Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
154. Aku Datang Sayangku.


Akhirnya mereka sampai di Indonesia, di sebuah lapangan landasan khusus, sebelum mereka akan mendarat, sudah banyak orang yang di bawah sana untuk menyambut kedatangan mereka.


"Andre, kau bisa tenang sekarang karena kita sudah sampai nak? jangan khawatir Elisa pasti akan baik-baik saja." ujar Arafif yang sekarang menenangkan Andre yang sedang gala gunda.


"Iya pah, sebisa mungkin Andre akan tetap tenang untuk menghadapi tantangan masalah ini." ujar Andre yang bersiap-siap akan turun pesawat.


Andre baru ke ingat setelah tidak ada barang apapun yang di bawa mereka pulang ke Indonesia, teringat jika barang-barang mertuanya juga masih tertinggal di Monarfi.


"Alhamdulillah, kita telah sampai di tempat kelahiran kita. Iya bu!" Ucap Yusman yang senang.


"Aiya, Ayah. Ibu juga senang kita akan pulang, ketemu anak-anak" Ucap Siti yang khawatir.


"Maafin Andre yah! Bu-Ayah, kita kembali dengan cara seperti ini. Malah tidak bawa barang-barang apapun, pakaian ibu dan ayah masih di rumah monarfi kan?" sambung Andre yang baru keinget jika mereka belum sempat untuk membereskan barang-barang.


"Tidak apa-apa nak! lagian cuman pakaian lama, dirumah juga masih ada pakaian lainnya, semenjak di rumah pak arafif disana, bu monika sering membelikan pakaian yang baru, buat kami" ujar bu Siti yang menenangkan Andre.


"Maaf ya bu-ayah. Andre malah minta pulang secara mendadak! Habis Andre khawatir banget sama Elisa bu, Andre juga kepikiran yang nggak-nggak, pokoknya. Andre nggak tenang." ucap Andre yang menjelaskan dengan sangat sedih pada mertuanya.


Langsung di jawab dengan membelai lembut dari sang ibu mertua, yang sepertinya faham apa yang sedang dirasakan oleh Andre.


"Iya, paham ibu mengerti kondisi kamu nak. Terimakasih yah, sudah mau perhatian sama Putri ibu yang manja sekali itu, maaf selama ini Elisa bikin nak Andre susah" Ucap Siti yang sangat beruntung, karena bisa memiliki menantu yang begitu sayang pada putrinya, dan keluarga.


Setelah pesawat mendarat, para bodygurat pria dan wanita itu sudah berjejer di tempat. Landasan halaman itu khusus dibuat oleh Arafif, karena untuk jam terbangnya yang cukup padat, saat menjabat sebagai kepala rumah sakit.


"Selamat datang kembali Tuan besar dan Tuan muda, Nyonya." ujar salah satu pemimpin.


Sedangkan Andre malah sibuk dengan HP, menekan tombol kontak, tertera nama AZRIL. Ia langsung menghubungi adiknya, untuk mengetahui keadaan Elisa, terakhir kali dihubungi sedang sakit, itu sebab Andre begitu sangat khawatir dengan kondisinya.


TUT TUT TUT...


TUT TUT...


Panggilan pertama tidak diangkat oleh azrilnya, setelah panggilan kedua Azril langsung mengangkatnya, dengan suara parau sambil sesegukan.


"Assalamualaikum... Dek, gimana keadaan tetehmu... Apa!... Sekarang kamu sedang dimana?... Oke, Mas Andre akan kesana sekarang, kamu jaga teteh kamu dulu."


Andre yang langsung mematikan panggilan setelah mendengar kabar dari Azril. Andre yang langsung kalang kabut mendengat Elisa berada di rumah sakit.


"Papah aku akan pergi duluan, kalian pulanglah kerumah." ujar Andre yang langsung berlari, menuju sebuah mobil hitam yang sudah terparkir di sana.


"Nak, kamu akan pergi kemana?"


"Aku akan kerumah sakit, karena ada masalah yang sangat serius, jadi kalian pulang saja duluan." ujar Andre yang berteriak, belum masuk kedalam mobil.


"Ada apa dengan anak itu, apakah terjadi sesuatu. Apakah ini berhubungan dengan Elisa pah?" Tanya Monika yang melihat Andre sudah kalang kabut.


"Pasti ada sesuatu, tapi papah juga tidak tahu mah, semoga tidak terjadi apa-apa" Ujar Arafif yang melihat tingkah Andre semakin aneh.


"Semoga tidak serius." Ucap Monika yang berdoa, terdengar oleh Bu Siti yang juga berada di belakang mereka.


"Pak Arafif, kami jadi tidak tenang. Kami memikirkan bagaimana keadaan anak kami, bolehkan! kita juga pergi kerumah sakit?" ucap Yusman yang malah risau.


"Iya bu monika, saya sebagai ibu jadi sangat khawatir, dengan anak-anak kami." ucap Siti yang sangat tidak tenang saat mendengarnya.


"Aduh– jadi gimana nih, pah" ucap Monika yang jadi ikutan panik.


"Baiklah, mari kita akan ikuti kemanapun Andre akan pergi" Ucap Arafif.


Tunggu, kok formasi ada yang aneh yah. Kenapa, aku tidak melihat Ben, dari jejeran barisan tadi, kemana Ben? dia akan selalu ada di garis depan, jika kami datang. Anak buah yang di rekrut langsung oleh Andre itu, sangat setia pada Andre. Gerutu Arafif, setelah sadar tidak menemukan Ben.


"Ada apa pah kok kamu kelihatan sedang cari seseorang, kamu sedang cari siapa?" Ucap Monika yang melihat gerakan mata Arafif yang begitu sangat aktif.


"Tidak mah, yuk kita pergi sekarang" Ucap Arafif yang langsung menyuruh Monika masuk kedalam mobil keluarga, Limosin dengan ukuran besar. Lalu di susul dengan Yusman dan Siti masuk, lalu pintu di tutup oleh bodyguard.


^^^🏥 RUMAH SAKIT^^^


Andre telah sampai di rumah sakit, mobil yang di kendarai Andre saat ini terparkir tepat di depan halaman dekat pintu masuk. Andre langsung berlari dari lobi menuju lantai atas, masuk ke dalam lift. Banyak yang tidak menyangka, dan menyadari jika pria yang berlarian itu adalah Andre.


"Itu siapa sih, nggak tahu apa! disini rumah sakit. Kok malah lari-lari kayak gitu." Ucap suster 1.


"Iya, harus di tegur itu. Disini banyak yang sakit, seharusnya tidak boleh berlari, kecuali dia seorang dokter yang ingin menangani pasien." Ucap suster 2.


"Ouh, itu kok kayak dokter Andre? Yang sedang berlari kan, tapi kok..." Ucap suster 3 yang baru datang dan melihat ada seseorang yang sangat familiar tapi tidak yakin.


"Aaah, nggak mungkin. Itu dokter Andre, itu pasti orang lain, mana mungkin Dokter Andre rambutnya pirang begitu" Sambung suster 2.


Karena beberapa suster itu, malah asik ngobrol. Junlion yang baru keluar dari ruang LAB, langsung menegur mereka.


"Kalian semua sedang apa, ini masih jam kerja, kenapa malah ngumpul di sini? " Ucap Jun yang menegur.


"Bukanya kita ngumpul di sini Dok, itu kita lihat orang lari-lari di rumah sakit, sekarang malah lagi naik lift." Ucap suster 4.


"Emang siapa ?" Tanya Jun yang penasaran.


"Itu kayak Dokter Andre" Ucap Suster 3.


"Hahaha, segitu rindu kah kalian padanya? sampai-sampai berfikir begitu, ayolah. Ada apa dengan kalian, Andre sedang di New York! nggak mungkin ada di sini? udah kembali kerja sana, jangan berhenti di jalan begini" Ucap Junlion yang mengusir Suster- suster itu.


"Iya, nih! Mungkin, kami kayaknya salah lihat" ucap Suster 2.


"Iya, kalian pasti salah lihat. Andre nggak mungkin ada di sini, mending kalian kembali kerja. Jika mata-mata Andre lihat, siap-siap kena hukum" Ucap Jun yang menakuti para suster.


"Eh, iya deh! Mungkin mata kami saja yang salah lihat Dokter Andre, yang sedang berlari di lobi tadi" Ucap suster 3.


"Iya, katanya dia akan kembali minggu depan sih. Tapi, kalau di pikir-pikir. Eh mungkin itu bener Andre, aku lupa istrinya kemarin. Baru saja dibawa ke rumah sakit, kalian mungkin tidak salah lihat, itu mungkin dia" Ucap Junlion malah kalang kabut.


"Iya, kita nggak denger, kalau ada gosip itu. Nggak trending topik." ucap Suster 1.


"Ya ampun kalian kurang updet nih, Andre menikah 3 bulan yang lalu, dan itu malah di peringati sebagai hari patah hati sedunia tahu. Itu trending topik saat harinya pernikahan mereka saat di New York" Penjelasan Jun.


"Pantesan nikahnya di luar negeri kita gak tahu, coba nikahnya di sini" Ucap Suster 4.


"Eh, padahal di New York itu cuman resepsi kedua mereka loh, akhad nikah dan pernikahan mereka di Indonesia. Di New York itu cuman mengulangi saja, karena temen-temen Andre sebagian besar ada di sana." Ucap Jun yang menjelaskan.


"Benarkah? Kok bisa yah! Nggak ada Update lagi." Ucap Suster 2.


"Lah, coba kalian cek ig akun fans Andre, pasti banyak banget updatean" ucap Jun yang menyarankan.


"Eh, beneran. Ternyata Dokter Andre, menikah diam-diam. Tapi katanya ceweknya nih, pegawai sini yah? Dokter Jun makanya, di rahasiakan" Ucap suster 4.


"Iya, itu tahu" Ucap Jun.


"Siapa namanya?" Tanya Suster 4 yang kepo banget.


"Namanya adalah..." Belum sempat Jun mengatakan, pintu lift terbuka. Terdengar suara panggilan yang begitu sangat nyaring, itu suara khas dari seorang yang tengah ngos-ngosan.


"JUNLION!" Panggilan Andre, saat pintu lift terbuka.


"Eh, itu bener-bener Dokter Andre? Gila dia ganteng banget rambut di warnain begitu." ucap suster 1.


"Andre? Luh, kok bisa ada di sini?" Junlion kaget saat melihatnya.


"Jangan banyak nanya, dimana Elisa dirawat?" Tanya Andre sambil mengatur nafasnya.


"Di lantai atas, VVIP. Dekat dengan ruangan mu, tapi ada Try yang sekarang menangainya. Andre, Nih! tadi Try nyuruh aku tes DNA, ini hasilnya sudah keluar, milik Elisa" ucap Junlion yang masih tegang dan kaku saat melihat Andre yang tampak berbeda dengan rambut pirangnya itu.


"Kamu sudah cek semuanya?" Tanya Andre yang langsung mengambil kertas hasil di tangan Junlion.


"Iya, sudah tapi gue kurang faham dengan akurat sih ya, jadi tadi niat mau gue tanya sama Try, keburu Luh datang" Ucap Jun.


"Baiklah aku akan ke bangsal atas dulu, kamu handle yang lainnya, jangan ngerumpi disini" ucap Andre yang langsung lari lagi ke lantai atas.


Sesampainya Andre di ruangan dimana Elisa di rawat, disana ada Azril yang menatapi kaca dimana Elisa saat ini terbaring, di atas ranjang rumah sakit, dengan tidak berdaya dan wajah yang sudah mulai membiru.


"Dek, " Panggilan itu sangat parau.


"Mas Andre, maafin Azril..." Tangisan Azril pecah saat melihat kakak iparnya datang, buru-buru Andre langsung memeluk Azril.


"Jangan salahkan dirimu, ini kecelakaan. Mana Try?" Ucap Andre yang tidak melihat Try di dalam sana.


"Katanya sedang buat obat, karena teteh dari kemarin kondisinya makin kritis. Sudah berbagai macam obat di masukan ke selang infus tapi–, teteh. Tidak ada perubahan sama sekali, Mas Andre gimana ini?" Ucap Azril yang menjelaskan, seraya sesegukan.


"Mas masuk dulu ya, lihat kondisi Elisa." Ucap Andre yang langsung masuk kedalam, Azril yang masih menahan tangisannya.


Andre melihat kondisi Elisa, yang sudah tingkat 3 waspada. Andre terdiam sejenak melihat kondisi Elisa, lalu melihat kulit Elisa yang hijau kebiruan.


"Siapa kamu, kenapa kamu bisa masuk kedalam sini" Try masuk melihat ada seorang pria yang berdiri di samping ranjang, membelakangi Try yang baru masuk.


Andre berbalik badan, dan menatap Try dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Ini aku!" Ucap Andre parau.


"Andre? Itu kau!" Ucap Try yang kurang percaya, ia langsung mendekati Andre.


"Iya, ini aku." Ucap Andre meyakinkan.


"Kapan kau datang." Tanya Try yang berdiri di samping.


"Baru saja. Bagaimana kondisi yah?" Tanya Andre yang sangat penasaran.


"Siaga 3." Jawab singkat, matanya menatap Elisa yang tidak sadar diri.


"Apa yang terjadi?" Tanya Andre yang ingin tahu kronologis kejadian ini.


"Aku tidak tahu, karena saat aku sampai sana. Istrimu sudah berada di lantai, dengan mulut yang sudah berbusa. Kau tidak tanya azril?" Ucap Try yang melihat Andre dengan tatapan tajam.


"Tidak, bagaimana aku tanya dia. Lihat kondisi Azril saat ini, aku tidak tega untuk nanya. Dia seperti merasa bersalah padaku, jadi aku tidak bisa bertanya banyak." Ujar Andre membelai kepala Elisa.


"Ah, iya. Dia pikir semua ini gara-gara dia, karena Azril yang memberikan obat itu pada tetehnya." Try melihat Azril yang sedang berdiri di depan kaca.


"Obat. Obat apa maksudmu." tanya Andre yang syok dengan apa yang di katakan Try.


"Azril beli obat di apotek, tapi dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria. Lalu obat itu malah tertukar, jadi yah seperti ini. Aku curiga ini sudah di rencanakan, Ben juga tiba-tiba hilang. Kau meninggalkan Ben kan di sini, untuk menjaga Elisa?" Tebak Try yang sudah hafal dengan gerakan-gerakan Andre.


"Iya, aku juga tidak bisa menghubungi Ben sejak 3 hari yang lalu, aku kehilangan kontak" Ucap Andre parau.


"Lalu bagaimana urusanmu dengan Zenus?" Tanya Try yang ingin tahu.


"Kita cerita lain waktu, aku akan pergi ke Lab dulu, Elisa harus selamat" Ucap Andre yang langsung menatap tajam Try.


"Iya, kamu memang benar" Ucap Try.


BERSAMBUNG ...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya.


Selasa 8 Maret 2022.