Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
73. Perdebatan.


Sesampainya di depan gedung berlantai menjulang tinggi mencakar langit itu, halaman yang cukup luas mobil itu berhenti tepat di depannya.


" Dokter Kevin terimakasih yah sudah mengantarkan ku sampai depan apartemen, mau mampir dulu" Ucap Elisa sambil melepaskan sabuk pengaman.


" Nggak usah, lain kali deh! aku akan segera bertemu kembali denganmu yang seharusnya secara resmi nanti" Ucap Kevin dengan senyuman mengembang.


" Hmm baiklah dokter Kevin " Ucap Elisa yang juga membalas dengan senyuman juga.


" Elisa- Bisa tidak jangan panggil aku secara formal begitu, lagian sekarang kita lagi gak di tempat pelatihan, kamu memanggilku Kevin saja jangan pake dokter itu terlalu formal bagiku. Jadi aku juga merasa agak canggung terbebani dengan panggilan itu, kamu bibiku tapi malah panggilan mu seperti orang asing begini" Ucap Kevin.


" Baik dok... Ah-maaf! maksudnya Kevin. Aku akan mencoba yang terbaik, jadi kalo aku suka keceplosan panggil dokter lagi jangan marahnya" Ucap Elisa dengan senyum tipis.


" He-he-he, oke! makasih bibi. " Ucap kevin.


Elisa keluar dari mobil Kevin, jendela mobil Kevin turunkan agar bisa bicara dengannya.


" Bibi Aku pergi sekarang yah ! cepat masuk kedalam di sini sangat dingin, kamu bisa kena flu nanti" Ucap Kevin.


" Iya, Kevin kamu hati-hati yah di jalan" Ucap Elisa yang juga memberikan perhatian pada keponakannya Andre itu.


" Okey! terimakasih atas perhatiannya bibiku yang manis" Ucap Kevin.


Kevin memutar mobil dan langsung keluar dari parkiran, Elisa juga masuk ke dalam saat di lobi Elisa tak sadar jika ada 2 wanita yang juga akan menuju tempat yang sama dengannya, sesampainya di lift Elisa masuk awalnya sendiri tapi ada pria separuh baya dengan wanita yang lebih muda darinya, bermesraan di depan elisa mau keluar lagi tapi pintu lift akan tertutup Elisa juga melas untuk menunggu lift berikut yah.


( Apa-apa sih, tua Bangka suka sama daun muda begini, kaya si cewek masih anak SMA huh! dasar jaman sekarang mau dapat uang instan harus menjual harga diri dan martabat, tempat ini tidak baik buat spot jantungku. Mataku sekarang tidak suci lagi, selalu melihat hal-hal di luar dari dugaanku yang secara live lagi ) Gerutu dalam hati Elisa sambil memasangkan earphone ke telinga yah untuk mendengarkan musik.


Tak lama seoarang wanita cantik, berlari menuju lift yang tak lain adalah Claudia.


CLAUDIA : Aaahhh tunggu dulu,....


Ucap Claudia, sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Si pria tua Bangka yang dikatakan Elisa itu, terpesona dengan tubuh aduhai milik Claudia yang seperti gitar spanyol itu, dengan wajah cantiknya. Si pria tua menatap dengan Mata keranjang yang mengekspos seluruh tubuh Claudia, yang masuk kedalam lift.


GADIS MUDA : Ih- sayang matamu kemana sih!


memukul pelan pasangan tuanya dengan kesal membuat pria tua tersadar.


PRIA TUA : Hahah maafkan aku sayang!


CLAUDIA : Menjijikan !


Umpat pelan Claudia, yang rasanya ingin sekali memukul pria mesum di sebelahnya itu. Tak lama juga saat pintu lift akan tertutup kembali, tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.


TIFFANY : Tolong hentikan lift yah dulu


( Bagus! sempurna di dalam lift ini, 2 wanita yang punya hubungan khusus dengan Andre sepasang kekasih beda usia, yang bermesraan di hadapanku. Ya ampun kenapa aku harus terjebak di dalamnya sih! Kesal ) Gerutu Elisa.


CLAUDIA : Kamu !!!


Claudia manatap kaget saat ia tahu bahwa ia telah membukakan pintu lift untuk siapa, ternyata saingannya.


TIFFANY : Kamu, kenapa kamu juga bisa di sini


CLAUDIA : Seharusnya aku yang tanya begitu! kamu ngapain ada di sini


TIFFANY : Tentu saja aku tinggal di sini


CLAUDIA : Jangan mimpi yah !


PRIA TUA : Maaf nona-nona kalian jadi masuk tidak, jika ingin melanjutkan perdebatan kalian silakan keluar dulu


CLAUDIA : Aaah- maaf


TIFFANY : Iya pak maaf yah


CLAUDIA : Kamu sih jangan mengajak ku berdebat


TIFFANY : Kau yang mulai duluan


( Dasar kedua cewek ini ngapain coba bertengkar di hadapanku, Untungnya aku tidak faham apa yang kalian katakan) Gerutu Elisa.


CLAUDIA : Kamu ngapain sih ada di sini


TIFFANY : Tentu saja aku punya tempat di sini, kau sendiri sedang apa di sini


CLAUDIA : Tentu saja aku juga punya tempat di sini


TIFFANY : Ouhnya pasti kau mengemis pada orang tuamu untuk di belikan apartemen ini, agar bisa dekat dengan Andre


CLAUDIA : Lalu kau sendiri apakah kau juga mengemis pada boss mu agar kau si beri bonus plus-plus, bisa saja kau menjual dirimu kan


TIFFANY : Lalu apakah kamu berharap bisa mendapatkan Andre kembali dengan membeli tempat yang sama dengan Andre


CLAUDIA : Apakah kau juga masih berharap kalo Andre akan melirik mu, seharusnya kamu bercermin di kaca yang besar kamu tidak ada apa-apa yah di bandingkan denganku


( Hello... Ada aku yang sebagai istrinya SAH yah di sini. Ya elah apa-apa sih mereka kok malah memperebutkan suami orang begitu di hadapanku, aku yang istrinya aja biasa tuh kalian yang hanya orang-orang yang pernah dekat saja pada belagu ) Gerutu Elisa yang mendengar dari earphone otomatis penerjemah.


TIFFANY : Lalu kau pikir, Andre akan mau balikan dengamu seharusnya kamu juga mengaca diri bahkan dia tidak melirik mu lagi selama ini, apakah semua caramu berhasil mendapatkan perhatian yah


CLAUDIA : Kamu... !!! KAMU JUGA JANGAN BERHARAP DAPAT TATAPAN MATANYA JUGA, BAHKAN SEPERTINYA DIA JIJIK PADAMU. Aku akan mendapatkan Andre dengan caraku sendiri


TIFFANY : Ouh yah, semoga sukses aku juga akan mencoba yang terbaikku


( Yah silakan kalian mencobanya toh pada akhirnya kalian akan sakit sendiri, jangan buang-buang waktu dan tenang kalian untuk bersaing deh ) Ucap dalam hati Elisa.


Tak lama sepasang kekasih itu keluar, yang terakhir melihat kedua wanita cantik itu dulu sebelum pergi, yah Tiffany juga tak kalah menarik. Memiliki tubuh kurus langsing, bibir yang seperti apel merah mata yang indah seperti batu kristal dengan kulit putih mulus bersih siapa pun pasti akan jatuh cinta padanya kecuali Andre.


CLAUDIA- TIFANNY : ANDRE ??


Kedua wanita itu kaget bukan main karena cowok idaman mereka malah berdiri tepat di hadapan mereka.


ANDRE : OUH?! Kalian juga datang lagi hari ini, seperti bukan hal yang kebetulan kan jika kalian datang bersamaan begini


Ucap Andre yang melihat keduanya dengan seksama, yang Andre tahu jika keduanya tidak pernah akur satu sama lainya. Claudia dan Tiffany kebingungan dengan ucapan Andre, entah apa yang di maksud.


TIFFANY : Apa maksudmu Andre, kami datang lagi aku baru juga bertemu dengan dia hari ini


CLAUDIA : Iya itu bener, kamu kenapa bisa mengatakan itu


ANDRE : Ah- kemarin kalian juga bertemu denganku. Tifanny ketemu di lobi bawa dan aku bertemu denganmu di lift saat kau akan keluar lift kalian ingat


CLAUDIA : Jadi kamu juga sudah ada di sini sudah berapa lama


ucap Claudia membidik pada tifanny, sebaliknya tifanny juga tidak mau kalah dari Claudia, mereka malah beradu tatapan.


TIFANNY : Apa urusan mu, kau terlalu banyak ingin tahu


ANDRE : Kehm- maaf nona-nona, boleh beri saya jalan. Aku mau masuk lift, jika kalian ingin melanjutkan aduh tatapan mata silakan keluar dulu dari Liftnya


CLAUDIA : Kamu mau kemana?


ANDRE : Mau turun! kalian sedang apa di sini


CLAUDIA : Aku tinggal di apartemen 676


TIFANNY : Ha-ha-ha kamu termasuk jauh juga yah tempatnya, Andre kalo kamu butuh bantuanku aku di 549 Bersebelahan denganmu


ANDRE : Baiklah! aku boleh masuk ke lift sekarang, kalian istirahatlah selamat malam. Saya permisi


Saat akan masuk kedalam lift, Andre kaget karena dia pikir tempat itu sudah kosong tidak ada orang lagi di sana, tapi ternyata masih ada orang tak lain adalah elisa dengan tatapan tajam menyeramkan membidik suaminya yang akan masuk kedalam lift.


Andre yang masuk ke dalam merasakan aura pembunuh dari tatapan istrinya itu, terdiam tak lama pintu itu tertutup.


" Huh? sayang! kamu juga ada di sini lalu kenapa kamu tak segera keluar" Ujar Andre yang beriringan dengan Elissa.


" Bagaimana aku bisa keluar, mereka menghalangi jalan ku untuk keluar. Sebaiknya aku balik lagi, karena ada mereka" Ujar Elisa dengan tatapan tajam ke depan, nada suara yang menyaring.


" Niatnya mau aku jemput kamu, tapi kamu sudah sampai sini. Kenapa kamu tidak menghubungi ku, aku sempat khawatir dan berfikiran jika kamu tersesat tadi" Ucap Andre dengan menatap istrinya yang saat ini kesal bukan main.


" Ouh yah! masa sih, kau takut aku tersesat atau kau bahagia aku tidak balik lagi" Ujar Elisa kasar dengan ucapan yang tidak peduli.


" Kok ngomongnya gitu, aku tadi seriusan loh sayang! nih aku bawa kunci mobil, pulang ke apartemen kok kamu malah belum ada di sana, hp kamu juga tidak dapat di hubungi kemana saja kamu" Ujar Andre yang langsung menatap Elisa.


" Baru tanya, pernah berfikir tidak saat kau berniat meninggalkan ku untuk mengatakan hal itu, lalu sekarang apakah enak tidak jika seperti itu, sekarang kamu merasakan apa yang aku rasakan jika aku menghubungi betapa kesal yah diriku" Ujar Elisa yang berkata kasar dan sinis.


" Baiklah aku minta maaf, sayang! aku akan menemanimu, sekalian kita ke supermarket aku lupa pesananmu lalu melihat kamu tidak ada di apartemen jadi--" Belum sempat bicara lanjut sudah terpotong.


" Aku sudah menduga yah jika kamu itu tidak akan ingat dengan alasan lupa, jangankan kebutuhan istrinya kebutuhan sendiri saja kadangkala lupa. Alasan klasik, lupa di pelihara setiap hari" Ujar Elisa.


" Iya, maaf yah!" Ucap Andre yang terus berusaha untuk membujuk Elisa.


( Gawat! Aura ini mencekam sekali seperti dia mulai marah padaku) Gerutu Andre yang mulai pucat gara-gara ucapan Elisa yang jutek abisss.


" Pulang mu cepat" Ucap Elisa memancing Andre agar bisa membungkamnya.


" Kamu yang pulang yang lama, dari mana saja di cuaca dingin seperti ini sudah aku bilang kan tadi kamu harus menelfon ku atau memberikan foto dan menghubungi ku kenapa tidak kau lakukan" Ujar Omelan Andre.


Elisa tersenyum sinis meringis kesal pada Andre. " Lagian aku juga udah pulangkan sekarang" Ujar Elisa.


" Iya aku tahu, tapi kamu udah buat aku khawatir" Ujar Andre.


" Untuk apa khawatir toh ini salahmu sendiri kenapa suka sekali meninggalkan istri di jalan, jika kamu sudah tidak suka lagi ya sudah jangan buat aku menderita di tempat orang, apakah kau tahu aku berdiri seperti orang gila di tengah hujan es, doa kan saja jika istrimu ini cepat mati karena kedinginan" Ujar Elisa sudah kesal di ubun-ubun.


Andre juga jadi terpancing emosi dengan ucapan elisa seperti itu. " ELISA- INI SUDAH KETERLALUAN, Bukannya aku sudah minta maafkan tadi bisa tidak jangan katakan hal itu" Ujar Andre yang kesal menikam nada keras dan menatap istrinya.


" Kenapa! seharusnya aku yang marah, bukan kau. Coba kamu pikir pake otakmu, bukanya kamu selalu bangga akan kejeniusan mu. Suami mana yang tidak KETERLALUAN seperti mu, meninggalkan istrinya sampai 3x itu juga di jalan, masih mending kalo negara sendiri. Ini negara orang bahkan aku bicara dengan mereka saja tidak mengerti, coba kamu banyangkan. Di jalan menunggu taksi, di tengah hujan es. Seluruh tubuhku menggigil, coba kamu pikirkan kamu dokter yang hebat. Orang yang baru pertama kali datang dari negara tropis ke negara 4 musim begini, jika orang lain sudah tumbang. Aku hanya menghargai kamu selama ini, tapi lama-lama kamu semakin seenak jidat mu saja. Kamu pikir aku diam tidak Masalah karena aku sangat menghargai dan menghormati mu, aku tidak mau bertengkar apa lagi kita berdua baru di nyatakan sebagi sepasang suami istri, aku lelah ini adalah titik batasanku" Ucap Elisa mata sudah berkaca-kaca.


" Bukannya itu semua adalah kemauan kamu, yang ingin merahasiakan identitas hubungan pernikahan kita, lalu kenapa kau sekarang menyalakan ku Elisa"


" Itu semua tidak ada hubungannya, jangan menyakut pautkan dengan semua itu. Hah, sudahlah, bicara denganmu tidak ada gunanya. Aku baru tahu apakah ini sifat aslimu. Akhirnya topengmu terbuka juga, ternyata seperti ini sifat asli yang di balut ketampanmu" Ucap Elisa yang sudah mulai menangis.


Ting-


Pintu lift terbuka, Elisa langsung pergi keluar Andre langsung menahan tangannya. " Mau kemana ?" Ujar Andre.


" Bukan urusanmu lagi, lepaskan" Ucap Elisa sambil meronta-ronta.


" Kita bicarakan dengan baik-baik Elisa" Ujar Andre menarik Elisa kembali kedalam lift.


" Tidak perlu, aku sudah muak denganmu. Cepat lepaskan aku" Ucap Elisa yang terus memberontak.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 01 Desember 2021