
Berada di ruang belakang di meja makan, Elisa sudah di sibukan dengan pikiran ya, Andre yang baru selesai ganti baju siap-siap mau ke Rumah Sakit, melihat tak ada Elisa di kamar langsung mencarinya.
"Mas Andre, Azril berangkat sekolah dulu yah" ucap Azril yang sudah rapi dengan seragamnya, langsung mencium tangan kakaknya.
"Ati-ati zril" Ucap Andre.
"Iya Mas, assalamualaikum"
"Walaikumsalam" Jawab Andre, setelah Azril yang sudah berlalu pergi, Andre melanjutkan mencari Elisa.
Berada di ruangan dekat dapur, Elisa duduk sambil bicara dengan pikirannya. "Hmm- bikin usaha apa yah?... Hmm... yang bermanfaat buat ibu-ibu di sini, yang muda di ikuti??... Aaah-, Bikin kue. Hmph! itu satu-satunya keahlian ku, cuman buat kue. Ouh! Kue yah? Ide bagus, bahan ya mudah di cari, lalu bikinya juga mudah aku menguasai ya" Dumalan Elisa yang bicara dengan suara agak keras, bikin Andre yang nyeder di ambang pintu senyum-senyum sendiri dengan tingkah laku istrinya itu.
Cup 😘!
Andre mencium ubun-ubun kepala Elisa, dari belakang bikin Elisa kaget. Lalu Andre langsung duduk di depannya, sambil menatap Elisa yang masih melongo.
"Pagi-pagi sudah sibuk saja, mikirin apa sih?" Tanya Andre yang menyaga kepala dengan telapak tanganya.
"He-he-he, ini aku lagi mikirin ibu-ibu di sekitar sini, mereka kasihan kalau mereka tidak punya penghasilan sendiri, jadi Elisa mau bantu tapi Elisa binggung bagaimana cara bantu mereka, kepikiran ide buat buka usaha kecil-kecilan, tapi apa, Elisa gak ada bakat apa-apa" Ucap Elisa agak frustasi.
"Sekecil apapun itu, kalau bisa membantu pemasukan mereka tak masalah sayang, kamu bisa buat mereka terus bisa makan kok" Ucap Andre yang membelai kepala Elisa lembut.
"Elisa juga kepikiran gitu, tapi peluang usaha disini apa yah mas?" Tanya Elisa meminta bantuan dan pendapat dari suaminya.
"Hmm, tanaman bambu atau ubi-ubian" Ucap Andre yang kepikiran hal itu.
"Itukan pakai tanah si juragan sialan itu, selain itu ada gak mas, ya yang bisa bermanfaat gitu asal jangan hasil tanah dari si juragan yang nyeselin itu"
"Huh? juragan sialan siapa?" Tanya Andre yang kebinggungan dengan apa yang di katakan oleh Elisa.
"Hmph! kemarin aku berantem sama 4 cicunguk-cicunguk, yang telah tega mukulin Bapak-bapak, mereka juga menyebabkan kebakaran, jadi lahan yang siap panen akhirnya gak bisa panen, di tambah pajak yang mereka minta. Elisa Gedeg banget sama mereka, ingin rasanya ku patahkan semuanya tulang-tulang mereka" Ucap Elisa yang masih geram.
"Itu emang keterlaluan sih, yaudah kamu punya ide apa mas bantu. Mas gak punya jalan keluar sama sekali, otak lagi buntu banget say, jadi mas bantu dan dukung kamu saja yah" Ucap Andre yang tersenyum tipis.
"Hmm- keahlian Elisa cuman bikin kue Mas, gimana dong!"
"Itu ide bagus. Kamu nanti pake sosmed mamah, atau mau ku bantu pakai sosmednya si Jun, dia pasti mau nyebarin promo. Minta bantuan azril biar promosi lebih jauh lagi, dia pinter komputer tuh"
"Ada masalah lainya? Soal alat-alat dapur, gimana kan gak ada, seperti oven, loyang dan lainnya"
"Itu gampang, tinggal kamu beli saja say, pake uang di kartu mas"
"Kartu mas kan tiga-tiga ya sama Elisa, tapi yang mana? Elisa harus pakai"
"Yaudah kamu pake aja, nanti sisa kalau kurang mas tambahin. Kartu ya kan ada nama-nama ya di belakang itu" Ucap Andre yang ke inget.
"Oke, tapi kartu indo kamu yang mana mas, Elisa nyimpen black dan glod doang! itu juga kartu luar negeri mu" Elisa mengeluarkan kartu dari dalam dompet.
"Itukan kartu luar negeri say, itu yang ada wayangnya, kan ada tulisanya Indonesia di balik kartu" Ujar Andre yang langsung membalikkan kartu.
"Ouh iya, hahahahaha lupa kelamaan di dompet" seraya cengengesan karena malu.
"Ampun deh kamu"
"Mas kamu kemarin kenapa?"
"Nggak apa-apa?"
"Nggak apa-apa gimana? orang wajah kamu di tekuk kayak gitu?"
"Hm- mungkin karena capek aja say"
"Gitu yah, yaudah Elisa bikin sarapan dulu ya. Mas kalau berangkat bareng ya, Elisa mau ke pasar juga beli bahan bulanan, minyak dan bahan dapur sudah pada habis"
"Iya"
^^^🌹 NEW YORK CITY^^^
^^^🏯ISTANA KING EMPEROR^^^
Arafif yang baru sampai di kediaman king emperor, kaget dengan semua keadaan di rumah itu, tempat itu sekarang seperti kuburan massal, dengan banyaknya orang yang sudah mulai pembusukan, karena sudah 2 hari di biarkan begitu saja, Arafif langsung menyuruh anak buahnya untuk membereskan semua tempat, dan memakam kan mereka sesuai aturan agama mereka.
Arafif langsung masuk kedalam rumah Brandon, tapi gak melihat Brandon hanya ada Ken yang masih terkulai di lantai.
"KEN ! " Arafif langsung berlari dan jongkok di samping tubuh Ken, mengeceknya nadinya.
"Syukurlah dia masih hidup, angkat dia. Panggilan ambulan dan mobil jenazah, cepat pergi" ucap Arafif yang menyuruh anak buahnya.
"Baik tuan, laksanakan perintah" Ucap anak buahnya yang langsung bergegas mengikuti apa yang di katakan Arafif.
"Brandon... Brandon... Kemana dia? sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ini" Ucap arafif yang mencari dimana keberadaan Brandon, tapi tak ia temukan di mana pun.
Tak lama Ken sedikit demi sedikit sadar, hanya saja tubuhnya mulai kaku karena terlalu lama di lantai.
"Ken... Ken... syukurlah, sudah jangan bicara dulu. Kamu diam dulu, kita akan segera pergi dari sini, bagaimana ini terjadi mana Brandon?" ucap Arafif.
"Tuan, Zenus" Ucap Ken parau, sebelum Ken akhirnya tak sadarkan diri kembali.
"ZENUS? DIA LAGI" ujar Arafif sangat kesel dengan pria itu, karena seperti tidak ada habisnya pria psikopat itu melakukan hal-hal di luar nalar, suka sekali membunuh orang tanpa belas kasihhan.
"Sebenarnya apa yang terjadi, dimana Brandon? kanapa dia tak memberi tahuku jika ke adaannya sangat genting begin. Hmph! apa itu?" ucap Arafif saat melihat sesuatu di lantai, itu adalah hp milik Brandon.
"Ini, hp milik Brandon" Arafif akhir pergi dengan membawa hp milik Brandon, sebagai tanda bukti dari rumah Brandon, sedangkan kediaman Emperor dalam pembersihan dari orang-orang yang tewas itu.
^^^🏯 ISTANA MONARFI^^^
Arafif yang baru sampai di kediaman yah, langsung sambut dengan sangat baik, tapi penuh dengan drama oleh Monika, yang langsung menghampiri Arafif yang wajahnya penuh dengan kepanikan.
"Pah bagaimana? mana kak Brandon, ada apa dengan kak Brandon?" ucap Monika yang khawatir.
"Aku tidak menemukan dia, aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi padanya, rumahnya..." Ucap Arafif tak ia lanjutkan bikin sangat penasaran bagi Monika.
"Kenapa Pah, kok malah diam Pah ada apa?" tanya Monika yang bertubi-tubi.
"Monika, dengarkan aku. Jika ada apa-apa, kalian langsung pergi ke ruang bawa tanah, jangan pernah muncul saat aku belum datang, kamu mengerti. Cepat pergilah! apa yang perlu di butuhkan cepat bawa, mungkin akan ada perang lagi. ZENUS mungkin sekarang sudah mulai menyusun rencana selanjutnya, sepertinya penjara Swiss itu tidak kapok untuknya"
"Apakah ini perbuatan kak Zenus, kenapa kakak tidak pernah bisa bertobat" ucap Monika yang khawatir juga ikut panik.
"Dia bukan tipe orang yang akan menyerah sebelum usahanya tercapai, cepatlah kamu masuk sana, bawa semua pelayan. Bu Siti dan pak Yusman bersama"
"Baiklah, kamu harus hati-hati ya Pah. Cepat datang dengan selamat" Ucap Monika yang penuh dengan harapan, Arafif menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala saja.
^^^🌸 Indonesia, Rumah Sakit^^^
Berada di sisi lain Andre yang sudah merasakan ke anehan dalam dirinya, sudah gelisah dan tidak nyaman sejak 3 hari yang lalu, ia binggung dengan tubuhnya yang seakan-akan tidak mau menuruti kemauan perintah dari otaknya, di dalam ruangannya Andre terdiam sambil berkutat dengan komputer yah.
Click !
Pintu terbuka, Try masuk dengan beberapa dokumen di tanganya. Dia langsung menghampiri Andre yang saat ini entah kehilangan fokusnya, memberikan setumpuk pekerjaan lainnya.
"Woy Dre, ini data lengkap dari rekapan medis yang kamu minta. Ouh! ya stok obat baru juga sudah selesai, mau sekalian kamu cek juga?" Tanya Try yang menanyakan kepada Andre.
"Bawakan saja semuanya, hmm- data lengkap soal bangsal 7 kamu tangani tidak?" Ucap Andre yang sempat mencari data-data yah.
"Tidak, coba kau tanya jun" Ucap Try yang langsung menepis yah.
Entah perasaan apa yang saat ini di rasakan andre, ia tak tenang hingga saat mengambil segelas air putih tanganya malah tak bisa menahan, hingga membuat gelas itu jatuh kebawah.
Andre kaget, Try juga ikut panik entak seperti satu tubuh Try juga jadi ikutan merasakan kepanikan yang di derita Andre saat ini.
"Kamu baik-baik saja Dre? Kayaknya kamu kurang baik, sebaiknya kamu pulang istirahat saja di rumah" Ucap Try yang menyarankan.
"Dari pada istirahat di rumah, bukankah lebih efektif di sini Try. Aku juga tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini, dari 3 hari yang lalu perasaan tidak tenang. Entahlah, ada apa ini" Ucap Andre yang langsung mengambil hp miliknya.
"Ada apa. Apanya? coba kamu cek semua anggota keluarga mu" Ucap Try yang saat ini membantu Andre mencari hp miliknya.
"Kamu benar, aku setidaknya mencari tahu tentang penyebab utamanya, mana hp ku" Ucap Andre yang mencari hpnya.
"Ini hp mu" Try langsung yang menyodorkan hp milik Andre saat sudah menemukan yah.
Andre langsung saja mencari kontak nama, yang pertama ia hubungi adalah Elisa, ia kepikiran orang-orang penting yah.
"Hallo... Elisa kamu baik-baik saja kan... Ouh, syukurlah... Tidak! aku hanya kepikiran kamu... Mungkin, ya sudah aku tutup telfonnya" Ucap Andre yang langsung mengakhiri panggilan.
"Bagaimana?" Try yang ingin tahu.
"Bukan Elisa. Mungkin kah Azril?" Andre langsung menekan tombol kotak no adik iparnya.
"Hallo zril, kamu dimana dek?... Ouh, kamu masih di sekolah... Tidak, aku hanya ingin tahu apakah kamu baik-baik saja... Syukurlah, kalau sudah selesai sekolah cepat pulang yah... Oke mas tutup panggilan ya" Ucap Andre yang mengakhiri panggilan itu.
"Bukan Azril, lalu siapa lagi, orang tuamu. Coba kau cek" Ucap Try yang langsung menyarankan agar menghubungi orang tuanya.
"Kamu bener, Mamah dan Papah? atau Dady? mereka yang ada di New York, mungkin mereka yang dalam masalah" Andre langsung meneken tombol kontak papahnya.
Tut Tut Tut
Tut Tut Tut
"Bagaimana Dre, apakah di angkat sama Papah?" Tanya try yang juga ikutan panik.
"Tidak, kemana ya papah kok tidak mengangkat panggilan ku?" Dumal Andre.
"Andre tenang lah, mungkin saja mereka sedang sibuk" Try menenangkan Andre yang mulai gelisah.
"Tidak, bagaimanapun keadaan papah dan sesibuk apapun papah, akan mengangkat panggilan ku" Ucap Andre yang tahu papah tidak pernah mengabaikan Andre, karena Arafif tipe papah yang overprotektif terhadap anaknya.
"Coba kamu telfon mamah? mungkin saja beliau akan mengangkatnya?"
Andre langsung menelpon mamahnya, langsung di angkat dengan cepat oleh Monika.
Tut Tut
"Hallo maaah... Mamah bagaimana keadaan ya di sana... Iya, mah... Andre baik disini, Andre hanya kangen dengan mamah... Andre sedang di rumah sakit... Mamah belum jawab pertanyaan Andre, bagaimana kondisi mamah disana... Lalu dimana papah kok, Andre telfon papah tidak mengangkatnya, papah lagi ngajak terapi ayah yah?... "
BLEETUK !
CRAAAK !
Hp Andre terjatuh dari genggaman saat mendengar kabar itu, Try langsung berlari menghampiri Andre yang seakan-akan mau jatuh pingsan.
"Woy Dre! Andre, kamu tidak apa-apa? bagaimana keadaan mereka di sana, mereka baik-baik saja kan?" Tanya Try yang sangat penasaran, seraya mendudukkan Andre si sofa miliknya.
"Try, kamu bisa kan handel di sini, aku pulang sekarang" Ucap Andre yang sudah tidak karuan.
"Baiklah, kamu bisa nyetir sendiri? sini biar aku saja yang mengantar kau" Ucap Try yang menawarkan diri.
"Tidak usah, aku bisa. Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja" Ucap Andre yang langsung mengambil kunci mobil, dan bangkit dari sofa, dan langsung menuju pintu
"Kamu yakin Dre, kamu bisa Dre jangan memaksa diri begitu dre" ucap try khawatir.
"Aiya aku tidak apa-apa dek" Ucap Andre yang menyakinkan Try.
Andre yang langsung jalan menuju lift, dan menghilang di balik pintu lift tersebut dengan sangat terburu-buru.
"Andre! Kak, Kakak... Ada apa sebenarnya, aku jadi ikut gak tenang, yah hp Andre malah retak lagi, tapi untunglah masih nyala" ucap try yang masih memegang hp Andre.
Sesampainya di rumah Elisa yang masih sedang di sibukkan dengan rutinitas ya, tiba-tiba mendengar suara mobil suaminya Elisa yang langsung syok mendatang pintu depan.
"Loh itukan Mas Andre, kok pulang siang? kenapa yah, kok wajahnya pucat gitu. Sakit kah?" gerutu Elisa seraya langsung menghampiri Andre, yang saat ini baru sampai halaman.
"Assalamualaikum" Ucap Andre yang sudah di ambang pintu.
"Walaikumsalam, loh mas kok pulang cepat?" Elisa langsung merai tangan Andre untuk salaman, mencium punggung tangan Andre.
"Iya, ada urusan soalnya" ucap Andre yang langsung masuk kamar, Elisa langsung mengikuti di belakang.
"Urusan apa? hingga sepertinya kamu sedang terburu-buru sekali" Ucap Elisa yang memperhatikan suaminya, yang melepaskan pakaian kemeja ya.
"Sayang, aku akan kembali ke New York!" ucap Andre yang membuka lemari pakaian, untuk Menganti pakaiannya.
"Eh, kok tiba-tiba. Ada apa? kita baru saja balik dari sana loh, masa balik lagi" Ucap Elisa yang kebingungan.
"Cuman aku yang akan kembali, kamu akan tetap disini saja, untuk jagain Azril" ujar Andre yang memakai pakaian ya.
"Kok gitu, emang ada apa di sana?" Ucap Elisa panik.
"Sayang, aku tidak bisa jelaskan secara terperinci. Intinya aku akan kembali, aku sudah lelah untuk kabur, inilah waktunya aku akan hadapi takdir ku, apapun itu resikonya aku akan harus menanggung ya" Ucap Andre yang melepaskan celana yah, dan mengganti.
"Lalu, kamu akan meninggalkan aku" Ucap Elisa yang seperti enggan untuk di tinggal.
"Iya, kamu di sini saja. Karena ini adalah masalahku, bukan masalah kamu" Ucap Andre yang menjelaskan.
"Masalahmu itu juga jadi masalahku mas, masa kamu bisa tega ninggalin aku gitu" Yang masih tidak faham dengan apa alasan Andre mau meninggalkan Elisa.
"Sayang, ingat jika aku tidak kembali hidup-hidup, kamu harus bahagia. Aku mungkin belum bisa membahagiakan kamu, jadi dengan kata lain, aku akan membebaskan kamu dari sumpah pernikahan kita, aku pergi sekarang" Ucap Andre yang langsung menatap Elisa.
"Mas, kok gitu. Mas, Elisa ikut yah" Ucap Elisa yang menarik tangan Andre.
"Gak bisa sayang! Aku juga agak ada waktu, aku harus pergi sekarang" Andre melepaskan tangan Elisa.
"Setidaknya ajak aku juga mas, aku mau ikut denganmu. Ayah dan Ibu kan ada si sana, aku akan ikut untuk menjaga mereka"
"Sayang, aku pastikan mereka akan baik-baik saja dan aman, mereka akan pulang dengan baik, kamu tidak usah khawatir yah" Ucap Andre yang berusaha menenangkan Elisa.
Cup 😘 !
Kecupan manis di pucuk kening, untuk menenangkan diri Elisa, agar jangan terlalu khawatir, tapi elisa masih saja panik, datanglah anak buah Andre, yang sebelumnya Andre sudah menghubungi Ben dan Glenn, saat di perjalanan akan pulang tadi.
"Tuan, semua sudah siap" Ucap Glenn yang berada dari belakang Andre.
"Kita pergi sekarang" Ucap Andre yang langsung pergi, Elisa yang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menatap kepergian Andre.
"Baik Tuan" Ucap serempak Ben dan Glenn, langsung pergi mengekor di belakang Andre.
"Kamu tega Mas, masa kau tinggalkan aku, aku juga ingin berdiri di sampingmu, untuk mengahadapi mereka bersama-sama, kamu lagi-lagi seperti ini, mengurusi sendiri" Gerutu Elisa yang sangat sedih.
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Kamis 24 Februari 2022.