MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 68 godaan Arga.


Karena Risya yang tidak bisa melihat akibat ulahnya Rachel sampai matanya di perban dan butuh pemulihan dari Dokter. Risya harus merasakan gelapnya dunia yang mana sekarang Risya berada di kamar bersama Arga dan Risya hanya berdiri dengan bingung yang juga tidak tau di mana dia dan Arga ada di mana.


Arga sekarang yang sedang berdiri di depan Risya yang membuka pakaiannya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.


"Arga kau sedang apa?" tanya Risya yang hanya bisa mendengar suara pergerakan di ruangan itu.


"Buka baju," jawab Arga.


"Di mana?" tanya Risya dengan dahinya yang mengkerut.


"Di depanmu," jawab Arga, Arga mendekati Risya dan mendekatkan mulutnya di telinga Risya, "aku sedang telanjang," bisik Arga membuat mata Risya melotot dan langsung memukul Arga dengan Arga yang mengelak.


"Kau itu benar-benar ya," geram Risya dengan kesal dan Arga tertawa-tawa tanpa dosa yang sangat suka mengerjai Risya.


"Bukannya kamu tidak bisa melihat. Jadi tidak masalah dong kalau aku mau apa. Mau bugil atau yang lainnya kan kamu tidak bisa melihat. Atau jangan-jangan kamu bisa melihat kali ya dan kamu hanya pura," ucap Arga.


"Sembarangan bicara untuk apa juga aku pura-pura. Mataku juga jelas-jelas sudah di perban dan mana mungkin aku pura-pura," sahut Risya dengan kesalnya.


"Ya siapa tau aja," sahut Arga.


"Sudahlah kau jangan membodohi ku. Aku tau kau itu hanya berbohong," sahut Risya yang tidak percaya kepada Arga.


Arga menyunggingkan senyumnya dan mendekati Risya dengan memegang tangan Risya meletakkan telapak tangan Risya di dadanya.


"Aku tidak berbohong kau bisa merasakan bagaimana tubuhku," ucap Arga dengan lembut yang meraba dada Arga dengan tangan Risya yang bergetar menyentuh dada polos itu yang memang tanpa pakaian itu.


Risya menelan salivanya saat merasakan sentuhan itu dari Arga.


"Kau benar-benar tidak memakai sehelai benangpun?" tanya Risya yang butuh kepastian.


"Kenapa? apa sangat di sayangkan dengan kondisimu yang seperti ini. Jadi tidak bisa melihat tubuh bagusku," ucap Arga.


"Apa sih nggak usah banyak bicara deh, siapa juga yang punya pikiran seperti itu," sahut Arga.


"Hmmm, lagian kamu juga bukannya perna melihat tubuhku tanpa busana," ucap Arga.


"Kapan? tidak semuanya. Jadi jangan mengarang cerita," sahut Risya.


"Tidak semuanya? apa punya keinginan untuk melihat semuanya?" tanya Arga dengan intim berbicara yang membuat Risya dek-dekan dengan wajahnya yang memerah yang habis-habisan di kerjai Arga.


Namun Arga hanya tersenyum miring yang sangat jahil mengerjai istrinya itu.


Tiba-tiba dalam diamnya Risya tubuh Risya sudah terangkat yang mana Arga sudah menggendongnya ala bridal style dan membuat Risya kaget dan panik.


"A_Arga kau mau apa?" tanya Risya gugup.


Arga membaringkan tubuh Risya di atas ranjang membuat perasaan Risya semakin menjadi-jadi, "aku ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Bukannya kamu tidak bisa melihat. Jadi aku ingin malam ini melakukan semua yang aku kepadamu termasuk untuk tubuhmu," ucap Arga dengan berbicara dengan suara menggoda yang tepat di wajah Risya.


"Jangan melakukan hal itu. Aku sudah mengatakan kepadamu tidak akan menginjinkan mu mengambil kesucianku tanpa aku mengijinkanmu. Jadi jangan macam-macam pada ku," ucap Risya dengan wajahnya yang cemberut.


"Bagaimana jika aku tidak mendengarkan perkataan mu?" tanya Arga.


Arga mencium lembut kening Risya.


"Aku hanya bercanda Risya. Aku juga tidak ingin melakukan hal itu tanpa kamu melihatnya. Jadi jangan takut," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum tipis mendengarnya.


Arga pun berbaring di samping Risya, "sudah malam kita sebaiknya istirahat," ucap Arga memeluk Risya.


"Kau benar-benar telanjang?" tanya Risya masih penasaran.


"Kenapa kau merasakan sesuatu?" Arga bertanya balik.


"Katakan saja, kau benar-benar telanjang atau bagaimana?" tanya Risya.


"Apa perlu aku arahkan tanganmu ke arah lain?" tanya Arga.


"Issss," geram Risya yang kesal sendiri. Dia yang mancing dia juga yang kesal.


"Sudah-sudah kamu istirahat," sahut Arga mengelus-elus pucuk kepala Risya.


"Arga bagaimana jika besok saat buka perban. Mataku tetap sakit dan tidak bisa melihat?" tanya Risya dengan wajah cemberutnya yang lagi manja-manjanya sama Arga.


"Percaya pada Dokter semua akan baik-baik saja," sahut Arga yang memberi dukungan.


"Tetap aja aku takut," ucap Risya.


"Makanya aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya. Jangan suka cari masalah pada Rachel. Rachel itu sangat membencimu. Karena pernikahannya itu karena kamu. Jadi dia tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia. Jadi jangan memancing emosinya," ucap Arga mengingatkan Risya.


Namun Risya tampaknya malah kesal dan melepas tangan Arga dari pelukannya dengan Risya yang berbalik badan membuat Arga heran.


"Malah membelanya dan menyalahkanku. Dia yang mencari masalah padaku. Lihat aku yang menjadi korban," ucap Risya dengan kesal yang ngambek.


"Aku tidak membelanya Risya. Rachel tidak akan membiarkan kamu tenang karena kamu Rachel menikah," ucap Arga.


"Kau itu seakan menganggap aku wanita jahat yang membuatnya menikah dengan Tony. Aku sudah mengatakan dia seharusnya tidak menikah dengan Tony tetapi Dandy dan aku tidak tau apa-apa setelah itu," ucap Risya yang kesal dengan Arga yang sekarang membahas Rachel.


Arga menghela napasnya dan memeluk Risya dari belakang. Namun Risya memberontak yang ingin di lepas. Tetapi Arga semakin mengeratkan pelukannya dan membuat Risya kalah dan terus di peluk Arga.


"Risya kamu hanya mengatakan hal itu saja. Tanpa kamu menceritakan kejadian sebenarnya kepadaku. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa kamu terlibat dalam pernikahan Tony dan juga Rachel," ucap Arga dengan lembut yang juga tidak pernah tau apa yang terjadi.


"Semuanya karena dia yang menjebakku dengan Samuel," jawab Risya.


"Itu jawaban yang sempurna. Pasti ada jawaban yang lain dan aku akan menunggu kamu menceritakannya dengan lengkap kepadaku. Risya aku bicara seperti bukan untuk membela Rachel. Tetapi untuk kamu juga. Aku sangat mengenalmu Risya dan aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa, karena kamu juga sangat ceroboh dan aku tidak mau kecerobohan kamu membuat kamu sendiri yang akan memakan umpan kamu sendiri," ucap Arga dengan lembut yang berusaha mengarahkan Risya.


Risya terdiam mendengarnya dan tidak bicara apa-apa lagi,


"Kita istirahat ini sudah malam," ucap Arga yang mencium lembut bahu Risya dan Risya tidak menolak atau marah lagi.


Bersambung