Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
104. Mengalah Demi Ciuman.


Andre menyilang tanganya ke depan, sambil menatap Elisa yang masih asik makan dengan lahap itu, bahkan terlihat Elisa menambah porsinya, berbeda dengan Andre yang jauh dari mau sarapan makanan berat-berat lainnya, jadi Andre hanya bisa senang jika Elisa juga seneng.


( Syukurlah, nafsuuu makannya tidak berkurang aku terlalu mengkhawatirkan kondisi mu, aku lupa siapa istriku sendiri. Makanlah secukupnya saja, biar jangan buat perutmu sakit karena terlalu banyak makan, dan jangan makan-makanan terlalu pedas Elisa) Gerutu Andre yang menatap istrinya dari jauh.


Bagas mengagetkan Andre yang sedang melamun itu dengan suara kerasnya, dengan semangat ia menatap kesuatu tujuan.


"Aku tahu sekarang, tujuan kita adalah perbatasan yang ada disana bagaimana?" Ucap Bagas menujuk bendera yang jauh di tengah laut.


"Permainan apa yang kau inginkan" Ujar Andre yang sedang menantang itu.


Bagas menujuk kesuatu kendaraan air, yaitu motor jetski yang terparkir di depan itu, spot jetski terbaik yang di miliki Andre cukup keren semua fasilitas di resort miliknya ini.


"Itu, bagaimana menurut mu" Ujar Bagas dengan siringan senyum sinisnya.


"Kau ingin main itu, kau yakin?" Tanya Andre, yang mungkin Andre sudah ahli dalam main motor air itu.


"Iya, kenapa? apakah kau takut" Ujar Bagas meledek Andre, dengan tatapan merendahkan Andre itu.


"Takut! main jetski?, kamu bercanda" Ucap Andre yang tak mau di remekan dengan mudah.


Andre memerintahkan pelayan untuk mengambil semua perlengkapan keamanan, Andre yang di bantu dengan beberapa pelayan prianya, sedangkan Bagas di bantu dengan 2 wanita cantik yang ia bawa tadi.


"Baik tuan" Seakan sudah hafal walau Andre tak mengatakan apapun.


Iya begitulah pelayan-pelayan tersebut semua sangat sigap melayani Andre dan menerima semua perintah walau hanya dari satu tangan diangkat saja, bahkan mata dan anggota tubuh lainya andre memiliki kekuatan untuk menggerakkan semua Pasukan pelayan yah.


BagasKara yang sangat ingin mengumumkan soal taruhannya itu agar di saksikan oleh semua para karyawan Andre, jadi ia memberikan penjelasan.


"Hai kalian semua, dengar-dengar! saya akan mengumumkan sesuatu, jika kami akan bertarung, Andre dan aku. Petarung main jetski, garis finis ada di sana bendera merah disana, jika Andre kalah dia akan mencium salah satu kariyawati atau pekerja wanitanya, jadi diantara kalian semua mohon bersiap-sialah, lalu jika Andre yang menang maka akan..." ucapanya langsung di sambar oleh Andre.


"Akan mendapatkan Grup Kara" Andre menyela ucapan Bagas, tanpa sadar Bagas malah mengikuti ucapan Andre itu.


"Akan mendapatkan Grup Kara?! Heh! kapan aku mengatakannya" Ucap bagas kaget dengan ucapannya sendiri.


"Apa maksudnya, bukanya barusan kamu mengatakannya, tidak sadar. Apakah kalian mendengar tadi, bahwa dia mengatakan akan memberikan grup kara dalam pertarungan ini?" Ujar Andre yang meminta penjelasan saksi.


"Iya, kami denger itu" ucap semua Serempak.


"Bukan itu yang ingin aku sampaikan, wey Dre apa kau sengaja melakukan hal ini" Ucapnya yang kesal akan ucapan andre.


"Jadi tidak usah kau menghela, sudah sangat jelas banyak saksi yang mendengar hal itu, bersiaplah kamu akan kalah dariku, dan grup kara akan menjadi milikku" Ucap andre dengan senyuman mengembang penuh kemenangan.


"Kurang ajar kau Dre, apakah ini rencanamu sejak awal, kamu diam tidak memberikan jawaban saat aku tanya tadi, kau bilang tidak ada yang kau inginkan dariku, lalu ini apa!" Ujar Bagas yang mendecak kesal.


"Aaah~ aku berubah pikiran, ternyata ada yang sangat ku inginkan rupanya darimu, yaitu grup Kara! karena jika kara juga milikku kedudukan dan karierku akan melejet melesat jauh di atas" Ucap Andre dengan tatapan penuh keyakinan.


"Sialan kau Dre" Ucap Bagas yang sangat kesal dibuatnya.


( Dengan begini kau juga tak akan mengajakku melakukan hal konyol seperti ini lagi, aku sudah lelah dengan apa yang kau inginkan selama ini, malas jika aku terus meladeni semuanya) Gerutu Andre yang terdiam sambil menatap tajam.


Agak jauh Elisa yang masih sibuk makan itu tidak memperdulikan apapun di sekeliling yah, dia hanya fokus makan dan makan karena kemarin isi perut ya telah kekuras habis gara-gara mabuk lautnya itu.


"Ada apa mas Rudi kok disana ramai banget!" Ujar Elisa yang saat ini menatap Rudi yang baru dari kerumunan untuk mengambil makanan lainnya.


"Itu, Andre akan bertarung melawan cowok itu!" Ujar Rudi yang juga sekarang tidak penasaran lagi, ia juga malah ikutan Elisa tidak peduli.


"Mau ngapain mereka" Ucap Elisa sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Nggak tahu juga, tapi kayaknya mereka akan taruhan begitu, yang bikin merinding adalah mereka akan melakukan di sini" ucap Rudi.


" Emang apa yang mereka lakukan" ucap Elisa lagi.


"Jika Andre menang dia akan mendapatkan Grup Kara! salah satu asosiasi pengusaha terbesar juga di dunia, tapi jika Andre kalah dia akan---" Ujar Rudi terputus karena menelan makanan.


"Akan apa kok malah berhenti sih, cepat katakan?" Ucap Elisa yang sangat penasaran dengan apa kelanjutan yah.


"Hemm--, itu Andre akan-- mencium salah satu wanita di sini!" Ujar Rudi yang sudah bisa menebak kenapa Andre menyetujui taruhan itu.


khuuk khukk khuk...


"Hah??? Apa yang mas Rudi bilang, dia tidak serius kan mengatakan hal itu, jika seperti itu maka hubungan kita akan ketahuan dong!" ujar Elisa mulai panik.


"Kayak dia sangat serius elisa, lagian cepat atau lambat hubunganmu juga akan ketahuan kan, emang kamu mau sampai kapan akan menyembunyikan ini, sampai kalian punya anak" Ucap Rudi yang mulut yang penuh dengan daging kepiting.


"Kelakuan tuh orang nyeselin banget, awas aja kalo diberniat melakukan hal itu akan ku bikin dia tempe baceman" ucap Elisa yang siap-siap ancang-ancang.


Sedangkan Bagas juga dibantu oleh kedua wanita cantik di sebelahnya untuk memakai perlengkapan main jetski, Andre masih menyunggingkan bibirnya sambil menatap sinis lawan yang ada di depan.


Elisa masih terdiam mematung melihat keadaan yang ada di depan sambil masih asik mengunyah makanan dalam mulutnya, saat semua sudah siap-siap.


Andre dan Bagas langsung menaiki motor jetski mereka masing-masing.


Bremm-- bremmm


Bremmm ---


Motor jetski yang di tunggangi Bagas selalu di gas terus dengan tatapan mematikan terarah pada Andre yang hanya biasa saja menanggapinya.


Andre malah belum menyalakan mesin jet ski miliknya masih sibuk merapikan kacamata renang, yang merasa tidak nyaman menggunakan benda tersebut, karena paksaan dari Calder mau tidak mau harus memakai kacamata renang.


wanita cantik yang tadi dibawa oleh bagas sudah bersiap di tengah-tengah mereka untuk memberikan aba-aba mulai star.


CW : bersedia siap 321 let's go...


Bagas melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Andre yang hanya terdiam mematung di sana, Andre yang kebingungan hanya menatap kepergian Bagas yang sudah menjauh.


"Wah dia cepat juga, aku belum menyalakan mesin rupanya pantesan saja kok gak bisa berjalan ku pikir ini rusak, ternyata aku yang lupa masukan kunci" Ucap Andre yang tingkat dewa ceroboh kumat.


CALDER : Apa yang sedang anda rencanakan tuan, Kenapa anda diam saja, tuan bagas sudah melesat jauh di depan


ANDRE : Biarkan saja Paman lagipula aku sengaja melakukan ini agar dia itu tahu batasan-batasan yang dia harus patuhi


Andre langsung turun kembali dari motor jetski nya memberikan kunci pada calder, dan melepas kacamata renangnya.


Hingga membuka semua perlengkapan yang tadi dia pakai, semua orang bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Andre, kenapa dia malah tidak ingin melanjutkan apa taruhannya, apakah dia sengaja melakukan hal itu, dan mau menerima kekalahan untuk mencium salah satu wanita di sini, banyak pertanyaan-pertanyaan itu yang muncul dari banyak pikiran para orang yang menonton saat ini.


Di sisi lain tempat posisi dimana Tri Rohman dan Junlion juga sedang memikirkan pikiran mereka masing-masing, sedangkan diposisi Elisa sangat panik saat ini ia sudah bersiap-siap akan ambil ancang-ancang pergi menghilang rasa yah.


(Dasar kau andre, aku tahu kenapa kau tidak melanjutkan, kau sengaja membuat Bagas terpancing, permintaanmu tadi hanya berpura-pura untuk meminta grup Kara pada Bagas, sebenarnya kau ingin meminta tawaran pertama yang lebih menggiurkan iyakan, biksu bucin). Gerutu Try dalam benaknya.


PELAYAN : Tuan Apakah harus saya mengundang Tuan Bagas untuk kembali, melakukannya ulang


ANDRE : HMMM- tidak perlu biarkan saja dia, toh nanti dia akan sadar kalau aku masih tertinggal di sini, kita mulai saja pestanya. Jadi biarkan saja dia menikmati main air, motor jet Ski itu sudah kalian isi daya baterai ya kan, jangan sampai dijalan pulang dia malah tak bisa kembali, nanti tuan Rudolf akan ngamuk-ngamuk lagi padaku gara-gara anaknya di permalukan


(Padahal anak sendiri yang suka mempermalukan diri sendiri, dan menjatuhkan harga diri ya sendiri) Gerutu Andre.


PELAYAN : anda tenang saja tuan semuanya sudah di persiapkan, jika berhenti di jalan akan ada yang menjemput


ANDRE : Baguslah, lagi pula aku masih punya banyak urusan yang harus aku kerjakan hari ini, para tamu yang aku bawa dan perayanya mereka sampai besok baru kita akan bersiap pulang


PELAYAN : baik Tuan saya akan melakukan yang terbaik


Elisa langsung terdiam menatap hal itu, Rudi langsung berbalik badan memberi kode jika Andre melakukan hal yang di takuti Elisa.


"Apa yang dilakukan oleh Mas Andre, mas Rudi ada apa dengan dia" Ucap Elisa panik.


"Aku sudah bisa menebaknya sih, Elisa kayaknya dia melakukannya dengan sengaja, ingin kalah agar tidak dapat hadiah tapi malah ingin kekalahan yang lebih menarik baginya" Ucap Rudi yang melirik pada Elisa yang sudah panas dingin.


"Tidak, tidak boleh! ini gak boleh terjadi dengan cepat aku belum siap! tidak bisa dipercaya orang itu, iiih- kesel banget dia gak punya otak yah, gimana sih cara kerja otaknya itu nggak bisa ditebak" Ucap Elisa kesal.


"Kamu kenapa harus marah sama dia itu bukan salah dialah, lagi pula dia ingin membuktikan bahwa dia benar-benar suka padamu" Ucap Rudi.


"Dia yang suka aku yang nggak suka" Tatapan tajam Elisa.


"Udahlah Lis kamu nikmati aja, bukannya kemarin kamu bangga banget kan nemplok terus kayak perangko sama Andre, tapi kenapa sekarang kamu jadi kayak benci banget, sekarang gantian andre yang lagi pengen dipeluk sama kamu, jadi kamu jangan egois kayak gitu" Ucap Rudi memberikan penjelasan.


"Mas Rudi Bukannya aku nggak mau dan aku nggak mungkin melakukan hal itu di depan 100 orang, apa lagi di depan para fansnya. Sudah lengkap rasanya di sini, ada dokter Tiffany dan Claudia dan apalagi ditambah sama dokter Jessica dan Yasmin yang sama-sama punya notabene punya rasa, dan basic yang sama di bidang yang sama juga, aku sudah insecure duluan, aku gak bisa bersaing dengan wanita seperti mereka" ujar Elisa yang sudah down.


"Woy Elisa dengar yah, ngapain kamu takut lagian kamu sekarang itu sudah jadi bini kan, jadi ngapain kamu takut tersaingi. Nggak mungkin ada bisa bersaing denganmu, kalau memang ada saingan ya, Andre harus menceraikanmu dulu baru dia bisa mencari yang lain, tapi itu kayaknya nggak akan mungkin dia lakukan dan jauh dari pikiran seperti itu untuk memisahkanmu darinya, buktinya kemarin kan, dia tidak keluar saat membawamu masuk kamar, dan baru keluar sekarang saat kamu juga ada di luar, titik fokus saat dia keluar malah mencarimu, kamu gak sadarkan" Ucap Rudi menjelaskan dari pengamatan semalam ini.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Kamis 6 Januari 2022