
Andre yang baru pulang dari rumah sakit, sudah di tarik oleh Elisa agar cepat ikut dengan ya bertemu dengan Azril. Pria misterius yang selektif meneror Andre dan keluarga Elisa, hingga membuat semua anak buah Andre terluka semuanya. Itulah membuat Andre tak bisa lagi tinggal diam.
"Ada apa? Kenapa kamu heboh sekali, menyuruhku untuk segera pulang. Sebenarnya, kamu mau menujukan apa padaku, coba katakan" ucap Andre yang langsung menatap Elisa yang sangat penasaran.
"Kamu ikut aku dulu sini, kita temui Azril. Dia yang akan menjawab semua pertanyaan kamu, karena Azril telah berhasil menemukan orang yang mencurigakan, di rumah sakit" Ucap Elisa yang menarik suaminya untuk segera masuk kedalam ruangan.
"Hah? Mencurigakan gimana maksudnya, aku gak ngerti maksud kamu apa sih." ucap Andre yang belum faham dengan apa yang di katakan Elisa.
"Iya, makanya kamu kesini dulu aku akan jelas nanti." ucap Elisa.
Andre hanya menurut saja, mengikuti langkah kaki Elisa yang akan membawa ya, entah kemana. Ada rasa khawatir, was-was dan gelisah. Perasaan Andre yang kacau balau bercampur jadi satu.
Sesampainya di ruangan makan dimana Azril yang fokus dengan leptopnya, sedang mengotak-atik sebuah program.
"Zril, mas Andre sudah pulang. Coba mana perlihatkan pada mas Andre, yang kita temukan di cctv rumah sakit." ujar Elisa yang sudah tidak sabaran.
"Ada apa si dek, tetehmu ini heboh sekali dari tadi. Kamu menemukan apa?" ucap Andre yang langsung menatap adiknya.
"Ini loh mas, coba mas duduk dulu sini. Jangan berdiri disitu, mendekat kemari. Biar jelas, karena mungkin ini juga akan buat mas Andre kaget," ucap Azril yang menenangkan Andre.
"Kaget gimana? aku gak faham ini" ucap Andre yang binggung dengan ucapan kedua saudara ini, Azril wajahnya tampak serius.
"Udahlah susah buat jelasin ke mas Andre. Lihat saja sendiri sini," ucap Azril yang menarik kursi agar Andre duduk di sebelah ya.
Azril membuka file yang dia simpan sebelumnya, atas saran dari Elisa untuk menyimpan data-data sebelum di hapus oleh seseorang, jika menemukan beberapa kamera tersembunyi. Penayangan video sedang berputar, Andre cukup serius menonton. Tanpa tahu apa yang sedang dia tonton, tapi ia tahu itu lokasi berada di rumah sakit.
"Mas kenal, sama sosok orang ini?" Azril menunjukkan sebuah video di mana hanya terlihat punggung seseorang pria, berbaju putih dengan membawa kotak hitam di tangannya. Karena wajahnya tertutup masker, dan nama di jas tidak ada namanya.
"Gak jelas dek! Tapi kalau dari belakang seperti ini... Kok mirip sama Deni, dokter magang di bangsal 1 reguler" ucap Andre yang menyangka itu junior magang.
"Azriel tunjukkan video yang lainnya, jangan yang ini, kan kamu nyimpen Video yang agak jelas, itu yang di parkiran." saut Elisa yang menyarankan agar adiknya memperlihatkan video lainnya.
"Iya Teh, bentar." ucap Azriel yang tangannya kembali disibukkan dengan mencari video lain.
"Kalau yang kayak gini gimana? Masih kurang jelas kah, mas Andre." sambung Azriel yang sudah menemukan video lainnya.
"Ini, sudah jelas. Tapi, ini video apa ya?" Andre malah kebingungan dengan video yang ditayangkan di laptop.
"Mas Andre, dari tadi nonton masih belum faham ini video apa?" ucap Azril yang bertanya dengan nada tegas.
"Iya, tapi... Eh inikan, Junlion? Ngapain dia kayak orang binggung, gitu. Deni, ini benar-benar Deni. Tapi, ngapain mereka?" Dumal Andre sendiri.
Setelah video berakhir, sebelum ke video selanjutnya yang lebih lengkap Azril menyudahi dulu, karena Andre sepertinya belum mengetahui dan mengerti dengan kondisi saat ini.
"Oke! Dari video yang di tonton tadi, apa yang mas Andre tangkap." ucap Azril dengan wajah serius.
"Pertemuan Junlion dan Deni, itu kan... Aah, apakah salah?" ucap Andre yang masih belum faham dengan keadaan saat ini.
Azril malah tepok jidat ya, seraya menarik nafasnya. "Kok, jadi kayak teteh. Ku pikir mas Andre satu fikiran denganku, ternyata sama kayak teteh. Malah terlampau besar lagi, baiklah aku jelaskan dulu" ucap Azril yang saat ini menatap serius kakak iparnya.
"Maaf, jadi beneran salah besar ya. Apa maksud dari video ini dek, bisa kah kamu jelaskan?" ucap Andre yang meminta penjelasan, tentang tujuan Azril menayangkan video tersebut.
"Mas ingat nggak! Seminggu yang lalu, ada orang yang memecahkan kaca jendela rumah kita, dengan batu yang terbungkus kertas aneh di sana." ucap Azril yang bertanya pada Andre.
Andre hanya mengangguk kelapanya pelan-pelan, seraya mengingat kejadian itu. "Di lanjut paket aneh, yang datang dengan warnah merah yang di kira darah. Ingat!" ucap Azril kembali.
"Iya, aku ingat. Jadi maksud video tadi, adalah orang yang meneror ku. Begitu?" ucap Andre yang baru faham.
"Orang yang mengirim kotak tadi siang ke mas Andre adalah orang yang ada di dalam video yang tadi mas Andre tonton, pelakunya ada dua orang. Kemungkinan ada lebih dari dua orang, faham sampai sini." ucap Azril yang menjelaskan secara rinci dan detail mengenai semua setiap kejadian.
"Serius kamu dek!" Andre sangat kaget dengan semua itu, terlihat Andre mulai memahami arah pembicaraan itu.
"Apakah mukaku ini tidak menujukan serius," ucap Azril dengan wajahnya serius untuk menyakinkan Andre.
"Iya, serius. Jadi, semua ini sudah direncanakan ya sebelumnya?" ucap Andre yang baru mengerti.
"Ada yang ganjil di sini mas?" sambung Elisa yang datang dengan nampan di atasnya ada air teh hangat.
"Ganjil gimana maksudnya?" tanya Andre yang langsung menatap Elisa.
"Mas Andre tonton saja lagi, nanti pasti akan menemukan hal ganjil kok." ucap Elisa.
"Coba perhatikan jam ya, ini adalah semua cctv di RS. Aku tidak dapat menemukan informasi apapun dengan cctv di RS, yang aku melacaknya tadi sore sama teteh. Malah menemukan ini," ucap Azril.
"Lalu, bagaimana kamu bisa masuk id cctv RS. Aku bahkan tidak tahu password ya, apakah kamu menemukan sesuatu disana?" ucap Andre yang penuh pertanyaan.
"Ada, coba mas Andre lebih teliti dan fokus. Lihat ini, pada waktu dan jam di sini berbeda, bukan! Aku dan teteh sepakat jika ada orang dalam yang telah mengolah data cctv RS." ucap Azril yang sudah menebak ya.
"Kok bisa gitu ya zril," ucap Andre yang juga sangat heran dengan semua itu.
"Makanya aku juga binggung mas, lalu aku ingat jika aku telah memasang kamera pribadi dengan Ben yang ku letaknya di setiap sudut rumah sakit yang tidak di pasang cctv, itu hanya keisengan kami berdua. Tap,i itu cukup berguna." ujar azril yang menjelaskannya.
"Coba zril play kembali videonya, aku jadi sangat penasaran dengan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka inginkan dariku" Andre yang begitu sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
Andre yang menonton video itu kembali dengan serius, sekarang Azril menujukan banyak video yang ia simpan sebagai bukti nantinya.
"Aku tidak menyangka dia akan lakukan hal ini padaku, jadi selama ini dia mengikuti ku karena memiliki tujuan lainnya. Junlion, sebenarnya kamu ingin apa dari ku?" dumal Andre yang hanya kecewa dengan persahabatnya dengan Junlion.
Elisa yang langsung mengelus-elus punggung Andre, untuk menenangkan Andre yang sudah tidak bisa membendung lagi rasa di dalam benaknya saat ini.
"Coba mas Andre tanyakan pelan-pelan dengan dokter Junlion, siapa tahu saja dia mau mengatakan sejujurnya padamu. Jika dia masih menganggap mu sebagai sahabatnya, dia mungkin akan membicarakan dengan mu." saran dari Elisa, tapi langsung di bantah keras oleh Azril.
"Jangan, itu cukup berisiko bagi mas Andre saat ini, karena mas Andre saat ini tidak ada siapapun untuk melindunginya, cukup bahaya jika maju seorang diri masuk ke kandang harimau teh. Kalaupun mau tanya jangan sendirian, di RS kemungkinan banyak orang-orang punyanya." ujar azril yang memberikan masukannya.
"Kalau begitu, kita harus gimana? Nggak mungkin kita biarkan begitu sajakan, dengan perlakuan dia ke mas andre selama ini." ujar elisa yang tidak terima dengan semua apa yang di perbuat oleh junlion selama ini.
"Hmmm, azril punya ide. Mas andre bawa saja di ke sebuah tempat dimana aku dan ben terperangkap saat menuju villa, ingatkan jika aku dan ben pernah di kejar beberapa orang misterius." ujar azril yang mengingatkan.
"Iya, mas ingat. Jadi, kalian diam-diam juga menyelinap untuk pergi bersama, apakah kalian sering seperti ini."
"Iya, kami sering melakukannya bersama, karena kita berdua punya ke cocokan dalam imajinasi yang satu frekuensi. Awalnya tempat tersebut untuk membuat sebuah permainan video game kami, imajinasi kami semakin liar." ujar azril yang menjelaskannya.
"Yah, aku sadar ternyata kalian seumuranya, walau ben 1 tahun lebih muda darimu."
"Kami beda dua tahun mas, azril 17 tahun sekarang sedangkan ben 15 tahun."
"Aaaah, begitukah jadi aku yang salah. Maafkan, aku sedikit lupa itu. Coba kamu tunjukan tempatnya, biar aku akan segera kesana untuk membicarakannya dengan junlion." ujar andre yang saat ini masih berfikiran tidak karuan.
"Ini mas. Azril kasih tahu alamat tempat ya, ini tempatnya sangat strategis dan sangat cocok untuk kalian agar ngobrol, dengan sangat tenang dan nyaman dan hanya mas andre berduaan." ujar azril dengan sangat percaya dirinya.
Azril langsung menujukan tempatnya lewat leptop miliknya, karena jika di jelaskan secara lisan saja dengan kondisi andre yang tidak bisa fokus karena pikirannya kacau saat ini itu tidak mungkin akan menangkap pembicaraan dan informasinya.
"Ini agak jauh zril, apakah nanti tidak akan membuat dia curiga?" ujar andre yang kepikiran jika junlion tidaklah bodoh.
"Iya, zril. Dokter Junlion itu cukup pintar buktinya dia bisa merencanakan semua ini, jika dia tidak pintar mana mungkin dia bisa jadi teman berselimut kabut." sambung elisa yang angkat bicara.
"Kita juga harus lebih cerdik lagi lah teh. Gak apa-apa kan mas Andre, lagian disana sudah banyak jebakan yang aku pasang, dan sudah ku design sedemikian rupa dengan temen-temen ku, karena sekarang semua anggota bodyguard mas Andre terluka para, itu tak mungkin bisa melindungi mas Andre kan. Gimana mas setuju atau tidak?" ujar Azril menunggu respon dari kakak iparnya.
"Boleh di coba ide kamu dek! Baiklah aku akan ikuti saran dari Azril, semoga ini berhasil, agar aku bisa berkomunikasi dengan junlion secara empat mata."
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...
Minggu 10 April 2022.