Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
209. Membujuk dan Cemburu.


Berada di kamar khusus, Andre dan Elisa yang sedang duduk berdampingan di sebuah kursi di sana. Andre yang masih sibuk dengan ponselnya, Elisa yang duduk di sebelah Andre sambil nyemil makanan ringan yang di siapkan oleh pemilik rumah.


"Mas, pernah gk sih kamu merasa lelah dan jenuh" ucap Elisa yang membuat Andre langsung memalingkan titik fokusnya ke arah sumber suara.


"Hmm maksudnya gimana sayang, maaf gagal faham sama apa yang kamu katakan" tanya andre yang tidak tahu arah tujuan apa yang di ucapkan.


"Yaitu, banyak orang yang mengincar posisi menjadi ANDRILOS. Termasuk orang-orang yang tidak kita kenal pun menginginkannya, jadi gimana kalau ada apa-apa pada kita" ujar elisa yang menyatakan ke khawatirannya.


"Yah, mau gimana lagi sayang. Padahal mas juga ingin hidup normal seperti orang pada umumnya, dari dulu juga mas sudah melepaskan kedudukan itu, walau semua ingin aku segara naik di tahta ANDRILOS. Mas tetap menolak kan" Penjelasan Andre.


"Jika begitu, pilihan ya ada dua mas" ucap elisa yang menatap dengan tatapan serius.


"Ada dua pilihan gimana maksudmu?" ujar Andre yang sangat penasaran.


"Iya mas, ada dua" Elisa langsung ingin mengutarakan pendapatnya.


"Pilihan apa yang ada dua sayang ?" ucap andre yang ingin minta penjelasan.


"Pertama, tunjuk orang yang bisa mas percayai untuk memimpin ANDRILOS, dan yang kedua gimana kalau mas saja yang jadi pemimpin penerus ANDRILOS. Karena menurut ku, percuma aja si. Jika kamu terus lari dan kabur, targetnya kan tetep kamu" ucap Elisa yang memikirkan pendapat.


Yang di katakan Elisa ada benernya juga, tapi gimana caranya sedangkan aku belum bisa menerima hal tersebut. Dalam hati Andre.


"Gimana mas, kamu mau tidak menerima saran dari aku, yah dari pada kayak gini. Kamu yang ibaratnya belum jelas jadi ketua ANDRILOS saja banyak yang mengincar nyawamu. Yah masih mending kan jika jadi pemimpin, sudah tambah jelas akan lebih banyak. Tapi, setidaknya kita bisa membuat ancang-ancang dan di bantu anggota, sekalinya kita sudah terjun ya lanjutkan saja sih dari pada setengah-setengah begini" ucap Elisa yang menetang.


"Iya juga si sayang, tapi... Mas belum yakin" ucap Andre yang masih ragu-ragu dan masih mikir-mikir.


"Ada Elisa disini, jadi turuti saja apa yang Elisa katakan. InsyaAllah, jika tujuan kita baik, Allah juga akan membantu kita sayang" ucap Elisa yang menyakinkan suaminya.


"Oke, mas akan turuti kemauan kamu dan saran kamu. Tapi, mas juga punya satu syarat untuk kamu turuti. Bagaimana? cukup adilkan, kita akan sama-sama menuruti permintaan masing-masing" ucap Andre yang langsung kepada intinya.


"Apa! kok malah ada syarat ya, aku lakukan ini juga demi kebaikan kita bersama loh mas, masa iya kamu perhitungan begitu padaku"


"Aku juga memberikan syarat kepadamu bukan tanpa alasan, ini semua juga demi kebaikan kita bersama, sayangku" ucap Andre yang mencubit pipi elisa yang cabi.


"Emang apa syaratnya ?" tanya elisa yang sangat penasaran.


"Syaratnya, kamu harus mau kuliah" ucap Andre yang langsung menatap tajam ke arah Elisa.


"Hah? kuliah mas. Elisa sekolah lagi gitu" Elisa syok dengan ucapan suaminya itu.


"Iya sayangku, kamu kuliah jangan salah sangka dulu sama mas, kamu kuliah itu juga demi pendidikan kamu kedepannya, tambah pengalaman dan wawasan kamu agar lebih terbuka lagi" Penjelasan Andre.


"Kamu malu ya karena punya istri yang tidak berpendidikan tinggi setara dengan mu, karena elisa cuman lulusan SMK, bukan sarjana?" ucap Elisa yang sudah mulai frustasi.


"Astaghfirullah, bukan begitu maksudnya sayangku. Mas gak pernah mikir gitu, mas pengennya ibu dari anak-anakku ini juga punya pendidikan, agar tidak salah jalan pas mengurus anak dan lainnya. Sayang mengurus anak sekarang bukan lagi skill saja yang si butuhkan, tapi juga pengetahuan dan ilmu, seorang ibu untuk mendidik anaknya. Hmm-kalau kamu menolaknya yaudah tak apa, mas gak akan memaksamu. Tapi, jangan pernah merengek atau merencanakan untuk punya anak kedepannya denganku, setuju" ancaman Andre, membuat Elisa tersentak.


"Kok gitu ancamannya mas, elisa kan pengen punya debay sama kamu, jangan gitulah mas. Yah, jangan bikin Elisa jadi perawan tua" ucap Elisa yang merengek-rengek.


"Nggak akan ada yang tahu kalau kamu masih perawan lah yang, lagian tahunya mereka kamu itu istrinya aku. Kalau kamu gak mau jadi perawan tua makanya kamu mau ikuti syarat ya aku. Setuju gak nih" ucap Andre yang langsung menyakinkan Elisa.


"Ya, tapi Elisa gak mau kuliah mas. Capek belajarnya" ucap Elisa yang mulai manja pada suaminya.


"Ya terus gimana? kalau kamu ngurus anak nantinya, kalau kamu nggak mau belajar sayangku" ujar Andre seraya menyelipkan anakan rambut Elisa di telinganya.


"Yah, jangan gitulah mas. Tapi, elisa gak mau kuliah. Ribet tahu, gimana kalau pas kuliah Elisa hamil, kan tambah repot"


"Kalau itu mah terserah kamu mau yang mana dan mau gimana, mas mah hanya minta satu syarat itu aja. Jika kamu menolak ya, mas juga nolak lah. Gak apa-apa mas gak punya keturunan juga, nggak masalah" ucap Andre.


"Yaudah, kalau itu mau mu. Syaratnya itu kamu mau gimana, setuju apa gak?" ucap Andre yang membalikan pertanyaan kembali.


"Iya deh elisa setuju" ucap Elisa yang sudahlah pasrah dengan keadaan.


"Tapi, kamu harus mau bukan demi ke terpaksaan, harus tulus dari hati kamu. Jangan kayak gini, itu tandanya kamu nggak benar-benar tulus dan ikhlas, lagian ini juga demi masa depan kamu dan kita bersama sayang. Bukan individu saja, jadi kamu harus bisa iklhas merima ya" ucap Andre yang melihat ada beberapa kekecewaan di wajah Elisa.


"Ya kan aku di paksa kamu" ujar Elisa jutek.


"Yaudah deh, jika kamu kayak gini. Aku juga terpaksa punya anak denganmu, tapi dengan catatan. Saat aku punya nanti denganmu, aku juga gak akan menerima anak sebagai anakku dengan tulus. Karena aku punya anakkan di paksa kamu, jadi gimana adilkan?" ucap Andre yang juga ikut serta dalam ucapnya.


"Haaaaah mas Andre. Kok gitu, kasihan dong sama anakmu, dia punya papah tapi gak pernah dicintai olehmu, apa guna ya dia punya papah" Elisa kaget dengan ucapan Andre ia marah dengan andre.


"Yah makanya, kamu juga harus gitu dong! jika kamu mau aku menyukainya, maka kamu juga harus menyukai untuk mau belajar lagi, bagaimana ?" ucap andre yang memberikan kesepakatan.


"Iya deh! InsyaAllah Elisa akan nurut dengan apa yang kamu katakan, dan akan nuruti syaratnya. Tapi, dengan catatan. Kamu juga akan menyukai anakmu oke!" ucap Elisa yang kesel dan cemberut.


Ya ampun Elisa kamu ini bikin gemes banget sih, tentu saja aku akan menyukainya, aku mana tega menelantarkan anakku sendiri, anak orang saja aku tidak tega malah ku rawat dan ku jaga sampai besar, apalagi ini anakku sendiri darah dan daging ku sendiri. Kamu ini kadang-kadang suka bikin aku ingin ketawa di waktu yang kurang tepat Elisa. Dalam hati Andre yang bergejolak.


"Alhamdulillah, iya iya aku pasti akan ingat apa yang kamu mau. Tapi, kamu juga harus ingat jika sudah janji sama Allah bukan sama aku aja, jadi kamu akan kuliah tanpa paksaan melakukan dengan ikhlas dan tulus. Soal anak, mas gak mau komentar banyak karena. Anak adalah titipan dan anugerah bagi kita, jadi apapun masalah kita kedepannya, jangan sampai anak tahu jika kita sedang bertengkar atau nangudubillah, sampai berat cekcok ya. Makanya kita butuh pengetahuan dan banyak-banyak pengorbanan, di situlah ilmu dan pengetahuan di gunakan sayangku. Makanya aku suruh kamu kuliah itu agar pikiran kamu lebih berwawasan luas lagi. Faham!" ucap Andre seraya mencubit pipinya.


^^^Pukul : 07.00^^^


Keesokan paginya, Elisa yang saat ini malah berjalan pagi menyusuri tempat saat Andre masih terlelap dalam mimpinya, tak lama ia melihat seorang wanita yang sedang menyiram tanaman.


Gadis yang sangat cantik, manis dan terlihat lembut. Senyumannya seperti mentari pagi, dan sendang bunga.


"Cantik sekali dia, andai aku bisa bicara bahasa Italia" Dumal Elisa yang langsung terhenti langkahnya untuk mengapa.


Gadis asing itu juga melihat Elisa, lalu tersenyum lebar. Elisa juga menyambut ya dengan senyuman mengembang, tapi Elisa tidak berani untuk mendekati gadis tersebut.


Disisi lainnya, terlihat Andre yang baru terbangun langsung mencari istrinya yang tidak ia jumpai saat bangun.


"Hmm, elisa? Kemana dia pergi sekarang, jangan-jangan" Andre langsung bergegas bangkit dari ranjangnya, dan keluar dari kamar.


Andre langsung bergegas melihat ke teras dan ruangan lainnya, tapi tidak menemukan Elisa di semua tempat itu.


Andre keluar dari tempat, menelusuri sekeliling ia baru bisa melihat istrinya yang sedang di taman bunga, Andre langsung berjalan cepat menuju Elisa.


AZALEA : Kak andre?


ANDRE : Hay, Lea... Apa kabarmu?


AZALEA : Aku sangat merindukan kakak, kenapa baru sekarang datang


Gadis itu langsung memeluk Andre, dengan sangat erat saat Andre datang, Andre tidak tahu jika adiknya ada di sana karena ke fokus Andre hanya pada Elisa.


Elisa yang melihat itu kaget tak mengerti kondisi saat ini, tak faham dengan apa yang terjadi wanita yang tadi sempat di puji karena cantik malah main memeluk suaminya ada rasa cemburu yang kuat dalam hati Elisa saat ini.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Minggu 12 Juni 2022