
Berada di gedung lantai 2 ruang khusus untuk tempat istirahat para dosen dan pemateri tamu Andre, terlihat Andre tadinya fokus di depan layar komputer karena terlalu banyak tekanan ia memijat keningnya perlahan-lahan lalu ia bangkit ingin mengambil air minum, tapi Andre tak sengaja menengok ke bawa luar jendela kaca gedung saat sedang perjalanan untuk ambil air minum ia melihat istrinya dengan cowok lain di halaman depan gedung.
Tak lama try masuk kedalam. " Dre, kamu di sini rupanya ku pikir kamu masuk kelas" Tanya Try seraya menghampiri Andre yang sudah kesal.
" Ada apa! Kau mencari ku" Jawabnya sinis.
" Eh itu! kok kamu kaya lagi melampiaskan amarahmu padaku" Ucap Try.
" Itu hanya perasaan mu saja" ucap Andre yang langsung mematahkan bolpoin menjadi dua bagian di genggam tangannya.
" Ouh gitu! itu - si Kevin seharusnya sudah datang dari tadi, tapi dimana dia?" Ujar Try yang ragu mengatakan hal itu saat suasana hati Andre kurang bersahabat begitu.
" Sepertinya dia lupa tujuan, atau dia tersesat di jalan. Dia memang sudah datang dari tadi, tapi tidak segera masuk untuk melaporkan padaku" Ucap Andre yang langsung berlalu pergi meninggalkan tempat untuk melanjutkan ambil air minum.
" Ouh yah ?!, kamu tahu dia sudah datang dari mana? padahal dari tadi aku liat kamu tak keluar dari sini, tadi keluar hanya melongo di depan pintu saja" Ujar Try.
Andre tak menjawab apapun lagi pertanyaan dari try, setelah ia minum air Andre langsung keluar dari ruangan.
BRAAAK !!!
Andre membanting pintu begitu keras membuat try kaget dan kebingungan dengan sikap yang di tunjukan oleh Andre saat ini.
" Apakah dia harus semarah itu padaku, atau---" Gerutu Try kepada Andre.
Try akan berlalu pergi tapi kakinya menginjak salah satu pahatan bolpoin milik Andre tadi langsung ia pungut dari lantai.
" Eh? ini kan bolpoin milik Andre, padahal ini bolpoin edisi terbatas dia mematahkan dengan begitu kejam, sepertinya suasana hatinya lagi down lagi, sekarang apa lagi penyebab yah" Gerutu Try lagi.
Try Lihat di bawa sana, melihat Kevin dan Elisa sedang berbincang-bincang cukup lama.
" Aaah-, begitu rupanya. Gawat!l !! Andre sepertinya akan meledak sekarang" Ujar Try langsung berlari keluar setelah menyadari sesuatu.
Andre yang sudah sampai dibawa langsung meneriakkan nama dengan sangat cepat dan keras, matanya menatap tajam pada pria di samping Elisa.
" Kevin Andrian Clarlosen" Ucap Andre dengan tegas dan berjalan mendekati mereka.
" Ouh? Tidak ku sangka bahwa anda sendiri yang menyambut kedatangan ku" Ucap Kevin kaget, dan langsung menatap kearah Andre.
Glek ?
Kevin menelen ludah yah bulat-bulat saat melihat tatapan menakutkan dari Andre.
( Wah! Ancaman, mata itu menakutkan apa yang ku perbuatan hingga membuat dia seakan mau menerkam ku hidup-hidup) Gerutu Kevin yang sedikit agak merinding melihat tatapan Andre.
Pandangan Andre beralih pada elisa yang saat ini sedang menonton, dan menatap kedua pria tampan yang wajahnya hampir mirip itu.
( Kenapa wajah kevin kok mirip dengan mas Andre yah, apakah Kevin adiknya tapi mas Andre anak tunggal apakah jangan-jangan anak di luar nikah atau anak dari istri kedua papah, ah-gak mungkin. Papah sangat mencintai mamah, gak mungkin dia akan menduakan mamah tapi dia ini siapa? ) Dalam benak Elisa bertanya-tanya.
Andre yang melihat Elisa bengong sambil menatap wajah kevin terus membuat ia salah paham sama tatapan Elisa itu, Andre manatap tajam kepada Elisa.
" Apakah kamu masih ingin disini Elisa Nurhaliza" Ucap Andre menekan sinis.
Itu membuat Elisa tersadar dari lamunannya, elisa mulai gelagapan.
" Ouh! hehehe tidak pak, saya permisi " Ucap Elisa, menatap aura dingin dari seorang Andre.
" Daaah Elisa, sampai ketemu lagi" Ujar Kevin masih sempat-sempatnya melambai tanganya saat Elisa akan beranjak pergi.
" Iya, daah" Elisa membalasnya dengan melambaikan tangan juga.
" Kau tahu ini jam berapa?" Ucap Andre yang saat ini menyelipkan tangan di saku baju luarnya.
" Maafkan aku Paman tadi di jalan sangat macet jalan sebagian ada yang ditutup" Ucapnya yang merasa bersalah.
" Banyak sekali alasan mu, apakah aku tidak tahu sifatmu. Kenapa kau tidak pakai supir, jika kau buta arah" Ucap Andre yang tahu jika Kevin itu tidak bisa jalan tanpa penunjuk jalan.
" Paman supir semuanya sedang sibuk, mengantarkan papi dan mengantar mami. Maafkan Aku yah paman yang paling tampan dan baik" Ucap Kevin dengan Mode gemoynya yang manja pada Andre.
Pada akhirnya Andre luluh juga pada keponakannya itu, sejak kecil Kevin Andrian Clarlosen paling dekat dengan Andre dan apapun permintaan dari Kevin Andre tak pernah membantah atau menolaknya.
Kevin Andrian Clarlosen adalah Anak dari cucu utama keluarga Adriana bisa di bilang Kevin adalah cicit kesayangan keluarga Adriana sama seperti Andre adalah cucu bungsu kesayangan keluarga, karena usia mereka tidak jauh berbedanya makanya keluarga selalu mengatakan jika Kevin adalah saudara kembarnya Andre walau cuman beda 4 tahun dari Andre.
" Yasudahlah! cepat masuk ke dalam, udara sangat dingin" Ujar Andre yang melembutkan suara yah langsung berbalik badan dengan cepat.
Kevin tersenyum lebar langsung berlari kecil agar bisa memeluk lengan Andre dengan sangat eratnya layak seorang anak kecil yang minta di gandeng oleh papahnya.
" Paman! Dia sangatlah imut dan sangat manis, bagaimana paman tidak mengenalkan pada keluarga besar, papi pasti sangat senang" Ucap Kevin yang saat ini membuntuti Andre.
" Belum saat yah, percepat jalanmu karena kamu itu sudah berani terlambat di hari pertama kau menjadi pemateri magangku. Jika bukan keponakan sendiri, mungkin sudah aku lempar kau ke sungai" Ujar Andre.
" Hehey aku bukan anak kecil yang dulu lagi yang gampang kau tipu daya lagi paman, aku ini sekarang sudah dewasa jadi tidak muda untuk kau tipu-tipu lagi" Ucap Kevin.
" Baguslah, jika begitu" Ujar Andre yang tersenyum tipis.
Berada di ruangan kantor, Andre memberikan semua jadwal untuk Kevin dari ruangan 1-2, dokter dan stafnya.
" Hemm--, jadi aku cuman 1 Minggu cuman 2x nih paman" Ujar Kevin sambil membaca secara detail.
" Iya, itu jadwal mu. Sekarang masuk kelas sana, 1 jam 20 menit" Ucap Andre yang mulai fokus kembali ke layar komputer yah.
" Kevin, kenapa kau-- Ouh! Andre apakah Kevin harus segera masuk untuk pemateri" Try yang baru saja kembali karena mengejar Andre tapi malah tidak bisa terkejar, bolak balik tangga darurat bikin lempoh lakinya.
" Ada apa denganmu, habis maraton atau olaraga lari" Tanya Andre.
" Aisssstt aku mengejar mu" Ucap try yang ucap singkat.
" Untuk apa?" Jawab Andre mata fokus dengan layar monitor.
" Ya sudahlah" Try pasrah saja tak bisa mengatakan apapun lagi.
" Paman aku tidak tahu dimana ruangannya" Ujar Kevin yang kebingungan dengan struktur dengan jalan di gedung itu.
" Try antar dia" Tanpa pikir panjang Andre malah menyuruh Try yang masih kelelahan itu.
" Hah! Aku lagi, Baiklah cepat ikut aku" Kaget bukan main tapi ia tak bisa membantahnya.
" Baik paman Try"
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Sabtu 27 November 2021