Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
198. Mengambil Kembali.


Pukul 18.30 setelah sholat magrib Elisa yang langsung di sibukkan dengan menyiapkan beberapa keperluan untuk makan malam hari ini, karena temen-temen Andre setuju ingin mampir dan ingin bertamu ke rumah, Elisa sangat senang hingga menyiapkan berbagai macam menu makanan.


"Ya ampun sayang! kamu kok masak banyak banget, ini kayak sedang ada perayaan" ucap Monika yang baru keluar dari kamarnya.


"Iya ma, temen mas Andre akan datang berkunjung ke sini, Elisa gak tahu apa yang mereka suka, jadi Elisa harus menyiapkan segala keperluannya, menu makanan yang mungkin mereka suka, jadi Elisa sengaja masak banyak hidangan" ucap Elisa yang ceria.


"Ouh! gitu, tapi papah tidak dengar apapun kalau akan ada temen Andre yang akan datang ke sini?" ucap arafif yang langsung menarik kursi.


"Tapi sayang! siapa temen Andre yang akan datang berkunjung?" tanya Monika yang duduk di sebelah suaminya.


"Hmm- lupa namanya, susah di ingat. Bentar, Elisa ingat-ingat kembali... Kalau gak salah, namanya yang cewek itu Leah yang cowok mat... Matthew. Ouh! iya Matthew, itu mah" ucap Elisa sempat berhenti sejenak dari aktivitasnya.


"Matthew? itu temennya andre kok mamah gak ingat ya. Matthew, itu yang mana sih" ucap Monika yang tidak mengingat sama sekali temen Andre ini.


"Mungkin mamah lupa, kalau tahu orangnya nanti mamah pasti akan ingat" sambung Arafif yang menjelaskan.


"Iya, udahlah Elisa nanti gak selesai-selesai ini masaknya kalau di ajak ngobrol terus" ucap Elisa yang kembali ke dapur.


Tak lama suara ketukan pintu terdengar, karena semua asisten rumah tangga sedang sibuk di dapur, Arafif yang membuka pintu rumah.


"Assalamualaikum Pah," ucap Andre yang sudah berada di depan pintu.


"Walaikumsalam," ucap arafif yang menjawab dengan senyuman.


Andre langsung mencium punggung tangan Arafif sang ayah, di susul dengan dua orang di belakang. Arafif agak kaget dengan siapa orang yang datang dengan putranya itu.


"Mereka siapa nak!" Tanya Arafif.


"Mereka teman-teman Andre Pah, Matthew dan Madison" ucap Andre mengenalkan keduanya.


"Silakan masuk dulu, selamat datang ya di rumah kami" ucap arafif yang dengan tamu yang baru datang.


"Kalian sudah datang! sini masuk, ajak masuk mas" Elisa baru nonggol dari dapur.


"Iya-iya. Silakan masuk, selamat datang di rumah orang tuaku" ucap Andre yang mengulang.


"Iya, ouh Tante Monika. Apa kabar?" ucap Matthew yang langsung menghampiri Monika.


"Baik, ini siapa?"ucap Monika yang menahan tangan Matthew yang mengulurkan tangan ingin jabat tangan.


"Aleksander Tante, Matthew Alexander. Ingat, si kecebong" ucap Matthew, waktu kecil Matthew suka dengan kecebong. Lalu di katakan oleh Monika si kecebong kecil.


"Ouh! astaga. Iya-iya Tante baru ingat, maklum orang tua" ucap Monika yang senang.


"Nggak apa-apa Tante," ucap Matthew.


"Terus ini siapa?" tanya Monika saat melihat wanita cantik di samping Matthew.


"Leah Tante, hmm- aku si pria cantik, yang Tante suka cubit ginjalnya" Alisa pinggang ya, tapi Madison suka bercanda jika dengan Tante Monika.


"Astaga! kamu kok jadi seperti ini?" syok dengan perubahan tubuh si Madison.


"Hmph! iya tante" malu sih tapi gimana lagi dia sudah memutuskan untuk jadi wanita.


"Loh nak, kenapa kamu merubah semua fisikmu, kodartmu kan seorang laki-laki kenapa malah kamu rombak bengini" sambung Monika yang langsung protes.


"Iya Tante, hmmm- aku..." binggung untuk menjelaskan tentang keadaan itu.


"Mah, sudahlah. Matthew, Madison cepat masuk nak!" Arafif langsung menenangkan Monika agar tidak terlalu jauh bertanya.


"Iya,". Madison akhirnya masuk kedalam.


"Madison itu cowok?" bisik Elisa bertanya pada suaminya.


"Iya, dari lahir dia cowok. Tapi, entah kenapa dia malah punya pikiran ingin menjadi cewek" Jawaban Andre.


"Tapi, dia cantik"


"Cantik, tapi tidak alami. Jadi-jadian, mana enak di pandang, Yang" ucap Andre yang cekikikan sendiri.


"Iya juga sih" Elisa juga ikut cekikikan.


Setelah makan malam itu, Andre baru kelar mandi melihat istrinya sudah duduk santuy di kasur, sambil nonton drama kesukaan dia di iPad milik Andre.


"Sayang?"panggilan manja Andre pada Elisa yang sekarang sedang asik nonton.


"Hmm-" jawab singkat Elisa. Matanya masih fokus ke layar iPad.


Andre merasa ada yang aneh, karena selama ini Andre tidak pernah dapat notiv soal pengambilan uang dari 8 ATM ya, entah itu luar negeri atau dalam negeri, jadi membuat Andre heran dan bertanya-tanya apakah Elisa mengunakan ya atau tidak.


"Kamu, gak pernah ngambil uang di ATM yah?" tanya Andre yang langsung tanya pada intinya.


"Ya gak lah mas, mau buat beli apa coba. Cuman buat bayar. Air ledeng, listrik, uang buat belanja sehari-hari, bahan bulanan, gaji pegawai di rumah ini, terus..." ucap Elisa yang menjelaskan.


"Lah terus, buat apa lagi elisanya. Uang sekolah Azril kamu yang tanggung, ayah sudah sembuh dan sekarang ayah punya pertenakan lele dan ikan tawar, juga dapat modal dari kamu, ayah sudah punya penghasilan sendiri juga berkat kamu, Elisa gunakan buat keperluan yang mendadak dan mendesak saja baru di ambil itu juga gak hari-hari" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Itumah emang sudah kewajiban aku. Tapi, maksudnya aku itu uang itu kan aku kasih hanya untuk kamu. Buat jajan kamu sehari-hari yang" ucap Andre yang baru selesai ganti baju.


"Hmmm- di pake kok mas, tapi gak terlalu sering kok. Gak usah khawatir, kamu itu sudah cukup menjajani aku sayangku. Terimakasih yah" ucap Elisa sambil menutup iPad ya.


"Apakah sudah habis? uangnya" tebak Andre.


"Gimana bisa habis, orang aku gak mengunakan terlalu banyak kok. 5 kartu itu masih utuh kok" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Jadi kamu gak mengunakan yah sama sekali yang" ucap Andre.


"Eh, itu... Mas, di pake kok uangnya. Tapi Elisa kan gak boros-boros amet, di pake juga buat keperluan dan kepentingan umum dan pribadi"


"Hmmm! iya-iya" ucap Andre yang mukanya udah betmood.


Aneh, perasaan kemarin hilang hampir 10 juta kok sekarang kembali seperti semula. Malah, masih utuh kembali. Ini juga aku yang tambahin waktu itu, apakah Elisa tidak memakai ATM yah. gerutu Andre dalam hatinya.


"Sayang!"panggilan manja Andre.


"Hmph!" jawab Elisa merapikan kasur kembali.


"Kamu beli barang-barang sebanyak itu beli dari mana?"melihat beberapa kantong tertata di sudut ruangan kamar.


"Itu, dari moll" jawab Elisa.


"Bukan itu yang ku tanyakan, maksudnya kamu bayar pake apa?" Andre masih sangat penasaran, alasan kenapa istrinya tidak pernah pakai uang pemberian yah.


"Pake uang lah, pertanyaan kamu kok aneh benget sih, ya kira masa bayar pake daun. Kamu ini kadang ngaco kalau tanya." ucap Elisa yang agak kesal.


"Nggak, maksudnya itu. Itu kamu pakai uang siapa?"Andre hanya ingin tahu Elisa pakai uang siapa, uang yang dia kasih atau uang Elisa sendiri.


"Kamu" jawab cepat Elisa.


"Dari ATM?" tebak Andre. Karena Andre tahu jika Elisa buka ATM sendiri, tapi tidak bilang itu uang toko.


"Iya, terus dari mana lagi sayangku. Udah deh! jangan nanya aneh-aneh gitu mending kamu kesini, kita tidur yuk!" ucap Elis yang sudah selesai merapikan kasur.


"ATM yang mana?"Andre masih saja curiga dan penuh dengan pertanyaan, karena saingannya itu adalah toko bakery.


"Mas, kamu kenapa sih. Curigaan banget, aku pakai ATM yang itu bank indo. Kamu kenapa sih, aneh banget nanya-nanya yah, kamu gak percaya sama aku, iya gitu" ucap Elisa yang mulai agak bete.


"Kamu ambil berapa setiap bulannya?"Andre masih saja mencecer Elisa dengan banyaknya pertanyaan.


"Mipil, dari 1-5 juta. Kenapa? kamu gak ikhlas ya. Nanti Elisa ganti deh kalau elisa dapat uang dari bakery yah" ucap Elisa, binggo Andre baru tahu sumber penyebab Elisa tidak pernah mengunakannya ATM pemberiannya.


"Terus apa gunanya aku menikahi kamu, kalau kamu ganti uangnya. Sia-sia dong!" Andre mulai kesal dengan hal itu.


"Lah, terus kamu kenapa nanya-nanya gitu sih, ini udah malem. Bahas itu besok lagi aja ya, udah mendingan kita tidur yuk! udah malem banget nih, jam 11 malam, Elisa udah ngantuk dan capek. Sini, bobo yah mau peluk elisa gak" ujar Elisa yang membentang tangannya.


"Baiklah" Andre langsung mendekati Elisa masuk selimut langsung menenggelamkan wajahnya di balik tubuh Elisa.


"Tumben nurut, sini sayangku. Bayi besar ku yang tampan, dan baik" ucap Elisa sambil mencium puncak kepala Andre.


Keesokan paginya, Andre yang sudah mengabari orang pagi-pagi buta tadi, hari ini baru selesai di bikin ATM yang baru untuk Elisa. Karena kekesalan dia, semalam membuat dia bertekad untuk membuat ATM yang baru yang 1 bulan hangus, jika tidak di gunakan, atau tidak di tambahkan.


Andre sengaja membuat ATM itu agar Elisa mau melakukan apapun pembayaran melalui ATM tersebut, karena tidak mau Elisa mengunakan sepeser uang milik Elisa sendiri.


"Sayang"Andre yang masuk ke kamar setelah mengambil ATM yang baru.


"Emmm, ada apa cintaku" jawab Elisa yang baru kelar menyetrika baju Andre.


"ATM yang ku kasih kamu kemana?" tanah Andre yang mau meminta semua ATM yang dulu ia kasih.


"Ada tuh di dompet hijau lumut, kenapa emangnya?"ucap Elisa yang sedang membereskan tempat nyetrika.


Andre langsung mengambil semua ATM di dompet Elisa ada 9 buah termasuk ATM bakery milik Elisa sendiri, saking keselnya Andre ingin membalas dendam kepada istrinya.


"Loh, sayangku... Kok, ATM aku juga di ambil si? itu uang toko loh sayangku" ucap Elisa.


"Iya aku tahu, makanya aku ambil" ucap Andre dengan raut wajah sumringah.


"Lah Kenapa ?"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Minggu. 15 Mei 2022