
...TOK TOK TOK...
Suara ketukan di balik pintu kamar Andre, yang saat ini sedang sangat sibuk mempersiapkan data-data penting, karena Senin ini semua kariyawannya akan masuk kerja. Sedangkan dirinya tak bisa maksimal, untuk menyambut kedatangan para kariyawan yang sudah berhasil mengikuti pelatihan di New York.
"Iya, tunggu sebentar!" Seraya berjalan mendekati pintu, Andre membuka pintu tersebut.
Ceklik !
Terlihat adik iparnya yang berkeringat, entah habis dari mana hingga ia berkeringat seperti itu.
"Ouh! Azril, ada apa zril. Sini masuk" Ajakan Andre yang mempersilakan adik iparnya untuk masuk.
Azril cukup ragu, karena itu adalah kamar tidur teteh dan mas Andre. Azril celingukan kedalam kamar, Andre malah ikutan celingukan.
"Ada apa? kamu cari Siapa?" Ucap andre yang binggung.
"Nggak cari siapa-siapa" ucap Azril polos.
"Yasudah sini masuk" Andre mempersilahkan Azril masuk kedalam kamarnya.
"Boleh mas?" Tanya azril yang ragu-ragu.
"Ya boleh lah, sini!" Andre menutup kembali pintu kamarnya, setelah Azril melangkah maju masuk.
"Teteh mana?" Tanya spontan Azril.
"Tetehmu?, kayak nya masih di bawa. Emang kamu mau ketemu sama tetehmu?" tanya Andre.
"Nggak, mau ketemu sama mas Andre" jawab singkat.
"Hmm, ada apa?" Andre yang langsung duduk di sofa.
"Nggak apa-apa, cuman pengen ngobrol aja, tapi mas Andre lagi sibuk nggak?" tanya azril saat melihat banyak sekali kertas di atas meja.
"Nggak, ini lagi duduk sambil tangan yang ngetik-ngetik!" ucap Andre spontan membuat adiknya kebingungan.
"He-he-he, sama aja mas, itu namanya lagi sibuk" Ketawa geli, Andre juga tertawa kecil.
"Iya beda, kalau sibuk itu mondar-mandir, ngerjain ini-itu" ngeles, tapi Azril langsung faham.
"Iya deh! Terserah mas Andre saja" pasrah dengan lelucon garing itu.
"Sini duduk, mau minum?" Tawar Andre pada Azril, yang langsung duduk di sebelah kakak iparnya.
Azril terdiam lagi, binggung mau ngomong apa dengan kakak ipar ya itu. Sedangkan hasratt dalam benaknya sudah menggebu-gebu.
"Kamu, mau ngomong sama aku, mau ngomongin apa? ada tujuannya zril" Bidikan mata Andre menajam.
"Eh! kok mas bilang gitu, hmm- ini murni kok" Keringat dingin Azril mulai bercucuran.
"Beneran murni, kalau ada tujuan tersembunyi juga gak apa-apa kok zril, aku gak bakal menyalakan kamu!" Ucap Andre yang menyakinkan adiknya.
"Mas Andre sudah kayak peramal deh, tapi mas Andre lagi sibuk. Lain kali saja deh!" Ucap Azril yang merasa tidak enak.
"Nggak kok zril, ini cuman lagi cari kertas-kertas dokumen yang belum sempat aku bereskan, teteh kamu kalau beres-beres suka secara acak! Jadi asal rapi saja, dia nggak faham mana berkas penting, mana berkas nggak penting, dia tumpukan saja jadi satu begini" Ucap Andre yang menjelaskan.
"Ha-ha-ha, iya emang begitu orangnya. Kalau dirumah juga kayak gini, jadi maklumi saja mas. Teteh emang suka kerapihan, tapi suka nyeselin kalau semua di beresin sampai menurut dia rapi, nggak tahu mana tugas mana sampah" Ujar Azril yang cekikikan mengingat masa-masa bersama tetehnya.
"Terus apa lagi" Andre seakan terhipnotis dengan cerita Azril itu.
"Huh? apa lagi maksudnya?" Azril kebingungan dengan pertanyaan Andre.
"Kebiasaan tetehmu saat ada di rumah, apa lagi" Andre yang sangat penasaran.
"Hemm, banyak si. Kalau tidur suka minta di temenin sampai bener-bener dia pules, sampai Azril capek harus bangun malam hanya buat nemenin dia tidur, kalau mau ke WC pun dia minta di temenin, karena dulu di rumah kontrakan agak terbuka, terus WC di luar, kayak WC umum gitu mas. Teteh juga takut sama kecoa dan laba-laba, sekecil apapun itu dia akan jerit-jerit nggak jelas, kalau sama laba-laba walau si laba-laba itu cuman diam saja di sarangnya, dia akan kabur gak mau masuk" Cerita Azril pada kakak iparnya.
"Hehehe. Aku, cemburu loh zril"
"Eh, maaf mas. Jadi bahas teteh, kalau sama mas Andre emang dia gak begitu"
"Nggak, dia cuek. Tapi sekali ya dia lagi Ngambek sampai seharian diam, nggak akan ngajak ngomong. Kadang dia juga sangat bawel, cerewet banget. Lalu kalau lagi manja—" Belum sempat selesai azril sudah menebak.
"Dia pasti akan nemplok melulu, kayak lem. Iya kan mas!" Ucap Azril yang nyengir kuda.
"Eh, jadi itu kebiasaan lamanya"
"Iya, dia juga pencemburu garis keras. Jadi, siap-siap saja mas Andre dengan sikapnya nanti, teteh akan penuh curiga"
"Emang dia begitu sama kamu, atau sama mmm—"
"Kenapa mas, kok ragu-ragu gitu ngomong ya"
"Nggak enak juga sih bahas masa lalu teteh kamu, sebelum menikah. Itu nanti buat aku down juga, tapi kalau aku gak tahu, aku juga penasaran. Gimana dong menurut mu, apakah kamu tahu semua tentang tetehmu" Tanya Andre yang begitu sangat penasaran.
"Aku saranin jangan terlalu tahu mas, mendingan mas diem aja yang berlalu biarlah manjadi masa lalu, masa depan kalian masih menunggu di sana, jadi lupakan saja. Jangan menyulut api pada kompor, nanti bisa kebakar. Walau aku tahu segalanya tentang tetehku, tapi aku gak mau buat dia kesulitan gara-gara masalah ini" Ucap Azril dengan penuh keyakinan.
"Kamu setia banget yah, kalo kamu pacarnya mungkin aku sudah cemburu banget loh. Zril kamu ingat nggak, waktu kamu anter jemput teteh kamu kerja, kamu naik sepeda, kadang ada rasa curiga, masa sama adik sendiri seperti kayak kekasih. Pernah lihat kamu juga melepaskan jaket untuk Elisa, cuman gara-gara teteh pakai baju kerja yang tipis, zril kok bisa sih kamu adik berasa seperti kekasih dan Abang bagi kakakmu sendiri"
"Habis mau gimana lagi, saat aku kecil teteh yang selalu melindungi ku, dulu aku sangat cengeng! Tapi teteh walau dia cewek aku jarang liat teteh nangis, padahal kalau di depan ibu dan ayah dia sangat manja, tapi kalo di depanku dia terlihat kakak yang sempurna"
"Begitukah!"
(Kayaknya aku harus cari cara lain agar Azril buka mulut, yah! ini awal yang baik aku pancing dia saja terus) Ucap Andre dalam benaknya.
"Iya mas, dulu saat aku SD. Pernah aku di hadang banyak orang jahat, kayak preman-preman. Saat itu aku masih kls 3 SD, mau lari badan aku kecil dari mereka yang lebih gede dariku. Untungnya ada teteh yang jemput aku sekolah, teteh yang melawan mereka semua. Aku tidak tahu jika teteh menyandang sabuk hitam dan tinju mematikan, dan pernah ikut turnamen nasional, tapi saat ia mau tanding internasional teteh berhenti, dia keluar dari tim"
"Kanapa? padahal sebentar lagi dia akan go internasional kan"
"Karena ayah! di waktu itu, teteh daftar mau ikut tim internasional, tapi ayah mengalami kecelakaan di hari itu. Harus pupus impian teteh, aku juga sempat mau berhenti sekolah, gara-gara itu. Biaya masuk sekolah juga sangat mahal, akhirnya teteh mengatakan 'Dek kamu tidak usah khawatir soal biaya, kamu lanjut sekolah, karena teteh nggak mau kamu putus sekolah, kamu belajar yang rajin karena teteh akan menggantikan ayah untuk cari uang' Mulai saat itu aku sadar, kenapa teteh selalu pulang larut terus, gara-gara dia harus kerja part time, dia selalu kelelahan setiap pulang, tapi dia tidak pernah mengeluh. Walau kerjanya ke satu tempat, ke tempat lainya. Terus selalu berpindah-pindah tempat tinggal, karena cari kontrakan yang bisa di jangkau uang saku kami, hanya mengandalkan teteh saja tak cukup, apa lagi obat ayah selalu harus di tebus" Ucapan Azril menyayat hati Andre.
DEG !
( Sayang, aku tidak tahu kamu menderita seperti ini, andai saja kita bertemu lebih awal. Agar aku ada saat masa sulit itu, andai kita bertemu saat itu) ucap dalam benak Andre.
"Tapi teteh hebat, aku salut loh sama tetehmu, dia tidak pernah mengeluarkan suara keluhan, dia sangat tangguh sekali" ucap Andre yang menepuk-nepuk punggung Azril.
"Teteh, tidak akan bisa mengatakan hal itu. Padahal dalam hati ia pasti sedang menjerit keras, hanya saja teteh melihat kami, jadi tak bisa ia mengeluh"
"Iya, kamu bener. Karena teteh kamu sayang kalian, maka sakit saja tidak ia rasa"
Andre lalu terdiam sambil menatap wajah Azril yang dengan penuh pertanyaan.
"Jadi, zril boleh kan sedikit saja kamu bocorin, hal yang lain juga. Boleh dong aku tahu!" Andre yang sangat penasaran dengan masa sebelum mereka menikah.
( Mas Andre kekeh pendirian nih, ya walau tadi sudah cerita berputar-putar pada akhirnya dia masih inget juga, aduh gimana dong! Aku takut hubungan teteh akan retak jika aku bocorin masalah ini ) Ucap dalam benak azril.
"Mendingan mas Andre tanya saja sendiri sama teteh. Azril takut salah, nggak mau ada apa-apa sama kalian" Ucap Azril yang fokus lagi ke leptop.
"Zril, mas janji deh! bakal tutup mulut walau sudah tahu. Mas hanya ingin tahu, apakah teteh kamu pernah pacaran atau punya kekasih sebelumnya"
"Punya"
"Barapa?"
"Yang di akui cuman 3 orang, selebihnya hanya tempat singgah"
"Jadi tetehmu, banyak yang suka yah"
"Iya, banyak"
"Siapa nama-nama yah, pasti ada namanya kan"
"Buat apa? mas tahu"
"Hemm- zril mas kan udah janji gak bakal ngomong, jadi mau dong kasih tahu aku"
Azril menaikan satu alisnya, untuk membuat keyakinan dan keputusan untuk memberi tahu atau tidak.
"Mas nggak akan mengunakan info itu, untuk uring-uringan atau cari kesalahan teteh kan, dia juga korban di sini" Ucap Azril dengan bidikan tajam.
"Heh! Kok kamu punya pikiran begitu sih, aku ini kan kakak iparmu loh" Ujar Andre yang kaget dapat jawaban yang tidak di sangka-sangka.
"Aku takut, jika mas akan gunakan ini untuk berdebat dengan teteh, dan —" Tak mau melanjutkan karena takut ucapanya adalah doa, jadi Azril tak melanjutkan ya.
"Zril, aku ini tulus ke teteh kamu. Kan aku hanya pengen tahu seperti apa teteh mu dulu, aku hanya ingin tahu saja" Andre menyakinkan Azril.
"Nggak deh! Maaf ya mas, aku gak bisa membocorkan rahasia masa lalu, sebelum teteh bersama mas Andre, itu adalah aib bagi hubungan kalian, walau mas Andre juga pasti punya, tapi aku nggak bisa kasih tahu" Ucap Azril yang fokus kembali ke layar leptop.
"Kamu khawatir, aku tak akan melepaskan tetehmu begitu saja, hanya karena beberapa cerita masa lalu itu, aku hanya ingin tahu zril. Ya jujur aku juga ada, bahkan banyak wanita yang mendatangi ku, tapi jujur hanya teteh kamu yang bisa membuat jantung ini berdebar kencang saat melihat yah" Ucap Andre yang menjelaskan tentang keadaan dirinya.
"Janji yah, jangan buat ini sebagai alasan mas mau ngajak putus dengan teteh, karena prinsip teteh kalau sudah gagal ya nggak akan mau mengulang kembali, Amit-amit. Jika seandainya nanti mas gunakan ini untuk berpisah, suatu saat. Jika mas pengen kembali lagi dengan teteh tidak ada kesempatan" Ucap Azril yang menjelaskan.
"Serem banget zril, ya kamu jangan doa in gitu lah, mas juga mau sekali seumur hidup, mau cuman teteh kamu saja. Nggak mau yang lain, satu saja awet masa mau ganti"
"Iya harus itu"
"Jadi kamu nggak mau kasih tahu nih?"
"Mas janji dulu sama Azril, bahwa mas tidak akan gunakan ini untuk bahan berantem dengan teteh"
"Iya aku janji dan bersumpah padamu atas nama Tuhanku, jika aku tidak akan gunakan alasan ini sebagai bahan untuk berpisah dengannya"
( Jika punya adik begitu melindungi kakak seperti azril ini, kayak dapat di andalkan dan dapat di percaya juga. Elisa kamu beruntung sekali punya saudara seperti Azril, tapi dia sekarang jadi adikku juga kan) Gerutu Andre dalam benaknya.
"Teteh seringkali patah hati, dengan berbagai alasan. Entah itu karena di tinggal nikah sama pacarnya, entah juga di tikung temen sendiri, dan lebih parah pacarnya hilang entah kemana, terus pas teteh sudah bisa move on, nggak ada hujan nggak ada badai dia balik lagi, tapi teteh nggak mau balik lagi ke dia"
"Kenapa?"
"Ada ya teori ini, tetehmu puitis juga"
"Teteh itu kalau sudah sayang, akan sangat-sangat tidak tersedia tampungnya, karena pasti akan memberikan apapun untuk orang yang dia sayangi, bahkan dia rela berkorban dan terluka"
"Hebatnya, dia tidak memikirkan diri sendiri"
"Itulah teteh. Apakah mas Andre tahu! Saat mas Andre datang pada malam itu untuk melamar teteh, Dia baru saja putus, dia ragu awalnya buat menerima mas Andre untuk menjadikan mas Andre satu-satunya pria yang wajib ia cintai dan sayangi untuk menjadi Suami"
"Lalu kenapa dia mau menerimaku"
"Karena aku yang membujuknya, aku bilang kesempatan tidak datang dua kali. Akhirnya dia mau menerima mas Andre, ibu dan ayah hanya diam saat keputusan itu di buat"
"Lalu apa lagi"
"Malamnya teteh curhat padaku, mau menyakinkan keputusan yang dia buat. 'INI akan menjadi SUAMI, zril nanti akan sulit buat katakan putus, kalau dia pergi atau menghianati' begitu dia bilang, tapi sehari setelah itu, ia ku suruh sholat malam. Lalu jawaban dari doa yah, katanya dia terus bermimpi orang yang sama, dan dalam doa, juga sering melihat nama sama Yaitu mas Andre. Baru deh, dia memantapkan lagi dan menyakinkan diri, besoknya ngomong sama ibu dan ayah" Ucap Azril yang me jelaskan secara terperinci pada Andre
Andre hanya diam mendengarkan dengan seksama, ada rasa haru juga punya keluarga seperti mereka, ada ibu yang lemah lembut, ada ayah yang rendah hati dan punya adik yang setia bahkan lebih dewasa dari usianya.
"Jawaban ibu dan ayah, malah bikin teteh tambah binggung. Lalu dia tanya lagi padaku, aku jawab. Cinta akan datang seiring waktu, karena hanya waktu yang bisa menjawab semua pertanyaan teteh, jika sudah bersama, dan menerima satu sama lain akan timbul rasa sayang, bahkan rasa itu akan lebih dalam, karena sesungguhnya cinta sejati adalah yang selalu percaya dan menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan, percuma kalau teteh pacaran lama-lama pada akhirnya di khianati. Karena kesalahan itu mungkin teteh berfikir kembali"
"Zril, aku boleh nanya gak?"
"Apa mas!"
"Usia kamu berapa sih, kok kayaknya kamu lebih berpengalaman, dibandingkan aku atau orang dewasa lainya"
"Aku masih tahap puber, jadi wajarlah kalau aku seperti ini"
"Iya, mungkin! Tapi, kamu sangat puitis dan lebih romantis"
"Laki-laki harus ada sisi romantis, agar pasangan lebih nyaman, dan tidak mencari tempat lainnya untuk mendapatkan kenyamanan"
"Begitukah?, Wah! seumur hidupku aku baru tahu, teori ini. Apakah kamu mau mengajariku, pak guru Azril, secara privat saja"
"Aku tidak mau menggurui mas Andre, yang jauh lebih tua dariku, lagian sisi romantis pria itu secara otomatis, jika menganggap seorang wanita itu adalah satu-satunya prioritas utama, entah itu seorang istri atau kekasih. Jadi tidak bisa aku ajarkan, karena punya tingkat sendiri-sendiri, secara insting saja"
"Hahahaha, pelajaran singkat nih. Aku belajar banyak darimu"
"Ya, setidaknya! Mulai sekarang mas Andre sudah tahu sedikit apa artinya, cinta dan sayang. Bukan hanya di mulut, yang sering mas Andre katakan untuk panggilan teteh" sindiran pedas Azril yang menjelaskan.
"Eh! okelah, nanti aku ganti panggilan jangan 'sayang' tapi yang lain. Apa yang bagus!" Ucap Andre berfikir keras.
"Mas, boleh nggk, kalau Azril bantuin karena sudah lama juga, azril gak main komputer atau laptop" ujar Azril.
"Boleh dong, kalau kamu bisa. Itu bisa ngebantu aku banget, bentar ya. Aku ambil leptop satunya, mau minum apa biar mas nanti pesen sama pelayan, buat di antar kesini" ujar andre yang bangkit dari sofa.
"Nggak usah mas, Zril udah minum tadi" jawab Azril singkat.
"Emang, kamu dari mana zril"
"Dari, belakang"
"Belakang mana?"
"Kadang kuda"
Saat Azril mengatakan kadang kuda, Andre tidak mendengar jadi tidak tahu apa yang di katakan.
"Nih zril leptop yah, eh- sambil di charger zril. Aku lupa charger, Karena biasanya teteh kamu yang hobby mencharge baterai" ucap Andre mencari kabel charger.
"Hehehehe, ia. Kan baru pertama kali punya hp, dan punya leptop jadi semangat deh, dulu mah boro-boro punya, kalau bukan dari mas Andre kita mana mampu beli" mencolokkan kabel leptop ke saklarnya.
"Apasih, pasti bisa kebeli lah. Ouh! yah kamu bisa formatnya, gini aku ajarin dulu yah"
"Kita sama-sama mulai saja mas, nanti Azril ngikutin" ucap Azril.
"Ouh, gitu yaudah aku buka yah! gini Zril. Eh! kamu langsung bisa loh, wah! kalau gini mah, bisa cepat selesai. Kamu bisa membuat diagram batang dan diagram statistik zril"
"Bisa mas, Azril pernah belajar itu"
"Oke, ini dokumennya. Maaf ya merepotkan mu"
"Iya, ngga apa-apa mas, Azril juga sambil belajar lagi, takut lupa pas sekolah masuk nanti"
"Ouhnya, kapan masuk sekolah lagi?"
"Nanti Senin ini Senin depan mas"
"Ouh masih ada 1 Minggu lagi yah"
"Iya, tapi nggak enak, kayak yah Azril akan pulang sendiri!"
"Kan pulang sama mamah-papah zril, sementara kita tukeran orang tua ya heheheh-"
"Heheh, iya mas"
"Kamu mau lanjut kemana nih setelah lulus SMK?"
"Kerja mas"
"Loh, sayang lah zril. Laki-laki itu harus punya pendidikan juga, biar nanti kamu bisa mendapatkan ilmu lebih baik lagi"
"Tapi mas, azril—"
"Nggak usah khawatir soal biaya zril, mas akan nanggung semuanya, lanjut aja yah? Mau ya, demi masa depan kamu juga. Bukan demi mas atau teteh kamu, tapi demi ibu-ayah"
"Hemm, di pikirkan lagi deh mas"
"Zril kamu ini punya potensi untuk merai cita-cita mu, setinggi-tingginya. Jadi jangan sia-sia kan bakatmu"
"Iya mas makasih, Azril akan minat lanjut deh! Tapi, kalau mas Andre cariin ya"
"Kamu harus punya pendirian sendiri jangan terlalu banyak bergantung pada orang zril, takut ya tidak sesuai dengan keinginan mu, mas kan cuman menyarankan, jangan putus harapan"
"Hmm, gitu ya mas. Emmm Azril mau pengen jadi TJK"
"Apa itu"
"Itu loh mas yang pembuat perangkat lunak jaringan komputer, dan membuat aplikasi-aplikasi baru"
"Bagus itu, biar kamu bisa membuat terobosan baru ya zril, semoga apa yang kamu cita-cita terwujud, aamiinn"
"iya mas, aamiinn"
^^^1 Jam kemudian^^^
Azril yang sudah menyelesaikan tugas-tugasnya, untuk membantu Andre buat rekapan data-data akhirnya kelar dalam 1 jam kalo Andre yang buat bisa seharian.
"Mas Andre! apa ini sudah selesai" tanya Azril meletakkan dokumen terakhir.
"Apanya zril"
"Ini dokumen ini, apakah udah selesai?"
"Iya segitu saja. Emang kamu mau nambah" tanya Andre yang sedikit bercanda.
"Boleh kalau masih ada" tanggapi serius oleh Azriel.
"Hah? emang kamu sudah selesai?"
"Sudah, nih baru kelar"
"Apa? kamu sudah rekap semuanya"
"Iya mas, sudah semua sampai yang ini yang merah ini kan, kok kayak nggak percaya gitu sih"
"Eh koh cepet ya, kalau kamu yang kerjain, aku masih lama nih!"
"Iya Mas kan tinggal, copy-paste saja mas. Kok bisa lama?" Azril malah binggung sama cara kerja mas Andre.
"Iya, makanya aku binggung kok bisa ngetik secepat itu, cara yah gimana?" tanah Andre sangat penasaran.
"Lah mas Andre emang pake cara yang gimana?" tanah Azril yang langsung melihat leptop Andre.
"Eh, ini cara manual yah. Itu kelamaan Mas, kalau salah harus hapus, gini saja nih! Klik ini kalau udah muncul begini, tinggal kita ketik di sini, terus baru deh enter. Akan muncul tampilan gini, terus kita tarik ujung kolam ini sampai data terakhir, treng- jadi kan"
"Ih cepat dan mudah, wah! aku gak tahu soal ini. Kamu hebat deh! ajarin lagi dong! Gimana caranya"
Setelah mengajari Andre main leptop, tugas-tugas Andre yang seharusnya bisa selesai berhari-hari ini cuman butuh waktu 1 jam, berkat bantuan adiknya yang jenius.
"Alhamdulillah, tugas hari ini selesai juga, dengan cepat lagi. Makasih sudah bantuin aku ngerjain tugas hari ini, eh! sampai lupa, ngomong-ngomong kamu datang ke sini pasti ada tujuannya kan, ini mas tanya serius, nggak mungkin kamu datang ke sini cuman bantuin mas kan?"
"Hmm- sebenarnya Azriel mau itu, mas andre- itu mas, kuda" Ucap Azril yang terbata-bata.
"Astaghfirullahaladzim Maafnya, aku lupa aku masih punya janji sama kamu. Yaudah yuk! kita ke penangkaran kuda" ucap Andre yang baru ingat soal janjinya pada Azril, akhirnya Andre pergi bersama adiknya.
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Rabu 27 Januari 2022.