
Andre yang baru saja menutup panggilan, ke Indonesia untuk memberi kabar istrinya dan memberikan pesan pada Try, agar lebih berhati-hati lagi, akan Zenus yang sedang ingin mencari tahu tentang dirinya.
Ah! Aku lupa soal Try, bagaimana jika dia akan datang ke Indonesia, untuk mencari Try. Paman tidak tahu tentang aku, yang dia tahu adalah Try. Bagaimana jika dia akan menyerang Try dan keluarga yah? Rencanaku bisa gagal, aku harus pikirkan tentang jangkauan orang itu melakukan hal-hal di luar kendali. Gerutu Andre dalam fikiran.
Saat berfikir keras, Andre terdiam sambil memikirkan matang-matang caranya agar orang-orang yang penting baginya, yang dia sayangi juga baik-baik saja.
"Tuan, kita sudah menemukan tempatnya. Lokasinya ada di selat Utara dekat dengan istana ANDRILOS, sekarang dia berada di sana" Ucap Glenn yang datang dengan berita baik.
"Begitukah, bagus Glenn. Kita langsung ke rencana A, yang sudah kita susun. Tapi, sebelum itu. Buat daftar rencana C dan D, karena kita tidak ada yang tahu dia akan melakukan apa, aku masih ada keluarga di Indonesia. Istri, dan kedua adikku ada di sana, jadi..."
"Saya mengerti ke khawatir anda, saya dengar dari Ben, jika nyonya muda sangat hebat dalam bela diri. Jadi, anda tidak usah khawatir, karena Ben sudah menyusun rencana untuk melindungi Nyonya Elisa, tuan muda Azril, dan tuan Try dengan seluruh keluarga yah. Baik, saya undur diri untuk laksanakan rencana A yang anda minta" ucap Glenn dengan sangat tegas, dan penuh hormat kepada Andre.
Pertempuran ini harus aku akhiri, aku tidak mau ada Andre-andre lainnya yang akan mengalami hal seperti ini, cukup aku saja. Dumal Andre dalam lamunannya, menatap ke luar jendela.
^^^🏰 KASTIL PERAK^^^
Semua orang membungkukkan badan saat Xenia Zenus memasuki kediaman, dengan seseorang yang dalam tawanan, Yah! dia adalah Markus, kakak tirinya.
MARKUS : Kamu gila, kenapa kamu juga melakukan hal ini padaku, dimana balas kasihmu Xenia? kamu bukan manusia, kamu iblis
Teriakan Markus yang di tahan oleh beberapa pengawal, tangan terikat kebelakang dengan wajah yang sudah lembab karena habis di pukul habis-habisan.
ZENUS : Berisik, Buat dia bungkam. Telinga ku sampai mau meledak rasanya, cepat buat dia tutup mulut ya
Ucap Marsel Zenus itu, menyuruh anak buahnya untuk menutup mulut Markus, mereka menurut lalu menyumpal mulut Markus dengan kain.
Disisi lain anak buah Glenn sudah berhasil menerobos masuk, tanpa sepengetahuan orang-orang Marsel Zenus, ia memberi kabar agar Arafif dan Daddynya ikut kerja sama dalam menangani rencananya tersebut.
Sepucuk surat, tulisan Andre di lemparkan oleh seseorang ke dalam sel tahanan.
"Apa itu, baca Fif" Ucap Brandon yang menyuruh Arafif untuk membacanya.
"Ini tulisan Andre, ada tanda tangannya. Ini surat dari Andre?" Ucap Arafif yang mengenali tulisan tangan putranya dan tanda tangannya.
"Apa isi yah?" Tanya Brandon yang begitu sangat penasaran.
"Dia ada di sini, katanya kita harus ikut rencana ya. Untuk mengatakan jika, Xenia Zenus itu terluka parah dan butuh seorang dokter, dia akan datang menjadi dokternya, kita harus membantunya" Ucap Arafif membacakan inti dari surat tersebut.
"Jika benar begitu, lakukan saja Arafif. Aku percayakan ini padamu, tapi ngomong-ngomong dia ada dimana?" Brandon sedikit lega jika putranya baik-baik saja.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Setahuku dia ada di Indonesia, bersama istrinya. Aku melarang dia untuk datang kemari karena ini sangat berbahaya, tapi—" Ucapan Arafif terhenti karena mendengar suara yang tidak asing.
Yah, itu suara Markus yang di bawa sel tahanan bawah tanah milik Zenus, dimana disana Arafif langsung menyembunyikan surat itu agar tidak ketahuan.
PENGAWAL : Masuk sana, bersama yang lainnya.
Mendorong tubuh Markus ke dalam sel, sama-sama dengan Arafif dan Brandon.
ZENUS : Ha-ha-ha kau sangat kacau Markus, ingatlah bahwa kau juga tidak masuk jejeran anggota ANDRILOS, tapi kenapa kau malah tinggal di istana ANDRILOS, padahal kau juga sama. Bukan anggota bangsawan inti, mungkin kau keturunan ANDRILOS tapi bukan kau pemimpin ya, iyakan. Tapi, anehnya masih berlagak sombong bahwa kau akan menguasai tahta ANDRILOS. Sekarang kalian bergabunglah, sebagai tikus percobaan ku, hahahahahah
MARKUS : Kau sudah gila Xenia, jangan harap kau bisa ada di tahta ANDRILOS kau hanya anak luar, tidak akan bisa jadi anak inti. Ingatlah bahwa setengah darahmu saja hanya Rakyat jelata
ZENUS : Kurang ajar kau... Bawa dia bersama yang lainnya, akan ku bunuh dia yang pertama. Sebagai tumbal ku saat penobatan ku nanti
PENGAWAL : Baik Boss
BRANDON : Hahaha, sebelum kau duduk dan di nobatkan sebagai Tuan ANDRILOS, kau yang akan mati duluan Zenus, karena putraku akan mengakhiri hidupmu itu
ZENUS : Omong kosong, kau Brandon. Ingatlah bahwa putramu hanya boca pengecut, dia tidak akan berani, untuk melawan ku buktinya selama ini dia tidak pernah muncul, karena dia tahu jika dia tidak akan bisa. Takut akan goyah, jika ku buat kalian dalam puncak kematian
BRANDON : Hahaha coba saja
Xenia Zenus pergi dengan kesal karena ucapan Brandon tersebut, Arafif langsung mendekati Markus yang terikat dan melepaskan sumpalan itu.
"Markus, apakah kau baik-baik saja" Ucap Arafif yang khawatir.
"Arafif kau juga di sini, dan Brandon. Sejak kapan kalian berdua ada di sini, kalian di tangkap juga. Lalu bagaimana dengan Monika?" Ucap Markus yang khawatir pada adiknya.
"Kau tidak usah khawatir, Monika aman di istana Monarfi, kami sudah lama di sini hampir 1 Minggu tapi yang paling lama adalah Brandon yang lebih dari seminggu" Ucap Arafif.
"Kau tidak usah khawatir, dia hanya akan mengancam orang-orang yang bersangkutan dengan ANDRILOS saja, tidak akan menyerang lainnya, percayalah" Ucap brandon yang sudah tahu dan faham triknya.
"Aiya, Brandon bagaimana kamu bisa seyakin itu" ucap Arafif.
"Dari pengamatan ku, dan semenjak kejadian dimana Rubia meninggal dan aku baru siuman aku selalu mencari informasi tentang dia, jadi aku tahu apa yang dia inginkan sebenarnya" Ucap Brandon yang menjelaskan.
"Gila dia, memang sudah gila. Untuk apa dia menawan kita sebenarnya, masa hanya karena ingin duduk di kursi ANDRILOS?!" Ucap Markus yang sangat kesal.
"Entahlah Markus, kita hanya bisa bersabar" Ucap Brandon.
"Tapi, apakah kalian sudah dengar jika Andre akan naik takhta, Minggu depan dia akan di nobatkan sebagai The King ANDRILOS" Ucap Markus yang memberi tahu.
"APA! Anak itu, kenapa tiba-tiba ingin muncul. Jika seperti itu berarti dia sudah berada di New York, bukan Indonesia" ucap Arafif kaget dengan kabar itu.
"Mungkin, Andre khawatir dengan kita. Atau mungkin dia sudah tahu jika kita di tawan disini, makanya dia membuat pancingan untuk masuk grup ANDRILOS" Ucap Brandon yang sudah bisa menebaknya.
"Jika seperti itu, maka dia sedang menantang maut ya, sia-sia aku menyembunyikan dia. Jika pada akhirnya dia malah ingin masuk ANDRILOS, hanya untuk memancing Zenus keluar" Ujar Arafif yang khawatir.
"Ada saatnya dia juga harus menghadapi takdir ya Arafif, jadi setidaknya kamu dukunglah keputusan yah!" Sambung Markus.
"Aku tahu tapi..." Ucapan Arafif tidak ia lanjutkan karena tak bisa ia ungkapkan rasa takutnya.
"Dia sudah cukup dewasa, dan sudah besar bukan anak bayi 7 bulan itu lagi. Ingatlah dia adalah keturunan inti dari Brandon, kau hanya ayah angkat baginya. Jadi, jangan jadikan Andre sebagai burung dalam sangkar terlalu lama. Biarkan dia terbang jauh, membentang sayapnya dan menerbangkan semua harapan dan impian setiap orang" ucap Markus.
"Aku tahu, tapi —"
"Arafif, aku tahu ini seperti pukulan terbesar bagimu, tapi apa yang di katakan Markus ada benarnya" Ucap Brandon yang menenangkan Arafif.
"Dia harus di akhiri, jika tidak. Maka akan banyak korban jiwa lagi, yang akan tumbang. Sudah bertahun-tahun, dia seperti itu entah sudah berapa banyak korban di tanganya, yang sudah berlumuran darah itu kita, percayakan kepada Andre keputusan ada di tanganya" ucap Markus melanjutkan ucapan.
"Iya, Arafif. Andre pasti bisa, kita doakan semoga dia baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Tuhan, sebagai ayah kita harus percaya pada putra kita bukan" Ucapan Brandon membuat Arafif semakin khawatir.
Disisi lain, anak buah Glenn sudah beraksi. Ia juga mengirimkan beberapa Gadis cantik, yang menjadi salah satu anak buah Glenn, yang dikirim ke markas kastil perak ini, adalah wanita yang sudah ahli dan terlatih.
Dengan pakaian yang begitu sangat seksi, dan sangat mempesona melihat yah saja, Xenia Zenus terbuai akan kecantikan wanita itu.
Bagus, dia mulai masuk perangkap. Gerutu si wanita cantik.
TYA : Tuan, anda memanggil ku. Hmm- bau anggur enak, tuan mau ku tuangkan?
ZENUS : Boleh sayang, boleh aku juga mencicipi mu. Seperti kau orang baru yang di kirim Sonia? aku baru melihat mu
Sonia ini adalah madam yang klub malam di salah satu tempat di New York, untuk merekrut banyak Wanita cantik untuk melakukan pelayanan.
TYA : Hahaha mata anda jeli sekali, aku anak lama, tapi memang aku baru pertama kali dikirim untuk melayani anda, Tuan. Apakah, anda sangat lelah mau ku pijatkan
ZENUS : Tentu saja!
^^^🏯 ISTANA KING EMPEROR^^^
Andre terduduk sambil membuat rencana C dan D, agar semua keluarga aman dari ancaman Zenus, yah! Andre juga tak lupa untuk membuat pertahanan agar dia tidak dapat di kalahkan juga, membuat racikan obat secara detail, obat yang bisa melumpuhkan sistem gerak.
"Tuan, Tya sudah sampai di titik utama dia juga sudah berhasil melumpuhkan lawan kita secara sempurna, tidak ada yang tahu soal obat yang di masukan dalam minumannya"
"Bagus, kirim seseorang dokter dan bilang jika dia terkena penyakit langkah, buat dia merekomendasikan diriku, biar aku yang menghadapi yah, dan kau membebaskan tawanan"
"Baik Tuan, saya undur diri" Ucap Glenn sopan.
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Selasa 01 Maret 2022.