Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
99. Piknik Bersama.


Keesokan paginya yang sangat cerah matahari juga sudah menampakkan dirinya, mobil bis sudah terparkir di depan istana Monarfi yang saat ini si supir sedang turun memberikan hormat pada Andre.


" Sayang, kamu yakin mau naik bis. Nggak mau bareng sama aku untuk pergi ke pelabuhan?" Ujar Andre yang tidak mengerti maksud keinginan Elisa.


" Nggak, aku pergi sekarang yah. Daaah masku😘" Kecupan manis mendarat di pipi Andre.


Elisa langsung naik ke mobil bis, si supir langsung membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat kepada Elisa selaku Nyonya muda yang dihormati.


ANDRE : Tolong jemput kariyawan di asrama seperti biasa, dan saya titip istri saya pak.


Supir Bis : Iya pak, anda jangan khawatir. Saya pamit pak, permisi


Sesaat di perjalanan, Elisa yang duduk agak jauh dari supir itu perjalanan ini terasa hening sampai di asrama dimana semua kariyawan sudah bersiap-siap di sana, Rudi agak kaget saat melihat Elisa sudah duduk ditempat. Satu persatu kariyawan masuk ke dalam, kecuali Try dan Junlion yang saat ini berada di depan mobil mereka masing-masing.


" Lis kamu kok ada di sini" Ujar Rudi kaget, sambil duduk di samping Elisa yang asik makan cemilan buatan Jeje dan Fika.


" Hahaha iya, aku juga mau ngerasain mobil bis kayak gimana!" Ucap Elisa mulutnya penuh dengan cemilan.


" Emang selama ini kamu kemana aja Elisa, sampai tidak merasakan mobil bis yang sering di tunggangi antar jemput setiap hari" Ucap seseorang dari jok depan.


Elisa menutup mulutnya, Rudi juga langsung menelan salivanya sendiri. " Hahahah, maksudnya bis yah kan udah lama aku gak naik, selama sehari gak naik biasanya kita naik kan" Ucap Elisa yang cari Alasan.


" Kamu ini Elisa, kalo kampung itu jangan memperjelas juga kali. Bikin malu saja, kayak gak pernah naik mobil bis deh!" Ucap kariyawan cewek duduk di depannya.


" Kalo ngomong itu di pikirkan dulu, yang kampung itu siapa! Dasar yah tuh mulut gak bisa di jaga bener sih" ucap Rudi sudah naik pitam, ditahan Elisa.


" Mas Rudi udah, gak apa-apa emang aku dari kampung kan, udah jangan--" ucap Elisa yang menahan tangan Rudi.


Sudah perjalanan agak jauh dari asrama, Rudi juga agak tenang sekarang " Jadi dia datang sendirian dong ke sana" Ucap Rudi.


" Iya lah, aku males kalo satu mobil sama masku" Ucap Elisa yang saat ini menatap luar jendela.


" Gila kamu, ada mobil bagus malah pengen naik bis terus dia gak marah sama kamu" Ucap Rudi memperjelas suaranya, orang yang jadi terganggu dengan suara Rudi.


" Sssttt, bersik itu gara-gara kalian tahu nggak. Kalo mas Rudi dan dokter try ngga nelfon aku pasti gak penasaran kaya gini tahu gak, jadi aku minta datang dengan susah payah aku bujuk masku sampai merengek-rengek dulu, terus minta kepulau jadi aku ngambek sama dia pengen ke sana akhirnya di turutin deh!" Penjelasan Elisa.


" Maksudnya?" Rudi agak gagal faham.


" Tadi pelayan masku itu memperlihatkan foto-foto pulaunya, sumpah bagus banget jadi aku merengek sama masku untuk pergi kesana" ucap Elisa.


^^^~Flasback^^^


Malam dimana istana Monarfi masih ada aktivitas para karyawan dari Andre yang masih sibuk dengan tugas-tugas mereka, Elisa dan Andre yang berada di ruang keluarga sibuk dengan masing-masing urusannya, Andre yang sibuk berkutat pada laptopnya menyelesaikan tugas-tugasnya yang belum selesai sedangkan Elisa sedang asyik main ponsel.


Elisa sedang lihat grup chat kariyawan di phonsel, elisa yang jarang berkomentar karena tahu tak semua menyukai elisa di grup itu, hanya rudi dan dokter redha saja.


" Cih, mereka saking penasarannya sama pulaumu, sampai pada bikin snap segala" ujar elisa yang mulutnya sibuk mengunyah cemilan.


" Kenapa sayang! kayak yah kamu lagi kesel banget sih, siapa yang penasaran" ujar andre yang tidak bergeming dari tatapan dileptop yah.


" Itu loh para kariyawan kamu, semuanya pada kepo banget sama pulau milik kamu" ucap elisa yang mendecak kesal dengan semua orang yang di grup.


Elisa langsung saja mendekatkan tubuhnya pada Andre, yang saat ini sangat fokus dengan leptop, sedang Elisa mode penasaran juga aktif sama apa yang di katakan orang-orang di grup.


" Mas andre! kamu beneran punya pulau? iyakah kamu beneran punya pulau yah mas?" ujar elisa yang mode keponya keluar sambil merai tangan andre yang saat ini sibuk mengetik.


" Iyaaa-iiiyaaa-iya! sayang, aku lagi ngetik ini jangan di ganggu dulu yah" ucap andre yang saat ini menenangkan elisa.


" Berapa pulaumu" tanya elisa yang sangat penasaran dengan pulau yang andre miliki saat ini.


" Cuman ada 2 pulau sayang!' Andre berkata jujur dengan istrinya.


" WAH! keren, lalu apa namanya?" tanya elisa yang dibuat sangat penasaran dengan pulaunya.


" Hemm belum aku kasih nama semuanya, belum kepikiran buat nama yang cocok untuk 2 pulau itu" ujar andre.


" Ouh gitu, besar gak pulaunya" ucap elisa yang langsung aktif melingkarkan tangannya di lengan andre.


" Nggak juga sih, mungkin sama kayak pulau samosir" ujar andre hanya memperkirakan saja.


" Sebesar apa itu, aku kok binggung yah" ucap Elisa sambil garuk-garuk kepala.


" Kamu ini kalo nanya sudah kayak Wartawan aja, nanya-nanya melulu" ujar Andre sambil mencubit pipi Elisa yang agak mengembang itu gara ada cemilan didalam mulutnya.


" Yeeeh aku mau tahu mas, ada gak fotonya" ucap Elisa yang sangat penasaran.


" Nggak ada, aku belum kesana lagi udah lama" Ujar Andre yang menghentikan mengetik yah malah fokus teralihkan pada wajah Elisa.


" Emang saat beli pulau itu, kamu umur berapa?" ucap Elisa.


" Hmm berapa yah, kalo gak salah 17 tahun, saat aku menang olimpiade London" Ujar Andre.


" Hah! itu di beliin sama mamah-papah" Ucap Elisa yang asal nebak.


" Nggak, malah mereka baru tahu saat aku lulus SMA. Jika aku punya pulau itu, terus saat usiaku 20 tahun aku beli satu pulau lagi" Ucap Andre menjelaskan.


" Terus mas terakhir kesana kapan!" Tanya Elisa penasaran.


" HemmπŸ€”--, 4 atau 5 tahun lalu saat kuliah deh kalo gak salah" Ucap Andre sedikit berfikir.


" Terus kaya gimana pulaunya, seperti banyak pohon kah atau hutan rimba kah, gimana penampakan yah mas" Ucap Elisa.


" Kan aku udah lama gak kesana sayang! jadi gak tahu, nanti yah aku suruh orang buat fotoin tempatnya" Ucap Andre yang fokus kembali pada layar leptopnya.


" Okey!!!" Ucap Elisa singkat, menyenderkan kepalanya di penyangga kursi duduk di sebelah Andre.


1 jam kemudian, Elisa emang sudah gak sabar rasanya tapi kebetulan si Nara datang membawa buah untuk nona dan tuany


" Kok aku jadi penasaran yah, gak sabar rasanya. Mas, udah belum" Tanya Elisa pada suaminya.


" Apanya sayang!" Tanya binggung Andre tapi mata fokus ke leptop.


" Itu, foto pulaunya mana!" Ujar Elisa matanya membulat.


" Astaghfirullah aku lupa sayang, menghubungi orangnya" Ucap Andre yang baru ngeh.


" Tuh kan pantesan lama banget, Elisa nungguin loh mas" Rengek Elisa yang saat ini mulai sebal.


" Ya Allah maaf yah sayang, aku beneran lagi sibuk banget ini" Ujar Andre tugasnya seluruh tertunda kemarin gara-gara Elisa yang selalu nemplok ditubuhnya.


" Nona, saya punya fotonya apakah anda mau melihatnya" Ujar Nara menawarkan diri, tau jika tuannya beranda dalam masalah.


" Nara kamu punya? mana!" Semangat bangkit lagi.


" Ini nona, ada di kamera hp saya" Ucap Nara mengeluarkan hp miliknya.


" Yuk kita kesana, sini duduk" Ujar Elisa yang pindah tempat duduknya.


" Maaf nona, tapi-- saya, saya di sini saja yah" Ucap Nara yang tidak berani.


" Eh jangan berdiri, gak asik sini. Masss, itu Nara gak mau duduk!" Rengek Elisa kembali.


" Nggak apa-apa Nara, duduk saja" Ucap Andre yang mengizinkan.


" Saya gak berani tuan" Ucap Nara yang ragu.


" Biar nenek urusan saya, kamu duduk saja jangan buat istri saya Ngambek lagi loh, susah buat bujuk dia" Ucap Andre.


" Baik tuan" Karena tak mau Elisa ngembek lagi Nara nurut.


Nara menujukan beberapa foto-foto di galeri yah saat ini, terlihat foto-foto itu sangat bagus, tiba-tiba ada foto Nara dengan pacarnya.


" Waahhh cantiknya, ini indah banget banyak ikan dong di sana" ucap Elisa yang takjub.


" Iya nona banyak, cantik-cantik lagi" Ujar Elisa semangat.


" Iya nanti yah sayang, aku selesaikan ini dulu" Ucap Andre.


"Okey!" Ucap Elisa singkat.


Saat di geser foto berikut yah, terpampang lah jhony dan Nara sedang foto bersama disana.


" Eh? ini" Elisa kaget membuka mata lebar-lebar.


" Ya ampun, nona itu- hmm" Ucap Nara yang gelagapan untuk menjelaskannya.


" Hahaha, gak apa-apa Nara. Toha ku juga suka gitu, dia siapa?" Ucap Elisa kepo.


" Nona, jangan begitu" Ucap Nara malu-malu, Elisa senyum riang.


" Ada apa?"


" Nggak apa-apa. Mas kita kesana yuk!" ucap Elisa yang mengalihkan pembicaraan.


" Iya sayang, niatnya juga kita kesanakan" Ucap Andre.


" Cuman berdua" Tanya Elisa.


" Yah nggak lah sayang, nanti ngajak kariyawan juga, kan emang gitu dari awalnya" Ucap Andre.


" Iya deh, tapi-- apakah mereka juga ikut?" Ucap Elisa yang melirik pada Nara dan Yuli.


Andre langsung paham apa yang dimaksudkan oleh istrinya itu lalu menatap kedua pelayannya yang ada di samping Elisa.


" Nara dan Yuli nanti kalian juga bersiap-siap bilang pada yang lainnya yah juga, terus yang masih Cuti juga langsung susul ke pulau saja yah, bilang kayak gitu, nanti aku juga mengatakan lagi ke paman Calder" ucap Andre.


" Eh kami juga di ajak tuan, tapi-" Ucap Yuli syok.


" Iya, kalian juga akan ikut menemani Elisa, aku gak mau kalian jadi kurang piknik, lebih banyak orang lebih bagus" Ucap Andre yang menatap keduanya.


" Makasih tuan" Senang sekali dengan ajakan tuannya.


...--FLASBACK SELESAI--...


Kembali pada bisa yang saat ini sudah berhenti saja di depan pelabuhan, terlihat mobil Jun dan try sudah berjejer di sana.


" Begitu ceritanya" Ucap Elisa yang panjang kali lebar ngoceh- ngoceh.


" Wah, suamimu emang tajir banget dong, tapi btw Luh pernah nanya gak penghasilannya selama sebulan itu berapa" Ucap Rudi malah kepikiran.


"Eh aku nggak pernah nanya tuh mas, jadi gak tahu berapa- berapanya karena aku juga nggak pernah nanya juga sih isi uangnya, tapi perasaan ada aja uangnya nggak pernah yang ada yang namanya kekurangan" Ucap Elisa yang baru kenal Andre.


"Padahal rumahnya itu banyak banget, rumah ini- rumah itu, istana ini- istana itu, aku gak tahu berapa pendapatan dia dalam sebulan" ujar Elisa yang juga kepikiran.


" Yah Coba kamu nanya sama suamimu berapa!" seraya bangkit dari kursi jok.


" Elisa gak berani Mas, takut disembur nanti"Ucap Elisa.


" Suamimu itu tipikal orang yang jarang marah kalau dia marah atau ngambek dia pasti akan diem aja, saksi yah aku yang kenal udah lama sama dia" ucap Rudi bangganya.


"ya walaupun kayak gitu juga aku nggak berani Mas"


"Emang kamu mau Lis, makan uang haram karena kamu nggak tahu asal-usul dari mana uang itu" ujar rudi.


" Yah karena aku nggak tahu jadi enggak salah dong" ujar Elisa.


"Justru itu masalahnya, walau kamu gak tahu tetap salah Lis, istri pasti akan ikut suami, kalau suami kecebur ke got kamu juga ikut, karena dimakannya sama-sama" Ucap Rudi.


"Iya juga sih tapi bagaimana untuk menanyakannya, elisa binggung nanya awal yah" ucap Elisa Kebingungan.


"Tinggal kamu tanya doang! Apa susahnya" ucap Rudi menyepelekan.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Jumat 31 Desember 2021


...HAPPY NEW YEAR...


...SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK PARA READERS YANG SETIA MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTAR MASUKANNYA......


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰--...