
Elisa menaikan koper ke ranjang dan memperlihatkan pakaian yang di dalam koper yang Elisa bawa saat ini, langsung menunjukkannya pada Andre.
" Lihat ini mas, pakaian yang di siap kan oleh mamamu untuk aku bawa dan menunjukkannya padamu" Ucap Elisa yang saat ini merentangkan pakaian bikini malam itu di depan wajah Andre, sontak Andre meraih pakaian itu dan membuangnya ke tong sampah.
" Eh! kok langsung di lemparkan begitu saja ke dalam sana" Kaget dengan reaksi Andre.
" Baju macam apa yang kamu bawa itu Elisa" Sewot Andre dengan nada lembut.
Elisa tersenyum lebar dengan ekspresi lucu wajah Andre yang amarah tapi malu. " Kalo Elisa pake itu gimana mas" Ucap Elisa yang gantian menggoda Andre.
" Gak gimana-gimana tuh!" Ucap Andre yang saat ini reaksi biasa tapi menahan diri.
" Yakin gak gimana-gimana, masa sih Elisa gak percaya tuuuh" Ucap Elisa mendekati andre selangkah.
" Apa yang ingin kamu lakukan Elisa" Tanya Andre yang udah mulai gelagapan.
" Nggak mau ngapain-ngapain kok, hanya penasaran saja sama mas andre" Ucap Elisa.
" Hentikan jangan terus maju begitu" Ucap Andre yang sekarang mulai gelisah.
" Mas Andre kenapa sih tadi berinisiatif sekarang malah menolak, tadi saat Elisa belom mandi aja mas mau nyosor terus, apa lagi kalo Elisa sudah pake baju begituan" Tanya Elisa yang terus maju hingga Andre tersudut ke lemari.
Andre malah menatap Elisa dengan tatapan tajam. " Aku malah lebih suka kalo kamu gak pake baju" Ujar Andre menyamai kedudukan.
" Hah! mas Andre kamu~ Okey kalo itu mau yah mas Andre sekalian saja kah... Kita...." Ujar Elisa yang sudah menarik tali piayama.
Andre semakin gelisah, menahan tangan Elisa agar tidak melanjutkan melepaskan tali tersebut.
" Ide bagus kalo kamu bersedia, biar sekalian aku bedah dan aku ambil semuanya yang ada di dalam tubuh kamu" Ujar Andre yang mencari cara agar Elisa tak melanjutkan aksinya itu.
" Ih serem banget sih mas Andre apakah kamu serius ingin memutilasi istrimu yang baru kau nikahi seminggu ini" Tanya elisa yang menutupi seluruh tubuhnya dengan tangan yah.
" Kamu pikir akau nggak serius nih! cepat buka ayo" Ujar Andre yang terus maju dan Elisa yang sekarang malah mundur.
Andre yang terus maju hingga elisa tersudut dan jatuh di atas ranjang. " Aaahhh~ mas Andre ampun mas, Elisa minta maaf. Ampunilah istri mu ini mas Andre, jangan bunuh Elisa" Ujar Elisa memohon sambil menahan geli karena gelitikan tangan Andre.
Andre tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Elisa itu.
" Hahahahahahahahhaha...." Tawa Andre yang puas, di sambung tawa Elisa.
" Heheheheheh..."
Setelah merilekskan diri dengan tertawa bersama itu meringankan masalah yang tadi membuat canggung keduanya.
Keduanya merebahkan diri di atas ranjang beriringan.
" Sekarang apakah sudah agak lega mas" Ucap Elisa bertanya pada Andre dengan perasaannya saat ini.
" Iya lumayan" Ucap Andre dengan senyuman khas yang menawan, itu membuat terpesona.
" Syukurlah kalo begitu. Iyalah kan elisa bisa buat Andre Azzam Arafif marah bisa juga buat dia tersenyum dan tertawa" Bangga pada diri sendiri.
" Iyalah- iyalah kamu memang hebat Elisa Nurhaliza bisa menumbangkan balok es ini" Ujar Andre yang menyadari diri sendiri adalah gunung es.
Elisa terkurab memandang wajah Andre yang masih merebahkan diri di samping yah itu. " Lalu sekarang apa yang ingin mas lakukan, harus berikan aku hadiah dong sebagai tanda terima kasih dan password yah. Nggak secara gratis aku memberi hal seperti itu padamu" Ucap Elisa yang saat ini Andre bangkit terduduk.
" Lalu apa yang kamu inginkan dariku" Ucap Andre yang langsung bangkit dari ranjang langsung membalik tubuhnya kembali pada Elisa, karena tubuhnya yang pendek dari Andre Elisa menarik kursi agar ia tinggi sejajar dengan Andre.
" Elisa mau hadiah yang sangat istimewa dari kamu mas" Ucap Elisa yang sekarang malah berdiri diatas kursi di depan Andre.
" Baiklah, apa yang kamu minta dariku itu!" ujar Andre yang saat ini hanya bisa menatap Elisa yang sekarang tingginya sama.
" Mas matanya merem dong karena ini sangat spesial banget yang Elisa minta" Ujar elisa.
" Okey! gak sekalian di tutup pake kain atau lainnya gitu" Tawar Andre.
" Nggak usah! merem aja masnya" Ucap Elisa.
" Baiklah" Andre yang nurut dengan permintaan Elisa itu.
Tak lama Elisa mengambil ancang-ancang caranya bagaimana yang di lakukan di drama romantis, setelah menemukan cela akhirnya bibir Elisa mendaratkan ke bibir Andre itu membuat kaget Andre, hingga langsung membuka mata melongo kaget dengan sikap agresif Elisa seperti ini.
" Emmmmuuuuaaaaah😚😘" suara Elisa saat mencium Andre.
Setelah beberapa detik kemudian..." He-he-he itu password yang sebelumnya mas minta kan. Sekarang jangan ngambek lagi yah, dan maafkan Elisa karena yang tadi beneran elisa gak bisa lakukan karena Elisa merasa bau. Mau maafkan Elisa nggak, kita baikan yah" Ucap Elisa yang manja khas anak kecil minta maaf ke temennya.
" Khemm! Hah- baiklah." Ucap Andre yang saat ini salting jadinya.
" Beneran sudah maafkan Elisa"
(" Dia imut dan manis banget sih saat lagi salting begini") Dumal Elisa dengan senyum geli yah karena melihat ekspresi wajah lucu Andre.
(" Denyut nadi dan jantung tidak normal, semuanya ini karena terlalu mengejutkanku, Elisa kamu memang paling bisa buat aku sport jantung") Ucap Andre dalam benaknya yang deg-degan.
" Sekarang apa yang ingin mas Andre lakukan" Tanya Elisa.
" Mau ganti pakaian aku akan keluar, untuk cari gedung pelatihan yang baru" Ujar Andre bersamaan dengan membuka bajunya, sontrak itu membuat Elisa melotot kaget dan langsung membalikkan badan dengan reflek.
Setelah Andre memakai pakaiannya Andre menutup kembali lemari dan membalikan badan melihat Elisa sedang memunggunginya, Andre tersenyum tipis karena di dalam hati Andre sangat sakit karena belum bisa di terima sepenuhnya oleh Elisa.
(" Okey nggak masalah jika Elisa masih belum bisa melihatnya, pelan-pelan saja Andre, tadi satu langkah sudah ada kemajuan") Ujar Andre dalam hatinya.
" Elisa~" Panggilan Andre yang lembut.
" Hemm--" jawab Elisa tanpa membalikan badannya.
" Aku sudah selesai" ujar Andre yang saat ini menatap punggung Elisa.
" Ouh! baiklah" Ucap Elisa yang pelan-pelan membalikkan badannya.
" Aku akan pergi sekarang, tapi apakah ada yang kamu inginkan sebelum aku pergi" Ujar Andre yang masih mau bertanya keinginan Elisa.
" Ah~ Aku... Ah~ anu mas Andre aku... Tidak ada yang ingin aku minta" Ucap Elisa yang gelagapan.
" Ada apa dengan suaramu, aku tidak akan memarahimu atau Menyeret kamu keluar" Ucap Andre dengan tatapan khawatir.
" Pergilah, hati-hati di jalan" Ujar Elisa yang tidak sempat memikirkan soal pembicaraan lainnya.
" Hah! Cepat ganti baju mu jangan terlalu lama pakai piayama kamu bisa masuk angin dan kena flu" Ujar Andre yang khawatir.
" Iya mas" Jawab Elisa.
Setelah Andre pergi meninggalkan apartemen, Elisa langsung mengambil kaos lengan panjang dan pakaian dalam milik Andre.
7 Jam kemudian Elisa yang di tinggal Andre sendiri di dalam apartemen sudah merasa bosan membaca buku-buku di ruangan kerja Andre, bahkan perut sudah keroncong dari tadi siang.
" Aduh- aku sakit perut! lapar sekali, tidak ada makan di sini bahkan sarapan tadi pagi sudah aku makan semuanya" Dumal Elisa.
" Kapan mas Andre pulang, aku lapar sekali~aku ingin keluar tapi keadaanku seperti ini pakai baju mas Andre" Ucap Elisa duduk di sofa menunggu Andre pulang sambil selalu memperhatikan pintu.
" Lewat jam makan malam lagi, apakah dia sengaja yah membuat aku kelaparan di apartemen sendiri, cih~ tega banget, mamahnya tega sekarang anaknya" Dumal Elisa membanting tubuh ke sofa.
" Hemm-- lalala gak pa-pa deh makan-makanan sisa yang penting bisa makan" ujar Elisa mengecek lemari kulkas tapi hanya ada air dingin.
" Nggak ada apa-apa disini selain air putih, nasib-nasib. Mas Andre cepat pulang dong kalo tidak istri mu ini mati kelaparan" Ucap elisa.
Lemas tubuh elisa akhirnya hanya bisa terbaring lemah di sofa sambil menatap jam di tembok. " Mas Andre kok lama banget sih pulang yah kapan dia akan kembali" Dumalan elisa.
Pin pintu berbunyi Elisa dengan sigap langsung nongolkan kepala dengan semangat dari balik sofa. " Mas Andre kamu sudah pulang" Ucap elisa langsung lari menghampiri suaminya yang merepotkan membawa banyak kantong Tas plastik.
Karena terlihat Andre sangat kerepotan membawa barang di kedua tangannya, Elisa langsung bangkit dan mengambil sebagian barang-barang di tangan andre.
" Sini biar elisa bantu bawain" Ujar elisa dengan semangat 45.
" Sayang itu yang warna merah kamu bawa letakkan di dapur dan yang kantong warna hitam itu isinya makan ringan buat kamu nyemil saat dirumah" ujar Andre.
" Eh- Apa sih mas, kok kamu baik banget kupikir kamu lupa sama aku di sini, hingga ngga bawain aku makanan" ujar Elisa yang saat ini membongkar isi kantong yang didalam ada cemilan seperti keripik dan kue-kue ringan.
" Maafin aku yah sayang, aku repot banget tadi. Tapi kamu sudah makan siang kan" Ujar Andre yang khawatir.
" Udah kok mas tadi sarapan yang kamu beli nggak basi jadi aku makan lagi, tapi sekarang udah lapar lagi" Jawab jujur elisa.
" Yaudah malam ini aku masak buat kamu, mas tadi baru beli pelengkap masak sama nih baru dari mini market terdekat, tunggu yah" Ujar Andre rakit kompor dan mencuri wajannya.
1 Jam kemudian makan malam seadaannya ala chef Andre matang.
" Woow~ aku gak tahu kalo mas Andre bisa masak juga" Ucap Elisa takjub dan bangganya.
" Pelan-pelan ini masih baru matang, sini piring mu" Ucap Andre.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Rabu 29 September 2021