Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
74. Pengertian Menjelaskan.


Andre menahan Elisa agar tidak pergi keluar dari tempat, terlihat satpam disana hanya diam menatapnya saja. Andre menarik tangan Elisa agar masuk lagi ke lift, walau Elisa terus saja meronta-ronta minta di lepaskan, tapi Andre tak membiarkan karena di luar sedang hujan es.


" Lepaskan, Lepaskan aku. Aduhhh- sakit tahu, lepaskan! " Ucap Elisa yang saat ini merengek untuk di lepaskan hingga pintu lift tertutup kembali.


" Nggak! sampai kita di apartemen, baru aku akan lepaskan kamu" Ujar Andre yang menahan tangan Elisa dengan kuat, walau Elisa kecil tapi tenaganya kuat juga Andre hampir tidak bisa menahannya.


TING !!! ---


Setelah pintu lift terbuka Andre terus saja menarik Elisa walau dia selalu berusaha untuk menahan minta ingin pergi dari Andre, karena Elisa terus saja memberontak tanpa pikir panjang Andre langsung mengakat tubuh mungil Elisa memanggul seperti karung beras.


Menurunkan Elisa disofa empuk diruang tengah, mantap Elisa dengan tajam dan sangat membidik.


" Apa maksudnya tadi, katakan sekali lagi padaku dengan jelas" Tanya Andre yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya pada Elisa.


" Kamu biasa tidak seperti ini, lagian ada apa dengan sikapmu tadi kenapa? tiba-tiba tidak ada angin tidak ada badai. Kamu sampai meledak-ledak begitu, hanya gara-gara mereka (CLAUDIA - TIFANNY)" Tambah Andre yang menekan.


" Apa!, kenapa kamu yang malah marah padaku" Ujar Elisa tidak mau lagi mendengar suara Andre, ia bangkit dari sofa dan akan pergi.


Andre menahan tangan Elisa dan menarik Elisa kembali untuk duduk di sofa lagi, Elisa terduduk lalu Andre menekan kedua pundak Elisa tatapan membidik yang tajam.


" Katakan sebenarnya, kamu kenapa?" Tanya Andre penuh pertanyaan.


" Apa sih mau mu, minggir! Aduuuh sakit, jangan tekan aku begitu! Ini namanya kamu KDRT tahu gak" Ucap Elisa yang matanya meluapkan.


Andra tidak tega akhirnya Andre melepaskan Elisa, bangkit dari sofa mendorong Andre agar menyingkir dari hadapannya saat ingin membuka pintu Andre menahan tangannya lagi.


" Tunggu!! Aku belum selesai bicara, ELISA NURHALIZA" ujar Andre yang menahan tangan Elisa lagi.


" Aku sudah selesai bicara dengamu, jadi lepaskan aku!" Ucap Elisa.


" Tunggu dulu- Bisa gak kita bicarakan dengan baik-baik, kalau kamu kayak gini aku nggak bisa ngerti apa yang kamu inginkan. Aku juga tidak bisa paham sama apa yang kamu minta, jadi beritahu aku apa yang kamu inginkan dariku KECUALI MINTA PISAH DARIKU, aku tidak akan kabulkan itu" Ucap Andre.


" Oke! Yaudah. Aku mau kamu lepaskan, aku ingin pergi" Ucap Elisa yang akan memegang gagang pintu.


" Kamu mau pergi ke mana? Di luar sedang hujan" Ucap Andre yang khawatir.


" Kemana pun, itu bukan urusan kamu" Ucap Elisa sinis.


" Tentu saja kamu masih tanggung jawabku, jadi aku berhak tahu kamu mau pergi ke mana" Ucap Andre yang terus saja menahan Elisa.


" Sekarang aku bukan jadi urusanmu lagi, dan aku juga tidak butuh tanggung jawab kamu yang palsu itu, udah cepat minggir" Ucap Elisa yang menghempas tangan Andre.


" Elisa bisa tidak Kamu berpikir secara dewasa, sebenarnya apa sih masalah kamu" Ujar Andre yang binggung dengan sikap yang di tunjukan Elisa saat ini.


" Apa lagi sih mau mu, cepat minggir!" Ucap Elisa yang memaksa Andre untuk menyingkir.


" Elisa- tolong jangan seperti ini, aku memang akui jika diriku salah dan aku minta maaf padamu, apakah aku harus berlutut agar kamu mau memaafkan ku atau mau aku bersujud. Baik! akan aku lakukan" Ujar Andre yang mulai berlutut di depan Elisa.


" Apa-apa sih kamu, yang terlalu kekanak-kanakan itu kamu aku udah coba sabar yah hadapi kamu selama ini" Ucap Elisa yang juga kekeh.


" Jelaskan padaku, apa lagi yang tidak nyaman untukmu" Ucap Andre yang masih berlutut di depan Elisa.


" Aku mau kita CERAI- Kita pisah saja" Ujar Elisa yang tidak memikirkan matang-matang apa yang di katakan, Elisa memang masih labil dalam keputusan yah.


DEG !!!


Seketika Andre melebar matanya kaget dengan permintaan dari Elisa, ekspresi wajah Andre sudah tidak berupa lagi sekarang.


" Hah? sayang, coba kamu pikirkan lagi kita bahkan belum genap 1 bulan, jangan seperti ini Elisa. Ayolah- menikah itu bukan sehari atau dua hari seperti orang pacaran yang udah tidak suka tinggal putus beres, kalo ada masalah kita bisa selesai kan dengan baikkan jangan kaya ginilah. Kita memang dalam proses belajar mengenal lebih satu sama lainnya makanya kita coba dulu baiknya gimana. Ingatlah jika kita bukan pasangan sepasang kekasih, kita sudah menikah, Elisa aku minta maaf jika aku terlalu kekanak-kanakan. Jangan seperti ini yah, tolong- Aku mohon padamu" Ucap Andre yang memohon pada Elisa.


Elisa yang saat ini melihat wajah Andre yang sudah tidak kuat lagi untuk menahan emosi, mata Andre juga sudah berkaca-kaca tapi Andre berusaha menahan air matanya.


" Sayangku! Elisa, kita bisa bicarakan masalah ini. Aku kan sudah bilang tadi, aku akan kabulkan apapun permintaan kamu kecuali yang satu inikan, jadi Tolong pikiran baik-baik yah" Ucap Andre yang memohon-mohon kepada Elisa.


" Baiklah, tapi aku mau pindah dari sini. Aku gak mau tinggal disini, jika harus satu tempat dengan kedua wanita itu" Ucap Elisa.


Andre bangkit dan menatap istrinya yang saat ini menudukkan kepalanya. " Kemana? " Ucap andre yang penuh pertanyaan.


" Pokoknya aku mau pindah dari sini, jika ini juga tidak kamu kabulkan aku akan tetep minta cerai" Ucap Elisa.


" Ok! tapi beri aku 1 Alasannya, kenapa kamu minta pindah" Ucap Andre.


" Kau tidak melihatnya tadi, apakah kamu pura-pura lupa. Aku terancam di sini, dihimpit dengan 2 wanitamu" Ucap Elisa yang khawatir akan ketahuan oleh kedua rekan Andre.


" Wanita yang mana? bahkan mantan kekasihpun aku juga gak punya, jangan mengada-ada begitulah Elisa menggunakan alasan yang tidak masuk akal seperti itu" Ujar Andre.


" Claudia- Tifanny bukankah mereka mantan kamu kan" Asal tebak Elisa.


Andre hanya menarik nafas dalam-dalam, mencoba sabar dengan situasi saat ini.


" Aku dengan mereka tidak ada hubungan apapun, aku dan Claudia mantan temen 1 kelas dan Tifanny mantan asistenku saat magang" Ucap Andre mencoba menjelaskan.


" Sudah aku bilang, jika kita umumkan saja pernikahan kita. Tapi kamu malah menolaknya, dengan berbagai alasan. Aku menuruti kemauan kamu, lalu sekarang kamu pakai alasan ini, apakah semua ini Elisa" Ujar Andre kebingungan dengan semua ini.


Andre terdiam sejenak menunduk wajahnya, sambil berfikir untuk mengambil langkah apa sebagai keputusan dan ancang-ancang untuk mengendalikan dirinya menghadapi tantangan proses tahap ini.


Andre menarik nafasnya kembali untuk menstabilkan tekanan batin dalam diri. " Jadi- aku harus bagaimana sekarang, kamu pikirkan baik-baik menurutmu. Dimana kah posisiku seharusnya yang terbaik untukmu, untuk hubungan kita, aku akan ikuti" Ucap Andre dengan lembut.


" Aku mau pindah, kalo kamu gak setuju ya sudah kita cerai saja" Ucap Elisa tetep kekeh.


" Oke! Kita pindah, pliss !! aku mohon jangan katakan itu berulang kali, aku akan ikuti kemauan mu kita akan pindah sesuai permintaan. Ayo! kita jalan katanya kamu mau pindah, kita pergi sekarang!" Ujar Andre yang langsung membuka pintu.


Elisa menutup kembali pintu, Andre jadi tambah Kebingungan dengan semuanya.


( Tadi katanya mau pindah, sekarang malah ditutup kembali pintu yah, Apa maksudmu begini Elisa? sebenarnya kamu ingin apa sih Elisa aku jadi binggung ! jika ingin balas untuk menyiksaku ini sudah keterlaluan ) Gerutu Andre.


" Entah kenapa kamu seperti ini Elisa aku tak mengerti, emosimu terlalu meluap-luap. Apakah sememalukan itu hubungan pernikahan kita" Ujar Andre.


" Kamu salah faham, bukan begitu maksudku" Penjelasan Elisa.


" Lalu apa alasan kamu mau menyembunyikan hubungan antara kita. Kecuali Try, Kevin dan Zacky jika tidak ada kasus Ariana waktu itu mungkin kamu juga kekeh untuk tetap menyembunyikan hubungan kita" Andre sekarang mengambil kunci kendali.


" Kamu salah faham! Aku hanya belum siap, dengan segala sesuatu mengenai hubungan ini yang terlalu tiba-tiba" Cetus Elisa.


DEG !!!


seperti pukulan hebat yang di terima Andre saat mendengar hal itu langsung dari mulut Elisa, Andre semakin kebingungan menjawab.


" Apa kamu bilang. Belum siap? Jika kamu belum siap, lalu kenapa kamu menerima tawaran lamaranku waktu itu" Ucap Andre yang menekan pundak Elisa.


" I--itu, itu semua karena! selama ini aku belum pernah ada yang mengajak serius ini, saat ada kesempatan yang mengajak Elisa untuk menikah tentu saja Elisa terima, karena Elisa lelah terus saja diperlakukan tidak baik. Jujur Elisa sebenarnya malu padamu dan pada diri sendiri" penjelasan dari Elisa yang sulit untuk di mengerti dan di jelaskan oleh kata-kata.


" Lalu, dimana letak kesalahanku di sini?" Tanya Andre yang membidik dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


" Kamu tidak salah dalam masalah ini hanya aku yang salah di sini. Karena aku tidak cukup baik untuk mu, Elisa sadar jika dibandingkan dengan Wanita-wanita cantik itu, Elisa tidak ada apa-apa yah karena itu aku malu dengan diri ini. Elisa tidak pede dengan penampilan ini, apa kata orang menggunakan kamu yang sudah sangat sempurna" Ucap Elisa yang masih tertunduk.


" Wanita cantik? sempurna? Wanita mana yang kamu maksudkan" Tanya Andre melembutkan suaranya.


" Banyak, termasuk CLAUDIA dan TIFFANY" Ucap Elisa yang langsung menatap Andre.


" Jadi, ini alasannya kamu minder begitu. Lalu kenapa kamu tidak tanya dulu pendapatku sebelumnya, kenapa kamu langsung menyimpulkan sendiri" Ucap Andre.


" Iya, karena Elisa tau bahwa kamu pasti akan merasakan malu juga pada diriku, Elisa takut jika akan dikhianati lagi, dan diselingkuh oleh kamu. Sebenarnya Elisa takut menikah dengan pria sepertimu. Takut, tidak bisa bersaing dengan wanita lain, saat kamu sudah tidak menginginkanku lagi bagaimana denganku nantinya"


Elisa sudah mulai menitikkan airmata.


" Alasannya kamu marah padaku saat ini hanya karena kamu malu pada diri sendiri, itu benar Elisa" Tanya Andre.


" Iya " Ucap Elisa sambil mengangguk kepala pelan-pelan.


" Kenapa kamu tidak pernah tanya padaku, tentang pendapat ku. Kenapa kamu selalu menyimpulkan secara sepihak tak pernah menanyakan hal ini langsung padaku, Ya tuhan Elisa bagaimana aku menjelaskan ini padamu" Ucap Andre yang entahlah binggung mau menjelaskan kepada Elisa bagaimana lagi.


" Karena, aku gak mau kamu bilang yang membuatku semakin tidak percaya diri" Ujar Elisa parau.


" Apakah semua yang aku katakan selama ini kamu tidak percayai yah" Tanya Andre.


Elisa menaikkan kepala yah. " Bukan begitu!!" seru Elisa nafas tersentak.


" Elisa, dengar baik-baik. Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu, akan aku habiskan semua waktuku hanya untuk bisa bersamamu. Kau dengar! catat ini, aku tulus padamu hingga rasanya ingin seisi dunia ini jika milikku akan ku berikan semuanya padamu" Ucap Andre yang memuji.


" Dan selama ini aku selalu sendirian, mengarungi lautan kehidupan. Belum pernah ada seseorang yang dapat singgah di perahuku, kenapa? karena aku menunggu pelabuhan yang pasti hanya untuk ku" tambahan Andre.


Elisa hanya diam mendengarkan apapun yang di ucapkan Andre, menarik nafas panjang Andre terdiam sejenak lagi menatap kearah Elisa.


" Elisa apakah kau tahu, aku hanya manusia biasa apapun yang kamu dengar dari orang lain itu hanya sisi luarnya, karena aku tidak mau menujukan sisi lemahku. Aku juga merasakan apa itu rasa takut, kehilangan, dan rasa rindu " Ucap Andre menjelaskan.


" Jadi menurutmu jika aku sesempurna itu lalu itu apa, aku bukan malaikat bukan juga nabi, yang akan kuat dengan semua itu. Aku bukan pria kuat yang sempurna, bagaimana aku bisa punya rasa itu " tambah Andre.


" Aku juga ingin tahu bagaimana rasanya mencintai, dan di cintai. Lalu bagaimana rasanya selalu takut kehilangan, Elisa aku tak pernah dekat dengan wanita manapun, tak ada yang bisa menggerakkan hatiku selama ini yang membuat semua rasa itu ada, selama ini tak ada yang bisa membuat jantung ini berdetak tak beraturan hanya kamu yang mampu" Ucap Andre menyakinkan Elisa bahwa hanya Elisa satu-satunya yang ada.


" Jika kamu tanya kenapa alasan, karena aku punya fobia terhadap wanita. Aku takut pada wanita, tapi berbeda saat aku melihatmu rasanya aku ingin sekali bertemu dengan, ingin terus dekat denganmu, bicara denganmu sampai dimana titik aku ingin segera memiliki kamu sepenuh. yah! mungkin aku serakah, tapi itulah rasanya, ketidak nyamanku saat kamu mulai menghindariku, aku tak mau kamu marah apa lagi sampai menjauhi ku, aku juga tak mau kamu meninggalkanku, walau hanya sehari saja. Tak bisa berfikir saat tidak melihat bayanganmu, aku hampir gila saat kamu menghindariku, aku rasa mau mati saat matamu menatapku, hingga rasa jantungku berdegup kencang seakan mau meledak, jadi apakah semua itu yang kurasakan adalah kebohongan atau hanya sekedar halusinasiku. Apakah kamu belum cukup menyiksaku selama ini Elisa" Ucap Andre menjelaskan dalam tarikan nafas.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Kamis 02 Desember 2021