
NEW YORK. Pukul, 10.00
.
.
.
Kembali negara New York di mana Andre, Junlion dan Try sedang duduk bersama di ruang tamu apartemen milik Andre saat ini, pada hari Minggu yang sedikit agak tegang bagi Andre, karena besok adalah persidangan bagi Elisa akan di tentukan salah atau tidaknya atau akan masuk penjara atau tidak, keadilan bagi Elisa akan di tegakkan besok juga.
Jika bukti yang di miliki oleh mereka kurang Elisa bisa dalam masalah besar, ya itu tertahan di penjara sebagai tahanan internasional.
Andre semakin putus asa dengan keadaan ini, tak tahu harus bagaimana untuk membebaskan Elisa dari sana.
" Semua sudah menyebar Dre, video Elisa sudah sampai Indonesia. Ini juga hari terakhir kita untuk cari bukti lainnya bagi Elisa yang ada di sel tahanan sementara, jika Ariana benar-benar menargetkan Elisa bagiamana" Ucapan Try membuat Andre terdiam dengan pikiran kosong tak bisa berfikir jalan keluar yah.
" Bukanya kemarin dia membujuk Ariana yah, emang gak berhasil Dre, wah- apakah pesona mu sekarang sudah mulai menurun atau sudah pudar, kalo di lihat-lihat lagi kau memang kurang menarik lagi yah. Lalu apa masalah dengan Andre soal cewe obat itu?" Saut Junlion membuat keadaan menjadi runyam.
" Diam kau, Jangan bercanda disaat seperti ini bisa nggak !" Sewot Try yang kesal dengan Junlion, seketika Junlion melipat bibirnya rapat-rapat saat di sentak oleh Try itu.
" Lalu bagaimana sekarang ? untuk mengatasi yah. Kamu sudah dapat kabar dari Zacky, Dre" Sambung ucapan Try.
" Belum " Jawab singkat sorotan tatapan mata yang kosong dan mulai padam cahayanya.
" Kau punya cara lain? " Ucap Try.
" Aku juga tidak tahu, pikiran ku bercabang dan kalang kabut sekarang, jadi aku juga nggak tahu harus bagaimana " Ujar Andre yang menyederkan tubuh di kepala sofa.
" Mamah- Papahmu pasti sudah tahu soal ini" Ujar Try kembali.
" Iya, om Theodor Sudah memberi tahuku jika papah sudah mencurigai yah sejak awal, aku mendatangi kontrak kerja sama dengan pemilik gedung filix itu " Ucap Andre yang tak pernah menyadari jika papahnya itu overprotektif melebihi mamahnya.
Mamahnya yang melakukan secara terang-terangan tapi berbeda dengan sang papah yang akan melakukan dengan diam-diam dengan mengikuti aturan membebaskan anak tapi seperti di terikat secara halus.
" Apakah kamu yakin bisa bebas kan dia dari penjara, ini sudah 2 hari besok adalah sidang akhirnya yah" Ujar Try yang mulai khawatir.
" Entahlah aku juga sudah tak bisa bergerak lagi sekarang, aku sudah gerakan semaksimal mungkin selama ini agar bisa membebaskan elisa, tapi usahaku sepertinya belum sepenuhnya sempurna jadi akan ku lakukan ulang walau harus melewati batas-batasanku" Ujar Andre yang mulai pasrah dengan keadaan, tapi tak mau menyerah untuk sang istri tercinta.
Berada di penjara di mana Elisa sedang bicara dengan teman barunya yaitu seorang polwan asal Indonesia tapi memiliki pekerjaan di luar negeri karena ikut dengan suaminya kesini dan menatap menjadi warga lokal.
Walau Elisa seorang tahanan tapi untuk saat ini yang sementara Elisa ngobrol dengan Cleona nama polwan itu mengubah namanya dari Cici menjadi cleona, sambil sama-sama duduk di kursi.
" Apa kamu yakin bisa bebas dari sini, kau tahu Ariana grup ELR itu sangat berbahaya selama ini tak ada yang berani melawannya, tapi kau malah membuat dia babak belur seperti itu " Ucapnya Cleona saat ini sedang mengupas kulit kacang.
" Aku takut ! Nggak mungkin, ketakutan ku ada 3 di dunia ini " Ucap Elisa yang juga asik mengupas kulit kacang.
" Hah apa itu ?" Tanya Kebingungan si Cleona.
" Yang pertama aku takut pada Tuhanku yaitu ALLAH itu yang paling utama, kedua pada orang tua termasuk mertua ku dan terakhir pada suamiku, hanya itu yang ku takutkan" Ucap Elisa yang mengatakan dengan penuh keyakinan.
" Hahaha kamu hebat sekali, emang sih kalo di lihat lagi tak ada rasa ketakutan yang terlihat dari wajahmu, malah kamu kaya enjoy saja di sini" Ucap Cleona.
" Slow saja, aku Percaya pada orang-orang yang sayang padaku, dengan kekuatan doa dari orang yang mencintai ku dan Allah sebagai kekuatan ku dan kepercayaan ku pada Tuhan semesta alam, aku juga akan baik-baik saja jika memang pada akhirnya takdirku untuk aku tetap di sini, maka aku akan tetep di sini aku tak akan menyesal apa yang di suratan takdir" Ucap Elisa yang sangat tanah.
" Setuju, tak ada yang bisa mengubah takdir jika bukan Tuhan sendiri yang memberikan pertolongan kepada makluhnya" Ucap Cleona.
" Lagi pula ada kau yang akan menemani ku ngobrol kan jadi untuk apa jenuh sendiri, toh bukan aku sendiri di sini" Ucap Elisa.
" Hahaha kamu benar " Ucap Cleona tertawa lepas tersebut.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Jumat 12 November 2021