
Saat perjalan menuju kamar yang di tunjuk, sangat pelan sekali karena Andre tidak fokus berjalan, matanya sibuk lirik sana- lirik sini, persis seperti Elisa saat pertama kali lihat ruangan.
Berada di tengah-tengah ruangan Andre kaget, saat melihat ada sebuah foto keluarga yang terpajang di dinding, di dalam foto itu ada sepasang suami-istri dan ada anak kecil yang sangat mirip denganya, saat masih kecil.
Elisa tahu Andre pasti sangat penasaran, dengan foto tersebut. Makanya ia mewakili isi hati Andre untuk bertanya pada Ken.
"Paman Ken, itu siapa? Apakah, itu orang tuanya Daddy" Tanya spontan, padahal Elisa pasti sudah bisa tebak, tapi karena mau menjadi penerjemah bagi isi hati Andre.
"Iya, itu Tuan Andriano dan Nyonya Zahira, yang di tengah itu Tuan Brandon" Jawab Ken dengan sangat ramah.
"Lucunya, usia berapa saat itu. Gemes banget lihatnya" ujar Elisa yang sangat menyukai foto anak kecil itu.
"Gemes dari mana, orang ya aja sekarang udah 60 tahunan" Terguran Andre yang membuat Elisa down.
"Ya, kan Elisa cuman kagum mas. Gitu aja gak boleh"
"Bukannya gak boleh, kamu yang nggak bisa memilah dan menilai. Lagian semua anak kecil juga lucu kali" Ucap Andre yang menjelaskan.
"Dih! Iya-iya-iya. Salah melulu" Ucap Elisa yang kesalnya.
"Paman, Daddy saat itu berapa usia ya" sambung Elisa tanya kepada Ken.
"Mungkin sekitar 8 tahun, saat penobatan Tuan Andriano, untuk menjadi pemimpin penerus ANDRILOS selanjutnya" penjelasan dari Ken, sambil mengingat-ingat.
"Ouh, begitu. Foto masa kecil kamu gimana yah mas, mirip gak ya kayak gitu" Tanya Elisa mengingatkan Andre, tapi Andre hanya diam lalu menatap Elisa yang sangat antusias itu.
"Tidak mirip, itu sama sekali gak mirip aku" protes Andre yang tidak mau di samakan, dengan anak kecil di dalam foto itu.
"Iya-iya, nggak mirip"Ucap Elisa yang mengiyakan, karena Andre yang menolak di samakan.
Berjalan masuk ke lorong, banyak sekali foto-foto seorang wanita cantik, dengan berbagai pose gaya, wanita cantik itu adalah Rubia. Istri Brandon, ibundah Andre saat masih hidup.
"Ini mommy, lihat dia cantik ya. Aku iri sama mommy, kok bisa yah saat muda beliau sangat cantik banget begitu, sekarang aku tahu wajah cantikmu menurun dari siapa?" Ucap Elisa lagi-lagi membuat Andre geram, karena selalu mengarahkan dirinya untuk menyamakan.
"Apa maksudmu" Andre tak suka disamakan begitu.
"Gen mommy, sangat kuat juga padamu" ujar Elisa spontan.
"Jangan bercanda"
Elisa hanya cekikikan sendiri, Ken hanya tersenyum tipis, sambil masih jadi pemandu untuk Andre dan Elisa, sesampainya di depan kamar, di samping ada sebuah patung pahatan full body Brandon saat masih muda.
"Ya ampun aku kaget, paman ini siapa? Mas Andre kah?" Elisa bercanda dengan patung itu walau sudah tahu itu siapa, lagi-lagi Elisa menggoda Andre.
"Ini Tuan Brandon, saat beliau masih muda. Saat itu beliau baru berusia 25 tahun saat di nobatkan menjadi penerus ANDRILOS" Penjelasan Ken yang melihat patung itu.
"Lihat deh! Patung ini mirip benget. Percis kayak kamu kan, lihat baik-baik Mas" Ucap Elisa yang menarik tangan Andre, agar mau berdiri sejajar dengan patung tersebut.
"Nggak, matamu seliewer ya. Gak Mirip sama sekali, dia bahkan lebih pendek dariku. Lagian dia juga batu, bukan manusia" Ucap Andre yang gengsi, ia langsung maju lagi tidak mau disejajarkan dengan patung.
"Iya-iya, dia pendek. Lalu pendekkan siapa dari aku" Ucap Elisa yang malah berdiri sejajar dengan patungnya.
"Kamu itu bukan pendek, tapi kurang tinggi saja" Jawab Andre yang membuat Elisa agak sedikit melambung tapi agak nyesek juga.
"Eh, apa bedanya"
"Bedalah, bedah huruf sama beda pelafalan ejaan" Ujar Andre yang tidak mau di salahkan.
"Iiih- apa sih mas. Tapi dalam artian kan sama, gimana si kamu" ujar elisa yang jengkel.
"Yah kan aku gak jawab itu, memang beda baca dan hurufnya kan" pembelaan diri.
"Iya-iya, terserah kamu deh mas. Aku mah menyerah buat berdebat dengan mu" ujar Elisa yang pasrah.
Ken hanya bisa tersenyum kecil, dengan kekonyolan pasangan muda itu. "Tuan-Lady, ini kamar kalian. Selamat istirahat, baju ganti akan di antar. Saya undur diri" Ucap Ken seraya membuka pintu kamar tersebut.
"Iya paman, terimakasih" jawab Elisa yang menjawab dengan senang.
Ken pergi meninggalkan tempat, Andre dan Elisa masuk kedalam kamar tersebut, Elisa langsung lari masuk. Menjatuhkan diri ke kasur, sedangkan Andre yang menutup pintu.
DEG !!!
Entah ada rasa yang tidak asing saat memasuki kamar tersebut, Andre seakan-akan mengenal sekali tempatnya.
Kenapa rasa ya kok gak asing! Padahal aku belum pernah kesini, apa lagi melihat dan kemari, mungkin aku Dejavu kali ya. Gerutu Andre dalam benaknya.
"Waaahh kerennn, kamarnya lebih luas dari kamar di Monarfi, ia kan mas. Eh! Kamu lagi ngapain sih, di situ, cepat sini masuk" Ucap Elisa yang melihat Andre seperti orang linglung.
"Sayang, kamu suka di sini?" Tanya Andre yang melihat Elisa seperti senang banget.
"Iya, memang ya kamu gak suka?" Tanya elisa yang langsung duduk di tepi ranjang.
"Nggak, aku gak nyaman" Bohong, Andre sebenarnya merasa sangat tentram, dan damai saat berada di dalam kamar tersebut, seperti merasakan kehangatan kasih sayang ibunya.
"Kamu harus biasakan dulu deh!, Sapa tahu saja kita akan sering kesini, setelah punya anak nanti" Ucap Elisa yang membuat Andre terbelalak kaget.
"Ngapain, kayak gak ada rumah lain aja. Kita tak akan datang lagi kesini" ucap Andre yang asal, tapi Andre berjalan menyusuri tempat-tempat di dalam kamar.
"Mas, jangan begitu. Beliau itu ayah kandung kamu loh" Ucap Elisa yang masih berusaha menyakinkan Andre.
"Kan belum terbukti"
"Iya-iya, kamu gak akan percaya kalau belum ada bukti yang jelas, dan tak akan mau menyakinkan diri, jika belum ada yang rill" Ucap Elisa yang tahu sifat Andre.
Melihat Andre yang sangat aneh buat Elisa sangat penasaran, apa yang sedang di lakukan Andre saat ini, seperti sedang meneliti sesuatu.
"Mas, kamu lagi ngapain sih?" berjalan mendekati Andre.
"Nggak, lagi ngapa-ngapain kok. Hanya saja, kok disini gak ada foto yah?" ujar Andre yang seakan-akan dia tahu seisi ruangan itu.
"Hah? Maksudnya, foto apa?" Elisa malah di buat binggung dengan apa yang dikatakan oleh Andre.
"Gak tahu, aku merasa kalau di sini tadi ada foto. Aku juga gak tahu itu foto apa, lalu di sini. Hmm- mana lukisan yah?" ujar Andre yang membuat Elisa tersentak sesaat.
Membuat bulu kuduk Elisa berdiri saja, dengan apa yang di katakan Andre, seakan-akan seperti bukan Andre, dia bisa menerawang dengan baik, padahal dia bukan seorang paranormal.
"Kamu ngomong apa sih mas, jangan bikin aku takut dong!" Elisa yang sudah ketakutan karena sikap Andre yang agak beda, seakan-akan dia kenal dengan tempat tersebut, membuat diri sendiri juga kebingungan.
"Hem, gak deh" Ucap Andre yang menatap kesuatu tempat.
Hingga sebuah ketukan pintu membuat Elisa sontrak, menjerit keras karena kaget. Andre juga kaget dengan Elisa yang tiba-tiba menjerit itu.
Tok-tok-tok
"Aaaaah—" Elisa berteriak kaget.
"Ada apa sih, kaget tahu. Itu suara pintu" Ucap Andre yang menatap Elisa seraya memegangi dadanya karena deggupan jantung tak beraturan.
"Itu gara-gara kamu, aku jadi takut. Udah nih lampu remang-remang kayak gini lagi"
"Yeh! Malah nyalahin lampu, kamu ini gimana sih, lampu yang gak tahu apa-apa malah di salahkan" Ucap Andre yang mencubit pipi cabby Elisa lembut.
"Mas Andre, jangan bikin Elisa takut dong!" ujar Elisa yang menatap wajah Andre.
"Siapa yang bikin kamu takut, orang kamu yang pikirannya liar" Ucap Andre yang membela diri.
"Nyonya, ini Michal" suara dari luar pintu kamar.
"Bentar, aku buka pintu. Iya Michal, aku lagi jalan ke pintu" Ucap Elisa yang langsung berjalan menuju pintu kamar.
Michal memberikan dua set pakaian mandi dan baju tidur, untuk Andre dan Elisa.
"Nyonya, ini baju ganti untuk anda berdua, dan baju mandi. Tadi saya dengar anda menjerit, ada apa nyonya" Tanya penasaran Michal.
"Ouh, terimakasih sudah di antarkan. Tidak apa-apa, tadi saya hanya kagum dengan kamarnya" Ucap Elisa yang mengalihkan pembicaraan.
"Ouh begitu, ya sudah Nyonya, jika ada apa-apa panggil saya. Saya pamit undur diri" Ucap Michal yang langsung pamit.
"Iya " Jawab elisa.
Andre yang langsung jalan menuju suatu dinding, dengan sangat yakin.
"Sini handuknya, aku mandi dulu" Ucap Andre yang meminta handuk.
"Emang kamu tahu dimana kamar mandinya?" Ucap Elisa yang langsung menatap Andre.
"Iya" Jawab singkat Andre.
Andre langsung masuk ke dalam sebuah pintu yang sejajar dengan dinding, Elisa kaget saat Andre yang sudah menghilang di baliknya.
"Eh, kan baru pertama kali dia datang, kok kayak sudah hafal tempat begitu sih, aneh!" Ujar Elisa yang terheran-heran, saat melihat Andre yang seperti penghuni rumah itu.
Belum ada 5 menit Andre di dalam kamar mandi, yah! kebiasaan Andre yang suka mandi 1 jam itu selalu berlaku di manapun.
"Eh, kok bulu kudukku tiba-tiba berdiri yah, jadi merinding sih" Dumal Elisa yang melihat-lihat sekitar, langsung lari begitu saja ke arah pintu kamar mandi.
BRAK
BRAK
BRAK
"Mas, mandi cepatan dong! Elisa takut nih, di tinggal sendirian. Jangan lama-lama, mas" Teriakkan Elisa di balik pintu.
"Maaaasss, maaaasss! " Elisa yang teriak-teriak, sambil gedor-gedor pintunya, Andre sedang pake shower, hanya diam sambil mematung.
"Tuhkan, Belum juga 5 menit udah berisik aja" Ucap Andre yang mendumal di dalam kamar mandi.
"Mas Andre, cepatan dong! Mas, mandinya. Atau kita mandi sama-sama aja yuk!" Ucap Elisa yang berdiri di depan pintu.
"Iya, Bentar. Sabar napa, mandi sama-sama itumah pengennya kamu" Ucap Andre yang memberikan Jawaban dari dalam kamar mandi.
BRAK
BRAK
BRAK
"Lama deh, mas cepetan si" ujar Elisa yang masih memukul-mukul pintu.
Andre yang biasa mandi 1 jam, paling lama ini. Sekarang gara-gara Elisa, yang sudah ribut saja dari tadi, jadi Andre mandi cuman 10 menit.
"Apasih, ribut aja dari tadi" Ucap Andre yang sudah keluar dari kamar mandi.
"Kamu lama banget" ucap Elisa yang menatap tajam.
"Belum juga aku 5 menit masuk, ini mandi aku yang paling cepat tahu gak. Ada apa?" Ucap Andre.
"Aku takut" ujar elisa sambil menatap wajah Andre tajam.
"Jangan takut-takut, itukan permintaan kamu. Tadi pas di ajak pulang nggak mau, udah nginep aja di sini. Terus bilang kamu kan capek habis inilah itulah, sekarang jerit-jerit nggak jelas" Ucap Andre yang mengulangi ucapan Elisa.
"Dih, habis kamu mandi suka lama" Ngeles.
"Yaudah, sana mandi. Aku mau sholat, belum sholat magrib" ujar Andre yang berjalan keluar.
"Mas!" Panggilan Elisa yang nyaring.
"Apa an" Langsung menoleh.
"Kok, kamu langsung tahu soal kamar mandi ada di sini, kamu pernah kesini emangnya?" Elisa sangat penasaran.
"Nggak, aku malah baru pertama datang kesini gara-gara kamu" Ucap Andre yang, sibuk mencari arah kiblat.
"Tapi, kok kamu kayak sudah hafal banget, sama ruangan ini sih? Jangan-jangan kamu pernah datang kesini kan, waktu kecil. Mungkin saja kamu lupa"
"Aku gak pernah kesini, entahlah aku juga gak tahu kenapa. Tempat ini seperti tidak asing, aku juga nggak mengerti"
"Sudahlah, giliran aku mandi. Pintunya jangan di tutup, kamu jangan kemana-mana yah" ucap Elisa yang ketakutan.
"Emangnya kamu, yang suka ngilang saat orang lagi di kamar mandi, langsung hilang ke rumah orang. Udah sana mandi, sayang! Kerannya, jangan di puter ke kanan. Airnya dingin benget, kamu puter ke kiri. Terus jangan pake bak mandi, pakai shower aja"
"Kenapa emangnya?"
"Nanti kamu bisa lama mandinya"
"Ouh, kirain kenapa. Lagian aku itu mandi yah gak lama kayak kamu, sini pinjem handuknya. Eh-lupa, mas ambilkan tas aku"
"Kamu mandi pakai tas?"
"Nggaklah, yaudah ambilkan saja pembalutnya"
"Iya, kamu sedang itu!"
"Iya, tadi pagi tamu agungku datang" Jawab Elisa singkat.
Andre yang jalan menuju ranjang, untuk mengambil tas milik Elisa. "Nih, tasnya" Andre menyodorkan tas Elisa.
"Sini, mana sih" Ucap Elisa yang menggerayangiii, melihat tangan Andre begitu jauh.
"Jangan kamu pegang aku, habis wudhu tadi" Ucap Andre yang menjauhkan diri dari Elisa, tapi karena Elisa jahil ia mengambil tas sambil menyeentuh lengan Andre.
"Yah! Batalkan, kamu suka iseng nih" ucap Andre agak jengkel sama kejahilan Elisa.
"Hahahah weeeee. Biar wudhu lagi, bisa temenin Elisa mandi" ucap Elisa yang senang banget.
"Yaudah mandi dulu gih, aku juga lagi binggung arah kiblatnya kemana?"
"Pake jam arah aja sih. Di hp kamu kan ada tuh, atau ikuti matahari terbit tengelam aja"
Setelah selesai sholat, Andre terdiam di ranjang. Sambil menunggu Elisa yang belum keluar dari kamar mandi, sampai terkantuk-kantuk, Elisa selesai mandi melihat Andre yang terkantuk-kantuk itu nggak tega.
"Udah ngantuk, masih jam 9 loh" Ucap Elisa yang baru kelar mandi.
"Cepek" Jawab singkat.
Elisa jalan mendekati tepi ranjang, sambil mengelap air yang di kepalanya, Elisa duduk di samping Andre.
Andre yang langsung merosot, tiduran di kasur itu langsung mengalungkan tangannya, ke pinggang Elisa yang lagi duduk.
"Eh, Mas– Kamu ngapain sih?" Ucap Elisa yang kaget karena tangan kekar itu, mala menyelinap masuk di balik baju Elisa, menyentuh perut Elisa.
"Biar kamu gak kabur lagi" Ucap Andre yang spontan.
Elisa yang faham dengan tingkah itu, Elisa tersenyum tipis, tapi masih sibuk mengerikan rambut. Setelah selesai mengering rambutnya, ia langsung memeluk Andre dalam tidurnya.
"Iya deh, sini-sini Elisa kelonin kamu" Ujar Elisa yang langsung berbaring di samping Andre.
Andre langsung saja menenggelamkan wajahnya di tubuh Elisa. "Mas, kamu ngapain sih. Kok nyunseb ke dadah Elisa gini, kamu mau nete" ucap Elisa kaget, dengan sikap Andre yang kayak kucing manja.
"Gak, hanya enak saja" ucap Andre matanya udah memejam, tak lama Andre memeluk erat Elisa, hingga wajah Andre bener-bener tengelam di tubuh Elisa.
"Cih, dasar cabull. Nggak, tapi kayak gini. Aku lagi Mens loh mas, kenapa kamu mintanya pas lagi datang bulan sih!" Ucap Elisa hanya menebak.
"Yeh, cabull dari mana? aku gak minta apa-apa, lagian aku capek habis nyari-nyari kamu, ku pikir kamu hilang kemana" Ucapan Andre yang masih menenggelamkan wajahnya di tubuh Elisa.
"Kamu takut aku hilang kemana?" Jawab Elisa, tapi tak ada jawaban balik dari Andre, ternyata Andre sudah terbang jauh ke alam mimpi.
"Dia tidurnya, cepat juga. Napa coba nyunseb kesini sih. Kan jadi wajahnya nggak keliatan malah hilang. Geli juga, Mas Andre. Elisa geli tahu"
BERSAMBUNG ...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.
Jumat 11 Februari 2022