
Elisa terdiam sejenak dengan mata sedikit membulat karena sangat penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh si pria asing, seraya Elisa memperhatikan sekitarnya.
"Bagaimana nyonya Elisa, dengan yang ku sebutkan tadi? apakah anda setuju" ucapnya seraya meletakan kembali kertas sebelumnya ia baca, untuk menyebutkan semua persyaratan di kertas perjanjian.
Cukup berbeda dengan apa yang ku baca, dasar licik. Kau pikir bisa membodohi aku, walau IQ tidak sebesar sepeti AINAN CELESTE, tapi aku bukan idot ya. Dumal dalam hati Elisa yang kesal.
"Aneh ya kenapa bisa seperti itu ya? hmmm-keuntungan secara langsung dan secara tidak langsung yang anda sebutkan tadi, cukup membuatku agak kurang nyaman, dan tidak masuk akal" ucap Elisa seraya pura-pura berfikir sejenak.
"Bagaimana tidak bisa masuk akal. Coba anda katakan di mananya?" tanya si pria asing pada Elisa, yang saat ini pura-pura pelupa.
"Tentu pada akhirnya, nanti kau yang akan di untungkan dalam masalah ini. Iyakan! lalu dimana aku bisa berpartisipasi dalam proses itu, tuan anda sedang membodohi aku yah." ucap Elisa yang mulai geram dengan semua itu, tapi Elisa merendamnya kembali karena pengawasan pengawal ketat.
"Mana mungkin seperti itu, aku tidak mungkin melakukan yang merugikan untukmu dan untukku. Tenang saja!" ucapnya untuk meyakinkan Elisa.
Elisa terdiam sejenak, seraya memikirkan cara untuk bisa lolos dari semua itu. Karena saat ini tidak mudah untuk bisa kabur, dengan penjaga yang begitu sangat ketatnya.
Wanita ini tidak bener-bener bodoh rupanya, sulit sekali untuk membodohi ya. Dumal dalam hati pria asing.
Tiba-tiba pria yang ada di belakangnya mendekat dan membisikkan sesuatu pada pria asing, langsung dia tersenyum licik karena hal tersebut.
"Bagus! Perlihatkan apa yang harus dia lihat, mungkin setelah ini dia mau berkerja sama dengan kita." ucap pria asing dengan senyuman aneh.
"Baik tuan." ucapnya seraya membawa sebuah iPad dimana ada sebuah video call dari seseorang di sana.
Apa lagi yang ingin dia tunjukan padaku, banyak sekali triknya. Dumal hati Elisa yang mulai curiga dengan permainan pria asing itu
"Nyonya Elisa coba lihat ini? setelah menonton ini mungkin anda akan berubah pikiran." ucapnya dengan nada tegas dan menekan.
"Apa yang harus aku lihat?" ucap Elisa yang langsung kaget saat yang ia melihat seorang pria terikat dengan kepala di tutup kain, tapi Elisa tidak menujukan ekspresi wajah perubahan.
"Perhatikan orang yang ada di dalam video tersebut, apakah kamu kenal?" ucapnya.
Gawat, dia menangkap mas Andre. Jangan panik Elisa, pria ini cukup teliti juga. Hmph! aku harus berfikir, jangan ambil langkah yang salah dan gegabah. Gerutu dalam hati Elisa yang kesal.
"Siapa dia?" ucap Elisa yang pura-pura tidak mengerti dan tidak tahu siapa pria di sana.
"Apakah kamu tidak mengenal suamimu sendiri!" tanya pria asing yang kebinggungan.
"Benarkah, pria itu adalah suamiku? aku tidak mempercayai hal tersebut." ucap Elisa yang tidak mau mengakui bahwa pria yang jadi tawanan itu adalah suaminya.
"Kau bilang. Akan langsung mengenali suamimu, karena dia sangat tampan. Apakah kau hanya asal berbicara soal itu?" ucap pria itu lagi dengan tatapan tajam.
"Ha-ha-ha, aku ini hafal suamiku kok. Tapi, pria di sana bukan suamiku, karena wajah suamiku bukan seperti itu." ucap Elisa yang mengatakan dengan logat manja.
"Bagiamana bukan suamimu, apakah kamu menikah dengan dua pria?"
"Aaah, Mau ya begitu tapi wanita tak bisa menikah lebih dari 1 priakan, jadi aku hanya punya satu suami."
"Lalu kenapa kamu tidak kenal dengan suamimu sendiri?"
"Lihat saja, wajah suamiku sangat tampan. Bukan berwajah hitam begitu, aneh kan."
"Apa! coba ku lihat," ucap pria asing dengan kaget saat Elisa mengatakan hal tersebut dia berfikir jika anak buahnya salah membawa orang.
Apakah mereka salah menangkap orang, ku bilang menangkap pria yang ada di foto. Dumal dalam hati si pria asing yang heran.
P. A : Jonson, buka penutup kepala ya. Wanita ini tidak mengenal siapa pria itu, jadi buka kainnya.
JONSON : Baik Tuan.
Ucapnya, seraya memberikan aba-aba pada anak buahnya. Yaitu si Jonson, untuk membuka kain penutup wajah.
"Lihat ini nyonya Elisa, apakah bener dia suamimu" ia memberikan iPad ya kembali pada Elisa.
"Coba ku lihat lagi?" ucap Elisa yang mengambil kembali.
Syukurlah, mas Andre baik-baik saja hanya di ikat dan mulutnya di lakban saja. Aiiissssttt bibir seksii mas ku, itu bagian tubuh yang ku sukai tahu, tapi kenapa orang ini malah melakban mulut cantiknya itu. Gerutu Elisa yang bersyukur jika suaminya masih baik-baik saja.
"Bagiamana? apakah anda sudah mengenalinya? ataukah masih tidak mengenal suamimu" ucap si pria asing.
"Ha-ha-ha kamu memang lucu sekali, masa ia dia bermain seperti itu. Dia bukan anak kecil lagi kan, ngapain dia bermain seperti itu" ucapnya dengan tawa girang.
"Ouh begitu, aku tidak tahu. Permainan ini juga bisa di mainkan orang dewasa juga, kalau begitu aku boleh ikutan kan?" ucap Elisa yang gelo saja. Seperti orang bodoh agar memasuki alur trik mereka.
Apa ini, aneh sekali. Dia tidak panik sama sekali. Sudah melihat suaminya yang sedang terikat jadi sandra, bagaimana bisa wajahnya itu setenang itu. Dalam hati pria itu Kebinggungan.
"Bagaimana bisa anda berfikir begitu Nyonya Elisa, suamimu itu sedang menjadi sandra" ucapnya
"Hmph! pasti sangat seru, kenapa dia tidak mengajakku juga ya" ucap Elisa seraya menepuk-nepuk dagu ya.
"Apakah kau juga mau ikut bermain?"
"Apakah boleh?"
"Iya tentu saja boleh, dengan satu syarat. Apakah anda mau memenuhi syarat ya, jika setuju maka aku akan membawa anda padanya, dan kita akan mulai bermain" ucapnya.
Apa lagi triknya, kali ini aku tak boleh lengah dia pemain yang handal rupanya. Aku tidak boleh menyusahkan mas Andre, aku juga harus bisa membebaskan masku. Elisa semakin cemas dengan keadaan saat ini.
"Apa syarat ya?"
"Tanda tangani surat tersebut, baru aku akan membawamu menemui suamimu itu. Bagaimana? setuju"
Ouh begitu rupanya, dia ingin aku menerima tawarannya yang konyol itu. Aku terlalu meremehkan orang ini, dia memanfaatkan keadaan dengan baik rupanya, akan ku ikuti jalur permainanmu. Dumal dalam hati Elisa.
"Berikan suratnya, asalkan kamu juga membawaku untuk bermain dengan suamiku. Tidak masalah deh!" ucap Elisa yang menerima ya, dengan mengunakan tanda tangan palsu.
"Berikan ini padanya," ucap Elisa yang telah selesai menandatangani perjanjian.
Bagus ternyata dengan seperti ini dia mudah di tipu, dasar wanita bodoh. Kamu tidak pantas menjadi Ratu ANDRILOS, kamu hanya akan menjadi beban bagi ANDRILOS. Dalam hati pria itu dengan senyum licik.
"Sudah ku tanda tangani, cepat ajak aku juga bermain, seperti itu." ucap Elis yang sudah tidak sabar ingin menemui suaminya.
Di sisi lainnya, tempat dimana Azril dan Try sedang dalam perjalanan menuju tempat Elisa saat ini. Azril yang sibuk dengan leptopnya, karena harus memantau kedua kakaknya yang jauh di sana.
"Bagaimana zril, apakah mereka masih di posisinya ataukah bergerak kembali?" ucap Try yang mulai panik.
"Mas Andre sudah berhenti di suatu tempat, tapi sekarang malah posisi titik arah teteh yang sedang mulai bergerak. Tapi anehnya sinyal kontakku dengan teteh tiba-tiba saja menghilang. Apakah hp teteh rusak atau teteh sudah ketahuan" ucap Azril yang memprediksi semua kemungkinan.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya try yang langsung memperlambat kecepatan.
"Jangan panik, aku ingat teteh mengunakan jam tangan pasangan yang sudah ku rombak, jadi mungkin aku bisa melacak keberadaan teteh lagi sekarang?" ucap Azril yang langsung bergerak secara gesit, dan berfikir secara cepat.
"Huh! syukurlah kalau begitu. Bagus, kamu memang sangat pintar!" ucap try yang mengelus kepala Azril lembut.
Tak lama Azril melacak tiba-tiba arah titik Elisa malah sedang menuju titik di mana Andre sedang berada itu membuat Azril kaget.
"Mas Try, kita harus putar arah karena teteh mulai bergerak. Sekarang titik teteh bergerak menuju sesuatu tempat, Aaah- mereka akan menuju tempat mas Andre" ucap Azril yang langsung memberikan kode agar try putar arah.
"Baiklah, kita akan belok arah. Pegangan zril aku akan pake kecepatan tinggi, karena mereka dalam bahaya sekarang" ucap try yang sudah menacap perdal gas.
Disisi lain di dalam mobil Zacky dan Kevin yang sedang menyetir mobil, Zacky yang sudah panik sekali jika akan terjadi sesuatu pada Elisa dan Andre, sedangkan mereka tidak bisa menolong mereka.
"Kevin, lebih cepat sedikit aku sudah sangat khawatir jika mereka ada apa-apa" ucap Zacky.
"Ini sudah paling maksimalkan paman, jika kita lebih ngebut lagi, akan ada polisi lalulintas. Kita bisa saja di tangkap dan di tahan, bukannya bisa menolong paman Andre dan Elisa nantinya" ucap Kevin yang menjelaskan.
Kembali pada Elisa yang saat ini berada di mobil yang sama dengan pria asing dan pelayanan pria ya, bodyguard yang menyetir mobil. Elisa dan pria asing duduk di jok penumpang, seraya mencari cara agar bisa lolos dari cengkraman si pria asing.
Bagaimana ini, aku harus bisa lolos dari mereka tapi... Mereka mempunyai senjata api yang ilegal, bagaimana aku bisa bebas. Jika aku mengubah keadaan, andai aku dominan mungkin bisa kali ya? Andai aku juga punya pistol, ouh? aku bisa merampasnya saja dari mereka... Tapi, bagaimana caranya aku agar bisa merampasnya, dan membuat keadaanku lebih stabil jika aku menawan tuan mereka, para pengawal yang ada di belakang itu akan membunuhku, itulah masalahnya bagaimana ini. Ayo Elisa berfikir, mas Andre juga dalam genggaman tangannya... Dumal hati Elisa.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Jumat 15 April 2022.