MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 52 Asupan manis


Salmah dan Tantri berjalan sembari mengobrol yang ingin kekamar Salmah. Karena Salmah ingin menunjukkan koleksi tas terbaru yang baru di beli nya pada besannya itu.


"Warnanya juga sangat unik saya yakin mbak pasti sangat tertarik nanti," ucap Salmah menggoda besannya itu supaya membeli brand terbaru dan sama dengannya.


"Iya-iya mbak kita lihat aja dulu," sahut Salmah.


"Arga sakit," rengek Risya tiba-tiba membuat Salmah dan Tantri berhenti dan mereka saling melihat.


"Itu bukannya suara Risya?" tanya Tantri.


"Iya benar. Kenapa Risya," sahut Salmah panik.


"Aku akan cabut pelan-pelan," ucap Arga dengan suara beratnya.


Mendengar kata-kata Arga membuat dua orang itu saling melihat dengan mata melotot dan pasti pikiran dua wanita itu sudah jauh sampai planet mars dan lihatlah 2 orang tua itu bisa-bisanya menguping di depan pintu kamar Risya dan Arga.


"Tapi pelan-pelan ya soalnya sakit sekali," rengek Risya.


"Kamu itu tenang Risya. Kalau kamu mengeluh terus bagaimana tidak sakit. Aku akan cabut pelan-pelan. Kamu harus tahan," ucap Arga lagi.


Pembicaraan Risya dan Arga mengundang hal negatif saja bagi dia orang yang di penuhi dengan pikiran jauh melayang-layang.


"Mbak apa mereka berdua sedang....." sudah ketebak apa yang di pikiran Tantri.


"Sepertinya iya mbak. Risya pasti sudah selesai datang bulan dan Arga langsung tancap gas dengan Risya yang pasti menggoda Arga dan melakukan trik-trik untuk menaikkan birahi Arga," sahut Salmah dengan pemikirannya yang lebih jauh.


"Ya sudah mbak semoga kali ini Arga topcer dan langsung jadi junior untuk cucu kita berdua," sahut Tantri.


"Saya berharap seperti itu dan sebaiknya kita pergi saja dan biarkan merek berdua bereaksi dengan cara mereka masing-masing," ucap Salmah. Tantri setuju dengan mengangguk-angguk dan langsung pergi dari depan kamar Arga dan juga Risya.


Yang ternyata Arga sedang pelan-pelan dan berhati-hati mencabut beling dari telapak kaki Risya dan Risya begitu sangat kesakitan dengan memegang kuat bahu Arga dengan menekannya saat Arga mencabut beling tersebut.


"Sudah Risya!" ucap Arga membuat Risya lega dengan napasnya yang naik turun dan matanya yang tadi di pejamkannya langsung di bukannya.


Arga berdiri dari tempat duduknya dan menuju bakas mengambil kotak obat. Lalu kembali menghampiri Risya dengan duduk di samping Risya mengambil kali Risya meletakkan di pahanya dan langsung mengobati Risya untuk menghilangkan rasa sakit itu.


Arga begitu lembut mengobati Risya membuat rasa sakit itu hilang begitu saja dengan Risya yang terus melihat Arga yang sangat tulus mengobatinya dan ini Arga yang tidak pernah berubah dari Arga yang di kenalnya dulu yang selalu memprioritaskan dirinya.


"Kau kenapa melihatku seperti itu?" tanya Arga tanpa melihat Risya dan Risya langsung mengalihkan pandangannya dengan Risya yang salah tingkah melihat-lihat ke lain arah.


"Siapa juga yang melihatmu," sahut Risya mengelak. Arga menyunggingkan senyumnya dan memberi perban pada kaki Risya dan sampai selesai mengobati Risya. Lalu menurunkan kaki Risya dengan perlahan dari pahanya.


"Masih sakit?" tanya Arga begitu lembut. Risya menggelengkan kepalanya yang memang sakitnya hilang begitu saja.


Arga mendekati Risya dengan memegang pipi Risya membuat Risya kaget dengan tindakan Arga. Namun jantungnya berdetak dengan kencang saat wajah tampan di depannya itu mendekati dirinya.


Risya pasti kepikiran jika Arga pasti kesambet yang tiba-tiba sangat manis kepadanya.


"Kemana lagi jika tidak cari bukti untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah," jawab Risya dengan apa adanya. Arga terdiam sejenak.


"Arga kenapa kamu tidak percaya kepadaku. Jika aku memang tidak pernah berselingkuh dengan Samuel. Kenapa harus menyuruhku untuk membuktikannya dan malah bukan mendengarkanku menjelaskannya," ucap Risya.


"Semakin kau menjelaskan membuatku semakin mengingat hal itu. Jadi kalau aku memberimu kesempatan maka lakukan saja. Jangan tawar-menawar," ucap Arga dengan serius.


"Baiklah tetapi sebenarnya ada hal yang membenarkan jika aku tidak bersalah dan kau bisa membuktikannya sendiri," ucap Risya membuat Arga mengkerutkan dahinya.


"Apa yang kau katakan?" tanya Arga heran.


Risya mendekati Arga dan membuat mereka semakin dekat dengan jarak yang sangat dekat dan tangan Risya malah mengelus-elus dada Arga membuat Arga semakin mengkerutkan dahinya dengan tingkah Risya.


"Arga kenapa susah-susah jadi manusia. Bukannya di dalam pikiranmu. Aku itu tidur dengan Samuel. Tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu dan kau bisa langsung membuktikannya dengan kau yang langsung menyentuhku," ucap Risya menantang Arga.


Risya mendekatkan mulutnya pada telinga Arga, "aku itu masih Virgin Arga dan itu sudah membuktikan semuanya. Kalau kau tidak percaya kau bisa membuktikan sendiri dan bukankah kemarin kau bilang kalau aku tidak sedang masa haid kau tidak akan menolakku. Jadi aku sudah selesai masa haid," ucap Risya yang menggoda Arga dengan berbisik dengan suara indahnya.


Namun apa yang di dapatkan Risya Arga langsung mentoyor kening Risya dengan jarinya sampai Risya berbaring di sofa.


"Otakmu benar-benar sangat kotor," ucap Arga.


"Sakit tau," sahut Risya dengan kesal.


Arga geleng-geleng dengan berdiri dari tempat duduknya, "eh Risya kalau itu haus sentuhan. Kau tidak perlu memasukkan point tidak ada hubungan fisik dalam surat perjanjian kita. Kau itu kadang-kadang hanya kebanyakan gengsi dan sok jual mahal dan sekarang aja ngemis-ngemis mau di sentuh," ucap Arga.


"Sembarang bicara ngemis-ngemis. Aku juga hanya mengujimu nggak usah kepedean. Aku menguji kejantanan mu itu seperti apa. Apa kau akan tetap dengan imanmu yang setipis tisu itu," ucap Risya dengan kesal.


"Nggak usah banyak mengelak kau tidur di sana," ucap Arga melempar Risya dengan bantal yang pasti menutupi wajah Risya dan membuat Risya semakin kesal saja.


"Ini giliran ku tidur di ranjang. Jadi jangan menggangguku," tegas Arga dan Risya hanya sewot saja.


Namun Arga yang berbaring di atas tempat tidur tiba-tiba saja tersenyum penuh arti.


"Dasar tidak pernah berubah!" batin Arga senyum-senyum.


Apa mungkin sebenarnya Risya sangat menggemaskan bagi Arga. Dan Arga pastilah tadi tergoda dengan Risya. Hanya saja menahan dirinya dan lagian dia juga yang memulai.


Risya sendiri juga yang berbaring sofa ternyata juga sedang senyum-senyum. Dia malah geli sendiri dengan tingkah yang barusan di lakukannya pada Arga.


Keduanya pernah saling dan sangat mencintai. Mana mungkin semuanya bisa lupa dan punah begitu saja dan pasti ke-2nya juga masih sama-sama saling mencintai. Namun masih ada kegengsian. Padahal sama-sama kangen tuh.


Bersambung