
Andre yang mendatangi salon, untuk mengubah gaya penampilannya. Perangnya dengan Xenia Zenus harus maksimal, walau Andre tidak akan mengunakan kekuatan fisik melainkan jalur belakang, karena orang seperti itu harus di hadapi dengan otak bukan otot.
Persiapan Andre sekarang sudah mulai matang, dengan beberapa orang yang sudah maju duluan dan belum ada tanda-tanda akan ketahuan, jadi rencana A telah berhasil, tinggal melakukan rencana selanjutnya.
GRANETA : Andre, kamu sudah datang!.
ANDRE : Kak Graneta, maaf menunggu. Kak bisakah kamu membuatku tidak bisa dikenali, aku ingin menyamar, aku ingin melakukan make over milikmu lagi.
GRANETA : Hohoho, kamu datang sendiri? Mana istrimu. Apakah kamu tidak mengajaknya, padahal aku ingin dekat dengannya.
ANDRE : Tidak! Dia ada di Indonesia, aku datang sendiri ke New York, dan datang ke salon mu. Jadi aku ingin kakak mengubah gaya penampilan ku ini, sampai orang tidak bisa mengenali ku
GRANETA : Kenapa? kamu tiba-tiba ingin mengubah gaya penampilan, apakah mau kencan dengan seseorang, saat istrimu tidak ada.
ANDRE : Lakukan saja apa yang ku minta.
GRANETA : Baiklah.
Saat graneta menyiapkan semua alat dan perlengkapan lainnya, Andre sedang melihat-lihat model yang cocok dengan wajahnya, dan model yang cocok dengan rona mata.
GRANETA : Sudah kau putuskan, mau pilih gaya rambut yang mana Andre.
ANDRE : Yang... Ini, eh bukan... Menurut mu aku bagus yang mana?
GRANETA : Biar ku tanya dulu, kamu tiba-tiba ingin meminta ku make over. Katakan dengan jujur, apa tujuanmu sebenarnya?
ANDRE : Hanya ingin merubah penampilan saja, apakah tidak boleh?
GRANETA : Andre, aku ini sudah lama mengenal mu, sejak kamu masih segini. Ah- bukan umur 4 tahun, dan kamu tidak akan melakukan apapun jika itu tidak ada tujuan yang jelas, kamu akan pikir-pikir dulu selama 30 menit, sebelum memutuskannya. Bahkan, kamu akan memikirkan sangat lama, untuk menjawabnya. Jadi, apa tujuanmu?
ANDRE : Hmm- kakak bisa menebaknya kan.
GRANETA : Aah, apakah kabar burung yang ku dengar baru-baru ini, itu benar. Jika kau akan masuk ANDRILOS? apakah kamu mengubah gayamu ini, tujuannya untuk debut mu.
ANDRE : Bisa dibilang begitu, Ah- Kak graneta. Aku mau tanya, apakah kau tahu dimana semua keponakan mu.
Graneta adalah adik sepupu Xenia Zenus, dia masih satu kerabat dekat dengan Zenus, tapi suatu kejadian dimana dia harus membenci dan memendam, dendam terhadap Zenus. Graneta sangat membenci Zenus karena gara-gara ambisi Zenus, graneta harus kehilangan orang tua dan adik tercinta, makanya ia mengubah penampilan menjadi wanita dan meneruskan salon Berlin untuk mengenang mendiang adiknya, yang bernama Graneta Berlin, nama asli graneta adalah Josua Berlin, tapi nama itu tidak ia pakai lagi.
GRANETA : Kenapa tiba-tiba kau menanyakan mereka... Apakah, dia telah kembali?
ANDRE : Iya, dia telah kembali. Kakak sudah bisa menebaknya, apa tujuan dan keinginannya, dia datang untuk mengambil ANDRILOS.
GRANETA : Kenapa dia tidak pernah kapok, sudah berulang kali dia keluar masuk penjara.
ANDRE : Sudahlah percuma, dia sudah tidak punya urat syaraf malu atau Urat takut, dia selalu berpikir jika dialah malaikat maunya.
GRANETA : Andre kau harus berhati-hati dengannya? kakak sepupu ku itu dia rada gila. Ah- bukan dia memang sudah bener-bener gila
ANDRE : Aku tahu! Jika aku tidak menantangnya atau menghadapi tantangan itu, nyawa orang lain yang di pertaruhkan, karena Papah ku sekarang ada padanya, dan mungkin beberapa orang lainnya, ada bersama yah.
GRANETA : APA! ARAFIF bersama dengannya bagaimana ceritanya. Kamu butuh bantuanan ku?!
ANDRE : Terimakasih, tapi aku gak mau kak graneta juga ikut terlibat, apa lagi kakak ada di pihak netral, jika tiba-tiba kakak ikut campur maka...
GRANETA: Aku tahu, tapi aku juga masih punya dendam terhadap Zenus, jadi aku akan melakukan apapun jika kamu membutuhkan dukungan ku, tolong jangan menolak. Aku tahu kamu pasti akan menolaknya, aku akan lakukan secara diam-diam.
ANDRE : Ha-ha-ha terimakasih.
GRANETA : Aku hanya senang, karena pada akhirnya kamu ingin kembali ke jalur mu yang sesungguhnya.
ANDRE : Apakah kakak tahu sesuatu.
GRANETA : Eh, itu .... lupakan.
ANDRE : Kakak pasti tahu sesuatu, ia kan. Apakah kakak tahu, jika aku bukan anak kandung mamah dan papah ku.
GRANETA : Andre itu, cerita lama tidak ada yang akan percaya jika kamu bukan anak mereka, karena semua sudah mengenal mu sebagai putra Arafif bukan putra Brandon.
ANDRE : Sudah kuduga. Jadi begitu, kalian semua sudah tahu kecuali aku.
GRANETA : BUKAN BEGITU!
Setelah selesai Make over, Andre mengubah warna rambut menjadi pirang khas orang bule bermata biru, Andre juga sangat gagah dengan penampilannya cukup berbeda kali ini.
^^^🏯 ISTANA KING EMPEROR^^^
Glenn, Tya dan Chelsea sudah ada di depan pelataran rumah untuk menyambut kedatangan Andre yang baru dari salon itu, Andre yang tidak mengunakan supir saat pergi-pergi membuat sedikit khawatir bagi anak buahnya.
Andre dibuka pintu oleh pelayan, dan langsung semua yang hadir di sana membungkuk hormat pada Tuan ya itu.
"Oh ouh! Perasaan ku saja, atau orang-orang disini tambah banyak. Kau merekrut beberapa orang lagi, sudah ku bilang jangan terlalu banyak orang yang terlibat."
"Tuan, mereka adalah para pengawal tuan Brandon dan tuan Arafif, mereka ingin bergabung untuk menyelamatkan tuan Brandon, dan tuan Arafif" Seraya memperkenalkan mereka pada Andre yang baru keluar dari dalam mobil.
"Begitukah? Ahhh baiklah, karena mereka sangat setia dan begitu menghormati kedua ayahku, aku akan terima mereka. Thank you, " ucap Andre yang langsung berjalan masuk kedalam ruangan.
Di ikuti beberapa orang di belakang, dan para pelayan juga langsung membungkuk saat melihat Tuan rumahnya telah kembali.
"Tuan, anda pergi kemana? setidaknya anda membawa beberapa pengawal bersama anda, karena cukup berbahaya jika anda keluyuran sendiri" Ujar Glenn agak khawatir.
"Hmph, itu akan jadi terlihat aneh. Glenn, apakah kau tahu jika aku membawa pengawal, itu akan jadi pusat perhatian, bukankah itu yang namanya akan menambah bahaya" Ucap Andre yang memperingatkan.
"Begitunya Tuan, maaf pemahaman ku kurang luas. Tuan, saya akan mengenalkan anda dengan nona Tya dan nona Chelsea. Mereka yang telah membantu rencana kita, tuan maaf! saya membawa mereka kemari karena mungkin kediaman mereka tidak akan aman lagi, jadi saya minta persetujuan anda, untuk membawa mereka bersembunyi di tempat lainnya" Ucap Glenn.
"Untuk sementara ini, mereka tinggal saja di sini, sampai sudah redah" Ucap Andre yang mengingatkan di luar tidak akan aman, karena koneksi Zenus sangat luas dan lebih besar dari Grup Luwiss.
GLENN : Tya, Chelsea. Tuan bilang kalian akan tinggal di king emperor untuk sementara, sampai keadaan meredah.
CHELSEA : Terimakasih atas kebaikan anda Tuan, saya sangat beruntung bisa bertemu anda.
Chelsea langsung membungkuk badannya untuk rasa hormat dia kepada Andre.
ANDRE : Hmm- sama-sama, jika sudah membaik dan nyaman. Kalian bisa kembali ke tempat kalian, maksudnya kembali ke keluarga kalian.
TYA dan CHELSEA : Baik Tuan...
Tya dan Chelsea kompak mengatakan hal itu.
ANDRE : Hmm- boleh ku tanya?
TYA : Silakan Tuan.
CHELSEA : Anda ingin tanya apa Tuan
ANDRE : Jika aku sudah dapat wewenang, atas perusahaan, apakah kalian mau bekerja di kantoran?
Kedua wanita itu saling menatap satu sama lainnya, Andre sedang menunggu jawaban dari mereka.
TYA : Baik Tuan, saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu anda.
CHELSEA : Iya, Tuan yang di katakan Tya saya juga setuju.
ANDRE : Baiklah, jika seperti itu akan ku cari posisi yang terbaik untuk kalian tempati nantinya, jangan sia-sia bakat dan kemampuan kalian, karena itu terlalu sayang, untuk di sia-siakan.
^^^🌾 INDONESIA, DESA N^^^
Elisa yang baru bangun tiba-tiba merasa kepalanya begitu sangat berat sekali, karena pusing dan badannya juga nggak enak.
"Zril, Azrill!" Teriak parau Elisa memanggil adiknya.
"Iya teh, ada apa?" Tanya Azril yang sudah pakai lengkap seragam sekolahnya, membuka pintu kamar tetehnya.
"Kamu mau berangkat sekolah yah! Aduh, Teteh pusing nih! Tolong ambil obat gih di kotak, ada obat pusing gak?" Elisa merambat-rambat saat jalan menuju kursi yang ada di ruangan tengah.
"Iya teh aku ambil dulu ya" Azril mengambilkan obat-obatan.
"Ada gak zril, atau minta Bu Eni kesini buat ngerokin teteh zril, kayaknya teteh masuk angin. Perut juga kembung, dan gak enak banget" Ucap Elisa yang terkati-kati.
"Iya Teh, aku keluar sebentar ya" Ucap Azril yang langsung pergi meninggalkan tempat.
Tidak lama Bu Eni langsung datang, setelah menerima laporan panggil dari Azril. "Assalamualaikum, mba" ucap salam Bu Eni di depan pintu rumah.
"Walaikumsalam Bu, masuk saja" ucap Elisa yang ada di ruang tengah.
"Nopo mba? kurang sehat ya" Ucap Bu Eni yang langsung duduk di sebelah Elisa.
"Iya nih Bu kayak saya masuk angin, bisa ngerokin gak Bu, biasanya saya kalau masuk angin suka di kerok" Ucap Elisa yang udah gak kuat.
"Bisa, mau dimana?" Tanya Bu Eni.
"Di kamar aja yuk Bu, minyak angin ada di kotak obat Bu, saya gak punya koin" Ucap Elisa.
"Saya punya, yaudah mba Elisa siap-siap saja dulu saya mau nyiapin minyaknya" ujar Bu Eni yang langsung pergi ke dapur untuk mengambil wadah untuk minyaknya.
"Iya makasih ya Bu, maaf merepotkan" Ucap Elisa yang bangkit dari kursi.
"Nggak apa-apa, masuk kamar dulu aja mba rebahan" Ucap Bu Eni.
Elisa langsung masuk kamarnya, Bu Eni yang sedang siapkan minyak untuk bahan ngerok. Elisa yang sudah siap-siap, dengan melepaskan semua pakaiannya, hanya di balut selimut menutupi bagian tubuhnya dan langsung tengkurap.
"Badan agak panas juga mba, mau di bikin jahe gak?" Tanya Bu Eni.
"Boleh bu"
Kondisi demam Elisa semakin memperburuk, Azril yang datang dengan obatnya. Sedangkan bu Eni juga yang harus bolak-balik, untuk merawat Elisa saat Azril dan orang rumah gak ada.
"Mbak, makan dulu terus minum obatnya" Ucap Bu Eni yang datang dengan semangkok bubur hangat.
"Iya Bu, maaf ya Bu. Saya jadi ngerepotin Bu Eni" ucap Elisa yang kurang enak hati.
"Nggak apa-apa, kan mba Elisa sudah saya anggap anak sendiri jadi nggak usah sungkan" Ucap Bu Eni.
Azril yang di sekolah juga gak bisa fokus karena kepikiran tetehnya yang sakit, apa lagi gak ada siapa-siapa walau ada Bu Eni beliau orang luar.
"Zril, pulang sekolah nanti ada kumpulan grup basket. Kamu datang yah, karena ini penting banget" Ujar Tio yang merangkul Azril.
"Maaf nih, kalau saya di wakil kan saja gimana?" Ucap Azril yang kepikiran.
"Ya gak bisa zril ini wajib buat tim anggota" Sambung Luki.
"Yaudah di undur aja gimana? masalahnya, saya gak bisa datang karena teteh lagi sakit" Ucap Azril yang menjelaskan.
"Bukanya teteh kamu udah nikahnya, suruh aja suami yang jagain, kok masih aja kamu yang ngurusin" Ucap Reno yang nyambung.
"Teteh sekarang lagi tinggal di rumah sendirian, terus suaminya lagi di luar negeri karena ada kerjaan" Jawab Azril yang menjelaskan.
"Suaminya, nggak sayang sama istrinya itu, masa istri lagi sakit malah di tinggal" Ujar Luki.
"Bukan gitu, Mas Andre belum tahu" ucap Azril yang meluruskan kesalahpahaman.
"Ouh, gitu yah"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Rabu 02 Maret 2022.