Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
68. Kehilangan Benda Pengikat.


Keesokan harinya, di halaman universitas negeri di New York Andre menghentikan mobil sesuai keinginan istrinya, Elisa tidak mau ketahuan oleh rekan-rekan kerja Andre apa lagi dengan semua kariyawan Andre yang ada di sana.


" Gara-gara mas nih! di bangunin Elisa dari jam 5 subuh nggak bangun-bangun sampe Elisa selesai menyiapkan sarapan, kamu gak bangun juga terus di tambah mandi kamu lama banget lagi, bisa nggak sih kalo mandi itu cukupin 5 menit aja" Omelan Elisa sambil tanganya sibuk menyiapkan beberapa keperluan untuk Andre.


" Iya maaf sayang! aku capek banget sih jadi tidur yah agak lama, lagian cuaca juga mendukungku buat tidur lebih nyenyak lagi, ini aja masih mendung hujan bersalju gini kan jadi males buat bangun" Ucap pembelaan diri.


" Elisa kan jadinya telat masuk materi nih ! Yaudahlah, ini bekal kamu jangan lupa di makan. Ini hpmu, dompet dan leptop kamu udah yah, aku buru-buru! Elisa turun sekarang" Ucap Elisa sambil aktif sekali, sampe lupa cium tangan Andre.


" Iya kamu hati-hati, jalan yah pelan-pelan karena lagi licin gara-gara salju dan jangan lari-lari yah" Ucap Andre yang khawatir.


" Iya, udah sana cepat pergi nanti ada yang lihat kita" Ucap Elisa.


Setelah Elisa masuk kedalam gerbang pintu, Andre baru melajukan mobilnya untuk masuk gerbang lainnya khusus untuk kendaraan pribadi, atau ada garasi tersendiri di dalam gedung.


Elisa memasuki ruangan yang sudah ada pemateri sedang menjelaskan bab selanjutnya, Elisa yang telat langsung di suruh masuk saja tanpa pertanyaan apapun.


Elisa langsung cari tempat duduk, di sebelah Rudi. " Lis kamu dari mana saja, kok baru datang" Bisik Rudi pada Elisa.


" Aku?! Toilet, aku kejebak disana" Binggung mau ngelesnya apa lagi sama Rudi.


( Aduh-- aku udah banyak bohong sama mas Rudi nih ) Gerutu Elisa dalam benak.


" Ada yang mengunci kamu di sana" Asal tebak Rudi yang khawatir.


" Nggak, B.A.B aku gak lancar mas Rudi" Ucap Elisa bohong udah level kakap.


" Aduh, kamu cepat minum obat gih" Ucap Rudi tambah khawatir.


" Iya udah kok" Jawab Elisa.


" Terus sekarang gimana udah enakkan, kalo masih sakit mendingan kamu ke ruang kesehatan saja, Istirahat lebih lama Elisa" Ucap Rudi yang begitu mengkhawatirkan kondisi badan Elisa.


" Nggak usah! aku udah lebih baik kok mas" Jawab Elis yang saat ini sedang berusaha menutupi yah.


" Kamu beneran, udah lebih baik? nanti aku antar ke ruang kesehatannya. Yuk! dari pada nanti tambah parah, siapa yang repot" Ujar Rudi.


" Gak usah mas Rudi, Elisa beneran udah nggak apa-apa, itu fokusin ke depan" Ucap bisik Elisa menyuruh Rudi fokus kedepan lagi, mendengar pemateri.


- Pukul 12.40 Menit Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, Elisa dan Rudi sedang duduk di tempat biasa untuk bersantap bekal makan siangnya, terlihat Elisa yang memberikan kotak bekal pada Rudi.


" Nih! bekalnya mas Rudi, Elisa bikin yang spesial lo" Ujar Elisa yang memberikan kotaknya kepada Rudi.


Ada perasaan tidak enak dalam benak Rudi karena selalu di berikan bekal setiap hari yah, Walau Elisa orang tidak itungan kalo soal apapun, kalo niatnya udah ngasih dia gak akan kepikiran apapun itu yang membuat beban dalam benak Rudi.


" Ouh yah Lis kamu beneran nggak keberatan nih, selalu membuatkan bekal makan siang kaya gini" Ucap Rudi hanya menatapi kotak bekal yang di berikan Elisa.


" Nggak biasa aja tuh!" Jawaban Elisa dengan entengnya.


" Tapi aku yang keberatan, sama kamu Lis. Gini aja kamu butuh bantuan aku gak nih!" Tanya Rudi.


" Mas Rudi keberatan soal apa? terus bantuan apa maksudnya" Ujar Elisa Kebingungan.


" Setiap hari kamu masakin aku kaya gini, kamu emang nggak rugi apa?" Ucap Rudi.


" Rugi ! Kaya Elisa jualan aja, kan Elisa gak masak buat orang lain buat keluarga sendiri masa Elisa perhitungan, udahlah makan tuh jangan di pikirkan nikmati saja mas Rudi" Ucap Elisa yang saat ini membuka kotak makannya.


" Iya juga sih, tapi pasti kamu nggak ada uang buat beli bahan-bahan dapur, gini aja aku patungan deh, aku nyumbang kamu! kalo kamu gak nerima uang dari aku, gak usah bikinin aku bekal lagi" Ucap Rudi yang ngembek.


" Loh-??? Mana boleh gitu. Elisa ada kok uangnya" Ucap Elisa yang menolak uang dari Rudi yang di sodorkan itu.


" Lis aku gak enak lah, aku tahu pemasukan tabungan kamu itu berapa, apa lagi buat terbang kesini saja pasti akan kuras dompet kamu kan, ya walau di bayar oleh Andre tapi kan kamu butuh uang jajan dan selebihnya kamu pasti nggak ada, udah kamu terima saja bantuanku ini, jangan nolak rezeki nih ambil" Ucap Rudi yang memaksakan karena tidak mau semakin terbebani dengan pemberian Elisa itu.


" Eh- Elisa beneran ada kok! nggak apa-apa Mas Rudi. Iiih- kaya sama siapa aja deh! aku kan keluarga Mas Rudi juga, ngapain coba dikasih uang kayak gini. Elisa juga ada ko buat jajan mah, lagi pula beli apa coba di tempat asing kayak gini, Elisa saja enggak tahu tempat" Ujar Elisa masih menolak uangnya.


" Elisa aku makannya seret nih! kalo kamu nggak mau terima uangnya" Ucap Rudi yang masih mencoba membujuk Elisa.


" Yampun, mas Rudi ini pemaksaan sekali yah! nggak mau kalah deh. Yaudah iya-iya Elisa terima yah ini uangnya, tapi kalo mas Rudi nggak ada uangnya nggak usah kasih lagi nggak apa-apa" Ucap Elisa dengan senyuman mengembang, memasukan uang Rudi ke tas selempang yah.


...🙄...


...🙄...


...🙄...


Selesai makan siang itu saat Elisa pergi ketoilet setelah makan , Elisa berada si wastafel sedang mencuci tangan saat sedang merapikan rambut dan bajunya ia tiba-tiba tersentak, saat di leher yah tidak ada benda yang melingkar.


DEG ?


Langsung meraba area leher, lalu menatap kebawa. " Loh mana? Kok gak ada sih, aduh? jatuh dimananya?" Merabah benda yang tadinya tergantung di lehernya.


( Ya Allah dimana cincin kawin ku, aduhhhh-- Mas Andre marah nggak yah kalo sampe cincinnya hilang ) Gerutu dalam benak Elisa, sudah mulai panik tak karuan.


Rudi yang baru keluar dari toilet pria melihat Elisa seperti sedang mencari sesuatu disana, Rudi langsung menghampiri Elisa.


PLUK !!!


Tangan Rudi menepuk pundak Elisa, itu membuat Elisa tersentak kaget. " Kamu cari apa lis?" Tanya Rudi yang baru keluar juga dari toilet.


" Nggak cari apa-apa kok mas" Jawab Elisa nggak mau Rudi ikutan mencari.


" Beneran gak cari apa-apa, tapi wajah kamu kaya panik banget" Ujar Rudi.


" Nggk apa-apa kok mas Rudi" Ujar Elisa yang tidak mau Rudi tambah khawatir dengan kondisi yah.


" Nggak apa-apa gimana? kamu kaya lagi nyari sesuatu gitu" Ucap Rudi yang masih curiga.


" Eh nggak kok, udah mas Rudi lanjut kan saja makan siangnya aku pergi dulu yah!" Ucap Elisa yang pergi ke toilet sebelum Rudi selesai makan siang.


" Kamu mau pergi kemana Lis, mau jam 1 pemateri juga bentar lagi akan masuk kan" Ucap Rudi menahan tangan Elisa.


" Bentar mas, ada yang jatuh aku mau cari benda itu dulu" Ucap Elisa yang akhirnya ngomong juga kalo ada yang dicarinya.


" Yaudah Lis aku bantuin kamu nyarinya, biar cepat ketemu. Kamu nyari apa? aku bantu" Tawar Rudi.


" Nggak usah mas, mendingan mas rudi balik ke kelas aja. Udahnya aku pergi dulu, ouh yah mas Rudi kalo pemateri sudah datang kasih tahu aku, mas Rudi duluan aja ke kelas" Ujar Elisa langsung pergi meninggalkan Rudi.


" okey!! beneran gak mau di bantuin" Teriak Rudi yang melihat punggung Elisa udah agak jauh


" Iya nggak apa-apa?" Ucap Elisa yang tidak mau khawatir Rudi.


Akhirnya Rudi merapikan kotak bekal makan milik Elisa dan bekas makan dia tadi, langsung di bawa ke kelas sambil nunggu pemateri datang.


" Dia itu aneh benget sih, di bantuin mala nggak mau, emang dia cari benda apasi?" Gerutu rudi sambil jalan menuju lift.


Elisa yang mencari di setiap sudut ruangan menjelajahi seluruh daerah mana saja yang ia lewati tadi, Andre melihat Elisa dari balik kaca di ruangan yah.


Andre keluar dari ruangan tersebut menghampiri istrinya, itu membuat kaget Elisa saja. " Elisa, kamu sedang apa?" Ucap Andre.


Elisa tersentak saat lagi fokus matanya mencari, malah harus mendengar suara orang yang tidak mau ia temui dulu. " Aduuuh bikin kaget aja" Ujar Elisa syok.


" Maaf ! tapi kamu sedang ngapain? ngedap-ngedap kaya gitu. Lagi main detektif- detektifan" Asal tebak Andre.


" Nggak kok! emang siapa?! aku??" Ucap Elisa yang penuh pertanyaan.


" Iya, kamu. Jadi kamu lagi nyari apa?" Tanya Andre penuh pertanyaan dan sangat penasaran.


" Ouh itu! aku gak nyari apa-apa kok cuman lagi nyari- hemm- nyari itu- ii-tunya hemm. Ouh kecoak iya, nyari kecoak" Ucap ngeles elisa.


Andre malah tidak habis fikir dengan istrinya itu, malah kebingungan dengan ucapan Elisa.


" Hah? buat apa kamu nyari kecoak, binatang itu kan kotor Elisa" Ucap Andre yang memperingatkan Elisa.


" Iya aku tahu, tapi aku mau nyari aja. Yaudahlah ngapain kamu kesini sih, udah sana masuk lagi jangan nanya-nanya dulu. Aku mau lanjut nyari, udah sana kamu masuk gih" Ucap Elisa yang mengusir suaminya.


Elisa malah lanjut mencari benda yang hilang itu, ketempat lainnya. Andre yang ditinggal oleh Elisa hanya terdiam sambil menatap kepergiannya, Andre begitu kebingungan Try dan junlion datang menghampiri Andre yang sedang mematung.


" Kamu kenapa Dre" Tanya Try sambil berdiri berjajar dengan Andre.


" Habis ketemu hantu Luh, kenapa wajah Luh kaya gitu sih" tanya Jun.


" Dre, are you ok!" Tanya Try.


" Yes! Iam ok, hanya saja aku kepikiran sama cewek itu kenapa coba ia nyari kecoak di gedung" Ucap Andre yang masih terpikirkan.


" Hah! siapa?" Tanya sepintas Jun.


" Bukan apa-apa, kamu sudah hubungi pemateri selanjutnya untuk para staf" Tanya Andre pada Try.


" Iya sudah, dia sedang Otw" Jawab Try.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Kamis 25 November 2021