MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 143


Edo, Boy dan Arga terlihat memancing. Mereka juga memancing hanya diam-diam saja mungkin karena mereka memang tidak akrab dan sepertinya dari tadi belum ada yang mendapatkan hasil pancingan mereka.


"Kalian hobi mancing?" tanya Edo yang memulai pembicaraan.


"Kita itu hobinya yang ekstrim tidak memancing," sahut Boy dengan nada ketus.


"Apa itu contohnya?" tanya Edo.


"Ya seperti balap, manjat tebing sama terjun payung," jawab Boy dengan menyombongkan dirinya.


Namun dahi Arga mengkerut mendengar pernyataan Boy.


"Sejak kapan dia panjat tebing, terjun payung, ketinggian aja takut," batin Arga merasa ada yang aneh dengan temannya itu.


"Benarkan Arga?" tanya Boy pada Arga. Arga bingung harus menjawab apa karena setaunya Boy tidak pernah melakukan hal biru kecuali balapan mobil.


"Arga jawab," ucap Boy pelan dengan kode mata Boy.


"Oh iya benar, dia memang sangat suka melakukan hal aneh-aneh sampai aku aja tidak tau," sahut Arga dengan tersenyum terpaksa.


"Lain kali kita bisa panjat tebing bersama dan kebetulan aku sangat suka. Kita bisa sama-sama menjalankan hobi kita kalau ada waktu lain kali," sahut Edo.


"Ya kalau ada waktu karena saya lumayan sangat sibuk," sahut Boy dengan santai dan Edo hanya mengangguk saja dengan mendengus senyum. Sementara Arga hanya menghela napas dia melihat malah ada bau-bau saingan di antara Boy dan Edo dan mungkin berhubungan dengan Angela yang setau Arga Boy ada rasa untuk Angela. Namun rasa itu tidak di ungkapkan.


**********


Lain dengan Risya, Syarla dan Angela yang sekarang masih menyiapkan makan siang mereka.


"Tumben sekali mereka akrab," ucap Syarla yang melihat ke arah sungai para lelaki itu yang sedang memancing.


"Biar aja biar Arga nggak bosan dan kerjanya nggak marah-marah padaku," ucap Risya.


"Oh iya Risya bye the way gimana caranya kamu mengajak Arga untuk ikut kemah yang kita juga tau hal ini hal yang paling di benci Arga dan seumur hidup Arga belum pernah melakukan hal ini?" tanya Angela.


"Ya kalau masalah mengajak itu gampang. Awalnya pasti debat panjang dan seperti biasa dia tidak akan mau mengalah. Tetapi ujung-ujungnya dia mengalah juga dan mau ikut. Walau bisa kalian lihat banyak keterpaksaan di wajahnya tetapi semuanya aman-aman saja karena dia sudah ada di sini," ucap Risya dengan santai.


"Isss enak banget sih jadi kamu. Kesal-kesalnya Arga sama kamu. Tetapi Arga tetap aja mau menurut pada kamu. Aku melihat Arga cintanya semakin besar untuk kamu," ucap Syarla.


"Ya begitulah namanya rumah tangga ada pasang dan surutnya. Aku hanya berusaha menjadi yang terbaik untuknya," sahut Risya.


"Kita doakan kamu sama Arga akan terus manis sampai kapanpun. Biar menjadi contoh untuk kita berdua dan semoga menular untuk kita," ucap Angela.


"Amin," sahut Risya.


"Oh iya Angela makanan untuk Edo dan Putri sudah di asingkan?" tanya Syarla yang maklum pasti ada perbedaan dalam makanan.


"Sudah kok, aku sudah menyiapkannya," jawab Angela.


"Cie yang sebentar lagi akan jadi istri," goda Risya dan Syarla dengan bersamaan.


"Isss kalian apa-apaan sih, bikin malu aja," sahut Angela dengan pipinya yang memerah seperti kepiting rebus.


"Edo pasti sangat beruntung bisa bertemu dengan kamu," ucap Risya.


"Ya dia memang mengatakan itu," sahut Angela.


"Issss ya ampun harus ya senyum-senyum seperti itu," sahut Syarla yang geli sendiri dengan sahabatnya itu. Risya hanya tertawa-tawa saja dengan mereka yang terus saling menggoda satu sama lain.


**********


Setelah selesai menyiapkan makan siang akhirnya mereka semua makan siang dengan duduk membentuk lingkaran di atas karpet dengan makanan yang sudah di siapkan.


"Ini mas untuk kamu," ucap Angela yang memberikan Edo makanan berupa kentang dan ada sayuran dan juga telor rebus setengah matang dan sama dengan Putri makanan yang sama.


"Putri juga makan," ucap Angela yang juga memberikan Putri makanan yang sudah di siapkannya.


"Makasih Tante," sahut Putri yang tersenyum.


"Sayang ini kamu makan ini. Ini sangat enak," ucap Risya yang membuat kepiring Arga.


"Iya-iya sangat enak," sahut Arga yang hanya menghela napas saja. Padahal dia belum mencobanya sama sekali.


"Boy kamu juga makan," ucap Risya.


"Ini lagi makan Risya," sahut Boy.


"Kita nikmati ya makanan apa adanya ini. Maklum kalau di tempat seperti ini makannya juga harus seperti ini," sahut Syarla.


"Ini sudah luar biasa kok," sahut Risya.


Yanga akhirnya mereka makan bersama.


"Ya ampun apa kalau Angela menikah dengan dia kehidupan Angela akan berubah 180 derajat," batin Boy yang sejak tadi melihat Angela ikut-ikutan makan ala-ala Edo dan Putri.


"Om kok terus melihat makanan Putri," sahut Putri tiba-tiba yang sadar di lihati.


"Siapa juga yang melihat kamu," sahut Boy yang mengelak.


"Orang Putri lihat kok," sahut Putri.


"Om jangan biasakan seperti itu ya. Itu sama saja mengganggu privasi orang lain, Om kalau makan, makan aja jangan ganggu Putri dengan tatapan Om yang sinis itu," ucap Putri yang menceramahi Boy yang membuat Boy mati kutu.


Risya, Angela dan Syarla hanya menyimpan tawa yang ingin ngakak yang mana Boy menjadi korban apa yang mereka rasakan.


"Sudah Putri kamu jangan bicara lagi. Ayo kamu juga makan," sahut Edo.


"Iya pah," sahut Putri.


"Nih anak benar-benar ya sembarangan menceramahi ku. Sama-sama menyebalkan seperti ayahnya," batin Boy yang hanya bisa-bisa sabar sementara Arga no coment dari pada nanti dia juga menjadi sasaran. Jadi lebih baik diam dan makan saja.


************


Malam hari sudah tiba banyak aktivitas yang di lakukan sejak sampai dan akhirnya sampai malam. Arga yang duduk sendirian di pinggir sungai melihat bintang yang indah.


Tiba-tiba Risya datang yang duduk di samping suaminya dan langsung senderan manja pada Arga. Arga menoleh kesampingnya dan merangkul bahu Risya dengan Risya yang memeluk pinggang Arga.


"Kami kenapa sendirian di sini?" tanya Risya.


"Tidak apa-apa hanya melihat bintang saja," jawab Arga. Risya pun menatap ke langit yang begitu banyak bintang yang indah.


"Mana menurutmu bintang yang paling indah?" tanya Risya.


"Ada," jawab Arga.


"Di mana?" tanya Risya.


"Yang sejak tadi bicara padaku," jawab Arga membuat Risya tersenyum.


"Isss kamu itu," sahut Risya yang kalau sudah di gombali maunya terbang ke langit ketujuh.


"Aku serius. Karena memang hanya kamu yang paling indah," ucap Arga.


"Iya aku tau itu," sahut Risya yang menyombongkan dirinya dan Arga mencium lembut kening Risya. Rasa bete sudah hilang di dalam pikiran Arga.


Bersambung