Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
111. Rencana Resepsi.


BRAAAKK !!!


Setelah di kerjain sama Andre dan Try yang katanya ada di gedung 6 di kira Elisa masih di universitas tapi ternyata di gedung lainnya, bikin donggol dan jengkel Elisa.


Semua yah kaget saat Elisa memukul meja dengan keras membuat semua yang duduk disana menoleh ke arah Elisa yang saat ini sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


"Oh, Elisa~" Kevin merasa kaget saat melihat Elisa dengan tatapan marah pada Andre.


"Di antara banyaknya gelas di sini, mana gelas yang kamu gunakan" Tanya Elisa pada Andre lalu Andre langsung mengambil gelas yang ia gunakan.


"Ini, " Langsung memberikan gelasnya pada Elisa tanpa pikir panjang Elisa meminum satu gelas besar itu dengan satu tegukan.


Gluk gluk gluk...


"Elisa pelan-pelan, minumnya sini sambil duduk dulu, kamu baik-baik saja kan" tanya Kevin yang sangat khawatir karena Elisa minum dengan terburu-buru.


"Terima kasih Kevin, tapi aku lagi gak baik-baik saja. Ayok kita harus pergi sekarang kebandaraan!"Ucap Elisa pergantian bicara dengan Andre.


"Eh! ngapain?"Andre malah kebingungan dengan ajakan Elisa yang tiba-tiba itu.


"Aduuh~ kamu ini banyak nanya deh!, udah ikut saja jangan bawel" Elisa langsung menarik tangan Andre yang membuat Andre langsung berdiri.


"Berikan aku alasan yang masuk akal, ngapain kita ke bandara. Kepulangan para pekerja itu besok hari ini mereka disuruh libur dulu sehari" Penjelasan Andre kepada Elisa.


"Mamah-Papahmu ada di sana kita di suruh jemput mereka disana, sudah puas dengan Jawaban yah. Udah yuk!" Ucapkan Elisa tanpa jeda sedikitpun untuk menjelaskan semuanya pada Andre.


"Kamu atur nafas dulu, biar kamu tenang!" ucapan Andre yang khawatir Elisa tidak mengatur nafasnya dengan baik.


"Nggak ada waktu, cepat! Ini semua gara-gara kamu tahu gak. Coba kalau HP kamu aktif sekarang aku tanya sama kamu, mana hpmu?" Ucap Elisa yang menatap tajam.


"Aah- ada di dasbor mobil" jawab Andre yang tahu kesalahan dia di mana.


"Mana kunci mobilnya" tanya Elisa kembali karena dia tahu kalau suaminya itu punya kekurangannya itu kecerobohan meletakkan barang di manapun dia berada.


"Aku datang dengan Kevin, tentu saja aku tidak bawa mobil sayang!"panggilan khas Andre untuk Elisa terdengar oleh semua orang tapi tanpa ragu Andre malah bangga dengan hal itu.


"Ya aampunn iiih- nyeselin banget sih kamu ini"kesal marah emosi semua lengkap dalam diri Elisa yang saat ini dirasakan begitu sangat emosional karena suaminya ini bikin dia gregetan.


"Hehehe, maafkan"Andri malah cengengesan tanpa dosa.


"Paman, ini kunci mobilnya pake saja buat jemput nenek dan kakek kecilku"Kevin seakan mengerti kondisi saat ini ia langsung melemparkan kunci mobilnya pada Andre yang sudah berdiri agak jauh dari meja.


"Thanks yah keponakan ku, yuk!"Andre langsung saja menarik tangan Elisa untuk pergi menuju halaman parkir di bawah.


"Maaf semua aku bikin keributan, niatnya bukan begitu tapi aku pinjam Dokter Andre" ucap khalisa berpamitan pada semuanya walaupun hanya Kevin Julio Tri yang mengerti ucapannya.


JUNLION : Walau banyak masalah seperti ini, tidak membuat pasangan itu kelihatan jaga jarak yah, malah kok semakin lengket saja kayak lem, banyak yang tidak suka dan patah hati karena ula andre, yang menikah tanpa pacaran dan pemberi tahuan begini. Buat menimbulkan rasa amarah bagi kaum wanita, tapi sepertinya si wanita obat itu santai saja menghadapinya


TRY : Karena dia lebih dewasa dari pemikiranmu yang nol besar, bahkan si jenius pun bertekuk lutut seperti itu


CLAUDIA : Dia pandai bermain trik rupanya, apa yang dia lakukan kepada pria itu


TRY : Tidak banyak, lagian bukan si cewek yang bermain trik, sepertinya kamu sedang cemburu hingga harus mencari informasi kesalahan


Sesampainya di bandara ternyata mama dan papanya itu sudah menunggu di luar bangunan, tapi tidak membawa apapun selain mereka berdua.


"Mama - Papa" Panggil ku sambil menatap keduanya.


" Eh- mama - papa enggak bawa koper?" Tanya Elisa lirih saat keluar dari mobil mendekati mamah dan langsung menyalami keduanya.


"Hmm- buat apa Sayang, mama itu anti repot-repot seperti bawa koper, berat lah kalau bawa" Ucapnya sambil jalan gini.


(Setahu ku koper itu sudah ada rodanya deh) Dumal elisa kebingungan.


"Ouh! mama emang tinggalnya sehari atau dua hari di sini, terus nanti kamu Mama mau pakai baju giaman? mau pakai apa nanti sore dan yang nanti selanjutnya" Tanya Elisa yang ootnya kumat.


"Mama kan dulu tinggal di sini sayang! mana mungkin nggak ada pakaian mamah, yang pas! pasti ada dong di rumah besar" Ucapnya sambil membelai rambut Elisa lembut.


"Kamu lupa ya istana Monarfi itu milik siapa? punya mama sama papa kan" Tegur Andre yang baru datang.


"Iya iya, Elisa lupa, tapi ngomong-ngomong nih ya mama sama papa ini ada acara apa, sampai harus datang kemari tanpa pemberitahuan. Bikin kaget orang aja untung nggak punya riwayat penyakit jantung, kalo mau kesini bilang -bilang dong!" Ucap Elisa tanganya sudah melingkar di lengan mamah mertua.


"Mama sama Papa sengaja nggak ngasih tahu kalian berdua, karena Mama itu pengen ngasih surprise buat kalian berdua" Ucapnya sambil jalan menuju mobil.


"Surprise apaan sih mah? bikin penasaran aja" Ucapku yang membuka pintu mobil buat mamah.


"Iya ada deh udah yuk! Mama capek nih, mau rebahan di kasur empuk sudah kangen, tulang tua mama sudah gak tahan" Ucapnya lirik suaminya.


Akhirnya mereka pun kembali ke istana Monarfi, tak lama mereka langsung disambut hangat dengan para pelayan yang sudah berjejer di sana, nenek Marlina pun sudah ada di barisan paling depan untuk menyambut tuan dan nyonya besarnya kembali ke istana Monarfinya.


"Selamat datang kembali Nyonya- Tuan, Saya sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua silakan Anda membersihkan diri dulu, dan istirahat sementara sambil menunggu makan malam" Ucap Marlian.


"Maaf tuan-nyonya, malam ini anda mau disiapkan makan malam menunya apa?" Tanya Marlina.


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Monika yang mengelus tanganku lembut.


"Hmm- terserah Mas Andre aja dech! Elisa akan ikut apa aja" ucap Elisa yang menarik Andre.


"Loh kok malah terserah aku? kan kamu yang mau makan" ucap Andre yang membulat matanya.


"Emangnya mas Andre nggak mau makan?" Tanya Elisa yang manatap tajam Andre.


"Aku? aku mau lah! Tapi mau makan yang lain di luar? bukannya kamu mau makan BBQ di pinggir pantai itu kan" Ucap Andre yang menatap sambil mengedipkan mata.


Seakan mamah tahu kode mas Andre, ia langsung tersenyum tipis. "oh! jadi kalian berdua udah ada janji, kok diem-dien saja" Ucap mamah.


"Niatnya sih gitu! cuman sekarang kan ada mama sama papa, jadi nggak bisa keluar deh!" Ujar Elisa.


"Iya nggak apa-apa, kalau kalian mau keluar buat dinner! is oke, mama sama papa nggak masalah kok" ucap mamah yang mengelus tangan Elisa.


"Itu mama sama papa aja mengizinkan, mau jadi keluar gak!" Tanya Andre.


"Ya udah mama sama papa istirahat duluan deh!" Ucap Monika yang sekarang melepaskan tanganya dari Elisa karena sudah sampai di ruang utama.


"Iya mah, Elisa juga mau beres-beres yang lain juga" Ucap Elisa polos.


"Lah emang mau kemana? kok beres-beres, emang mau berangkat sekarang?" Ucap Monika binggung.


"Nggak mah, ini masih siang bolong. Aku juga gak tahu Elisa mau kemana?" ucap Andre yang juga Kebingungan.


"Lah gimana sih mas, kan mau pulang ke Indonesia, besok" Ucap polos Elisa.


"Siapa yang mau pulang, mama baru nyampe kok kamu mau pulang?" ujar Monika yang malah kaget dengan lontaran Elisa.


"Iya sih tapi kan 1 bulan lebih di sini udah selesai mah, pelatihan yah waktu pulang lah" Ujar Elisa polos sekali.


"Itu kan buat pekerjanya Andre kamu kan istrinya Andre, mana mungkin 40 hari kamu selesai dan langsung pulang ke Indonesia. Emang kamu mau ngapain Indonesia? Andre nya di sini kamunya di Indonesia. Sesia-sia mamah datang Kesini kirim kamu kesini, kalo kamu jauh-jauh begitu, mama dan papa dari Indonesia ke sini buat melihat kalian berdua tapi, kamu malah mau pulang gimana ceritanya sih!" Ucap Monika yang kesal.


"Hehehehe maaf ya ma, terus kita di sini liburan ya. Iya mas, jadi gak ke korea?" Ucap Elisa yang berharap.


"Jadilah kalo kamu mau, kita di sini dulu. Iya kita harus liburan, ibu sama ayah kamu juga akan datang" Ucap Monika.


"Elisa kami jauh-jauh datang kesini, ibu-ayah kamu katanya akan nyusul kesini, tapi setelah Azril selesai ujian dulu baru bisa kesini. Jadi nanti mungkin akan dijemput sama Roger atau mungkin sama Richie" Ucap Arafif yang membelai kepala Elisa.


"Ouh! iya yah Azriel lagi ujian. Emangnya ada apa? kenapa sih mau diajakin semua kesini, kita mau ngapain disini liburan keluarga gitu!" Tanya elisa yang binggung.


"Iya dong sayang! Liburan keluarga terus, mama ke sini juga bukan itu aja, karena mamah mau lihat pernikahan kedua kamu yang belum di laksanakan" Ucap Monika.


Seketika mata Elisa terbelalak kaget, Andre juga mengerutkan dahinya.


"Astagfirullahaladzim, mah. Satu suami aja aku belum di apa-apain, udah mau nambah satu lagi. Gimana ceritanya, stress Elisa nanti" Ucap kaget.


"Eh? bukan gitu maksud Mama. Maksudnya Mama belum itu, malaksanakan namanya ngunduh mantu" penjelasan Monika.


"Yaelah bilang aja resepsi gitu! Biar lebih aman dan lebih epic gitu toh. Kalau ngunduh mantu emangnya Elisa, buah?" Ucap Elisa sambil senyum kecut.


"Ya kayaknya lebih agak keindonesiaan banget, kan kalau resepsi Itu kan bahasa luar" Pembelaan mamah.


"Udah-udah kalian ribut aja kalo ketemu. Sayang! mandi dulu sana!" Ucap Andre yang melerai kami para wanita.


"Kamu nyuruh aku? Kamu saja dulu sana mandi. Kamu kan paling lama kalau mandi, lebih lama dari mandi cewek, kalo kamu lagi mandi. Aku jadi penasaran tahu, kamu tuh kalo mandi ngapain saja si dalam sana pacaran sama shower?" ucap Elisa yang kepikiran.


"Kalau kamu penasaran mau mandi sama-sama?" Tawar Andre spontan.


Elisa malah kegirangan dengan ajakan Andre itu, yah jarang-jarang Andre agresif. "Haaayo, sapa takut" Ucap Elisa nantangin.


"Ya ampun kalian ini, masih ada mama sama papa kali, kalian berdua malah ngomongin begitu didepan kami, nggak malu" ucap Monika.


"Lagian sebelum Andre dan Elisa yang pemula, mama sama papa kan lebih senior"


"Dasar anak nakal, kalian berdua ini jangan buat mama jadi ngeblank aja"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Kamis 13 Januari 2022