Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
171. Musuh Misterius.


Selama itu Andre tak pernah henti-hentinya mencari tahu siapa pelaku sebenarnya, hingga ia dapat kabar jika Aoda terluka parah di Prancis, dan beberapa orang di temukan tewas di Islandia, mereka berpencar-pencar. Andre semakin di buat kuwalahan dengan semua yang terjadi saat ini.


"Sebenarnya siapakah pelakunya, sepertinya orang ini tahu sekali tentang dirimu Dre. Fix ini pasti orang dalam, gak mungkin orang luar bisa mengetahui segalanya tentang rencana kita, di antara kita pasti ada penghianat." tebak Zacky yang mulai sangat penasaran dengan apa yang terjadi saat ini.


"Aku setuju pendapat Zacky. Kita segera lakukan penyelidikan." sambung Try yang langsung menatap Andre.


"Try, emang dari tadi kita di sini sedang bahas apa? bukankah kita ini sedang berdiskusi, untuk melakukan penyelidikan." Ujar Zacky yang menatap tajam.


"Hmph! Maaf. Aku sekarang serius, Andre bagaimana denganmu," ucap Try langsung mode on serius muncul.


"Kita tunggu Azril ya," ucap Andre yang duduk kembali ke sofa.


Mereka sedang berada di sebuah villa rahasia milik Andre di sana fasilitas sangat oke, Andre membeli villa tersebut saat ia memutuskan ingin menikah dengan Elisa. Tapi, tempat tersebut tidak dia huni karena belum ada kesempatan untuk bisa berlibur berdua dengannya.


"Jadi kita harus menunggu adik iparmu, apa hubungannya?" tanya Zacky yang heran dengan apa yang dikatakan oleh Andre.


"Nanti kau akan tahu maksud ku," ucap Andre yang tidak tahu sekarang harus bagaimana.


Kunci jawaban dari masalah sekarang adalah Azril, karena dia sedang membawakan informasi ya ke tempat. Tapi, sampai detik ini Azril belum juga ada kabar itu yang membuat Andre agak khawatir.


Andre menerima panggilan dari Azril adik ipar ya. [Hallo azril, kamu ada di mana dek... Apa! Sekarang kamu di jalur mana... Kamu hati-hati, aku akan kirim seseorang kesana... Ya, kamu jangan matikan JPS mu.] panggilan Andre langsung di matikan, ia manatap Glenn yang saat ini ada di sebelah ya.


"Ada apa dre? sepertinya kamu sangat panik," tanya Zacky yang sangat penasaran.


"Dia dalam masalah, katanya dia sedang di kejar beberapa orang sangat misterius, sekarang ada di jalur jalan Rute 6, Glenn cepat pergi." ucap Andre yang menyuruh Glenn untuk pergi.


"Baik Tuan," Glenn langsung pergi melaksanakan tugasnya, dengan beberapa orang yang ikut dengan Glenn.


"Apakah kau tahu siapa mereka, sepertinya mereka juga mengincar adik ipar mu Dre, kita harus lebih hati-hati lagi." ucap Zacky yang juga ikut panik.


"Tidak, mungkin ini ada hubungannya dengan seseorang yang sedang di bonceng oleh Azril, karena dia membawa Ben di belakangnya." ucap perjelas Andre yang mulai tegang.


"Apa! Kau sudah bikin adikmu celaka tahu tidak, kenapa kamu libatkan dia dalam keadaan ini. Bukankah itu sangat bahaya." ucap Zacky yang syok dengan ucapan Andre.


"Aku tau, tapi Ben juga dalam bahaya jika terus berada di rumah sakit. Ini adalah saran dari Azril untuk membawa Ben diam-diam, Azril bilang saat aku meninggalkannya sendirian tanpa pengawasan waktu itu. Katanya ada yang masuk ke dalam kamarnya untuk mengancam, dia juga hampir saja di bunuh seseorang. Jika aku tidak datang tepat waktu? mungkin saja Ben tidak tertolong, Ben adalah satu-satunya saksi mata kita." ucap Andre yang mengingatkan kejadian.


Di sisi lainnya, motor Azril yang di gunakan dengan kecepatan tinggi 200 CC, di jalur berkelok. Cukup curam, karena di bawahnya ada sungai dan jurang. Cukup lama mereka menunggu kabar dari Andre, tapi tak ada bala bantuan yang datang sama sekali, Azril dan Ben semakin terpojok.


Mereka masih dalam pengejaran orang-orang misterius yang sedang mengikuti mereka, beberapa ada yang berkendaraan motor dan ada juga mobil jeep. Azril berusaha begitu sangat keras untuk menghindari mereka, dan meninggalkan jejak tapi mereka cukup lihai. Sangat mudah sekali menemukan dimana pun Azril, dan motor ya bersembunyi.


"Sial, bagaimana mereka bisa mengetahui keberadaan kita. Cepat sekali untuk menemukan kita." ucap kekesalan Azril yang sangat penasaran.


"Bagaimana sekarang zril, kok mereka masih mengejar kita, kita tak bawah senjata kah?" tanya Ben yang ada di jok belakang.


"Ya gak lah, kamu pikir kita di luar negeri yang senjata itu di legalkan disini beda hukum. Ben coba kau lihat ke lampu belakang motorku, apakah ada sesuatu yang mencurigakan disana. Aku sangat bingung sekali, bagaimana mereka bisa mengikuti kita sampai seperti ini." ucap frustrasi Azril.


Ben mengikuti apa yang di katakan oleh Azril, untuk melihat ke bawah lampu. "Tidak ada hal yang mencurigakan." ucap Ben setelah melihat ke jok belakang, tak ada alat apapun seperti alat pelacak.


"Baiklah satu-satunya hanya ini, Ben kau bisa berenang?" tanya Azril.


"Iya! tentu saja, aku bisa." ucap Ben.


"Bagus, kita akan lompat dari sini kau siap?" ucap Azril dengan ide ektrim ya, karena tidak ada waktu lagi dan mereka terlalu terpojok sekarang.


"Oke." Ben langsung faham apa yang di katakan Azril.


"Aku hitung sampai tiga, kita langsung lompat sama-sama ke sana." ucap Azril yang menengok ke arah aliran sungai.


"Baiklah." ucap Ben yang sudah bersiap-siap.


"Aku mulai, satu-dua-tiga. Lompat." ucap Azril yang langsung loncat ke aliran air di bawah sana.


Mereka akhirnya lompat ke aliran sungai, barulah mereka akhirnya bisa lolos dari kejaran orang-orang aneh tersebut, motor Azril yang terlempar jauh berhasil melumpuhkan 3 motor yang telah mengejarnya di belakang.


"Ben-Ben-Ben... Kau ada dimana? Kau bisa mendengar ku. Cepat jawab aku," ujar Azril yang sudah sampai di darat, ia langsung mencari Ben yang sudah nangkring ditepian sungai.


"Aku disini. Apakah kau baik-baik saja?" tanya Ben pada Azril yang saat ini mendekatinya.


"Iya aku baik, bagaimana denganmu." tanya Azril pada Ben.


"Iya aku juga baik, Azril kau tahu kenapa mereka bisa mengikuti kita. Apakah kau tahu penyebab ya?" tanya Ben.


"Tidak tahu, apa menangnya?" Tanya azril begitu sangat penasaran.


"Lihat ini," Ben menujukan sesuatu di tangannya, alat itu sudah mati gara-gara kena air.


"Alat pelacak?" kaget Azril ternyata benar ada alat pelacak, kecurigaan tentang mereka diikuti itu gara-gara alat itu.


"Iya, tebakan mu itu benar. Bukanya tadi kamu mencurigai jika ada alat pelacak yang terpasang di motormu kan! Ternyata bukan terpasang di motor, ini ada di bajuku. Sial! aku tak menyadari hal ini, maafkan aku zril gara-gara aku kamu juga ikut terlibat." ucap Ben yang merasa bersalah.


"Kenapa kau menyalakan dirimu, ini semua salah mas Andre lah. Suruh siapa dia menjadi seorang pangeran dari keluarga kerajaan." ucap Azril yang agak kesal juga sih.


"Itu semua karena sudah takdir beliau, jika mau memilih beliau juga pasti tidak mau jadi seperti ini." ucap Ben yang seperti sudah memprediksi apa yang ada di pikiran Andre.


"Hahaha, kamu seperti bisa tau apa yang di pikirkan saja." Azril tertawa terbahak-bahak karena ucapan Ben.


"Aku sudah lama kenal dengan beliau, beliau sudah seperti kakak, ayah dan sudah ku anggap sebagai bagian dari hidupku." ucap Ben yang sangat menghormati dan menghargai Andre.


"Aku tahu, kamu sangat sayang dengan ya. Kalian punya ikatan yang kuat yah, seperti sebuah keluarga yang sesungguhnya." ucap Azril yang kagum dengan cara mereka.


"Iya, Tuan Andre adalah keluarga ku. Makanya aku mau jadi pengawal agar aku bisa melindungi ya, dulu saat aku masih kecil beliau yang selalu melindungi ku. Sekarang aku ingin membalas semua kebaikan tuan padaku, itu janjiku pada diriku sendiri." ucap Ben yang semangat 45.


"Dasar, tapi ngomong-ngomong. Bagaimana kita sampai di lokasi yang di tujuh, tanpa ketahuan atau di kejar lagi oleh mereka, karena kita harus cepat sampai di tempat. Apakah mereka akan segera menemukan kita?" ujar Azril yang kebinggungan dengan keadaan mereka sekarang.


"Kamu tenang saja karena kak Glenn itu sangat hebat, dia pasti akan segera menemukan kita. Lihat ini. Sebaiknya kita cari tempat untuk bersembunyi dahulu, sampai bala bantuan datang." ucap Ben yang menujukan gelang anggota asosiasi.


"Kau benar, kita cari tempat untuk bersantai dulu. Huffft– ini baru pertama kalinya aku di kejar banyak orang, ini akan jadi pengalaman pertamaku. Ben apakah kau sering di kejar seperti ini?" tanya Azril yang begitu sangat penasaran.


"Iya sering, Meraka jumlah terlalu sedikit. Aku pernah di kejar sampai 100 orang di belakang, jika di luar negeri. Inilah gak seberapa, anggap saja kita sedang main game."


"Main game kepala mu, ini dunia nyata woy! Jangan samakan gitu dong, lagian main game aja aku kalah terus." ucap Azril yang agak kesal.


"Hahaha, kamu lucu..." ucap Ben yang tertawa terpingkal-pingkal.


"Sudahlah jangan buat kau kesal karena kamu membahas soal game, hmmm- cepatlah kita cari tempat sembunyi dulu" ucap Azril yang langsung bangkit untuk mencari tempat untuk bersembunyi.


Ada sebuah bukit yang besar dengan lubang yang cukup untuk mereka berteduh, dan bersembunyi di sana.


"Ben, kita kesana" ucap Azril yang melihat ada sebuah cela.


"Iya, matamu cukup jeli zril" ujar Ben yang mengikuti Azril dari belakang.


"Kau mau makan? menunggu mereka bisa menemukan kita di sini pasti akan cukup lama, kita makan saja dulu di sini." Ucap Azril yang mengeluarkan mie kap.


"Ouh, ini sangat menyenangkan seperti sedang main petualangan." ucap Ben yang sangat senang, biasanya saat dia bersama kelompok Ben yang paling kecil dan termuda, tapi sekarang dia dengan temen sebaya.


"Mau rasa apa, ayam bawang atau ayam soto?" ucap Azril yang menanyakan rasa mie kap.


"Kau suka apa?" Tanya Ben.


"Aku, ayam soto" ucap Azril.


"Yasudah aku ayam bawang." ujar Ben yang meminta itu.


"Pegang ini, airnya harus di panaskan dulu. Kita juga harus cari kayu, buat masak air" ucap Azril.


"Aku akan cari kayu, kau diam di sini" ucap Ben yang pergi ke sekitar.


^^^Pukul 18.00^^^


Mereka masih di sana sambil makan mie kap, Azril yang sedang membuka Snack pelengkap mie kap.


"Kau mau? ini enak" ujar Azril.


"Tambakan toping di atasnya, mereka lama juga yah!" ucap Ben.


"Hmm, kau bilang mereka akan cepat menemukan kita kok bisa lama, apakah mereka tidak bisa menemukan kita?" ucap Azril yang sudah mulai panik.


"Biasanya kakak akan langsung menemukan kita di sini, zril apakah kau bawa gamemot mu?" ucap Ben yang menanyakannya.


"Hmm tentu saja, kenapa? kau ingin main di saat genting begini?" Azril yang tidak mengerti maksud dari Ben.


"Tidak, mana mungkin aku bisa konsen dengan keadaan kita saat ini. Bukankah, benda itu juga bisa untuk menelfon kan?" ucap Ben yang baru ke ingat dengan gamemot.


"Ouh! Kamu benar, kenapa baru kau katakan sekarang." Azril yang baru juga ingat akan hal tersebut.


"Aku juga baru ingat, mungkin karena perutku baru saja terisi jadi otakku berkerja dengan baik." ujar Ben yang bela dirinya.


"Baiklah, aku akan menelfon dengan benda itu." ucap Azril yang mengeluarkan gamemot miliknya.


[Mas Andre?... Kami masih di sini... Lalu bagaimana dengan kita... Di hutan, dekat sungai... Iya kami semua selamat... Baiklah kami akan menunggu.] ucap Azril yang menutup panggilan itu.


"Ini semakin serius, katanya bala bantuan yang di kirim mas Andre. Mereka terluka, untungnya mereka selamat katanya" ucap Azril yang menjelaskan.


"Mereka cukup kuat juga, sebenarnya siapa mereka?" ucap Ben.


"Mana ku tahu! Bukannya kamu pernah di sekap saat kamu di culik, dan kamu hilang selama hampir satu bulan. Apalah kamu benar tidak tahu dan tidak ingat apapun, siapa mereka" ucap Azril yang sangat penasaran.


"Saat aku di culik, kepalaku di tutupi kain. Tanganku juga terikat, tapi saat itu suaranya terdengar tidak asing. Setelah itu otakku di cuci oleh mereka jadi aku tak ingat apapun, setelah sadar aku sudah berada di rumah sakit." penjelasan Ben.


"Begitu, ada orang dalam pasti. Kita harus cari tahu orang itu, kita mulai penyelidikan berdua saja sebelum punya bukti yang kuat jangan katakan apapun pada mas Andre, mengerti" ucap Azril yang langsung menatap tajam Ben.


"Iya, kita selidiki dulu. Kita mulai misi kita berdua dulu" ucap Ben yang setuju dengan pendapat dari Azril.


^^^Villa, Elang Emas : Milik Andre.^^^


Akhirnya selama semalaman mereka mencari jalan sendiri untuk sampai ke villa, Ben dan Azril telah sampai di halaman. Mereka sangat kelelahan, duduk sebentar di tanah berumput hijau itu.


"Gila, ini sangat melelahkan, tunggu aku mau istirahat dulu." Azril yang ngos-ngosan karena jalan begitu jauh.


"Istirahat di dalam saja zril, ayo. Kita masuk dulu, lapor pada Tuan." seraya menarik tangan Azril.


Tak lama Andre keluar dari dalam, dan melihat adiknya telah sampai di depan pintu.


"Azril, Ben kalian sudah sampai. Syukurlah kalian datang dengan selamat" ucap Andre yang langsung memeluk dengan sangat erat, karena khawatir karena Ben dan Azril tak ada kabar lagi setelah sambungan terputus tadi.


Mereka masuk ke dalam villa, di kasih minum dan makan dulu. Setelah itu Azril dan Ben bersihkan diri dulu karena mereka sangatlah kotor.


"Kalian sudah selesai, duduk sini" Ucap Andre yang menyuruh mereka untuk duduk di sofa.


Ben dan Azril duduk di sofa yang berbeda, tapi di ruangan yang sama.


"Tuan, bagaimana keadaan kak glenn?" ucap Ben yang penasaran.


"Dia baik-baik saja, hanya luka ringan" jawab Andre, agar Ben jangan terlalu khawatir.


"Banyak orang yang menuntut atas kematian para pengawal, apakah mas Andre sudah menanganinya?" ucap Azril yang sangat penasaran.


"Kamu tidak usah khawatir zril, mas Andre sudah mulai mengurus ya" ucap Andre yang tidak mau Azril tahu masalahnya.


"Baiklah, jika ada apa-apa mas ngadu saja pada tuan Brandon, beliau pasti akan membantu anda." ucap Azril yang polos.


"Baiklah. Bagaimana kalian bisa lolos?" Tanya Andre.


"Ceritanya panjang jika harus kita jelaskan. Kita bahas lainnya saja yang lebih penting, soal orang-orang misterius itu. Ngomong-ngomong? Mereka sebenarnya siapa? Apakah musuh lama yang sesungguhnya, atau mereka musuh yang baru. Karena mereka cukup lihai, sepertinya tahu sekali tetang kita, bahkan semua rahasia yang ku rencanakan dengan mas Andre juga dia tahu. Pasti dia bukan orang luar, dia pasti ada di sekitar kita. Iyakan, aku sangat curiga. Nggak mungkin orang luar bisa tahu setiap detail rencana kita itakan."


"Kamu benar juga dek, aku juga sangat penasaran." ucap Andre.


"Mas Andre, apakah punya curiga dengan siapa gitu?" tanya Azril.


"Aku tak punya curiga pada siapapun!" ucap Andre yang jujur.


"Zril, tuan ini terlalu baik. Makanya tak ada yang dia curigai, coba menurut mu siapa? Insting mu kan yang lebih peka di sini, coba kau katakan." sambung Ben yang menyarankan.


"Aku curiga dengan beberapa orang. Seperti Kevin, Zacky, Johan, Anya dan Junlion." ucap Azril tanpa Jedah.


"Kamu curiga dengan mereka?" Andre kaget dengan mata Azril yang juga mencurigai siapapun itu.


"Tentu saja, mereka cukup aneh. Apalagi, Junlion. Sikapnya itu seperti orang yang berbeda setiap kali berhadapan dengan ku, aku tak menemukan cela. Tapi mereka patut untuk di curigai." Ujar Azril.


"Aku juga setuju dengan pemikiran itu tuan," ucap Ben yang mengikuti saran Azril. Andre terdiam sambil merenung.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di EPISODE SELANJUTNYA. BYE...


Minggu 3 April 2022.