
Zacky yang mendengar jika Andre akan pergi ke kastil perak untuk menjadi seorang dokter, itu cukup mengagetkan si Zacky. Karena Andre tidak pernah membahas apapun soal rencana dengan Zacky, walau selama ini Zacky selalu disampingnya dan menanyakan apa rencana Andre.
Andre yang sedang bersiap-siap di kamarnya, Zacky yang seperti ekor, bagi Andre selalu membututi kemana langkah Andre pergi, karena saking penasarannya dengan semua rencana Andre.
"Andre, apakah benar kau akan menemui orang itu?" Zacky yang berdiri di belakang Andre yang saat ini sedang di lemari pakaiannya.
"Iya." Andre yang sedang sibuk ganti pakaian, hanya menjawab singkat.
"Kenapa kau tidak bilang apa-apa, walau aku selalu menanyakan masalah rencanamu kepadaku" Zacky kesal, terhadap Andre yang cukup tertutup dengan rencananya.
"Aku tidak mau kakak terlibat, karena itu cukup berbahaya bagi posisi kakak saat ini, lagi pula semua ini adalah masalahku, jadi biarkan aku yang menyelesaikan urusannya. Kak Zacky tidak usah khawatir soal ini, kakak fokus saja dengan posisi kakak, biarkan ini aku yang menangani" Ucap Andre yang sudah memakai bajunya dengan rapi.
"Andre, kau akan pergi sekarang. Apakah kau tidak mau aku ikut bersamamu, pikirkan lagi. Aku khawatir dia akan melakukan sesuatu padamu, jadi..." Ucapan Zacky yang terputus, karena Andre langsung menyekat, Zacky yang sangat khawatir pada Andre, yang sedang merapikan pakaian di depan cermin.
"Kak, tenanglah. Kamu tidak usah khawatir, ini pertarunganku dengan orang itu. Jadi kakak tidak usah terlibat, terimakasih karena kakak sangat perhatian denganku" Andre menepuk pundak Zacky agar bisa menenangkan Zacky.
"Andre. Dia terlalu kuat jika kau sendirian, jangan nekat pergi seorang diri begini, Andre. Karena ..."
"Aku tau, jika kakak akan seperti ini. Makanya aku tidak memberi tahu apa-apa tentang rencanaku, kak tenanglah. Jika kakak ikut denganku akan ketahuan, jadi kakak bisa menunggu saja disini" ujar Andre yang langsung keluar dari kamar.
Berjalan menuju tempat di halaman, yang disana sudah ada mobil khusus yang sudah terparkir. Andre sudah masuk ke dalam mobilnya, di temani Chelsea yang akan jadi suster, dengan Aoda.
"Andre! Tunggu, jangan sampai kamu kehilangannya dirimu ingat bahwa kau tidak sendiri sekarang, Elisa..." Zacky menahan tangan si pelayan yang akan menutup pintu.
"Aku tau, ini juga demi masa depan semuanya, harus ada yang dikorbankan untuk mencari kebebasan, walau sebentar" jawab Andre yang menjelaskan tentang pemikiran yang matang.
Andre memerintahkan Glenn untuk menenangkan si Zacky, karena Andre sudah harus pergi ke kastil perak, Glenn yang langsung faham.
"Tuan Zacky, anda tidak tidak usah khawatir. Tuan Andre akan baik-baik saja, keamanan di bawah tanggung jawab ku dan dibawa kepemimpinan yang aku perintahkan, jadi anda tidak usah menghawatirkan beliau akan soal keamanan yah. Atau orang itu melakukan apapun yang tidak di inginkan, mari saya tunjukan rencana untuk anda ikut serta di dalamnya, ada rencana B dan C, mari biar ku beri tahu tugas akhir yang tuan Andre siapkan untuk anda" ujar Glenn yang selalu bisa di andalkan.
Sialan kau Andre, kamu lebih mempercayai mereka di bandingkan kakakmu, ternyata kamu memang masih menyimpan dendam padaku. Gerutu Zacky dalam hati dan fikirannya.
Zacky, malah salah faham dengan sikap Andre yang seperti itu. Padahal Andre tidak punya niatan untuk menyalakan masa kecilnya, pada kakak sepupunya. Andre tahu Zacky baru saja menjabat menjadi ketua Dewan, jika posisi itu turun kembali, maka sia-sia sja perjuangan Zacky selama itu, yang telah susah payah untuk mendapatkan kenyamanan dalam kedudukan tinggi, Andre hanya memikirkan hal itu.
Tapi tidak dengan Zacky, yang selalu memikirkan hal-hal lain yang buruk, jika Andre selalu ingin mencari sela untuk membalasnya.
Disisi lain Andre saat ini berada di dalam mobil, duduk di jok belakang dengan Chelsea. Dari jauh ada beberapa anak buahnya yang mengikuti, dengan membaur dengan kendaraan umum lainnya.
ANDRE : Chelsea, kamu sudah mengertikan rencana yah. Hati-hati karena orang itu pasti punya sejuta perangkap, dan sangat berbahaya, jadi jangan jauh-jauh dariku.
CHELSEA : Baik Tuan.
ANDRE : Ganti panggilan mu, jangan Tuan, tapi Dokter.
CHELSEA : Baik, Pak Dokter
DEG !
Andre tiba-tiba teringat panggilan itu, khas di gunakan oleh Elisa, walau beda bahasanya, tapi itu mengingatkan dia saat Elisa masih bekerja di bawa kepemimpinannya, lalu tiba-tiba Andre langsung memikirkan Elisa.
Kok jadi rindu dengan Elisa? padahal hanya seminggu tidak melihatnya. Setelah ini selesai, rasanya aku ingin cepat kembali kepadanya. Dia sedang apa yah disana? kenapa aku jadi seperti ini sih, kemarin baru saja menelfon yah. Aah- lupa itu kemarin lusa, karena terlalu sibuk aku sampai lupa menghubunginya. Pantas saja aku begitu merindukan suaranya, masih ada waktu aku hubungi dia dulu. Dumal suara hati Andre dalam lamunannya.
ANDRE : AO, apakah masih lama menuju kastil perak?
AODA : Iya Tuan, sekitar setengah jam kita akan sampai di kastil perak, memang kenapa Tuan?
ANDRE : Aah–Begitunya, baiklah. Berikan phonselku dulu, aku ingin menghubungi seseorang?
AODA : Biar saya wakilkan saja, Tuan!
ANDRE : Tidak usah, karena saya akan menghubungi istri saya.
AODA : Ah- baik Tuan. Ini, silakan!
Aoda memberikan HP yang baru saja Andre beli 2 hari yang lalu, karena kebutuhan Andre membeli hp keluaran terbaru milik JC grup, salah satu kenalannya. Andre menekan tombol kontak nomer telpon milik Elisa, tapi tidak ada jawaban sama sekali dari istrinya itu, membuat rasa khawatirnya bertambah.
TUT TUT TUT...
TUT TUT TUT...
"Aneh, apakah dia sibuk?" Ucap Andre yang masih tenang, walau dalam benak dan fikiran tidak karuan.
Akhirnya, Andre menelfon adik iparnya Azril karena tidak ada yang menjawab dari hp milik Elisa.
TUT TUT...
"Ouh, Assalamualaikum dek!... Zril kamu ada dimana sekarang?... Begitukah, mana tetehmu? Tadi aku menelepon di nomor HP-nya tapi tidak di angkat, apakah dia sedang sibuk?... Apa?... Dia Sakit?... Sakit apa?... Ada obat di lemari depan dekat TV... Ouh, yasudah... Aku akan tutup panggilannya" Ujar Andre yang langsung menutup panggilan.
Aneh, rasanya kok aku tambah khawatir yah sama Elisa. Apakah dia baik-baik saja, kenapa rasanya sesak sekali jantungku. Ucapan dalam benak Andre yang saat ini mulai agak bergejolak.
Andre langsung menelpon Try, yang saat ini masih ada di rumahnya, karena belum berangkat ke rumah sakit.
"Assalamualaikum. Try, kau dimana?... Sebelum kau pergi ke rumah sakit, datang kerumah Elisa... Elisa sakit... Oke, aku tunggu kabar darimu... Baiklah, aku sudah akan sampai tujuan aku tutup panggilan ini" Ucap Andre yang langsung menutup panggilan itu.
Setelah terlihat gerbang utama menuju kastil, langsung di sambut dengan beberapa orang yang datangi mobil yang di tunggangi Andre.
Setelah beberapa percakapan dengan penjaga gerbang itu, Aoda yang jadi juru bicara Andre. Mereka di perbolehkan untuk masuki kastil perak, Andre masih tidak percaya tempat itu seperti kuburan, sangat menyeramkan walau masih pagi, di dalamnya sangat semerawut, tidak ada kata keindahan halaman yang begitu sangat menakutkan.
AODA : Tuan, sebelum kita sampai di depan pintu, ada beberapa yang ingin saya sampaikan. Pintu belakang sudah kami blokir dengan beberapa orang, jadi tuan bisa aman dan beberapa orang di dalam kastil juga sudah di ganti, dengan orang-orang milik kita, jadi sebagain dari mereka adalah orang kita. Untungnya ketua dari geng mawar biru itu tidak ada di kastil, jadi kita bisa aman.
ANDRE : Baiklah, terimakasih atas persiapan kalian begitu sangat matang. Apakah kau tahu dimanakah dia sekarang, tangan kanan Zenus itu sangat berbahaya juga.
AODA : Maaf tuan saya kurang tahu, kami masih mencari keberadaan dia, karena sangat sulit untuk mencari orang itu, tapi yang saya ingat dia pergi untuk melakukan tugasnya agar mencari anda, mungkin saja dia berada di tempat lainnya.
DEG !
Semakin was-was Andre, ia takut terjadi sesuatu pada keluarganya, semanjak kedua ayahnya jadi tahanan, dan keluarga kecilnya juga tidak ada bersama, Andre semakin di buat gelisah.
CHELSEA : Tuan anda baik-baik saja, kenapa tubuh anda bergetar begini!
ANDRE : Aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir. Baiklah kita pikirkan itu nanti, yang terpenting sekarang adalah kita pikirkan rencana yang ada di depan mata dulu, kalian sudah siap. Ingat Chelsea jangan panggil aku dengan Tuan. Kamu mengerti
CHELSEA : Baik, Tu... Dokter.
Didalam kamar Zenus yang saat ini sedang terbaring tak berdaya, karena tubuhnya begitu sangat lemas seperti tidak memiliki kemampuan lagi untuk duduk dan berjalan. Efek obat yang di buat khusus oleh Andre cukup berbahaya, lambat tapi mengenai sistem saraf inti. Membuat perlahan-lahan tapi pasti, tubuh Zenus melemah, karena efek dari obat yang di buat langsung, oleh Andre yang dulu bekerja sebagai Dokter militer, di jalur perang.
PENGAWAL : Boss, Dokter itu sudah datang.
ZENUS : Suruh dia masuk.
PENGAWAL : Baik Tuan.
ZENUS : Boss, sudah menyuruh dia masuk
Ujar pengawal itu pada anak buahnya lainnya, jadi ia langsung pergi untuk membawa mereka ke tempat dimana Zenus berada.
Andre, masih berjalan-jalan sambil melihat-lihat sekeliling, dan terlihat ada beberapa orang yang menunduk sedikit, saat Andre berjalan melewati mereka. Langsung tahu jika mereka adalah anak buah Aoda, jadi Andre hanya tersenyum kecil dan tunduk pelan untuk membalas tanda hormat mereka pada Andre.
PENGAWAL : Lewat sini, tuan berada di kamarnya.
ANDRE : Baik, boleh di antar menuju kamar beliau.
PENGAWAL : Baik, Mari
ANDRE : Terimakasih.
Zenus, aku tidak akan bisa memaafkan mu, jika kamu menyakiti keluarga ku, akan ku buat kau lumpuh semur hidupmu. Untuk menyiksamu, jangan harap kau sembuh Xenia Zenus. Ucap dalam benak Andre yang begitu sangat kesal dengan pamannya.
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Kamis 03 Maret 2022.