Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
112. Gaun Pengantin.


Elisa yang baru saja keluar dari kamarnya akan menuju keruang tengah, menuruni anak tangga sendirian tanpa ditemani oleh Andre, karena Andre sudah pergi sejak pagi. Sesampainya di ruang tengah, sudah ada mamah dan beberapa orang yang duduk di sofa.


"Sayang, sini-sini" Panggil itu sangat khas ditelinga Elisa, mamah malah manggil hal yang selalu Andre banggakan itu.


"Ada apa sih mah, pagi-pagi udah heboh aja" Ucap Elisa yang jalan mendekati mamahnya.


"Mana Andre?" Tanya Monika yang tidak melihat putranya turun bersama.


"Mas Andre pergi subuh-subuh tadi, katanya mau nganter para pekerja buat pulang ke Indonesia, jadi Elisa di tinggal dari sholat subuh. Ada apa mah! " Tanya polos Elisa.


"Ini, mamah sudah bawa mereka coba kamu pilih yang mana? yang kamu suka" Menyodorkan sebuah buku besar dan tebal berisikan gambar-gambar gaun pilihan.


"Apanya?" tanya Elisa yang binggung.


"Ya sini kamu duduk deket mamah, biar bisa kamu lihat secara detil" ucap Monika yang menarik tangan Elisa.


"Iya deh!" Elisa duduk di sebelah Monika sambil melihat lihat gambar gaun.


"Gimana, ada yang kamu suka gak! Semuanya bagus-bagus kan?" Tanya Monika sambil sibuk membolak-balik halaman.


"Nyewa mah?" Tanya binggung.


"Kok nyewa, Beli lah sayang!" Ujar Monika yang menyakinkan Elisa.


"Memang buat apa?" Tanya elisa binggung.


"Kok masih nanya, tentu saja buat pernikahan kamu sama Andre Sayang, gimana sih" Ucap Monika menjelaskan.


"Yaelah mah, jadi mamah heboh tadi cuman mau tunjukkin ini, tapi kan cuman dipake satu hari mah, jadi gak usahlah sampai beli lagian lama juga nunggu yah" Ucap Elisa mengingat membuat dan jahitan itu sulit.


"Dua Hari, cuman butuh dua hari Sayang. Mamah juga sudah minta izin sama Papah 'boleh' katanya" Ucap Monika.


"Emang acara berlangsung berapa hari sampai harus beli gaun, lagian cuman dipake sehari doang mah, jadi gak usah beli baju segala" Elisa yang menjelaskan.


"Nggak, Mamah mau yah selama dua atau tiga hari acara berlangsung mamah juga sudah minta izin sama Papah, katanya 'boleh dua hari' niatnya mamah mau satu minggu" Ucap Monika yang semangat.


"Ujubuset Satu Minggu, gak sekalian aja satu bulan" Ucap Elisa syok dengan penuturan mamah Monika.


"Maunya satu tahun, tapi papah melarang 'keburu Cucu mamah-papah lahir' katanya gitu, hehehe" katanya dengan nada penekan pada kata.


" Ya Allah mah, istighfar mah. Kasihan yang lain, emang mamah nanti gak capek!" Ucap Elisa yang khawatir.


"Ih kamu tuh sehati iya sama papah"


"Kok bisa kayak gitu. Emangnya aku sehati sama Papah soal apa?"


"Yang kamu bilang tadi itu sama kayak Papah kamu ucapkan"


"Ya iyalah ma satu minggu itu terlalu lama, sehari aja orang sudah disibukkan. Apalagi mama mau satu minggu, ya Allah mah punggung Elisa udah mau patah tulang aja" Ucap Elisa.


"Yaudah cepet kamu pilih yang mana bajunya, kasihan tuh nungguin"


"Emang mamah sudah milih yang mana?" Tanya elisa yang melihat lihat.


"Yang ini bagus, mamah suka yang ini" Ucap ya sambil menujukan gaun yang begitu indah.



"Ini ribet mah, susah jalan. Mau ngepel lantai? baju sampe panjang gitu, gak ah! Elisa gak suka" Ucap Elisa nolak.


"Ini itu model terbaru Sayang"Ucap Monika.


MONIKA : Mbak ini model terbaru kan yang keluaran dari desainer Ined


ASISTEN : Iya nyonya ini model terbaru yang akan dirilis mungkin hanya 2 unit gaun pengantin seperti ini jika Anda berminat mungkin Anda langsung memesannya


"Tuh sayang cuma satu-satunya loh, katanya cuma ada dua, udah ini aja bagus" Ucap Monika ngotot.


"Ribet mah, lihat aja tuh asesorisnya banyak banget kayak gini nggak ah- nanti aku tambah susah jalannya bikin malu kalo nanti jalannya kayak robot atau jatuh kan" Elisa yang menjelaskan.


"Aduh- kamu ini ya, banyak banget pilihannya. Emang kamu pengen kaya gimana?"


"Hemm yang ini mah, yang ini aja bagus" Ucap Elisa semangat.



"Ya ampun Sayang Itu polos banget nggak cocok sama kamu, udah yang pilihan mamah saja" Monika ngotot mau pilih yang baju pertama tadi.


"Ya masih mending ini mah daripada yang tadi aku tenggelam pakai baju itu, ini baju sangat tinggi nanti kalau dipadu sama Mas Andre kayak apa coba?" Ucap Elisa yang mengingat posturnya tubuh Andre.


"Kita minta pendapat dua laki-laki di rumah ini gimana, mamah sama kamu gak pernah sependapat kalo soal selera" Monika agak kesel sama menantunya.


"Iya udah nungguin Papah sama Mas Andre aja dulu, kita minta pendapat mereka" Ujar Elisa setuju dengan permintaan Mamah.


ASISTEN : Tidak masalah nyonya, Anda tidak usah khawatir, ini nomor teleponnya jika anda butuh sesuatu lagi kami akan kirimkan


MONIKA : TERIMA KASIH


Kepulangan Andre ke rumah dengan Papah, yang juga baru datang dari tempat tinggal untuk mengunjungi sanak keluarga yang ada di sana, memberitahu soal pernikahan Andre.


"Oh my son, my husband kalian sudah pulang. come here" Ucap mamah yang membuat kedua laki-laki itu kebingungan saling menatap satu sama lain.


"Ada apa, mah"tanya Andre sambil mendekat kepada mamahnya.


"Come here, sini bentar. Cepat! duduk sini"Monica langsung saja menarik tangan putranya agar mau duduk di tengah-tengah antara dirinya dan Elisa.


"Iya sebentar ini lagi jalan"jawab Andre terduduk di tengah-tengah dua wanita.


"Andre kamu pilih yang mana? yang kanan apa yang kiri" Tanya monika menujuk 2 gambar berbeda.


"Apanya yang pilih kanan apa kiri" Tanya Andre yang mendengar dari mulut mamah saja tidak melihat gerakan tangan mamah.


"Ini loh lihatnya ke gambar gaun ini, kamu pilih mana? yang kanan atau yang kiri"


"Yang kiri" Jawab cepat Andre.


"Kok yang kiri sih? ini terlalu sederhana banget baby" Ucap Monika yang tidak terima.


"Lah tadi disuruh milih, sekarang mamah malah menentukan sendiri, jangan tanya pendapat lagi mah kalo sudah ada pilihan sendiri" Ucap Andre yang kebingungan dengan sikap mamahnya.


"Bukan gitu, Mama mau pesen gaun pengantin" Ucap Monika dengan memanyunkan bibirnya.


"Hah! Mamah mau menikah lagi?" Candaan Andre yang mengatakan dengan lantang, sontrak membuat mamah mendecak kesal.


Langsung memukul putranya sebal. "Huus- kamu ini sembarangan saja kalo ngomong. Emangnya kamu mau punya papah tiri, di usia kamu kepala 3 gini hemm--" ucap Monika nantangin.


"Hahaha iya nggak mau lah" Jawab Andre dengan gelak tawa.


"Ya udah, cepat pilih yang mana? Karena ini buat Elisa" tanya monika yang sekarang mencondongkan tubuh mendekat pada putranya.


"Ya kalau menurut aku sih, Elisa akan cocok pakai iyang ini mah, karena setahu Andre. Elisa emang tidak terlalu suka dengan yang ribet-ribet kayak begini mah! kalau pakai baju maunya yang simpel, jika gaun pilihan mamah ini agak besar nanti Elisa tidak kelihatan, apa lagi gaunnya terlalu terbuka seperti itu. Andre tidak suka Elisa pakai ini" ujar andre yang menjelaskan.


"Nah kan mah, apa kata Elisa bilang jika mas Andre akan memilih pakaian ini" ujar elisa yang senyum penuh kemenangan.


"Kita tanya papah, yang punya selera bagus, papah pilih yang mana? suka serasikan sama mama jadi pilih yang mana? yang kanan apa yang kiri" ujar monika yang minta pendapat suaminya.


"Yang kanan" jawab cepat dengan memasang kaca matanya.


"Tuh elisa, kamu denger apa kata Papah, pilih yang kanan. Karena ini emang bagus Elisa " ujar monika yang senang karena suaminya mengikuti keinginanya.


Andre dan Elisa hanya diam sambil menghela nafas. "Tadi Papah belum selesai ngomongnya, gaun yang kanan emang bagus, tapi yang kiri juga cantik. Jika buat Elisa, Papah sangat setuju dengan pilih yang kiri untuk Elisa" ujar Arafif yang saat ini menatap monika,


"Lah kok bisa begitu! terus yang kanan ya buat siapa?" ujar Monika.


"Ya buat Mamah. Bukannya tadi Mamah suka baju yang model kayak begitu, selera orang itu beda-beda. Lagian yang mau nikah bukan Mamah, bajunya itu emang terlalu terbuka bisa masuk angin nanti Elisa" pembelaan papah.


"Tega bener pah, terus kalau mama yang pakai baju itu, apa Papah enggak kasihan sama Mama nanti yang masuk angin" ujar monika yang kesal dan cemberut.


"Ya udah mah kalo mau beli baju yang itu silakan, mau samaan aja kayak elisa juga gak masalah tertutup biar nggak masuk angin" ujar Andre yang memberikan saran.


"Jadi kalian semua kompak milihnya, kenapa gak ada yang sependapat dengan mamah sih" ujar monika kecewa.


"Tadi kan mama yang minta pendapat sekarang malah mama yang bete, kan mas Andre dan Papah cuman menyalurkan apa yang dipikirkan, lagi pula selera Papa, Mama, Mas Andre dan aku juga beda gitu mah. Dua baju itu semuanya bagus, cuma Elisa milihnya paling sederhana"


"Ya udah itu lupakan, kita pilih baju yang kedua" ucap Monika yang semangat.


"Ya Allah, ada lagi mah? Emang mau pesan berapa baju! Satu saja kalau mau beli, tapi kalau mau dua mendingan nyewa, nggak usah beli mah. Kelamaan nunggu jahit ya" Ucap Elisa yang menjelaskan.


"Ya nggak apa-apa sayang, lagi pula kan setahun untuk seumur hidup"


"Justru karena itu ma. Emang untuk seumur hidup tapi kan mubazir, nggak dipakai buat apa coba! Kalau enggak bisa dipakai sehari-hari, mau buat dipajang? Itu sayang banget kan. Dari pada itu kita nyewa saja"


"Andre bilangin dong Elisa!" Ucap Monika minta Andre agar memberi tahu Elisa.


"Mah ada benarnya juga, yang di ngomong Elisa. Kalau beli itu jahitnya lama, apalagi mama pengen baju yang ribet-ribet kayak gitu!" Ucap Andre yang membela Elisa.


"Ya ampun kalian berdua ini kompak banget sih!" Ucap Monika agak geram kepada dua anaknya, ngembek khas mamah Monika


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


JUMAT 14 Januari 2022