
Tidak terasah mereka main di rumah Medina menghabiskan banyak waktu di sana, untuk meninggalkan rasa sesak Andre. Elisa cukup lega, karena Andre saat ini sejenak bisa melupakan masa sulitnya.
"Assalamualaikum," suara Elisa yang memasuki rumah, dan terlihat ada ibu dan ayahnya duduk dengan tenang di ruang tamu sama mertuanya.
"Walaikumsalam, sayang kamu baru pulang. Kok sendirian mana Andre?" tanya Monika yang tidak melihat putranya.
"Ada di depan mah, lagi ngobrol sama pak Sule. Ibu dan Ayah juga di sini, kapan datang bu-yah." tanya Elisa seraya mencium punggung tangan kedua orang tuannya, setelah itu bersambung mencium kedua tangan mertuanya.
"Baru saja nak, kamu pasti capek ya habis pulang dari luar negeri. Itu ibu udah bikinin teteh kue putri mandi, ada di kulkas." ucap Bu Siti yang mengingat jika putrinya suka puding yang berisi roti manis di dalam yah.
"Asik, tahu aja nih ibu. Tapi, Elisa udah bau nih! Elisa ke kamar dulu ya, mau mandi." ucap Elisa yang ingin naik tangga.
"Iya, sana kamu mandi dulu" ucap siti yang menyuruh anaknya untuk naik ke kamar buat bersihkan diri.
Selesai mandi, Elisa keluar sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Andre malah sudah santai duduk di sofa, sambil main hp miliknya.
"Mas, kamu sudah duduk aja di situ. Lagi ngapain?" tanya Elisa yang mendekati suaminya.
"Tadi aku menelfon Zacky dan Kevin. Saat kita datang tadi kan, gak lihat mereka berdua. Mas nanya kemana sama mamah dan papah, katanya dia pamit pulang. Kok gak ngomong apa-apa sama mas kan, bikin kesel" ucap Andre yang merasa kehilangan.
"Lah, kok mereka gak pamit sama kita yah! Kan niatnya nanti, kalau mereka pulang ke sana, Elisa bikinin kue. Kevin suka banget kue bikina. Elisa yang bentuknya kelopak bunga itu loh mas, niatnya buat di kasih ke mamahnya juga" ucap Elisa yang duduk di sebelah Andre.
"Iya makanya, aku nanya kenapa mereka buru-buru pulang tanpa pamit sama kita. Ternyata emang sudah waktunya mereka pulang, gak terasa mereka sudah sebulan di sini ya say!" ucap Andre yang bangkit dari kursi.
"Iya yah mas, kamu mau kemana?" tanya Elisa yang melihat suaminya yang sedang kebinggungan.
"Charger, kok gak bisa masuk ya say?" ucap Andre yang sedang sibuk ingin mencharger hp ya, tapi lubangnya tidak pas di hp miliknya.
"Ya ialah gak akan bisa masuk, itu kan charger punya aku mas, itu charger punyamu ada di atas laci meja" ucap Elisa yang menujuk kabel charger milik Andre.
"Ouh! iya lupa, kamu sih gak ngomong dari tadi." ucap Andre yang ngomong sama kabel charger.
"Mana bisa ngomong mas, kan benda mati. Kamu yang pelupa mulu, makanya harus di inget-inget dong!" ucap Elisa.
"Iya-iya. Say, ambilin handuk dong!" ucap Andre yang menyuruh Elisa mengambil handuk.
"Bantar, Elisa ambilkan. Tadi kamu nelfon kak Zacky sama Kevin? nyampe mana mereka?" tanya Elisa.
"New York, katanya mereka baru sampai rumah." ucap Andre yang meletakan handuk kecil itu di kepala yah.
"Ouh! syukurlah kalau mereka pulang dengan selamat, aku jadi lega" ucap Elisa yang sangat senang.
"Iya. Aduh! Mau keramas, tapi kok males banget yah." ucap Andre yang asal.
"Dih jorok kamu mas, sudah sana keramas. Mau Elisa mandiin sini, nanti sekalian Elisa keramasin juga, mau gak?" ucap Elisa yang semangat.
"Eh, nggak usah deh! Terimakasih. Iya, iya. Aku mandi nih mau mandi dan keramas sendiri Say!" ucap Andre yang jalan ke kamar mandi.
Tapi, Andre berhenti di jalan. Lalu menoleh kearah Elisa kembali yang sudah memunggunginya, sedang jalan lagi ke arah sofa sambil tangannya sibuk merapikan rambutnya yang basah.
GLUK!
Andre menelan salivanya. Walau bagaimana pun Andre pria normal, hingga membuat Mr. P ya agak tegak, melihat istrinya yang begitu sangat seksi sekali. Elisa yang baru selesai mandi, dia hanya menggunakan handuk untuk membalut tubuhnya dari dadah hingga lutut, Elisa masih tak sadar di tatap oleh Andre.
"Say! Sayang!" Ucap Andre yang jalan mendekati Elisa.
Elisa menoleh ke belakang, saat itulah Andre langsung menyergap Elisa yang lengah tanpa pertahanan. "Apa lagi sih, kamu pang- Hmmm?" Yah sasaran empuk bibir Elisa dilahap habis oleh Andre hingga membuat Elisa kaget.
Tangan Andre sudah mengarah ke lekuk leher Elisa, tangan yang satu sudah di pinggang Elisa. Setelah selesai dan merasa puas dengan ciumannya itu Andre terdiam sebentar, menatap Elisa dengan dekat. Mengecup bibirnya kembali, dan langsung tersenyum tipis.
"Bayaran, biar aku mau keramas!" ucap Andre yang langsung ngibrit ke kamar mandi.
"Hah? keramas aja harus ada bayaran ya! Woy, tanggung jawab nih. Elisa udah mau loh, mas! Bayaran lainnya juga boleh, tapi nanti kalau Elisa sudah selesai dari mens" ucap Elisa yang teriak manggil suaminya yang sudah berada di kamar mandi.
"Hehehe, jangan teriak-teriak say! Inget di bawah ada orang tuamu dan orang tuaku, nanti dikira kita ngapain loh, lagian cuman minta kiss doang darimu say! Aku dah lama gak di kiss kamu. Sampai terasa kering nih bibirku, heheheh" ucap Andre yang ada di dalam kamar mandi.
"Cih, dasar! Coba sini ngomong di depan orangnya, jangan beraninya di balik pintu kamar mandi" ucap Elisa yang kesel sama tingkat Andre tersebut.
"Nggak mau, takut sama kamu. Takut di apa-apain, nanti aku gak perawan lagi. Makanya, aku berani ngomong di sini biar kamu nggak membalasnya." ucap Andre yang sudah menyalakan shower.
"Hah? apa gak kebalik. Mas, kamu masih sehat kan?" ucap Elisa yang tidak di dengar oleh Andre yang sedang mandi.
Pukul 7 malam, keluarga besar itu mengadakan makan malam bersama di halaman. Sekalian, merayakan keselamatan dan penolak bala musibah. Atau pengusiran terhadap malapetaka yang bertubi-tubi menghantam Andre dan Elisa, apa lagi Andre juga tampak kepikiran dengan banyaknya kejadian tersebut.
"Wih, ada apa ini. Rame banget, eh! dokter Try juga datang, siapa ini?" tanya Elisa yang baru turun.
"Loh sayang kok kamu sendirian mana Andre?" ucap Monika.
"Lagi sholat mah, Elisa lagi gak sholat. Jadi langsung turun ke sini, mamah lagi merayakan pesta apa nih?" ucap Elisa yang duduk di sebelah ayahnya.
"Iya, mamah udah lama gak makan bersama begini iya kan Pah, cucu-cucu mamah juga datang hari ini" ucap Elisa yang baru tahu soal anak-anak dokter Try.
"Ouh! ini pasti Fero dan ini Regina iyakan, hmph! Lucunya" ucap Elisa yang langsung mengenali wajah kedua anak Try itu, sambil memeluk kedua anak tersebut, mereka hanya diam sambil menatap kebinggungan.
"Bikin satu sa, buat mamah" ucap Monika membuat Elisa diam, tak berkomentar.
"Hehehe langsung kode keras tuh, Liza. Jadi, apakah kalian mau menundanya?" sambung Try, yang duduk di sebelah istrinya.
"Tahu tuh, tanya sama mas Andre. Anak mamah, yang paling ganteng! kesayangan semua orang, dia mau ya gimana?" ucap Elisa yang menujuk orang yang baru datang.
"Hum? apa? Kok bawa-bawa namaku. Baru nyampe loh ini. Ada apa sih?" ucap Andre yang kebinggungan.
"Itu, mamahmu bilang minta di bikinin!" ucap try yang menjelaskan.
"Dibikinin apa?" tanya kebinggungan Andre yang tak faham.
"Kayak Fero dan Regina, mamah katanya mau" ucap Try yang membuat Andre tambah kebinggungan.
"Hah? gak bisa lah. Kan mereka manusia, lagian mereka anakmu. Tapi, maksudnya gimana sih?" ucap Andre yang gagal faham dengan kode tersebut.
"Hmm- masih aja pura-pura deh!" ucap try yang tahu jika kakaknya itu suka pura-pura.
"Andre, kamu lagi ikut program?" sambung Monika, saat Andre duduk di samping papah.
"Program? program apa mah?" tanya kebinggungan Andre.
"Momongan, kamu dan elisa lagi ikut program?" tanya penasaran.
"Ouh, gak! kenapa?"
"Gak apa-apa, mamah hanya nanya aja" ucap Monika langsung diam saat Arafif menghentikan ucapan Monika.
"Ini ada acara apa sih mah-pah. Kok kita makan malam di luar gini?" ucap Andre yang masih tak faham.
"Hmph! mamah kan udah lama gak makan sama-sama kayak gini sama try dan sekalian ini makan bersama dengan keluarga pak Yusman yang ke 4 ya bu Siti, udahlah Beby kita nikmati saja makan malam keluarga ini, yuk kita santap aja hidangannya sekarang. Kita makan."
Setelah selesai dengan pesta kecil-kecilan keluarga besar Andre itu, karena larut malam semua keluarga menginap di rumah Arafif. Hanya Azril yang tidak ikut, karena dia masih sibuk sekolah dan tak bisa ikutan. Jadi, dia di tinggal di rumah sendiri.
"Hari ini pada aneh kenapa ya say?" ucap Andre yang kebingungan, bersandar di dinding ranjang. Sambil membaca buku, setelah tubuhnya sudah di dalam selimut.
"Mana ku tahu, kamu merasa kenapa?" Elisa baru keluar dari kamar mandi, setelah ganti baju dan ganti pembalutnya.
"Astaghfirullah!" Andre kaget saat melihat Elisa yang begitu sangat seksi dengan baju tidur yang seksi.
"Kenapa sih mas, kamu kok sampai kaget gitu. Kayak lihat hantu aja, bikin aku kaget!" ucap Elisa yang ikut kaget.
"Hmph? sayang! kok kamu pakai baju itu sih," ucap Andre yang syok saat melihat Elisa pakai baju lingerie seksi, Andre sampe melongo.
"Kenapa emangnya?" Tanya Elisa, melihat ujung kaki hingga ujung kepala yah.
"Ya kenapa kamu pakai baju begitu sih?" ucap Andre yang menunjukkan rasa ke khawatirannya, jika ada yang akan bangkit. Karena dari tadi sudah aktif, tapi Andre tetap bisa mengendalikan yah.
"Kenapa sih mas, ada yang salah sama pakaian Elisa?" ucap Elisa sambil jalan mendekati ranjang.
"Ganti deh say! jangan itu. Pakaian tidur kamu kan banyak, kenapa harus pakai yang itu sih? Kamu sengaja yah?" ucap Andre yang langsung menatap tajam ke seluruh tubuh Elisa.
"Iya kenapa mas, ada masalah? sengaja gimana maksudnya," ucap Elisa yang pura-pura nggak faham.
"Pasti ada maksudnya kan kamu pakaian baju itu, ganti deh! say. Cepatlah, ganti!" Rengekan Andre yang langsung menutupi dengan bantal, karena sudah ada yang bangun.
Gawat, sudah tidak aman. Ada di zona kuning, kalau sudah merah bagaimana?. Gerutu Andre yang meremas buku di tangannya, dan satu tangannya menutup sesuatu.
Hihihi, ternyata dia mulai gelisah yah! Katanya tidak akan terangsanggg, ini apa? sudah gelisah gitu mas. Masih kuat, kita lihat sampai mana kamu bisa tahan. Dumal dalam hati Elisa yang senang penuh kemenangan.
"Dimananya yang salah, mas" Elisa sampai muterkan tubuhnya.
"Yang kamu pakai itu, baju yang melakat. Apakah kamu akan tidur, dengan pakaian itu. Sayang, itu terlalu terbuka, ganti deh!" ucap Andre yang hampir kehilangan kendali.
"Ya lagian ini di kamar kan mas, kenapa sih kamu rempong banget. Gerah tahu kalau harus pakai baju panjang dan tebal, udah jangan bawel. Mau tidur aja ribut dulu, harus ya debat saat mau tidur" ucap Elisa yang gak peduli ia langsung berbaring di samping Andre.
"Iya, ini di kamar. Tapi apakah kamu gak kedinginan nantinya kalau pakai baju tipis begitu, dan tanpa lengan gitu" ucap Andre yang mencari akal agar Elisa mau ganti baju.
"Gak, kan pakai selimut" ucap Elisa yang memalingkan tubuhnya ke samping memunggungi Andre.
"Walau pakai selimut tetap saja say!"
"Sudah tidur mas. Udah malam, Elisa capek nih. Jangan berisik"
^^^🌹Elisa pakai baju tidur tanpa lengan tapi pakai celana pendek, di bawah sebagai contoh.^^^
Andre langsung menatap Elisa yang memakai pakaian itu, Elisa yang tidur memunggungi Andre tersebut membuat saliva Andre tak pernah surut.
GLUK !
GLUK !
GLUK !
Hihihi, Elisa kamu berhasil. Ayo, dikit lagi Elisa kamu pasti bisa, buat si tembok besar itu runtuh. Dumal Elisa dalam hatinya, seraya senyum tipis.
Andre mencoba untuk tidur di samping Elisa, sudah mulai mematikan lampu utama yah. Hanya meninggalkan lampu tidur saja, Andre memunggungi Elisa seraya menahan sesuatu di bawah sana yang tak bisa tidur kembali.
Tak lama, kaki Elisa malah naik ke tubuh Andre membuat Andre jadi guling. Sengaja, membuat Andre semakin tak bisa tidur.
Sial, aku tak tahan lagi. Elisa, ini mencapai batas ku. Ucap hati Andre yang sudah susah payah menahannya.
Andre menurunkan kaki Elisa pelan-pelan, lalu berlahan bangkit mengambil batal dan berjalan pelan-pelan meninggalkan tempat tidur.
"Mas, kamu mau kemana?" Elisa bangun karena melihat suami yang berjinjit pelan.
"Hah? aku. Ke kamar mandi!" ucap Andre yang kaget karena Elisa bangun.
"Ke kamar mandi. Bawa bantal? Emang mau tidur di kamar mandi?"
"Ouh, ini-itu. Ah..." Andre tak bisa berkata-kata, Elisa hanya diam menatap ke bawah celananya, ada yang aneh di sana.
"Mas mau kemana?"
"K-k-kita tidur terpisah saja yah? Aku ke kamar di samping" Ucap andre yang gelagapan.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Kamis 28 April 2022.