Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
95. Gaji Karyawan.


Keesokan paginya Elisa yang tidur yang menindih tubuh Andre yang masih terlelap itu, memainkan dadah bidang Andre yang saat ini begitu kokoh sekali.


( Cih, sejak kapan si dia membentuk bidang-bidang ini, padahal setiap hari kerjaannya selalu duduk di kursi dan menatap komputer ). dalam benaknya yang menatap suaminya yang saat ini tersorot sinar matahari yang memasuki sela-sela tirai.


Pip pip pip


Suara jam di samping ranjang berbunyi melirik jam itu, pukul 6 tepat. ( Hah! aku malas bangun, bisakah hari ini aku tidak berangkat pelatihan, jika aku ngomong baik-baik dengannya mungkin kah dia izinkan) Gerutu Elisa mempererat pelukannya.


" Sayang! ini sudah pagi, bagaimana kamu masih ingin bermain-main dengan tubuhku" Suara pelan Andre yang saat ini melirik Elisa.


" Hehe, mas! kamu udah bangun yah" Ucap Elisa yang mengecup pipi Andre pelan.


" Iya, tadi aku dengar suara jam" Jawabnya.


" Ouh, yaudah sana kamu mandi. Kan kamu paling lama mandinya" Ucap Elisa yang mempererat pelukannya.


" Bagaimana aku bisa mandi saat kamu begini" ucap Andre.


" Hehehe " ketawa tanpa dosa, langsung melepaskan pelukannya dan menatap pria itu masuk kedalam kamar mandi.


Satu persatu Andre menanggal pakaian, dan air shower pun nyala terlihat berapa pakaian dalam Elisa tergantung di pojok ruangan.


" Kenapa dia menjemur di sini sih, yasudahlah lupakan" Gumam yah, hampir 1 jam Andre berada di kamar mandi, dia melihat ranjang sebelum dia masuk ke ruang ganti.


" Sayang! kamu mau tidur lagi, ini sudah siang loh" Ucap Andre yang melihat Elisa masih menarik selimut.


" Aku males mas, bisa gak aku izin hari ini" Ucap parau Elisa.


" Tinggalkan 1 Minggu lagi loh setelah itu selesai, nanti akan ada liburan juga" Ucap Andre yang berniat akan membebaskan kariyawan untuk berpesta Foya nantinya.


" Apa! kita liburan? kemana?" Elisa semangat 45 dengan sangat girang dan bangkit dengan cepat dari baringan yah.


" Iya kita, dan para karyawan juga akan ikut" Ucap Andre yang langsung terdiam lagi.


" Lah kok karyawan juga di ajak, ku pikir hanya kita berdua" Ucap Elisa menurun lagi semangat yah.


" Sabar yah, kamu bisakan" Ucap Andre sambil mengelus rambut Elisa.


" Lalu kapan ada waktu untukku? kamu selalu sibuk dengan urusan kamu, lalu waktu mu itu kapan buat aku yah dong!" Elisa ngambek.


" Hehehe kenapa ini, kamu mau kemana emang yah" Tanya Andre dengan senyum mengembang.


" Hemm liburan lah, tapi hanya kita berdua" Ucap Elisa dengan tatapan penuh arti.


" Oke, sekarang kamu mandi dulu sana nanti akan aku ajak kamu jalan-jalan" Ucap Andre dengan suara yang lembut sambil mengecup kening Elisa.


" Beneran, asikkkk" Elisa langsung bangkit dengan cepat dan memeluk suaminya,lalu di turunkan Andre pelan-pelan.


Langsung lari ke kamar mandi, Andre hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah elisa yang imut itu.


" Cih, dia bahkan sesenang itu, jika tahu kamu menyukai hal-hal seperti ini mungkin aku akan sering mengajak mu keluar" Ucap Andre dalam gumamnya.


Lihat seprai yang tidak beraturan Andre merapikan tempat tidur, melihat apakah ada noda yang di maksud Elisa, tapi tidak ada yang menempel sedikit pun di sana.


" Apa yang kau khawatirkan sih sayang, lihat saja bahkan seprai masih bersih" Gumam Andre tapi tangannya sibuk merapikan kasur.


^^^~Halaman universitas^^^


Andre memarkir mobil tepat di depan halaman biasa Andre memarkir mobil yah, terlihat sepi dengan suara bel yang berbunyi.


Melirik ke jok samping terlihat Elisa tak suka dengan semua yang di lakukan Andre saat ini. ( Ini namanya penipuan tahu gak sih) Gerutu Elisa dalam hatinya.


Atmosfer dalam mobil cukup muram yang saat in tak bisa di tebak karena Elisa sudah berwajah masam, Andre yang melepaskan sabuknya.


" Sayang, yuk turun" Ucap Andre, tanpa dosa, sudah membohongi istrinya.


" Kok kita kesini? bukanya kita mau jalan-jalan" ucap Elisa kesal.


" Iya, kan tadi sudah jalan-jalan muter-muter kan sebelum kesini, kita masih ada tanggung jawab pelatihan kan sayang" ucap Andre.


" Huh, percuma aku berharap lebih sama kamu" Ucap elisa kesal.


" Hahaha, 8 hari lagi kok sayang! sabar yah" ucap Andre sambil mengusap kepala pelan Elisa.


Tak mau mendengarkan apapun lagi dari Andre, muka elisa sudah bete ia melepaskan sabuknya membuka pintu mobil dan membantingnya keras sekali.


BRAAKKK !!!


" Lah dia marahnya, aduh salah lagi deh aku. Aku baru tahu jika cewek kalo lagi datang bulan bisa berubah-ubah emosi gitu , aduh gimana lagi coba bujuknya" Gerutu Andre.


Sampai di kelas dimana semua sudah berkumpul, Elisa langsung menubruk kursi dekat Rudi.


" kamu kenapa Lis? datang-datang mukamu gitu sih nggak enak banget diliatnya" Ucap Rudi.


" Lagi kesel sama tuh orang!" Ucap Elisa menenggelamkan wajahnya.


" Siapa?" Rudi membidik Elisa tajam.


" Suami aku, ngeselin banget" Ucap Elisa jengkel.


" Ouh andre?" Ucap Rudi yang sudah tahu jika Elisa sedang membicarakan tentang dia.


" Iya terus siapa lagi" ucap ketus Elisa, memalingkan wajah ke arah Rudi.


" kenapa, kamu bertengkar dengannya" Tanya Rudi kepo.


" Gak, cuman aku yang kesel sama dia, bilang hari ini mau ngajak aku jalan-jalan, eh- tahunya malah kesini kan aku berasa di bodohi nggak sih" penjelasan Elisa.


" Hahahah, terus gimana lagi, dia diem aja kamu marah" ucap Rudi.


" Iya, yang lebih nyeselin itu pas kemarin mas, mau tahu nggak apa!" ucap Elisa.


" Emang apa?" tanya Rudi.


" Pulang kemarin tamu bulanan aku datang, terus aku lupa nggk punya pembalut kan. Aku suruh dia beli-" Ucap Elisa terpotong gara-gara Rudi syok dengan apa yang di katakan Elisa.


" Eh tunggu, kamu nyuruh andre?" Ucap Rudi yang tidak percaya.


" Terus-terus, gimana reaksinya" Mode kepo Rudi keluar.


" Dia langsung pergi lah tanpa komentar apapun, dengan wajah khawatir" Ujar Elisa.


" Gila kamu Lis, sultan kamu suruh beli, orang biasa mungkin gak masalah. Ini Andre yang di suruh beli pembalut, hahah-aku gak bisa banyangkan dengan ekspresi wajah yah saat beli gimana yah. Lanjut Lis terus" Ucap Rudi masih kepo kelanjutan ceritanya.


" Pas pulang bikin donggol banget, ya Allah mas Rudi, bisa nembak nggak apa !" Ucap Elisa.


" A-apakah Andre beli yah salah, harusnya pembalut malah popok bayi yah!" Ucap Rudi yang salah nebak.


" Nggak, dia malah beli semua jenis merek hingga 2 kantong plastik " Ucap Elisa kesel.


" Hahahaha" Tapi Rudi malah ketawa ngakak pas dengar hal itu.


" Aku baru tahu si jenius itu ada momentum kayak gini, seharusnya di bikin sejarah nih Lis" Ucap Rudi.


2 Jam pemateri sudah selesai memberikan penjelasan, terlihat pukul 10 siang semua kariyawan di suruh untuk berkumpul di aula untuk ada pengumuman dan evaluasi.


" Selamat siang semua" Sambutan dari Try.


" Siang!" Jawab serempak.


" Gimana kabar kalian semua" Tanya lagi Try.


" Baikkk" Jawab serempak lagi.


" Syukurlah, ada pengumuman buat kalian nih! Ada hal baik dan buruk. Ok! tanpa basa-basi lagi, saya persilakan Dokter Andre untuk melanjutkan pembicaraan ini, waktu dan tempat saya berikan" Ucap Try yang tidak mau basa basi lagi.


Turun dari podium, Andre langsung diberi mic oleh Try.


" Semua yah sehat kan, aku dengar katanya ada yang sempat sakit apakah sudah membaik" ujar Andre.


" Iya, sudah agak baik dokter" jawaban itu mewakili perasaan senang.


" Ouh syukurlah, jika sudah membaik" ujar Andre yang saat ini senang.


Dilain sisi Junlion sedang membagikan kartu biru, mirip ATM.


" Saya mau mengumumkan jika pelatihan ini akan berakhir, 8 hari lagi setelah itu kalian di beri cuti 1 Minggu di rumah, lalu akan beraktivitas kembali setelah yah" ujar Andre menjelaskan.


" dokter Andre ini kartu apa yah!" Tanya salah satu kariyawan.


" ah itu, nanti akan saya jelaskan. Saya tidak mau bertele-tele lagi Kartu yang di bagikan oleh Junior itu adalah kartu Id ATM sesuai dengan nama kalian, untuk apa! kartu itu untuk pembayaran tanpa penukaran uang rupiah ke dollar" Penjelasan Andre.


" Jadi selama kalian di sini, yang meninggal keluarga selama pelatihan ini berlangsung, jauh dari sanak saudara akan membuat kalian juga tersiksa, jadi saya memberikan kompensasi yaitu berupa kartu id itu, jadi pergunakan kartu id itu dengan bijak yah" Ucap Andre.


" Hah, apakah kartu ini hanya akan berlaku di tempat ini saja Dokter andre!" Tanya kariyawan lainya.


" Iya, jika masih ada sisa nanti akan masuk ke rekening kalian sebagai tips bonus dari saya" Ujar Andre yang sangat senangnya.


" Anggap itu adalah gaji kalian selama satu bulan lebih hari ini" Ucap Andre yang menjelaskan.


" Hah gaji? bukannya kita enggak digaji ya! kita kan lagi pelatihan" Bisak Bisak kariyawan.


" Yah, kalian pantas untuk mendapatkan ini karena kalian sudah berjuang sangat keras, untuk mencapai level kalian masing-masing dan perjuangan di tempat asing ini. Usaha kalian yang suka rela ikut pelatihan di sini itu keputusan yang besar, jadi semua ilmu yang kalian dapatkan tidak akan menyia-nyiakan atau menghianati hasil" Ucap Andre dengan senyuman lebar.


" Jangan khawatir, aku juga sudah siapkan gaji untuk kalian semuanya, dan semua rata, Aku tidak pilih kasih anggap ini adalah bonus dari saya karena mengikuti pelatihan ini, jadi perorangan akan saya berikan kartu masing-masing isinya ada 20 juta, tapi yang 15 juta saya sudah kirimkan ke keluarga kalian, yang sudah berkeluarga seperti punya istri/suami dan anak yang menerima. Jangan khawatir yang belum berkeluarga uangnya masih aman ada pada saya, Yang masih jomblo, kalian bisa cari pasangan di sini mungkin saja menemukan yah. Bagaimana! ada pernyataan lain?" Tanya Andre.


Semua senang dengan hal itu, semua begitu antusias mendengar yah.


" Dokter Andre apakah ada liburan yah, seperti jalan-jalan gitu keliling kota New York" Saut pekerja.


" Iya dokter, kita bete nih harus keliling tidak jauh dari asrama" ujar kariyawan lainya.


" Oke, mau kemana? " Tanya Andre.


" Dokter katanya anda punya pulau yang sangat indah, gimana kalo kita liburan kesana saja" Ujar pekerja yang ingin mengetahui lebih lanjut.


" Hah! kalian tahu dari mana jika aku punya pulau?" Ucap Andre.


" Maaf dokter, itu dari Ig. Jadi seriusan dokter tidak punya yah, maaf deh dok" ucap pekerjaan yang lainya


" Hemm-- memang benar aku itu, aku membuka resort si pulau itu, jadi ada yang setuju ke sana" ucap Andre yang minta Vote.


" Hey kamu Juki, kamu hebat dokter Andre wajahnya merah tuh" ucap pekerjaan lainya.


" Dokter Andre emang baik banget sih, seumur-umur aku baru kali ini dapat hadiah dari boss, syukurlah aku cepat pendapat kerja di sini dan bertemu dengan beliau" ucap pekerjaan bicara dengan temanya.


Kambali pada Andre di modium, andre dengan senyuman di wajah yah sangat senang sekali seperti menang lotre.


" Baiklah, tapi sebelum itu kalian harus ngerjain tugas kalian dulu selama 2 hari ini untuk ujian akhir dulu, untuk evaluasi" Ujar Andre dengan senyuman tanpa dosa.


" Yaaaahhh Dokter Andre anda terlalu berbelit-belit nih"


" iya nih, melambung kami setinggi langit eh malah di jatuhkan sedalam jurang"


" Hahaha lebay kau"


" Ha-ha-ha, sudah-sudah saya mohon maaf. Silakan kerjakan yah sebisanya, jika tidak bisa tetep di isi kolomnya itu nilai dapat point dari ku nanti"


Bisik bisik tetangga lagi. " Padahal ku dengar apartemen dokter Andre kebakaran yah, kok bisa-bisanya Dokter Andre masih berikan uang gaji yang di luar gaji kita, UMR saja tidak sebesar ini"


" Hahah kamu gak tau ya gosip yah kalo dia itu anak konglomerat berdarah biru cuy" sambung pekerjaan lainya.


" Wah gila yah, aku jadi penasaran siapa yang akan jadi istrinya nanti pasti dia akan jadi wanita yang paling berharga dan bahagia"


" Iya hahaha."


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Selasa 28 Desember 2021