
Setelah perdebatan mereka yang cukup lama soal gaun dan tempat untuk acara resepsi pernikahan berlangsung, mamah maunya di pulau, tapi Elisa melarang karena perjalanan ke sana sangatlah jauh, bisa memakan waktu satu hari perjalanan.
"Aduh- Sayang, di sana itu ramai nantinya. Iyakan pah, enak juga di pulau" Monika berganti bicara untuk mendapatkan dukungan, juga sangat ngotot ingin mengadakan di tempat yang indah itu, tapi Elisa menolak.
"Mah emang enak di sana, tapi waktunya mah, udah jangan aneh-aneh deh, ngapain coba jauh-jauh ke sana. Kalau bisa di sini, ya di sini saja"
"Mah Elisa mabukk perjalanan jika naik kapal, lagian mamah ada-ada aja idenya" sambung Andre menambahkan.
"Udah acaranya di sini saja, tuh- di halaman sangat luas, kita bisa manfaatkan" menujuk ke halaman belakang yang gede berhektar-hektar.
Monika menatap ke dua pria bergantian, seakan faham dengan tatapan mata Monika dengan cepat ke dua pria itu menjawab.
"Andre setuju pendapat Elisa"
"Papah juga"
"Astaga- kalian ini, kompak banget sih. Sudah deh! Mamah juga ikut, tapi soal gaun kedua kamu harus pake yang mamah pilih buat kamu yah"
"Iya, yaudah sini jangan ngambek. Elisa minta maaf yah, jangan suka ngambekan, nanti cucu Mamah juga suka ngembek kayak omahnya" Ujar Elisa sambil memegangi tangan mamah Monika.
Mendengar kata cucu di sebut, Monika melebarkan matanya, itu sih tujuan utama yang diharapkan dari Monika mengirim Elisa ke New York. Akan tetapi, Monika ingin memastikan dulu.
"Eh! Emangnya kamu lagi Hamil Sayang? Kalau di pikir-pikir kalian sudah satu bulan menikah, jadi apakah—" Ucapan monika malah terputus gara-gara Andre langsung membantah dengan tegas.
"Tidak! Jangan asal menebak-nebak begitu deh mah" Ucap Andre membantah ucapan mamah dengan cepat.
"Eh- kok kamu yang jawab si, mamahkan tanya Elisa?" Monika langsung menatap putranya.
"Tapi aku kan suaminya, lagian kita mau pacaran dulu, jadi belum ada pikiran untuk itu, iyakan sayang" Andre dengan bangga mengatakan, Elisa hanya diam kaget mendengar ucapan Andre sambil membelai rambut Elisa dengan tatapan menekan.
"Terserah kamu aja deh, Elisa ngikutin mau ya kamu" Ucap Elisa pasrah dengan semua yang dikatakan Andre.
"Hmm, kirain Mamah akan punya cucu tahun depan" Pinta mamah yang mengedipkan mata pada Elisa.
"Jangan sedih mah, nanti tahun depan aku bujuk lagi mas Andre, tenang saja Elisa masih banyak jurus jitu kok, buat taklukkan gunung es" Ujar Elisa yang mencondongkan tubuhnya ke arah mamah di sebelah kanan Andre, sedang Elisa di sebelah kiri Andre.
"Hahaha, oke sayang! Sepertinya kamu harus usaha lebih keras, emang gak muda. Papahmu saja dulu juga begitu, aku sampai harus buat jamu kuat" Ujar Monika yang mencondongkan tubuh menatap Elisa.
"Bagi mah resepnya, nanti Elisa coba. Siapa tahu aja manjur, hehehe" Ucap Elisa yang cekikikan.
"Okey sayang, nanti mamah kasih resep yah!" Monika dan Elisa sangat semangat sekali saat membicarakan soal itu.
"Kalian ini ngomong apa sih, kenapa harus ngobrolin soal itu di hadapan orangnya, aku masih di tengah-tengah antara kalian" Sewot Andre yang menyilang tanganya ke depan, sedangkan Arafif hanya bisa tersenyum saja tak kuat melihat ke-dua wanita itu.
"He-he-he, sengaja kok. Biar kamu dengar, kanapa? tersindir yah" Ucap Elisa yang langsung memeluk Andre yang lagi mode jengkel, kesel mau marah.
"Nggak, biasa aja" Ujar Andre jutek.
"Idih, kok sewot" Elisa yang menggoda Andre.
"Lepasin, aku mau mandi" Ucap Andre yang akan berdiri.
"Jam berapa, kok kamu kayak hobi banget mandi sih, mas" Ucap Elisa binggung.
"Mandi itu sehat, aku dari luar langsung di seret kalian ke sini jadi belum sempat membersikan diri" penjelasan dari Andre.
...🌸🌸🌸...
~ 1 minggu kemudian
Hari pernikahan telah tiba, orang tua Elisa juga sudah ada karena di jemput dua hari yang lalu. Semua tamu undangan juga sudah datang dengan gaun dan baju terbaik mereka, bukan hanya 100 orang yang telah hadir dipernikahan Andre- Elisa, tapi seribu orang. Bahkan mungkin lebih, yang di undang dari sosmed mamah monika yang kepopulerannya 300 juta dari berbagai negara di seluruh penjuru belahan dunia siapa yang tidak kenal dengan mamah sosialita yang satu ini.
Dari mulai kalangan kelas atas, hingga kelas bawah semua di undang keacara sakral itu, semua sudah meramaikan halaman rumah istana monarfi.
Dari atas kamar Elisa, melihat dari jendela. Banyaknya tamu di bawah sana yang sudah sangat ramai, dengan wara-wiri tamu undangan. Hingga semua pelayan monarfi juga sangat sibuk sekali tanpa terkecuali.
"Ya Allah, ramai juga yah. Aku semakin deg-degan nih, padahal sudah latihan tapi pas acara ya malah gugup gini sih, gimana dong mas?" ucap elisa yang saat ini menoleh ke suami yang sedang dimake over oleh seseorang stylish.
"Aduh- mas, aku khawatir jika kayak gini, aku terlalu gugup" elisa yang meremas jari-jemarinya.
Andre baru selesai di rapikan rambutnya, si hair stylish langsung beres-beres untuk undur diri untuk pergi.
andre mendekati istrinya yang wajahnya pucat, gara-gara merasa gugup melihat begitu banyak orang di bawah sana.
"Pernikahan ini jangan di buat beban sayang, santai saja. Di bawa asik, enjoy " ucap andre yang mengenggam tangan elisa erat untuk menenangkannya.
"Kira-kira di bawa sana banyak cewek-cewek fansgirl kamu gak yah?" Pikir elisa yang khawatir jika acaranya malah tidak abik gara-gara ada sesaeng fan yang suka mencari-cari kesalahan dari andre, yang membuat dia juga khawatir mereka bisa merusak acara tersebut.
"Hm-- mana aku tahu!, aku gak mengurusi mereka dan tidak peduli juga, aku hanya mengurusi satu wanita dalam hidupku" ucap andre dengan lembut mendaratlah sebuah ciuman di kening elisa.
Bibir hangat milik andre itu obat ampuh, untuk membuat elisa sedikit agak tenang dalam dekapan andre untuk beberapa detik.
"Tapi- mas, aku lagi nggak bercanda sama kamu, jangan bikin aku tambah nggak nyaman dong!" mode cemberut elisa kumat.
"Siapa? yang buat kamu tidak nyaman, sayang kamu jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Tersenyumlah, bahagia okey! Mana aku mau liat senyum kamu yang sangat cantik, masa sudah pakai gaun secantik ini kamu malah tidak bahagia" ucap andre sedikit mengoda elisa.
Tiba-tiba semua pintu terbuka terlihat mamah-papah sudah berdiri di abang pintu, untuk memberi tahu soal jika elisa dan andre segera keluar kamar.
"BABY- SAYANG, apakah kalian sudah siap, cepat segera keluar semua tamu sudah menunggu kalian" monika juga sekarang sudah sangat cantik dengan balutan gaun mewah dan sangat cantik.
Gaun yang ia pesan 1 minggu yang lalu, tapi berbeda dengan elisa yang mengunakan gaun rancangan andre sendiri, karena andre tidak terlalu suka juga dengan model baju yang ada di gambar.
"Ouh? iya mah, bentar elisa sedang ngumpulin metal dulu, tarik nafas dulu, aduh mas, kok makin deg-deggannya. Boleh nggak kalau elisa menghilang aja, nggak sanggup" ucap elisa memohon pada suaminya.
"lah gimana sih, jika kamu yang menghilang terus aku pasangan dengan siapa? kan hanya kamu pasanganku, mana mungkin aku langsung asal ngambil pasangan orang kan. Di marahi nantinya, udah kamu tenang saja aku ini akan selalu di samping kamu sayang" ucap andre yang menyakinan elisa.
"Hehe- iya juga ya. Tapi mas, dayaku cuman satu persen nih, gimana dong"
"Sini pegang tanganku, tutup matamu. aku akan transfer energi aura pesonaku, biar kamu juga tidak gugup lagi" andre melingkarkan tangan di pinggang elisa hingga membuat tubuh mereka merapat.
"Iiihhh- apasih pede banget gitu kalo kamu menarik, jadi orang jangan ke pedean deh!" sindir elisa yang mencubit hidung andre yang mancung itu.
"Hahahaha, biar kamu sedikit rilex sejenak sayang, udah agak lega kan, yuk! kita keluar, semua sudah menunggu kita di luar sana" Andre yang menarik tangan elisa dengan lembut menuju setiap pintu-pintu keluar yang mereka lewati.
Setiap perjalanan mereka bertabur kelopak bunga yang sangat wangi sekali, elisa yang bergaun putih sangat cantik di padukan andre yang berjas biru gelap, engan dasi kupu-kupu yang keren rambut yang bervolume.
Semua yang melihat itu, sangat terpesona karena bak negeri dongeng. Acara putra mahkota ini sangat meriah, hingga tamu undangan tak bisa berkomentar banyak, ketampanan andre mengalahkan sinarnya mata hari dan kecantikan elisa tak bisa di ungkapkan dengan satu kata.
"Aah- aku bisa melihat moment bersejarah bagi elisa, aku iri padanya"
"Rudi, jika andre dengar apa yang kau katakan itu bisa besar kepala dia nanti, jadi simpan lah rasa takjub mu itu, ini belum seberapa"
"Lagian, aku masih belum percaya jika sih cewek yang tidak pernah merespon gosip terkait andre. Malah dia yang di nikahi, kadang seperti mimpi yah"
"Jika elisa juga suka bergosip dan kepoan mungkin andre juga tidak tertarik dengannya, mungkin itu salah satunya ciri khas pesona dari elisa yang membuat pemikat andre"
"Iya, aku hanya bisa ucapkan selamat untuk kebahagian mereka. Aku akan cari waktu untuk bisa ngobrol 6 mata dengan mereka"
"Hey rudi bukanya harus 4 mata kan" sambung try yang memprotes apa yang di katakan rudi.
"Emang aku hanya ingin ngomong sama elisa doang? andre tidak di ajak?" rudi yang melirik kepada try yang sedang meneguk jus.
"Ouh iya ya"
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
SABTU 15 Januari 2022