
Try yang fokus sekali melihat jalan, sedangkan Andre yang sempat tertidur merasa kondisi kurang baik saat ini, sadar jika perjalanan sedikit agak lama Andre membuka matanya.
" Try, kayanya kamu salah jalan deh!" Ucap Andre lirih, try yang mendengar suara Andre sangat pelan melirik sekali.
" Nggak! ini jalan yang benar" Ucap Try yang saat ini kembali fokus.
" Tapi Try ini bukan jalan ke filix" Ucap Andre.
" Memang benar ini bukan menuju kesana, karena tujuanku mengantarkan kamu pulang ke apartemenmu" Ucap Try.
" Iya aku tahu ini jalan ke apartemen, tapi aku harus jemput Elisa dulu" Ujar Andre.
" Dre, kamu sudah kuberi tahu bahwa Elisa pasti akan menemukan jalannya sendiri untuk pulang, dia bukan gadis manja yang akan mengandalkan orang lain terlalu berlebihan" Ucap Try yang seperti sudah kenal dengan Elisa.
" Apa maksudmu Try" Ujar Andre kebingungan.
" Jika aku tahu Junior akan mengajak kamu ke tempat itu, aku tidak akan membiarkan dia keluar dari bis" Ucap Try yang menyesal.
" Hah! nggk nyambung dari pembicaraan kamu itu Try" Ucap Andre kurang faham.
" Aku tahu, aku sedang membahas Junlion"
" Tapi aku sedang membahas Elisa"
" Dengerkan dulu bisa tidak"
" Okeylah! kamu mau bicara apa soal Junlion?"
" Soal Junlion sebenarnya dia sudah merencanakan hal itu dengan Claudia dan Jackson. Sebelum kamu menerbangkan para pekerja ke sini, jauh-jauh hari dia menghubungi Jackson" Ujar Try yang saat ini sedang mengemudi.
" Pantas saja kenapa semuanya bisa ada di satu tempat yang sama" Baru tahu alasan kenapa semua sudah ada di lokasi.
" Mereka masih berhubungan satu sama lainnya, bahkan ada grup fans untukmu" Ujar Try yang jadi salah satu anggotanya.
" Hah! aku bukan aktor atau selebriti kenapa harus ada fans klub?" Ucap Andre yang kebingungan dengan semua itu.
" Kau tahulah sendiri gimana populer yah dirimu!" Ucap Try.
" Aku merasa biasa-biasa saja, tidak merasa aku ikut kontes apapun kenapa harus aku populer?" Ucap Andre dengan polosnya.
" Iya, itu menurut mu tapi beda dengan pemikiran dan pandangan orang lain terhadap mu, coba saja kamu bayangkan setiap kamu menginjak kaki di manapun itu, orang akan menatapmu, bukan kamu seorang dokter Andre tapi karena auramu yang berbeda" Penjelasan Try.
" Maksudnya?"
" ANDRE AZZAM ARRAFIF, kamu punya pesona mu sendiri wajarlah kalo ada fans klub"
" Aku mau jadi orang biasa saja"
" Tidak bisa kamu tentu kan sendiri pilihan mu, karena pandangan orang itu cukup berpengaruh" Ucap try.
" Jadi aku harus bagaimana? agar tidak populer lagi" ujar Andre polosnya.
" Aku tdak tahu!!! makanya itu jadi kesempatan bagi Junlion untuk mengunakanmu" Ujar Try.
" Begitu rupanya!" Ucap Andre terdiam sambil menatap keluar jendela.
" Saat aku dengar jika ada orang yang ingin merencanakan hal tidak baik kepadamu itu, seperti Junlion yang ingin memanfaatkan kepopuleran mu agar bisa muncul di permukaan aku akan jadi pahlawan bagi Andre" ucap try bangga yah.
" Iyalah kamu memang ahlinya!" Ujar Andre pasrah begitu saja.
" Dre, si Junlion kepala batu itu ia yang selalu bersikeras ingin ngajak kamu ke reunian ketempat tersebut, pasti aku akan cegah dia dari awal tapi sayangnya dia malah melakukan sebaliknya di luar perkiraan ku"
" Jadi sebenarnya kamu juga udah tahu sama rencana ini!"
" Sebenarnya sih Claudia yang merencanakan ini dan manfaatkan si Julian buat ngajak kamu"
" Jadi sekarang bagaimana nasib istriku Try Rochman, dia masih di gedung filix" Ucap Andre mengingat try.
" Andre kamu tidak usah khawatir, tadi aku balik lagi ke gedung filix, Melihat istrimu yang seperti kesulitan banget buat naik kendaraan, maksudnya buat cari taksi. Jadi aku sudah antarkan dia pulang dengan selamat sampai tujuan hingga depan pintu apartemenmu" Ucap Try.
" Ouh syukurlah, makasih banget yah try maaf aku suka ngerepotin kamu terus!" Ucap Andre yang sedikit agak lega.
⛄
⛄
⛄
Sesampainya di depan gedung apartemen yang menjulang tinggi melangit, memarkir mobil yah.
" Dre beneran kamu di antar sampai sini saja, nggak mau aku antar kamu sampai pintu kamarmu" Ucap Try khawatir.
" Nggak usah!" Jawab parau.
" Atau aku telfon Elisa agar kamu di jemput dibawa" Ucap Try menawarkan.
" Aku gak apa-apa kok, udah kamu mending balik ke asrama" Ucap Andre.
" Kamu pucat banget Dre, mana bisa aku biarin kamu jalan sendiri dalam keadaan kamu begini" Sambil memeganginya.
" Aku kuat kok, tenang saja!" Ucap Andre yang berusaha menyakinkan try bahwa diri baik-baik saja, dan tidak mau merepotkan dia.
" Nggak-nggak aku gak bisa biarin kamu naik ke lift sendirian aja, bisa-bisa ada yang cari kesempatan buat ngapa-ngapain kamu lagi" Ucap Try yang berjalan mendampingi Andre sambil membantu Andre untuk naik ke lift.
" Hah??? Apasih try kamu lebay banget, siapa lagi yang mau cari kesempatan sama aku" Ucap Andre kebingungan.
" Kenyataan kok! udah kamu aku antar saja" Ucap Try sambil menekan tombol lantai.
Ting- Pintu lift terbuka...
Try mengantarkan Andre sampai depan pintu apartemen, menekan bel.
Dari dalam elisa yang sedang menonton tv sambil menunggu suaminya pulang, bergegas menuju pintu karena mendengar suara bel.
" Iya bentar!! " Ujar Elisa yang berjalan cepat menuju pintu.
" ELISA!!!" Try yang menopang tubuh Andre yang sudah setengah tidak sadar, karena tubuh Andre sudah mulai melemah.
" Eh? ini ada apa? Cepat bawa kesini dokter" sambil membantu try menopang tubuh Andre.
Membawa andre ke dalam kamar, yang di hiasi pernak pernik galaksi, biasa yah kamar Andre selalu polos sekali sekarang malah serai saja bergambar astronot gambar kartun🤣.
(" Andre berani berubah hanya demi Elisa, padahal kamarnya selalu polos dalam klasifikasi apapun ini kok suasana luar angkasa") Ujar Try dalam benaknya saat udah merebahkan Andre ke ranjang.
" Dokter try maaf yah jadi ngerasa nggak enak sampai anda mengantarkan masku ke sini"
" Tidak usah sungkan begitu Elisa, sebelum kamu ada di sisinya aku sudah ada duluan kan jadi sudah biasalah hal seperti ini terjadi" Ucap Try yang saat ini berjalan keluar dengan Elisa.
" Maaf Dokter Try kok mas Andre bisa begini apakah karena dia terlalu banyak bekerjaan hari ini hingga tidak ada waktu untuk istirahat, makanya dia begitu" Tebak Elisa.
" Bisa dibilang begitu tapi ini penyakit bawaan kok kamu tidak usah khawatir ini sudah terbiasa terjadi" Penjelasan Try.
" Kok bisa kenapa emang sama mas Andre? Dokter Try ada apa dengan mas Andre sebenarnya!" Ucap Elisa panik.
" Berubah musim yang menyebabkan dia seperti ini" Ucap Elisa.
" Hah? maksudnya!" Elisa kebingungan.
" Udah kamu tenang saja dia akan pulih besok pagi, dia hanya kena serangan demam pergantian musim!" Jawab try yang seperti sudah terbiasa dengan keadaan ini.
" Kok bisa!"
" Itu sudah biasa, karena tubuh Andre ini sangat istimewa jadi kamu harus ekstra sabar-sabar yah Elisa" Ujar Try.
" Emang kenapa?" Ucap Elisa kebingungan.
" Kompres saja dia pake air hangat terus bikinin dia bubur Kacang hijau, Andre paling suka banget makan bubur itu ketimbang bubur Nasih putih atau bubur merah, Di kotak obat ada obat flu Andre selalu menyimpan untuk saat seperti ini!" Ucap try yang sudah hafal sekali kebiasaan Andre.
" Baik dokter Try, terimakasih atas informasinya" Ujar Elisa.
" Karena sudah ada kamu, aku jadi tidak perlu lagi merawat dia, ringannya tugasku menjaga bayi besar mamah Monika. Yasudah Elisa aku pamit yah, tolong jaga Andre dengan baik, kalo ada apa-apa kamu telfon aku, daah Elisa" Ucap Try yang langsung pergi dari apartemen Andre.
" Iya dokter Try, sekali lagi terimakasih sudah membantu" Ujar Elisa, mengantar Try sampai depan pintu keluar dari apartemen.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Kamis 21 Oktober 2021