Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
61. Undangan Makan Malam.


Keesokan paginya Elisa yang saat ini menyiapkan pakaian ganti untuk Andre yang sedang mandi, dengan sangat detil apa saja yang cocok untuk di pakai Andre hari ini, Elisa mencocokan segala sesuatu yang akan dipakai oleh, dari mulai kemeja- dasi- celana bahan hingga CD, dan aksesori lainya seperti jam tangan- sabuk- kaos kaki mantel.


Andre yang baru keluar dari kamar mandi, melihat pakaian yang sudah siap pakai dengan rapinya ditata sesuai urutan di atas ranjang yang sudah rapi juga.


Andre tersenyum lebar saat melihat semua yah yang ada di atas ranjang. " Jadi ini setel yang kau suka Elisa. Cukup sederhana, hah! yasudahlah" Ucap Andre yang langsung ia kenakan saja.


Andre keluar dari kamar, berjalan ke dapur melihat Elisa sibuk wara-wiri mondar-mandir.


" Sayang, kamu tahu hp ku nggak? " Ucap Andre yang celingukan.


" Di samping meja ruang tamu tuh lagi Elisa charger, kamu ini kebiasaan banget sih hp gak kamu charger" Ucap Elisa sambil memasukan kotak makan ke tasnya.


" Lupa " Jawab singkat Andre sambil mencicipi masakan Elisa.


" Lupa aja terus, nih bekal yah Elisa mau ngambil jemuran dulu" Ucap Elisa yang mau mengambil jemuran yang sudah kering.


" Biar aku aja, kamu lanjuti ini" Ucap Andre menawarkan diri.


Setelah beres di sana, mereka akhirnya berangkat Andre mengambil kunci mobil Elisa mengambil hp Andre.


" Hari ini cuaca lagi kurang baik yah, bersalju terus" Ucap Elisa yang sudah keluar apartemen.


Andre baru keluar dari apartemen. " Elisa pakai ini, ulurkan tanganmu" Ucap Andre yang memakaikan sarung tangan dan syal.


" Ini syal yah lucu deh! beli dimana? " Ucap Elisa yang melihat motif bunga matahari.


" Di mana aja, lupa. Sini aku bawa tasnya sendiri" Ucap andre mengambil tas leptop yah.


Di pejalan ke tempat latihan, Andre merasa ada yang aneh. " Kamu kenapa? " Tanya Elisa yang melihat ekspresi wajah Andre yang agak aneh.


" Firasatku kok gak enak ya" Ucap Andre yang merasa dirinya ada yang kurang baik.


" Maksudnya? apakah kamu sakit?" Ucap Elisa khawatir.


" Ya nggak enak aja, bukannya sakit sayang tapi itu kaya seperti akan terjadi yang ..." Ucap Andre yang langsung terhenti gara-gara Elisa memasukkan sebongkah roti ke dalam mulut Andre.


" Elisa, aku lagi nyetir mobil nih!" Sewot Andre yang menatap istrinya yang jail sekali.


" Hemm-- aku tahu" Sambil manggut-manggut kepala saja, mengunyah makanan.


" Yaudah Elisa minta maaf yah! sini nyetir mobil yah sambil makan lagi yah, Elisa bikin roti selai agak banyak lumayan kan buat ganjel perut dulu, aaa coba buka mulutnya lagi. Ayo buka lagi, uh anak pinter. Dikit banget sih gigitnya, coba jangan jaim deh sama Elisa" Ucap Elisa menyuapi suaminya, dengan logat seperti menyuapi anak bayi.


" Ini mulut udah gak muat" Ujar Andre yang mulut sudah penuh dengan roti.


" Kyutt banget sih kamu" Ujar Elisa yang ketawa kocak saat melihat Andre yang kedua sisi pipinya menggelembung.


" Sayang! air, seret nih! Mana minumnya " Ucap Andre wajahnya sudah merah menahan seret.


" Yah ampun kamu ini, baru juga makan satu gigit dan baru sekali suap aja udah seret tenggorokan kamu kecil juga yah" Ledek Elisa membuka tupperware yang sudah ada sedotan yah.


" Namanya juga karbohidrat, terus nggak ada mineral ya seret lah jadi ya, tersumbat di tenggorokan" Ujar Andre yang membela diri.


" Iya-iya pak dokter, maaf yah ! udah Stop jangan di lanjutkan ceramah soal medisnya, Elisa Punyeng jika harus bahas itu, nih! makan lagi. Nanti makan siang di makan bekal yah! Jangan di kasih ke orang, inget yah mata-mata Elisa banyak, kalo nanti kamu sakit siapa coba yang repot kamu sendiri kan" Ucap Elisa yang saat ini memasukan bekal Andre.


" Iya, kamu jangan nyumpahin aku begitu dong!" Ucap Andre.


" Padahal suka banget nyosor tapi buka mulutnya kecil juga, apa jangan-jangan pura-pura yah kamu tuh" Ucap Elisa bergumam.


" Tahulah, terserah kamu" Ucap Andre pasrahkan saja.


Setelah sampai di halaman Elisa mencium punggung tangan Andre dan langsung keluar duluan, Elisa masuk ruang kelasnya di sana Rudi kaget melihat Elisa.


" Lis kamu udah keluar " Ucap Rudi yang kaget sambil menarik tangan Elisa.


" Udah lah, kan aku anak baik " Ujar Elisa yang di tarik otomatis langsung terduduk di samping Rudi.


" Hahaha iyalah, lagi kamu juga gak salah" Ucap Rudi yang sangat ingin mencurahkan semuanya. Tapi gara-gara si pemateri sudah masuk ruangan jadi tertunda.


" Eh- padahal aku mau curhat banyak sama kamu" Ucap Rudi yang sudah melihat si pemateri.


" Yaudah nanti aja mas, mau mulai materi kan nanti bisa full ngibah" Ucap elisa.


" Iya juga sih!" Ucap Rudi.


...🌷BAHASA ENGLISH🌷...


Langsung bangkit dari kursi dan mencegat jalan Andre, otomatis Andre dan Try menghentikan langkahnya.


RULLY : Dokter Andre, mohon maaf menganggu aktivitas anda. Sebelumnya saya perkenalkan diri, nama saya Rully asisten direktur Steven


Andre menaikan satu alisnya, Try juga sudah mengepal tangan yah.


TRY : Ada apa lagi sekarang?, belum puaskah dengan apa yang terjadi dengan kami selama ini, perbuatan cucu yah itu apakah masih kurang


Try yang sudah naik pitam gara-gara mendengar nama Steven di sebutkan.


" Try tenanglah, sabar kita dengarkan dulu apa yang akan di katakan dia!" Ucap Andre dalam bahasa Indonesia.


ANDRE : Tapi anda mau apa hingga mencegat jalan kami


RULLY : Saya dapat perintah untuk membawakan pesan ini kepada anda, sekiranya anda punya waktu luang bisakan anda memenuhi undangan ketua direktur


ANDRE : Mohon maaf, saya sibuk!


RULLY : Tapi bisakah anda meluangkan waktu anda malam ini


ANDRE : Untuk apa lagi?


RULLY : Untuk undangan makan malam


ANDRE : Tidak bisa, saya sudah ada janji


RULLY : Anda di suruh datang ke kediaman beliau berserta, wanita yang bersangkutan dengan nona Ariana. Apakah anda bisa datang dokter Andre


TRY : Kau tuli yah, dia sudah katakan tidak bisa kenapa kau tidak mau menerima


Ujar try yang naik pitam lagi, karena si Rully tidak mau melepaskan Andre.


RULLY : Dokter Andre, tolong saya. Saya juga dilema saat ini, jika saya tidak dapat membuat anda bisa hadir malam ini, saya akan di pecat


TRY : Itu bukan urusan Andre, yang di pecat itu kau kenapa harus Andre yang bertanggung jawab atas kau


" TRY ROCHMAN! hentikan, tenangkan diri mu. Biar aku yang bicara, sudahlah kau masuk duluan sana" Ucap Andre menahan emosi try yang selalu meninggi itu.


Try yang awalnya menolak untuk mengikuti perintah andre untuk masuk keruangan duluan pada akhirnya menurut pada kakaknya.


" Cepat masuk sana" Ucap Andre yang menyuru try masuk duluan.


" Tapi, dre!" Try menolak.


" MASUK! aku bisa tangani ini, jangan khawatir" Tatapan mengerikan dari Andre membuat try tak berdaya.


ANDRE : Tolong maafkan dia, kerena telah membentak anda


RULLY : Tidak apa! saya juga faham kenapa beliau seperti itu. Tapi dokter Andre bisakan anda menolong saya. Saya, punya ibu dan adik saya yang butuh biaya, jika saya di pecat dari kerja ini saya...


TRY : Cari kerja yang lain yang lebih baik


Sambung try, yang belom juga masuk malah masih menguping pembicaraan.


" Try hentikan ! cepat masuk sana" Ucap Andre dalam bahasa indonesia yang menahan emosinya try suka tidak terkontrol.


ANDRE : Bilang pada beliau malam ini saya akan datang memenuhi undangannya


Ucap Andre yang membuat lega si Rully, dengan senyuman mengembangkan di wajahnya itu terlukis jelas.


RULLY : TERIMAKASIH-TERIMAKASIH BANYAK DOKTER ANDRE


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Rabu 17 November 2021