
Monika sibuk dengan Inem dan Mira asisten rumah tangga untuk membantu dirinya menyiapkan koper milik Elisa, sedang arafif yang sibuk menelfon anak buahnya yang ada di New York untuk mencari cara agar Elisa bisa masuk ke apartemen elit milik Andre itu.
" Nem, kok saya ngerasa nyonya sama tuan itu memaksakan sekali sih." Ucap Mira.
" Maksudnya?" Kebingungan inem yang saat ini merapikan lemari Elisa.
" Pokoknya ribet banget keluarga ini mau kirim menantu ke anak mereka saja harus ada persiapan begini" ujar Mira.
" Hahaha namanya juga anak semata wayang wajar kalo tuan dan nyonya bersikap begini" Sudah kebal sama sikap majikannya.
" Tapi kasihan nona elisa yang anggota baru di sini" Ujar mira.
" Hahah saya juga berfikir begitu tapi mau bagaimana lagi orang nona Elisa baik-baik saja"
" Iya nih!"
Tiba-tiba percakapan mereka tak sengaja di dengar oleh monika langsung menegur mereka dengan tatapan tajam.
" Kalian lagi ngomongin apa?" tanya jutek.
" Eh! anu kami lagi..." gelagapan lah mereka.
" Nyonya kami hanya lagi..." sangat panik dan kewalahan inem.
" Anu nyonya kami lagi ngomongin ini baju yang mana aja yang harus di bawa" Alesan Mira.
" Jangan bawa banyak, secukupnya aja seperti baju tidur di kotak itu yang dibawa" Ucap Monika.
" Lah nyonya emang nona Elisa gak pake baju nantinya" Tanya kebingungan Mira.
" Biar putraku yang akan memikirkan itu bagaimana cara istrinya bisa ganti pakaiannya, nanti juga si Andre pasti akan membelikan baju yang baru untuk Elisa, dia bukan anak yang pelit, apalagi membeli pakaian untuk istri sendiri. Sekarang andre sudah menjadi orang kaya raya, bahkan kekayaan papahnya saja kalah dengan andre, sudah bawa aja koper kecil itu, isi di dalam hanya Handuk dan alat mandi lainya saja, pakaian cuman baju tidur yang baru saya beli itu, cepat kalian bawa koper itu turun." Ujar Monika.
" Baik nyonya" Ujar Mira dan inem bicara sangat kompak.
Ija mendatangi kamar elisa untuk memberi tahu. " Nyonya, neng Elisa udah sudah pulang" Ucapnya.
Bergegas Monika langsung turun kebawa ija sudah siapkan susu hangat.
" Assalamualaikum Mah, ada apa sih kok tiba-tiba nyuru Elisa pulang?" Ujar Elisa sambil mencium tangan mamah.
" Walaikumsalam Sayang, coba kamu minum susu ini yah" Ucap Monika memberi segelas susu khusus sebelum hamil.
" Eh? mah Elisa gak suka minum susu!" Ucap elisa.
" Pokoknya kamu harus minum, antara suka atau tidak suka harus dipaksa buat minum karena ini bagus buat kesuburan kamu elisa" Ujar Monika.
Pikirkan Elisa kesuburan pada tubuh atau fisiknya. " Tapi mah Elisa udah subur nih, semuanya udah lebar" Ujar Elisa yang menujuk adalah tubuhnya.
" Aduh sayang bukan badan kamu yang mamah maksudkan tapi rahim kamu, biar kamu cepat ngasih mamah cucu" Ucap memaksa Elisa buat minum susu.
" Eh! Mah mas Andre aja gak ada? gimana Elisa cepet ngasih mamah cucu " Ucap Elisa ngeles.
" Udah kamu minum ini dulu, nanti nggak usah mamah ingatkan kamu harus membiasakan untuk minum susu setiap hari, setidaknya habiskan 1 kotak susu itu saja" Ucap Monika menuju kotak ukuran jumbo susu.
Elisa hanya menelen ludah bulat-bulat. " Eeeh~ harus habis sekarang mah?" Syok Elisa.
" Nggak harus sayang, kamu duduk dulu sini." Menarik Elisa ke sofa.
" Jadi begini sayang, nanti kamu akan minum 1 gelas dalam sehari, 1 kotak ini kamu harus habisakan, ingetnya nggak langsung diminum di hari yang sama sekaligus tapi cukup minum 1 gelas 1 hari" Ujar Monika kembali seraya menjelaskan.
" Heh? Tapi mah-" Elisa ingin protes tapi di bantah oleh monika.
" Nggak ada tapi-tapian, kamu harus nurut sama mamah karena keputusan mamah sudah bulat" Ujar Monika.
" Mah yang benar aja sih"
" Bener sayang nih diminum, terus yang ini madu kesuburan pria dan wanita, ini yang madunya agak item buat Andre. Terus yang warnah kuning emas ini buat kamu, cara minumnya kamu bisa tuang sama air hangat atau sama makanan lainnya seperti roti- sereal" Ucap Monika menjelaskan.
" Loh katanya harus minum susu mah kalo pagi terus sekarang malah di suruh minum madu jadi yang mana dulu nih mah!" Elisa yang kebingungan.
" Banyak banget mah" Ucap Elisa kebingungan.
" Harus dong, ini semua mamah siapkan buat kamu dan Andre" Ujar Monika dengan semangat.
" Mah Elisa gak suka minum susu, apa lagi madu dan vitamin Elisa nggak bisa nelen obat" Ujar Elisa yang mencari Alesan.
" Suruh Andre yang haluskan, udah ini diminum dulu keburu dingin" Ucap Monika memaksa Elisa minum susu.
" Iya-iya" dengan sangat terpaksa ia meminum susu.
Setelah selesai minum susu sampai habis dalam satu tegukan. " Alhamdulillah habis" Ucap monika, Elisa meletakkan gelas di meja tapi setelah minum merasa mual-mual gitu saat ini.
Melihat jika menantunya akan memuntahkan. " Eh! jangan di muntahin" Ucap Monika mencegah.
" Mah nggak enak!" Ucap Elisa.
" Harus di biasakan mulai sekarang" Ucap Monika.
" Masa semuanya harus Elisa sih mah dari minum susu-vitamin- madu, tapi mas Andre cuma minum jamu dan madu doang" Ucap Elisa protes.
" Karena Andre itu nantinya yang akan lebih banyak kerjanya" Ujar Monika bicara 17+.
" Lagian juga kaya mas Andre akan pulang aja mah" Ucap Elisa dengan khas bibir dimanyunkan.
" Emang gak pulang tapi kamu yang akan kesana" Ujar Monika.
Mendengar hal itu Elisa langsung bangkit dari sofa untuk protes.
" Mah kan udah Elisa bilang kalo mas Andre disana kerja kenapa mamah gak mau ngertiin sih, mah nanti mas... Eh! kok tiba-tiba kepala Elisa pusing yah mah" Ucap Elisa yang memegangi kepalanya.
" Efeknya udah bekerja yah, selamat istirahat sayang" Ujar Monika karena Elisa sudah tidak sadarkan diri.
...🛫 NEW YORK 🛬...
Andre yang baru pulang dari rutinitas sehari-hari disini yang begitu sangat padat, saat masuk ke dalam apartemen Andre langsung menyalakan lampu dan masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Setelah selesai, Andre masuk kamar tidur tak ada yang mencurigakan, nyalakan lampu dan ganti pakaiannya bersiap akan menumbangkan tubuh ke ranjang tiba-tiba Andre merasa ada yang aneh dengan selimut yang menggelembung itu, saat dia pergi Andre ingat sangat jika dirinya sudah merapikan kamar dan membereskan ranjangnya.
Ditariklah selimut itu dengan perlahan-lahan terlihat rambut panjang berwarna hitam dan melihat jari yang tidak asing, sekarang Andre tersenyum lebar karena sudah bisa di tebak dan sudah tau siapa yang ada di balik selimut itu, langsung merebahkan tubuhnya di samping menciumi punggung Elisa dari belakang.
Merasa ada sesuatu yang menempel di punggung. " Ah! geli mas~" Tau jika itu Andre tapi mata elisa masih terpejam.
" Kapan kamu datang sayang" Tanya andre sambil mencium kening Elisa dari samping.
" Nggak tahu, Elisa gak liat jam" Jawab Elisa.
" Tapi kamu kok bisa tahu aku disini, dari mana? seingatku nggak pernah katakan" ucap Andre.
" Nanti besok aja ceritanya, jangan ganggu Elisa saat ini. Capek nih" Ujar Elisa lirih.
" Oke! Tapi sayang" Ucap Andre yang ingin sekali memeluk Elisa.
" Apa lagi sih!" jawab jutek tapi lirih.
" Bentar cuman mau bilang angkat kepala kamu dulu"
" Buat apa?" Ucap Elisa yang tidak membuka mata sama sekali masih dalam posisi miring memunggungi Andre.
" Udah nurut aja, angkat kepala kamu" Ucap andre, elisa mengakat kepala. Andre menyelipkan tangannya ke bawah.
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda kecerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Jumat 24 September 2021