
Keesokan paginya Andre sedang berada di depan cermin menata rambut dan bersiap-siap akan berangkat, mengambil mantel hangat dan mengambil tas leptop yah. Elisa sedang sibuk di dapur menyiapkan bekal untuk dibawa oleh dirinya dan Andre, setelah itu Elisa ke ruang tengah bersamaan dengan Andre yang juga baru keluar dari kamar.
" Yuk Mas! Kita berangkat sudah selesaikan!" Ucap Elisa yang sekarang mengambil kunci mobil dan hp milik Andre.
" Iya" Jawab Andre yang memakaikan baju hangat untuk Elisa.
Setelah itu ia juga pakai untuk dirinya juga, Elisa mengambil sepatu untuk Andre, juga Andre memakaikan topi dari penutup telinga untuk Elisa, kerja sama itu setiap hari di lakukan Andre dan Elisa.
Saat akan berangkatnya ingin keluar pintu apartemen, tiba-tiba Andre tak sengaja melihat pada leher Elisa yang di sana masih ada bekas tanda merah apa yang dilakukan oleh andre kemarin malam.
Karena merasa bersalah Andre menahan tangan Elisa agar jangan membuka pintu dulu.
" Sayang bentar deh!" Ucap Andre yang langsung berefleksi memutar tubuh langsung berjalan menuju laci.
" Apa sih mas, kamu cari apa?" ujar Elisa yang kebingungan karena sikap suami yang aneh.
" Bentar! tunggu yah. Sayang kotak obatnya kamu taro di mana, kok gak ada di sini sih?" Ucap Andre sambil mengorek-ngorek isi laci.
" Itu di laci meja di kamar, emang buat apa mencari kotak obat?" Ucap Elisa kebingungan sambil mengekor pada Andre.
Andre pergi menuju laci di kamar langsung mengambil plester dan memasangkannya ke leher Elisa.
" Ini buat apa sih mas?" Elisa kebingungan dengan Andre saat ini yang begitu aneh sekali.
Andre memasang ke leher Elisa satu persatu, karena ada tiga tanda di sana yang di lukis oleh Andre semalam yang tanpa sadar.
" Itu, plester yah buat nutupin itu yang ada di leher kamu" Ucap Andre yang gelagapan sulit untuk menjelaskan.
" Kenapa kok ditutupin kaya gini akan tampak aneh kan di lihatnya, 3 plester kaya gini" ucap Elisa Sambil meraba lehernya yang ada plester.
" Setidaknya itu bisa tertutup dengan baik!" Ucap Andre dengan senyuman tipis.
" Kamu ini, kalo Elisa pake plester bukanya koyo malah tambah bikin orang curiga tahu?" Ucap Elisa yang Protes.
" Emang siapa yang akan curiga sama kamu, yah nggak papa sih nanti kalo mereka mulai curiga sama kamu nanti tinggal kita jujur saja apa susahnya sih, kalo kamu nggak ngomong gak bakal ada yang tanya ke kamu kan!" Ucap Andre dengan senyuman tak berdosa yah.
" Mas Andre, sebenarnya kamu ini sedang berusaha menutupi perbuatan kamu atau menyelamatkan hubungan rahasia kita" ucap Elisa kok berasa aku kaya cewek simpanan yah.
" Hahaha iya juga yah tahulah! bukannya kamu sendiri yang minta bukan aku kan, udah nggak apa-apa tuh plester di tempel di sana buat nutupin aja sih" Ucap Andre yang sulit untuk mengetakan penjelasan apa yang pantas untuk di katakan.
" Kayak gini jadi kelihatan aneh kan mas? udah pasti akan ada yang mikir aku kenapa-kenapa loh?" Ucap Elisa sambil keluar dari apartemen.
" Bukannya kamu nggak mau sampai ketahuan orang lain kalau kita adalah pasangan kan" Ucap Andre sambil menutup pintu.
" Udahlah, ayo kita berangkat nanti telat nih!" ucap Elisa berjalan mendahului Andre.
Sesampainya di gedung filix rombongan karyawan lainnya juga sudah pada datang, satu persatu pemateri juga sudah mulai datang bersiap memasuki ruangan kelas bersama dengan Andre, Try dan Junlion.
Saat Andre berjalan di depan dengan para pemateri lainnya, Junlion menarik tangan try.
" Eh try kok ada yang beda yah sama si andre?" Tanya Junlion yang langsung sadar
" Apa yang beda, dia emang selalu seperti itukan?" Ucap Try yang sibuk dengan catatan yang ia bawa sambil jalan.
" Nggak kaya biasanya, kok andre hari ini tampak berbeda try seperti energi dan auranya itu sangat bagus saja, entah apa yang lain dari Andre cuman gue merasa agak asing saja sama Andre!" Ucap Junlion yang mengekor pada try saat ini.
" Itu cuman perasaan kamu saja Jun, Andre selalu seperti itu. Sudah ah- aku banyak kerjaan, kamu juga kerjakan tugasmu sana" Ucap Try yang akan belok tapi tangannya lagi- lagi ditahan.
" Tunggu sebentar try, apakah Andre memiliki saudara kembar?" ujar Junlion spontan.
" Ucapanmu itu tidak masuk akal Junlion, apa maksudnya itu! lagian Andre itu sudah terbiasa begitu kan" Jawab try menutup informasi apapun tentang Andre.
" Nggak pokoknya hari ini Andre sangat berbeda dari biasanya, yang kemarin itu wajah si Andre kaya bulu ketek yang asem banget, nggak seperti sekarang ini cerah dan penuh dengan semangat" Ujar junlion menggambarkan sosok Andre saat ini.
" Ya iya lah coba kamu pikirkan baik-baik saja, emang yah kemarin itu hari libur kah? jadi wajar jika kemarin dia tidak bersemangat itu karena pulang kerja otomatis dia akan merasa lemah dong, sekarang kan hari baru masih pagi juga yah pasti masih semangatlah buat kerja, jadi wajar saja lah kalau wajahnya itu masih berbinar-binar cerah" penjelasan Try.
" Mau gimana lagi kemarin itu niatku baik tahu, ngajak dia Heppy Heppy, agar dia tidak kesepian sendirian disini" Ucap Junlion.
" Waktu yah yang kurang tempat Junlion! karena kamu mengajak saat kondisi badan down" ucap Try.
" Iya karena kita emang ngadain juga dadakan dan anak-anak itu udah pasti nunggu lama" penelitian kamar tidur.
" Lo yah aja yang keterlaluan ngga tahu waktu, tidak mikirin kondisi saat itu, kamu tuh kalo buat janji yah dipikir-pikir dulu temen lo Andre itu bukan orang pengangguran, dia tuh orang paling sibuk di antara kita, tapi kamu malah ngajak dia keluar dengan anak-anak lain sedangkan tugas dia itu banyak banget" Omelan Try.
" Bukannya aku nggak pengertian sama Andre tapi aku pengen cari hiburan sekaligus ngajak Andre buat refreshing gitu maksudnya, bukankah pusing kalo setiap hari pantengin terus komputer dan kertas, selama ini kita bersama yang kita kerjakan cuman tugas-tugas yang segunung itu, dia aja selama ini tidak pernah ngasih liburan atau mikirin jalan-jalan bersama dengan kita gitu, atau cuti buat kita. Jadi kapan dia akan ada waktu untuk pergi liburan jalan-jalan melihat- lihat dunia yang indah, pulau dia sendiri saja nggak pernah didatangi atau jalan-jalan ngajak kita kesana kan" penjelasan Junlion yang sangat panjang.
" Itu karena pemikiran Andre sama pemikiran kamu itu berbeda, kalian juga bukan orang yang sama kan jadi Andre itu sih pekerja keras dan sedangkan kamu... Ah~ pikirkan sendiri deh!" Ucap try yang nggak mau berdebat lama dengan Junlion.
" Ya segini aku kerja yah, walau agak santai"
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Selasa 26 Oktober 2021