
Andre yang baru selesai ganti baju berjalan menuju sofa sambil sibuk main hp karena harus mencari referensi untuk penginapan bagi karyawan, sedangkan di sana Elisa juga sibuk merapikan ranjang dari hadiah yang di atas kasur, Andre yang mencari kontak yang bisa di hubungi untuk pesan asrama dan gedung pelatihan tapi karena sudah malam jadi semua tidak aktif.
Andre menghela nafas karena tidak tahu harus bagaimana lagi, Elisa melirik ke arah Andre yang sudah frustasi itu.
" Gimana? Sudah dapat asramanya?" Tanya Elisa yang ikutan bingung.
Andre hanya menggeleng kepalanya, dengan wajah frustasi. Elisa berjalan mendekati Andre. " Yaudah istirahat dulu saja, lagian ini juga udah malam. Nanti besok pagi baru dihubungi kembali" Ucap Elisa berjalan ke arah Andre langsung memijat punggung Andre.
" Terus! mereka semuanya tidur dimana dong?, aku ngerasa bersalah banget nih" Ucap Andre.
Elisa menarik nafasnya. " Disana pasti ada hotel atau penginapan lainnya kan yang buat sementara, dokter try dan dokter junlion juga gak akan sebodoh itulah buat tidur di jalan" Ucap Elisa menenangkan Andre.
" Dari mana kamu tahu kalo aku kirim try dan junlion yang berangkat kesana" Ucap Andre yang kaget padahal Andre tidak memberi tahu Elisa soal Jun dan try yang pergi.
" Ya kan biasanya mereka berdua selalu mengekor sama pak andre, terus juga alasan lainnya karena mereka tidak ada saat pernikahan?, lagian mereka juga yang sudah hafal tempatnya, makanya pak Andre kirim mereka ke sana walau pak Andre mau menikah tapi temen deket gak di kasih tahu itukan alasannya" Ucap Elisa.
" Iya juga sih!" Ucap menyerah.
" Apa lagi mereka pernah tinggal disana pasti udah akrablah sama tempat - tempatnya, gak mungkin di kota apa lagi negara besar kaya luar negeri gak ada tempat seperti hotel buat nginap semetara" Ujar Elisa.
" Kamu Baner juga, kok aku gak kepikiran sampai situ yah" Kata Andre yang polos.
" Itu karena otak dan pikiran pak Andre udah sangat lelah. Makanya istirahat dulu, untuk menyegarkan pikiran merelaksasi otot yang sudah sangat lelah. Karena tenaga juga butuh istirahat, apalagi energi pak Andre udah kekuras habis hari ini, jadi berakibat otak gagal mikir dan loading lama" Ujar elisa tapi Andre hanya tertawa kecil.
" Hehehe iya-iya"
" Kok ketawa sih, ada yang lucu yah?"
" Emang ada yang lucu kok"
" Apa? perasaan Elisa gak ketawa tuh karena lucu"
" Yah karena kamu yang lucu. Iya deh aku ngikutin saran dari kamu, istriku yang bijak."
Akhirnya Andre bangkit dari sofa berjalan menuju ranjang, mereka tidur beriringan. Andre yang baru sebentar memejamkan mata tiba-tiba nggak bisa tidur dengan nyenyak langsung kebangun lagi, tapi melihat Elisa yang seperti sudah tidur membuat Andre terdiam sambil menatap wajahnya saja.
Elisa yang membalikan badan memunggungi Andre, membuat Andre jadi hanya bisa menatap punggung Elisa yang kecil itu.
Menyender ke dinding ranjang seraya tatapan kosong, kepikiran suatu hal yang buat Andre susah buat tidur. " Aku kok gak bisa tidur, padahal badan semuanya udah capek banget, tapi matanya susah buat merem, lagian juga kepikiran gimana besok mamah bisa ngijin aku pergi" Dumal Andre pelan.
Karena mendengar Dumalan kecil itu seperti bisikan Elisa jadi melirik ke belakang melihat Andre yang terduduk sambil nyender itu membuat Elisa balik badan. " Kok belom tidur?" Tanya Elisa setengah sadar.
" Hem- kamu juga belum tidur?" Ucap Andre.
" Ah--- maaf yah Elisa. Aku membangunkanmu"
" Ada apa lagi sih, kenapa belum bisa tidur masih mikirin apa?" Tanya Elisa penasaran.
" Gimana bisa tidur pikiran ku gak bisa diem berkeliaran kemana-mana" Ujar Andre.
" Kepikiran apa lagi, penginapan?" Tebak Elisa.
" Bukan tapi mamah!"
" Mamah?, kan mamah pak Andre ada di sini ngapain coba di pikirin!"
" Justru itu Elisa, mamah adalah orang yang bisa menghambat perjalanan ku besok"
" Coba katakan dengan jelas, apa alasan menargetkan mamah sebagai penghambat perjalanan, mengapa pak Andre bisa ngomong kaya gitu"
" Mamah bisa izinin aku pergi gak yah"
" Loh emang yah kenapa gak bisa izinin, kan ini urusan kerjaan"
" Kan kita pasangan baru, mamah pasti...!!"
" Nanti Elisa yang akan jelaskan dan kasih mamah pengertian"
" Kamu gak tahu mamah aku itu gimana orangnya"
" 10 hari itu cukup bagi Elisa mengenal mamah, jadi pak Andre nggak usah khawatir"
" Elisa- mamah..." Ucapan Andre terhenti karena Elisa sudah menempat telunjuk di bibir Andre.
" Ssstttt---, udah tidur. Besok kita pikirkan lagi yah, kita bangun yah pagi-pagi, biar bisa berfikir bersama, okey" Ucap Elisa menenangkan Andre yang selalu gelisah.
Elisa menarik Andre untuk tidur, mendekapkan tubuh Andre yang ukurannya 3x lebih besar dari tubuhnya itu dan langsung menegelamkan wajah Andre dalam pelukannya sambil tidur, Andre yang merasa dirinya sangat nyaman dalam pelukan kehangatan dari Elisa juga perlahan mulai memejamkan mata, Elisa juga merasa jika Andre sudah mulai tertidur akhirnya ia juga ikut memejamkan mata untuk tidur dengan nyenyak bersama.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Jumat 10 September 2021.