Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
200. Merekrut Preman.


Elisa yang di tantang oleh suaminya untuk menghabiskan uang, dalam waktu sebulan itu, membuat dia kebinggungan. Sudah berbagai macam jenis barang yang sudah ia beli, dalam waktu tiga minggu ini, tapi uang di dalam sana masih saja sisa banyak.


Elisa putar otak bagaimana sekira-kira yah uang di ATM tersebut harus bersaldo seratus ribu rupiah. Tapi, uangnya tidak terbuang sia-sia, malah bermanfaat bagi semuanya. Ia malah ke pikiran untuk bagi-bagi sembako pada fakir miskin, warga yang kena bencana, kaum duafa, anak yatim piatu, panti jompo, dan orang-orang yang tinggal di jalanan yang kurang mampuh.


"Mba Elisa kita mau bagi-bagi sembako di sini?" Tanya Rana yang melihat tempat Kumu tersebut sedikit agak jijik melihatnya.


"Iya Rana, kita sekali-kali bersedekah. Yah minimal seminggu sekali lah untuk sedekah, yuk!" ucap Elisa yang semangat 45.


"Mba kemarin kan kita juga bagi-bagi sedekah, sama panti asuhan dan panti jompo" ucap Rana yang mengingatkan.


"Lah itukan kemarin, yang sekarang ya sekarang dong! biarkan yang berlalu menjadi catatan pahala bagi kita. Udah jangan banyak bicara lagi. Kita kesana, cepat bawa semua itu ke bawa" ucap Elisa yang sudah mulai turun terjun langsung.


"Mba Elisa baik banget sih" ucap Yuli yang menyambar.


"Lah kamu kok ngomong gitu, dari dulu juga mba Elisa baik kan" sambung Jacky.


"Baru tahu yah kalau aku baik" Elisa yang mendengar hal itu langsung menyambung.


"He-he-he, nggak sih. Mba Elisa dari dulu emang udah baik," ucap Jacky.


"Rana! Kamu bagi-bagi sama Yuli sebelah sana, aku sebelah sana dengan jacky" ucap Elisa yang menujuk saya jalan tersebut.


"Oke mba." Jawab Rana dan Yuli kompak.


Mereka langsung turun ke sebuah perkampungan di kolong jembatan, terlihat banyak kehidupan di sana, dan banyak warga yang kurang mampuh.


"Bapak-bapak, ibu-ibu... Saya, datang kesini mau membagikan sembako gratis, jika kalian ingin, datang ke atas yuk!" ucap Elisa.


Semua langsung semangat, dan langsung naik ke atas. Disana sudah ada Rana dan Yuli yang siap membagikan sembakonya, Elisa yang membawa banyak sekali bahan di sana hingga 10 mobil box.


"Tenang tidak usah berebut, semua pasti akan kebagian kok," ucap Elisa, tak lama ada seorang jurnalis yang tak jauh dari sana, langsung meliput hal menarik tersebut tanpa sepengetahuan Elisa yang sedang sibuk membagikan sembakonya.


Sembako Elisa tak lama semua orang telah kebagian, tanpa terkecuali. Elisa dan lainnya akhirnya pergi dari tempat, tapi saat di perjalanan ada seseorang yang memukuli orang lainnya, dan satu cewek yang teriak minta tolong tapi sedang di tahan oleh pria berotot yang wajahnya sangat sangar.


"Eh, ada apa itu jacky coba berhenti agak jauh saja. Kita lihat ada apa itu di sana?" saat di jalan Elisa melihat ada orang yang di keroyok pria-pria badan gede.


"Itu kayaknya korban begal deh mba, atau mungkin mereka kena palak!" ucap Rana yang asal tebak.


"Gitu yah, coba deh aku kesana dulu"ucap Elisa yang emang gak ada takutnya, dia membuka sabuk pengaman.


"Huh! mba... Jangan turun! Bahaya, gimana kalau mba ada apa-apa" Jacky menahan tangan Elisa.


"Aku gak akan kenapa-kenapa, udah kalau kalian takut, tunggu saja di sini. Biar aku saja yang keluar," ucap Elisa yang membuka pintu mobil.


Saat Elisa keluar dan langsung menghampiri mereka, tiga orang itu malah di dalam mobil. Hanya ingin menjadi penonton, melihat Elisa yang berjalan tanpa rasa takut.


"Mba Elisa berani banget sih," ucap Yuli yang melihat Elisa yang datang menghampiri mereka dengan berani.


"Jac, kamu yang cowok kok malah diem-diem aja, temenin mba Elisa itu" ucap Rana yang menyuruh Jacky membantu Elisa.


"Eh, kok aku jadinya. Aku mengemudi aja deh, lihat badan mereka gede-gede gitu. Kalau aku lawan mereka yang pasti aku kalah lah" ucap Jacky yang pesimis duluan.


"Lah badan kau kan lebih gede dari mba Elisa, tapi kok kalah sama mba yang maju duluan" sambung Yuli.


Elisa yang hampir sampai di tempat, melihat keadaan yang yang terjadi di sana, ternyata mereka benaran di palak, cuman mereka tidak mau melakukan apa yang mereka suruh.


"Haii, kalian lagi ngapain? mainnya kok keroyokan gitu" teriak Elisa sambil jalan menuju kerumunan itu.


Seketika saat mendengar suara Elisa itu mereka berhenti memukuli si pria yang sudah tidak berdaya yang terkapar di aspal itu, titik fokus mereka sudah tertuju pada Elisa yang sudah dekat.


"Lihat ada mangsa berikutnya, dia datang sendiri malah ke kandang harimau" ucap salah satunya.


"Kalian sedang apa? kasihan anak muda itu kalau kalian pukulin dengan ramai-ramai begitu. Apa lagi main keroyokan lagi" ucap Elisa yang tangannya ia lipat ke depan.


"Diem kamu cewek, sini serahkan saja barangmu nanti kamu akan selamat." Ucap salah satunya.


"Enak aja, barangku ini berharga. Main minta aja," ucap Elisa yang menyembunyikan tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Wah! nih cewek mau main-main. Kita juga gak tertarik sama badan kecil kau, kami hanya butuh uang dan mobil mu itu" ucap salah satunya lagi.


"Oooh, tidak bisa... Langkahi dulu mayatku, baru kalian dapat apa yang kalian mau" ucap Elisa yang menantang.


"Dia bener-bener nantangin yah?" ketua memberi kode pada anak buahnya untuk melukai Elisa.


"Hahahaha dasar, kalian memang melakukan segala cara agar mendapatkan uang ya, apa untungnya kalian lakukan hal ini. Mendingan kalian cari uang yang halal, mau kerja dengan ku?" ucap Elisa yang malah ingin merekrut mereka.


"Hahaha jangan mimpi, serang" ucap ketuanya.


"Ehhh- tunggu-tunggu, kita buat kesepakatan bagaimana?" Elisa terus saja membujuk.


"Banyak bicara kau, udah hajar"Ucap ketua itu kembali.


Tapi, anak buahnya tak ada yang mau mengikuti apa yang di katakan oleh sang ketua. "Kenapa kalian berhenti, cepat serang dia" ucap ketua.


"Boss, sebaiknya kita dengarkan dulu saja apa kesepakatannya"ucap anak buahnya.


Elisa tersenyum tipis. "Anak buahmu lebih cerdas di bandingkan kau, jadi bagaimana? Mau mendengarkan penjelasan ku dulu"


"Baiklah, apa itu kesepakatan yah"


"Jika aku kalah, melawan kalian semua. Aku akan serahkan semua barangku, di dalam mobilku banyak barang-barang berharga, apa lagi di tasku, makanya aku akan serahkan barang-barang termasuk mobil boxku itu. Tapi, jika sebaliknya, kalian yang kalah. Ada dua pilihan, yang pertama. Mau ku laporkan kepolisian, atau pilihan kedua mau bekerja denganku. Pilihan ada di tangan kalian, mau tetep melawanku. Aku lanyani, sudah lama aku tak ada peregangan" ucap Elisa yang sudah memprutuk semua tulang-tulang sendinya.


Mereka mempertimbangkan kembali apa yang di katakan oleh Elisa, tapi masih ada dari mereka yang menyerang Elisa. Dengan hempasan satu tangan Elisa, tiga orang sudah K.O.


"Bagaimana, masih mau mencobanya. Sini lawan aku, jika kalian masih belum puas bertarung" ucap Elisa yang masih siap untuk menerima mereka.


"Tidak, kami menyerah... Maafkan kami, kami" ucap mereka yang sudah tidak mau melawan lagi.


"Bagaimana tawaranku tadi?"ucap Elisa yang merapikan pakaiannya kembali.


"Kami mau tawaran kedua saja, yang bekerja sama denganmu, tapi apa pekerjaan kami?"ucap ketua geng.


"Yang pastinya itu halal bagi kalian. Jadi, datang saja ke tempat ini" Elisa memberikan kartu nama toko bakery yah


"Kalian datanglah jam 8 tepat ya, pergi lah. Sebelum polisi itu datang" ucap Elisa.


"Ayo, cabut"semua langsung pergi begitu saja meninggalkan tempat.


"Kamu gak apa-apa" Elisa langsung menolong pria yang sudah tak berdaya itu.


"Heii, kenapa kamu lepaskan mereka. Malah kami memperkerjakan mereka, jangan-jangan kamu bersekongkol ya dengan mereka" ucap seorang gadis yang marah pada Elisa.


"Hah! Bersekongkol, dengan mereka. Bahkan aku baru mengenal mereka, mbak jangan marah-marah dulu, kita selamatkan temanmu dulu, jadi jangan menuduh tanpa bukti ya" ucap Elisa, yang sebelumnya sudah menelepon ambulan.


Suara ambulan datang, dan langsung membawa pria itu naik tandu.


"Terimakasih" ucap pria yang tidak berdaya itu sebelum masuk ke dalam mobil ambulan.


"Iya, sama-sama"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Kamis 19 Mei 2022