Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
196. Berkunjung.


Saat Andre sedang di terapi dalam alam bawa sadarnya, Elisa yang tampak hanya bisa menatap dan menonton reaksi dari keadaan Andre yang sedang pulas sekali dengan kondisi tersebut.


"Elisa bisa ikut saya sebentar, ada yang ingin saya bahas denganmu. Ini mengenai kasus Andre, ada beberapa hal ingin saya sampaikan kepada mu. Aku tak berani bicarakan ini dengan Arafif atau Monika, karena mereka pasti akan heboh. Jadi, bisakah saya mempercayai hal ini kepadamu" ucap Dokter Flores, yang jalan mendekati Elisa.


"Baiklah Dokter Flores, katakan saja yang ingin anda sampaikan kepadaku" ucap Elisa yang duduk sedikit agak tegang.


Lalu mereka duduk agak jauh dari Andre yang saat ini sedang di terapi fisilogis mentalnya, karena selama ini Andre tipe orang yang memendam semuanya seorang diri. Mereka duduk di sofa yang agak jauh dari Andre yang sekarang di ranjang khusus, dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya dan pergelangan tangannya.


"Sebelumnya, bolehkan saya bertanya dahulu sebelum ke intinya" ucap Flores yang sangat penasaran.


"Iya boleh, soal apa Dok?" ucap Elisa yang mimik wajah sedikit tegang.


"Apakah Andre cukup terbuka denganmu, tentang apapun? entah soal hal-hal kecil, karena biasanya seorang pria akan lemah di depan wanita yang dia cintai" ucap Flores, yang membuat tersipu malu.


"Iya, karena sebelum kami menikah. Aku sudah membuat komitmen dan perjanjian, setelah menikah tidak akan ada rahasia atau diam-diam menyembunyikan sesuatu dari pasangan. Dia setuju akan hal itu makanya dia katakan apapun padaku, itu juga syarat perjanjian pernikahan kami setelah menikah. Dia ku suruh tidak boleh menyimpan rahasia apapun padaku dan sebaliknya, jadi dia sangat terbuka soal apapun padaku" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Syukurlah kalau begitu, memang kamu orang yang tepat untuk berada di samping Andre. Dia anaknya dari dulu sampai sekarang hanya menelan lukanya sendiri, tanpa dia tahu cara bagaimana menyembuhkan luka itu, dia tidak mau orang lain tahu bahwa dirinya terluka parah, jadi aku cukup khawatir dengannya selama ini" ucap dokter Flores, yang menatap sangat kasihan.


"Anda benar Dokter Flores. Tapi, apakah mas Andre tidak bisa di sembuhkan, atau bisa di sembuhkan. Namun, membutuhkan waktu yang lama?" Tanya Elisa yang sangat penasaran dengan kesembuhan Andre.


"Hmph, sebenarnya dari dulu. Andre itu tidak saya terapi, tapi saya istirahatkan sejenak. Agar dia bisa rileks, dan bisa tidur nyenyak. Selama ini saya juga heran dengan kondisi Andre, karena Andre ini tipe orang yang sangat susah untuk di mengerti. Dia cukup pandai untuk mengendalikan dirinya, saya tidak bisa membaca denyut nadi dan jantungnya. Andre bisa mengatur, pergerakan denyutan itu, hingga membuat saya salah mengartikan akan kondisinya" penjelasan dokter Flores.


"Jadi maksudnya? dia sebenarnya mengingat semua kejadian di masa lalu yah? begitu kah" tebak Elisa.


"Itu benar, Andre mengingat semua kejadian itu. Obat apapun yang aku berikan padanya, tidak ada yang mempengaruhinya" ucap dokter Flores yang kebinggungan.


"Apa maksudnya, saya kurang faham. Apakah—" ucapan elisa yang belum selesai, tapi langsung terhenti karena andre yang tiba-tiba memanggil namanya.


"Elisa, Elisa, Elisa, kamu dimana? Sayang kamu dimana, elisa tolong jangan pergi. Elisa, ku mohon" ujar andre yang masih dalam alam bawa sadarnya terus saja memanggil istrinya.


Elisa langsung menangkap tangan andre, yang mencari ke beranda Elisa, Elisa langsung saja merai tangan andre dalam genggamannya, agar andre merasa agak tenang. Tapi, bukannya tenang, andre malah langsung bangun dan memeluk elisa.


"Mas Andre aku di sini, aku gak kemana-mana kok. Ini tangan Elisa, mas" ujar elisa yang langsung menangkap suaminya.


"Elisa." panggilan yang begitu sangat parau, langsung memeluk sang istri.


"Iya, aku disini. Kamu akan baik-baik saja, mas mau minum dulu, agar lebih baik" Tawar elisa membantu andre untuk minum, setelah itu membantu andre untuk agak tenang.


"Elisa, aku ingin pulang. Aku tidak mau terlalu lama di sini, bawa aku pulang sayang" ujar andre yang tampak sangat gelisah dan seperti orang yang ketakutan.


"Mas andre, ada apa. Kenapa kamu begitu sangat ketakutan begini? Kamu kenapa, ada apa mas. Jangan takut, kamu bisa katakan saja padaku? jangan buat aku tambah khawatir dong!" ujar elisa yang membingkai wajah andre dengan kedua tangan yah.


Aneh, denyut jantung Andre langsung tidak stabil saat memanggil istrinya tadi, apakah Andre hanya akan beraksi dan berpengaruh jika itu menyangkut tentang hubungannya dengan istrinya. Andre juga bisa mengendurkan kewaspadaan terhadap pengawasan, hanya demi istrinya. Luar biasa, cinta itu indah ya Andre. Dumal dalam hati Flores saat menyadari ada yang aneh pada monitor detak jantung Andre.


"Elisa kamu bisakan menjaga kesehatan Andre, jika ada apa-apa dengan kondisinya, kamu segera hubungi saya yah" ujar flores.


"Baik Dokter Flores, akan ku ikuti semua saran dan arahan darimu, akan ku jaga dia. Ouh! Aku


sampai lupa, dokter jika aku bertanya padanya apakah tidak akan mempengaruhinya, saya sangat penasaran dengan apa yang dia rasakan saat ini, dan keadaannya"


"Itu lebih bagus Elisa, kamu yang seharusnya lebih aktif ingin tahu dan bertanya, karena tipe-tipe seperti Andre ini akan jarang untuk mengobrolkan masalah ini itu saja, apa lagi sudah jadi hak mu langsung infokan padaku agar lebih bisa membantu untuk analisis lebih lanjut" ucap Flores yang sekarang membantu Elisa untuk mengambil alih.


"Oke, aku akan infokan setiap detail soal perkembangannya ke dokter Flores, jadi saya mohon bantuannya, dan saya terimakasih dok untuk hari ini, maafkan kami telah merepotkan di waktu-waktu sibuk anda" ucap Elisa yang sudah mengambil kunci motornya.


Beberapa hari kemudian, Andre juga bertahap demi setahap membaik, tapi kadang ada saja bayangan yang melintasi. Lalu ada kabar yang bahagia dari kelurga medina yang sudah berkumpul kembali dengan suaminya, karena andre menyewa seorang pengacara yang hebat, agar bisa membebaskan anton yang di penjara karena fitnah.


Medina dan keluarga ingin mengundang Andre dan Elisa untuk makan malam di rumah mereka. Medina dan keluarga kecilnya masih tinggal di tempat rawan, walau andre sudah sering menyuruh mereka untuk pindah tempat.


Tapi mereka masih saja kekeh ingin tetap tinggal di sana, padahal satu-persatu orang di tempat itu sudah pada pergi untuk cari tempat lainnya untuk mereka tinggali dan menetap.


Sebuah mobil sedan hitam telah sampai di halaman rumah sederhana yang di huni oleh medina dan keluarga kecilnya, Anton dan medina sangat senang melihat itu. Walau belum keluar Andre dari dalam mobilnya, tai mereka sudah bisa menebaknya.


"Ouh, Ayah... Cepat keluar, kak Andre dan Elisa sudah datang tuh" ucap Medina yang melihat di balik jendela.


"Itu, coba lihat. Kamu keluar dulu sana sambut mereka, aku akan panggil anak-anak dulu" ucap medina yang begitu sangat antusias.


"Baiklah aku akan sambut mereka," bergegas saja anton keluar dari dalam rumah menuju pintu keluar.


"Andre, apa kabar my friend." ucap Anton yang sudah membentang tanganya untuk segera memeluk sahabatnya itu.


"Kabarku baik, bagaimana dengan kabar mu selama ini anton?" ucap Andre yang juga menyambut kedatangan Anton.


"Tadinya aku tidak baik, tapi saat kau menolong ku dan membantuku bebas. Aku sekarang sudah baik, akhirnya aku bisa ketemu keluarga ku lagi. Thanks ya, atas bantuan mu. Maaf baru sempat untuk mengundang mu, untuk memberikan rasa terimakasih kami padamu," ucap Anton yang sangat berterimakasih.


"Tidak usah sungkan begitu, mana anak-anak mu?" tanya Andre yang sudah ingin sekali bertemu dengan anak-anak Medina itu.


"Ada di dalam, medina sedang mengundang mereka. Silakan masuk dulu, cepat masuk lah jangan berdiri di sini. Eh mana istrimu, kamu gak membawanya?" tanya Anton yang tidak melihat wanita di sekitar Andre.


Elisa datang, dengan motor gede ya dengan beberapa barang di jok bekalang. Elisa tidak datang bersama dengan Andre, karena Andre dari rumah sakit langsung datang ke rumah Anton, sedangkan Elisa dari rumah besar Arafif.


"Iya, bentar lagi dia juga datang kok" ucap Andre yang ingin masuk kedalam rumah, tapi Elisa sudah sampai di halaman.


"Emangnya kalian tidak berangkat bersama?"


"Tidak! saya dari rumah sakit langsung kesini, Elisa ada di rumah. Tapi, tadi di jalan ketemu kok. Bentar lagi juga dia sampai, kamu tenang saja—"belum sempat melanjutkan ucapan Andre sudah terhenti karena melihat istrinya membawa barang begitu banyak.


"Ya ampun sayang! jadi ini yang membuat kamu lama, dan tiba-tiba hilang begitu saja tadi?" ucap Andre yang langsung menghampiri istrinya.


"Nggak enak lah, kita datang tidak bawa apa-apa mas" ucap Elisa pelan, agar Anton tidak mendengar ya.


"Iya juga sih," jawab Andre.


"Ampun deh! mbak sampai kerepotan begini, banyak banget bawaannya" Anton langsung datang membantu.


"Heheh iya, ini buat kalian" ucap Elisa yang memberikan kotak-kotak kardus yang ada di jok belakang motornya.


"Ehh! mbak gak usah repot-repot, ini—" ucapan Anton langsung terpotong.


"Anton! udah terima saja, jangan buat aku bertekar dengannya saat di rumah" ucap Andre yang mengidipkan satu matanya pada Anton.


"Baiklah, aku terima ya mbak... Mmmh siapa yah namanya, maaf saya lupa?" ucap Anton yang mengingat nama Elisa dengan sangat keras.


"Elisa. E-L-I-S-A," malah mengeja huruf Namanya.


"Gak usah begitu say, Anton itu juga tahu hirup namamu. Sampai harus kau mendejanya begitu, kamu ini" ucap Andre yang mencubit pipi Elisa.


Anton hanya ketawa kecil, saat melihat hal itu. Mereka terlihat seperti kakak adik ketimbang suami istri, tapi mereka cukup serasi.


"Apa yang kalian lakukan, cepat masuk" teriakan medina dari dalam rumah.


"Baiklah, yok! kita masuk."


"Iya, ayo"


"Mas Andre bantuin aku"


"Iya sebentar!"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Jumat 13 Mei 2022.