
Keesokan paginya di parkiran bawah gedung filix yang sangat kokoh, terlihat Andre yang juga baru sampai Elisa juga baru saja keluar dari mobil Andre karena tidak mau ketahuan oleh siapapun, Andre yang di larang untuk ikuti Elisa atau bersama untuk turun.
Pada akhirnya Andre hanya bisa pasrah dan menunggu Elisa masuk lift dulu, setelah agak lama barulah Andre bisa keluar dari mobilnya.
Tak jauh kebetulan Ariana juga baru sampai melihat Andre yang akan masuk ke dalam gedung karena tidak melihat jika di belakangnya ada arina.
Sampai di depan lift, Ariana yang tidak mau di tinggal langsung berlari kecil agar bisa naik lift bareng dengan Andre.
...😍 BAHASA ENGLISH😍...
ARIANA : Tunggu Dokter andre !
Seraya berteriak bernada dan berlari kecil yang elegan itu membuat Andre langsung menekan tombol membuka pintu lift dengan cepat.
ANDRE : Ouh!
Saat melihat Ariana yang berlari mendekati pintu lift.
ARIANA : Terimakasih dokter Andre mau menunggu saya
Dengan senyum mengembang di wajahnya melukis kecantikan alami.
ANDRE : Iya sama-sama
ARIANA : Anda baru berangkat ?
Ariana membuka pembicaraan karena sangat hening di dalam lift tersebut.
ANDRE : Iya, Anda juga baru berangkat !
Ucap Andre yang basa-basi menanyakan hal yang sama agar tidak di anggap cuek.
ARIANA : Iya, aku biasa berangkat jam segini, apakah anda juga sering berangkat jam segini !
ANDRE : Hemm-- begitu, tidak tetap aku berangkat karena harus ada urusan mendadak maka akan terlambat atau bisa tidak ada di sini
Jawab Andre menjelaskan, Ariana tersenyum karena di pikiran Ariana jika andre sedang mencari perhatian dirinya.
ARIANA : Ouh yah dokter Andre apakah anda tidak tinggal dengan yang lainnya? seperti Dokter Try dan Dokter Junlion dengan para pekerja, karena aku yang selalu melihat mereka bersama jika berangkat
Ariana seperti sangatlah penasaran dengan tempat tinggal Andre.
ANDRE : Iya, saya tidak tinggal di asrama
ARIANA : Lalu apakah anda punya rumah sendiri di sekitar sini
ANDRE : Hemm-- Bisa di bilang begitu!
ARIANA : Ouh - jadi anda punya rumah di sekitar sini rupanya, pantas saja anda sangat cepat datang biasanya. Lalu dimanakah anda tinggal, di daerah mana?
...🥱 Selesai 🥱...
Andre seperti tidak mau berkomentar banyak tapi untungnya pintu lift segera terbuka, itu membuat pembicaraan mereka terputus.
Ting- pintu lift terbuka tapi masalah tidak berhenti disitu saja karena Andre harus menghadapi masalah lainnya juga, karena masalah lainya yang sudah menunggu di sana.
Terlihat wanita-wanita yang saling berpapasan berhubungan dengan Andre sudah berada di satu tempat yang sama, karena Andre harus berhadapan dengan 3 wanita dari masa lalunya, dari jauh ada junlion yang berada tidak jauh dari Rudi dan Elisa yang saat ini sedang berdiri bersama.
" Wah gawat-gawat, kaya akan ada perang dunia ke 7 nih, dan seperti harus nyusun rencana lagi karena rencana telah perubahan besar juga yah, ini bagaikan menebak satu peluru 4 masuk perangkap" Ujar junlion.
" Apa maksudmu Jun" Tanya Rudi kebingungan dengan ucapan Junlion.
" Lihat itu wanita-wanita dari masa lalu Andre berkumpul jadi satu tempat secara bersamaan, Andre malah baru keluar dari lift bersama dengan pemilik gedung!" Ucap Junlion hanya bisa menonton.
" Wanita dari masa lalu?" Kebingungan Rudi semakin menjadi-jadi.
" Yah bisa di bilang semuanya itu adalah mantan dan gebetan yang baru dari Andre ha-ha-ha" Ucap Junlion.
Elisa yang melihat hanya mendengar kan hal itu dari mulut Junlion tidak mau berkomentar banyak akan apa yang di lihatnya itu.
(" Mas Andre nggak pernah bilang kalo punya mantan? apakah jangan-jangan dia bohongin aku kali yah?") Dalam fikiran dan benak Elisa.
" Serius kamu Jun itu semua mantannya Andre, wah luar biasa emangnya berapa banyak mantannya yang dia punya selama ini, apakah semua dari kalangan kesehatan" Tanya Rudi semakin menjadi-jadi gencar mode keponya mulai aktif.
" Hahaha, Andre kaya mati kutu sekarang karena hal ini, lihat ekspresi yah itu" Ucap Jun yang bahagia banget.
" Perasaan Andre biasa aja tuh jun nggak ada tegang-tegang yah" Ucap Rudi yang menatap dengan sangat serius.
" Iya tapi aku tahu banget dia mati kutu sekarang, lihat saja ekspresi bisa di sembunyikan tapi sikap tidak" Ucap Jun asal tebak saja.
🤦🏻♀️ BAHASA ENGLISH 🤦🏻♀️
CLAUDIA : ANDRE...
TIFFANY : ANDRE !!
MERRIELLA : ANDRE !!!
Mereka secara bersama memanggil Andre tepat saat pintu lift terbuka dan Andre baru akan keluar dari lift, terdiam mematung si Ariana dengan 3 wanita di saja yang secara bersamaan memanggil Andre dengan khasnya dan seperti akrab sekali.
TRY : Wah! dalam waktu bersamaan kalian memanggil nama satu pria yang sama secara serempak begitu~
Ujar Try sangat kaget dengan pemandangan itu, kepopuleran Andre memang luar biasa dalam benak Try.
Ucap Andre menyalahkan Try yang bertanggung jawab atas para pemateri yang datang.
TRY : Maaf! Aku juga baru tahu jika mereka sudah datang, mari aku antar kalian ke ruangan
...😱 Selesai😱...
Andre melihat Elisa yang menajamkan pandangan mengarah pada dirinya, Andre hanya bisa menunduk dan berjalan menuju para pekerja yang masih menunggu jadwal dari Andre.
Setelah pembagian tugas dan jadwal untuk pemateri, Claudia di bagian staf obat dan perawat, sedangkan Tiffany di bagian dokter. Merriella di bagian dokter jam ke dua.
Jam makan siang seperti biasa Andre yang selalu di kelilingi banyak wanita di belakang yah dengan jejeran pemateri hari ini seperti lebah-lebah mencari madunya, Andre hampir sulit untuk bernafas dengan baik.
Berada di ruang tunggu Elisa dan Rudi bukannya makan di kantin malah berada di tempat tunggu untuk makan siang, dan hanya memperhatikan Andre dan jejeran sangat sibuk.
" Mas Rudi, kaya pak Andre lagi sibuk yah!" Ucap Elisa yang khawatir dengan suaminya.
" Kaya yah lagi bener-bener sibuk tuh? malah jadi kaya super sibuk banget" Ujar Rudi yang memperhatikan Andre yang bolak balik.
" Kaya sih gitu mas Rudi, kapan dia bisa istirahat apa hanya waktu untuk tidur malam hari aja, lalu kapan dia akan makan kalo sesibuk itu" Ucap Elisa tanpa sadar ia bicara begitu di depan Rudi, membuat melongo si Rudi.
" Hemm-- kok kamu jadi perhatian gitu mau daftar juga jadi koleksi andre?" Dengan bisikkan mata berbinar-binar.
" Eh? Nggak usah deh biar dia aja yang jadi koleksi aku" Ucap Elisa yang gelagapan.
" hahaha bisa aja kau sa, ini bekal yang kamu bawa banyak banget sa, mau kamu makan semua yah?" Tanya Rudi yang melihat kotak makan 3 kotak.
" Nggak ini buat Mas..." Ucap Elisa terhenti seketika seperti ada rem.
" Hah? mas siapa?" Ucap Rudi kebingungan.
(" Aduh hampir saja aku keceplosan") Ucap dalam benak Elisa.
" Ya tentu saja buat mas Rudi" Ucap Elisa mengalihkan pembicaraan.
" Eh! banyak banget sampe dua kotak untuk makan siang aja Elisa, nggak usah lah kamu bikin sampai dua kotak kaya gini cuman buat aku ini buat aku kekenyangan kalo terlalu banyak " Ucap Rudi yang meletakan kembali kotak lainnya.
" Aduh mas rudi nanti bisa mubazir kalo tidak di makan hargai lah usaha aku ini untuk buat makan siang hanya untuk kamu" Ucap Elisa marengek.
" Perut aku bisa meledakkan tahu sa" Ujar Rudi yang memegangi perutnya.
" Terus ini buat siapa dong!" Ucap Elisa yang kebingungan.
Kebetulan saat itu Andre berjalan sendiri mau pergi kesuatu tempat. " Woy Andre~ tunggu bentar! Bisa kesini nggak, cepat sini" ucap Rudi memanggil Andre untuk mendatangi mereka.
" Eh? mas Rudi apa -apa sih kok malah manggil pak Andre kesini !" Ucap Elisa gelagapan.
" Kamu kan sudah kasih kotak ini buat aku, jadi terserah aku dong mau ku apakan nih kotak makan, dan boleh kan jika aku berikan untuk Andre, kita sama-sama berbagi lah" Ucap Rudi.
" Iya tapi kenapa harus pak Andre sih" Ujar Elisa yang tidak tahu apapun sama yang di rencanakan Rudi.
" Iya karena cuman dia yang lewat udah diam aja kamu, yang penting tidak mubazir kan" Ucap Rudi menjelaskan.
" Iya sih"
(" Syukurlah, kotak itu akhirnya jatuh ke tangan yang seharusnya menerima, mas Rudi tanpa sadar melancarkan pemberian aku kepada suamiku, Terimakasih banyak mas Rudi sudah membantu ku walau tanpa di sadari oleh kamu, aku juga minta maaf ya mas") ucap dalam benak Elisa dengan senangnya suaminya akhirnya bisa makan.
Saat Andre sudah mulai dekat dengan tempat mereka, Rudi langsung mengulur tangan yang ada kotak makan dari Elisa untuk diberikan kepada Andre.
" Ini buat kamu, makan dulu sebelum kamu bolak-balik lagi. Sini duduk, Elisa geser dong kasih tempat buat Andre" Ujar Rudi.
" Iya-iya" Elisa geser dan Andre duduk di sebelah Elisa.
" Makasih ya Rudi" Ucap Andre parau udah lemes banget.
" Makasih yah sama Elisa tuh yang bikin bekal begini, katanya dia masak sendiri di jamin deh kamu akan ketagihan makan masakan sih Elisa" Ucap Rudi memuji-muji masakan Elisa.
" Makasih yah Say..." Hampir saja keceplosan mau memanggil kata Sayang dengan cepat Elisa langsung mencubit Andre tanpa sepengetahuan Rudi.
" Hah!! Cielah udah manggil say aja" Ternyata telinga Rudi tidak budeg ia mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Andre, hanya senyum bodohnya yang di tunjukkan oleh Andre.
" Mas Rudi bukan begitu maksudnya pak Andre dia manggil itu Elisa- Sah salah dengar tuh mas Rudi, orang pak Andre manggil sah iya kan pak anda mau bilang Sah kan" Ucap Elisa menyuruh Andre untuk menyakinkan ucapannya, perasaan Andre tersakiti saat ini tapi diam kuburan dalam-dalam dan hanya menahan dan menatap Elisa yang begitu sangat berusaha sekali menyembunyikan hubungan mereka.
(" Apakah memalukan seperti itu tentang hubungan ini hingga ia tidak mau memberikan keterangan kepada siapapun") Ucap Andre menahan perih di ulung hatinya.
" Iya, Elisa benar Rudi" Ucap Andre dengan senyuman kepedihan.
" Nih minumnya! dimakan dengan pelan-pelan yah, hati-hati jangan buru-buru kamu harus harus pikirkan kesehatan kamu juga jangan terlalu fokus sama tujuan dulu, cepat di namakan kalo kelamaan nanti makin nggak enak" Ucap Elisa memperingati.
Rudi hanya bisa menonton hal itu, Andre hanya diam merunduk mengambil sendok dan akan mulai makan.
" Iya"
Bersambung.....
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Senin 18 Oktober 2021