Putri. Baru ke sekolah," jelas Angela dengan lengkap.


Tasya mendengarnya mengkerutkan dahinya,


"Maksud kamu. Putri dan mas Edo menginap di rumah kamu," tebak Tasya dengan wajahnya yang cemas.


"Akhirnya kamu mengerti juga. Iya benar. Jadi mas Edo tadi malam datang kerumahku bersama Putri dan mereka menginginap di rumahku," jelas Angela yang membuat Tasya panas.


"Jangan bohong kamu," sahut Tasya yang tidak menerima hal itu.


"Kenapa aku harus bohong. Ya kalau tidak percaya kamu tanya aja Putri," sahut Angela menantang Tasya.


"Itu tidak mungkin. Angela aku tau kamu sebenarnya punya niat untuk mencuci otak Putri kan," tuduh Angela.


"Terserah kamu mau bilang apa. Aku tidak peduli," sahut Angela dengan santai.


"Ya lalu," sahut Angela dengan santai.


"Kamu terlihat santai Angela yang aku tau kamu sebenarnya sangat penuh kecemasan kan. Angela kamu harus tau banyak hal kemungkinan yang akan terjadi antara aku dan mas Edo. Apa lagi kami sering bersama dan banyak hal yang akan terjadi dan terutama kembali menjalani rumah tangga. Apa lagi kami sering bersama dan sering di dalam rumah bersama dan jika Putri tidur dan kami hanya tinggal berdua saja. Jadi sebagai orang dewasa pasti banyak yang terjadi," ucap Tasya yang sengaja membuat Angela panas.


Walau Angela terlihat santai. Namun tetap saja wajahnya kelihatan cemas dan pikirannya juga di pastikan penuh dengan pemikiran negatif.


"Angela!" sahut Edo yang akhirnya selesai dari kamar mandi.


"Mas Edo," sahut Angela.


"Ayo kita pergi," ajak Edo.


"Baik mas," sahut Angela yang langsung pergi bersama dengan Edo dengan mereka yang bergenggaman tangan.


"Kamu pikir kamu sudah merasa begitu hebat Angela. Tidak akan. Kamu tidak akan bisa melawanku dan kita lihat saja bagaimana aku akan membuat kamu yang akan mundur sendiri," batin Tasya dengan wajahnya yang penuh dengan rencana.


********


Risya berada di ruangannya dan ternyata ada Syrala di sana juga dengan Syrala yang rebahan di Sofa dengan bermain ponsel. Tumben memang Syrala ada di ruangan Risya Yann seperti membuang suntuk dan Syrala juga tidak menganggu Risya yang sedang bekerja.


Krekkk.


Pintu ruangan Risya di buka yang ternyata Arga yang datang.


"Sayang!" sapa Arga yang memasuki ruangan istrinya.


"Iya sayang ada apa?" tanya Risya.


"Kamu kenapa di sini. Bukannya kamu masih menjadi sekretarisku?" tanya Arga.


"Ada pekerjaan sayang yang harus aku kerjakan," jawab Risya. Arga menghela napasnya dan menghampiri sang istri dengan memeluk istrinya itu dari belakang dengan pipi mereka yang saling menempel.


"Pekerjaan apa sih," ucap Arga yang mencium pipi Risya. Namun Syrala yang ada di sana cuek-cuek saja melihat suami istri itu yang lagi bermesraan dengan dunia yang hanya milik berdua.


"Banyak sayang. Lagian kamu kok tumben sih datang keruangan aku?" tanya Risya aneh.


"Aku sangat merindukanmu sayang," ucap Arga yang ingin mencium bibir Risya. Namun Risya menghentikannya dengan membuat dua jarinya di bibir Arga. Arga melebarkan matanya saat Risya menolak ciumannya itu.


Risya mengarahkan kepalanya ke arah Sofa dan Arga kaget melihat ada Syrala di sana yang asyik bermain ponsel sendiri.


"Kok dia ada di sini?" tanya Arga yang langsung berdiri tegak dan kaget melihat Syrala. Risya mengangkat kedua bahunya.


"Udah kalau kalian mau lanjutin lanjutin aja. Aku tidak lihat kok," sahut Syrala.


"Lagian kamu ngapain sih di sini," sahut Arga yang kesal yang gara-gara Syrala dia gagal mencium istrinya.


"Issss terserah aku dong," sahut Syrala.


"Mana ada kata terserah. Ganggu aja," kesal Arga.


"Sayang sudah lah. Kamu jangan marah-marah. Biarin ajalah Syrala ada di sini," ucap Risya membela Syrala.


"Kamu lagi malah belain dia," sahut Arga.


"Ya ampun Arga kamu itu galak amat sih. Heran ya kadang-kadang," sahut Syarla dengan kesal.


Bersambung