Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
98. Traveling Dalam Rumah.


Keesokan harinya, langit masih terlihat mendung hawa dingin pun menyelimuti lingkungan dan ruangan kamar mereka, itu membuat tubuh Elisa refleks menggeliat, karena terasa kedinginan gara-gara pemanas diruangan berhenti karena suhu di luar dingin jadi membeku, Elisa pun sontrak menggigil kedinginan.


Andre dengan sigap dan sadar jika istrinya itu merasa keinginan, langsung memeluknya dengan erat dan menarik selimut yang sudah hampir jatuh ke lantai.


Andre mengecup kening Elisa ucapan selamat pagi baginya, Elisa menatap wajah tampan, walau matanya masih memejam tapi Andre menampakkan wajah yang tidak ada duanya.


" Bagaimana ada pria yang sudah mau kepala tiga wajahnya masih 17 tahun begini" Gumam Elisa yang membuat Andre tersenyum.


" Masa sih, apakah aku kayak gitu? emang aku benar-benar setampan itu, padahal aku baru bangun tidur loh sayang, mungkin orang lain yang bilang aku abaikan tapi ini sayangku yang bilang jadi malu deh!" Ujar Andre yang tidak percaya jika Elisa memujinya seperti itu, dengan senyuman yang mengembang diwajah Andre.


" Mau kamu bangun tidur kek!, kamu habis main apa kek. Entah kenapa wajahmu itu tetap pada posisi tamvan sih! hihihi, apakah aku menikahi manekin yah?" Ucap Elisa.


" Maksudmu, aku boneka plastik gitu!" Ujar Andre yang membulat matanya.


" Hihihi, bukan gitu tapi boneka lilin hehehe" Ucap Elisa yang cekikikan sendiri.


" Kamu bilang apa, boneka lilin?! " Merasa tidak terima Andre yang melingkarkan tangannya itu mulai mengelitiki pinggang Elisa, dan area sensitif lainnya.


" Aaahhh- mas Andre geli, jangan gelitiki Elisa gitu dong! nanti Elisa gak doyan makan kamu tanggung jawabnya" Ucap Elisa.


" Banyak obat tuh, jadi nanti aku suruh kamu minum obat penambah naffsuu makan" Ujar Andre yang dengan pedenya.


" Hahahha ampun mas, ampun!" Ucap Elisa memelas pada Andre.


" Maskusay, kamu itu bukan hanya tampan tapi juga, kamu itu tetap ganteng, tetap manis. Kamu yang bisa buat aku meleleh setiap harinya, apa lagi kalau kamu senyum dan ketawa, makin tampan, dengan wajah konyol sekali pun kamu tetap tampan, entah kamu lagi bingung- Kamu diam saja- kamu lagi marah- dan aku suka wajah manja kamu kayak kucing yang kecebur ke got!" Ucap pujian Elisa untuk membujuk, yang membuat Andre berhenti mengelitiki.


" Hah, udah bagus di awal kok malah kecebur ke got sih pas di akhir. Sayang nggak ada kata lain apa selain kecebur ke got!" Ucap Andre yang membuat Elisa tutup mulutnya.


" Hahahaha iya iya kamu itu kucing lucu aku" Ucap Elisa yang melingkarkan tangannya dileher Andre, dengan kecupan ringan di kedua pipi Andre.


" Apakah kamu segitu kedinginan yah, sampai kamu begini lagi " Ucap Andre yang saat ini melihat istrinya nemplok ditubuh kekar Andre.


" Hehehe iya, mas bolehnya. Bentar aja kok!" Ucap Elisa.


" Sayang! kalo kamu kedinginan, kayak gini gimana kamu mau pergi ke korea, ketemu sama oppa-oppamu itu" Ucap Andre yang menyibakkan rambut poni elisa yang menutupi wajah Elisa.


" Hah! mas mau ngajak aku ke korea?" Ucap Elisa meletakkan dagu di dadah bidang sambil menatap wajah Andre.


" Kamu mau?" Tanya Andre.


Hanya mengangguk dengan pelan, senyuman yang semanis madu.


" Oke, mau dari sini langsung ke Korea atau pulang dulu ke Indonesia?" Tanya Andre.


" Kita mau honeymoon di sana yah" Ucap Elisa dengan semangat.


" Hah! kayak yah gak bakal bisa kita honeymoon disana" Ujar Andre yang tahu persis seperti apa Istrinya jika lihat idolnya.


" Eh Kenapa?" Kebingungan Elisa.


" Karena kamu pasti akan sibuk dengan oppa-oppamu itu" Ucap Andre sambil mencubit hidung Elisa.


" Ha-ha-ha, mas! kan belum tentu juga akan ketemu dengan mereka" Ucap Elisa.


" Iya juga sih, jadi gimana?" Tanya Andre.


" Hemm--? gimana kalo mengantarkan para karyawan kamu dulu ke Indonesia, tapi kita langsung ambil jalur beda yaitu terbang ke korea!" Ucap Elisa.


" Tadi aku bilang gitu kan, aduh~ gimana sih" Ucap Andre yang kesal dengan slow respon dari istrinya.


" Hahaha 馃槅, maaf maaf mas, ih baperan banget" Ujar Elisa yang mencium bibir Andre, dengan mencaploknya. Andre juga membalas dengan pelukan lebih erat dan hangat lagi.


...鉁达笍...


...鉁达笍...


...鉁达笍...


Pukul 9 pagi New York, semua orang sedang sibuk-sibuknya merayakan hari Natal mereka, karena sebagian besar pelayan di istana Monarfi ini Non muslim, Andre yang memberikan hari libur untuk mereka 2 hari ini, sedangkan untuk yang muslim tetap bekerja yah gantian jika perayaan idul Fitri dan idul adha muslim yang libur.


Karena cuaca dingin Andre dan Elisa sempat bangun pagi tadi dan malah terlelap lagi, dan sekarang baru bangun lagi.


" Hmm-padahal ini hari natal ya Mas, kok rasanya aku malas bangun sih" Ucap Elisa.


"Iya ini hari Natal! kamu tidak mau ke mana-mana, kemarin kamu ngambek gara-gara aku gak ngajak jalan-jalan yang kamu mau, sekarang libur kamu malah nempel terus kayak gini" Ujar Andre yang mengelus-elus kepala Elisa.


"Iya nih jadi males aja buat keluar rumah, apa lagi cuacanya mendukung banget" Ujar Elisa yang mempererat pelukannya.


"Beneran nih nggak mau jalan-jalan ke mana gitu!" Ajak Andre yang menawar diri buat jadi supir pribadi Nona Elisa yang paling ia cintai.


" Nggak deh, kita keliling disini aja yuk! lagi pula Elisa belum hapal banget sama rumah ini, gimana mas kita jalan-jalan dirumah aja yah" Ucap Elisa yang mendongak keatas menatap wajah Andre.


" Serius nih? Mas lagi ngajakin kamu loh, ini mah beneran kita jalan-jalan keluar" Ucap Andre yang semangat.


"Ya terus mau jalan kemana coba, diluar cuacanya lagi mendung juga lagi turun salju dingin diluar, didalam rumah aja udah kerasa kan dinginnya" Ucap elisa yang menggigil.


"Ada festival Natal dikota tempat-tempat yang kemarin kamu sama Rudi itu" Ujar Andre yang mengingat.


" Hmm- mungkin sekarang lagi ramai sama orang-orang yang ngerayain deh mas" Ujar Elisa.


" Yah kita cuma nonton aja kesana, mau nggak!" Masih berusaha untuk membujuk Elisa.


"Nggak mau ah~ Elisa males buat jalannya" Ucap Elisa yang lebih nyaman dipelukan penuh kehangatan dari tubuh Andre.


" Kita main Ski, skating atau mobil salju masih banyak lagi wahana sayang. Mau gak, kita ke taman kota atau jantung kota" Ucap Andre.


" Nggak mau, Elisa gak biasa main gituan liat di drama aja udah kaya sulit banget" Ujar Elisa yang bener-bener mager banget.


" Kan belum di coba masa udah ngerasa gak bisa, ayolah sayang jangan menyerah sebelum usaha" Ucap Andre yang saat ini tak putus asa membujuk istrinya.


" Hmm- Ya udah deh kalo kamu nggak mau, jadi mau dirumah aja nih?" Ucap Andre.


"Iya dirumah aja sambil berpelukan begini hihihi"


" Dasar kamu ini masih belum puas ya, semalaman berpelukan kayak Teletubbies aja deh!" Ucap Andre.


" Belumlah Elisa masih kangen banget sama mas Andreku yang super sibuk, mau kapan lagi kita bisa kayak gini"


" Iyah, terserah kamu. Hmm- sayang! kamu nggak lapar apa? kita turun yuk sarapan dulu " Ujar Andre.


Setelah acara sarapan itu, Elisa merengek minta muter-muter rumah, Andre menujukan berapa tempat-tempat di istananya itu, dimana ada 100 pintu, terdiri dari 10 kamar suite, 20 kamar ukuran sedang, 5 kamar biasa.


Lantai 1 didepan : Terdiri dari dapur, kamar mandi khusus pelayan dan penyimpanan bahan makanan, pendingin bahan-bahan, ruang makan, ruang tamu, ruang kumpul keluarga.


Lantai 1 dibelakang : Ada kolam renang pribadi dalam ruangan, ruang olahraga, ruang bioskop pribadi, dan 2 kamar biasa.


Lantai 2 : Terdiri dari 5 kamar tidur suite, lalu ada ruang khusus kerja, kamar ganti baju, perpustakaan pribadi.


Naik kelantai ke 3 disana ada kamar pribadi untuk bersantai dan merilekskan pikiran jika butuh ketenangan, melihat pemandangan luar dan langit di lengkapi dengan kamar-kamar Suite, biasa dan sedang juga, atau untuk kamar khusus tamu jika ada yang menginap.


Karena lelah muter-muter rumah segede 1 komplek itu, membuat kaki Elisa pegel tiba-tiba Elisa ingin sekali nonton film di bioskop milik Andre.


" Kenapa sayang, capek yah. Kan udah aku bilang, muter-muter rumah saja gak cukup sehari, biasanya 2-3 hari" Ujar Andre yang khawatir.


" Gede banget sih rumahmu mas, kaki Elisa sampe pegel, ini mah bukan rumah tahu gak!" Ujar Elisa yang mukul-mukul kakinya.


" Terus apa kalo bukan rumah" Tanya Andre yang Kebingungan.


" Komplek perumahan" Jawab singkat Elisa, Andre tertawa kecil mendengar yah.


" Hahaha ada ada aja kamu" Ucap Andre yang berhenti karena istrinya mulai kelelahan.


" Lengkap bener sih mas, rumahnya ada Fitness, kolam renang, tempat bersantai dan bioskop. Eh? ngomong-ngomong soal bioskop Elisa jadi pengen nonton mas, kita nonton yuk!" Ucap elisa semangat.


" Baiklah, bentar aku telfon paman Calder dulu buat nyalain mesin untuk bioskop yah" Ucap Andre yang langsung menekan tombol dihp.


" Hallo, paman... Bisa menyalakan mesin layar bioskop, Elisa mau nonton katanya... Oke kami tunggu yah di ruangan" ucap Andre yang langsung panggilan itu tertutup.


" Gimana mas!"


" Okey nanti tinggal beresnya aja, emang kamu mau nonton apa sih sayang"


" hemm-- apa yah. Itu mas, Marvel Avengers aku pengen banget nonton, tapi nggak punya duwet waktu itu terus gak punya pasangan juga, heheh boleh kan mas" Rengek Elisa.


" Dasar kamu ini, iya-iya ada gak yah bentar aku cari dulu Film-nya di sini" Ucap Andre menekan tombol di hpnya.


" Mas aku nunggu di dalam ruangan yah" Ucap Elisa sambil membuka pintu bioskop.


" Iya, tunggu aku di sana"


Saat pemutaran film di mulai Elisa yang duduk pisah awalnya dengan Andre tiba-tiba pengen banget nemplok, tapi ia tidak berani mengatakannya.


Andre melirik Elisa yang saat ini duduk tidak fokus ke film malah menatap dirinya, dengan senyuman tipis terukir jelas di wajah Andre.


" Sayang! katanya mau nonton Marvel Avengers, kok malah menatapku terus" Ujar Andre yang meletakkan cemilan yang di bawa paman Calder tadi.


" Iya aku nonton kok" ujar Elisa tapi matanya tetap fokus ketubuh Andre.


Menaikan salah satu alisnya, heran dengan tingkah istrinya itu. " Mau tidur disini, di sampingku" Sadar Andre yang langsung peka melihat mata Elisa selalu fokus ke tubuhnya.


" Boleh?" Ujar Elisa ragu-ragu dengan ucapan itu.


" Sini" Andre menepuk-nepuk sebelahnya itu sambil menyibak selimut.


Elisa bangkit dari kursi yah dan bergegas ke kursi dimana Andre berada, langsung masuk saja ke dalam selimut.


Tak lama deringan hp milik Andre berbunyi sangat nyaring tapi keduanya tak mendengar sampai 3x panggil tidak terjawab karena mereka tidak dengar saking fokus nonton film.


Setelah film selesai, ternyata yang ingin nonton itu malah sudah terlelap tidur, Elisa kelelahan habis muter-muter rumah, Andre tersenyum tipis saat melihat Elisa udah tertidur pulas itu.


Niatnya mau nelfon paman Calder, untuk mematikan pemutar filmnya, tapi saat melihat 6x panggil dari try jadi Andre penasaran.


" Hallo Try, ada apa? Maaf aku tidak mendengar yah... Hp Elisa ada dikamar... Tentu saja aku di rumah... Kenapa... Janji? janji apa... Aaahhh- ke pulau... Aku diruang bioskop... Elisa? ada kok... Vidio call...Oke" Ucap Andre, menyambung ke Video call.


Terlihat wajah Try yang begitu jelas dengan full mukanya di layar, dengan background ruangan agak banyak lalu lalang orang.


" Dre anak-anak nungguin kamu tuh! ucap Try.


" Anaknya siapa? aku aja baru nikah malah udah punya anak!" Ucap Andre yang bercanda dengan try.


" Itu, para pekerjamu mereka katanya nunggu kamu aja buat Ngajak jalan-jalan" Ucap Try.


" Yaampun bisa gak kamu urus itu, mau berduaan aja susah bener deh. Baru ada hari libur nih aku sama Elisa, ada aja kerjaanya kamu ini" Ucap Andre yang mendecak kesal.


" Ya sorry Dre, Luh kalo mempublikasikan hubungan mungkin tidak akan terjadi hal seperti inilah" Ucap Try.


" Heh? emangnya mereka mau apa?" Tanya Andre.


" Mereka katanya mau ke pulau yang kamu janjikan itu"


" Kalo sekarang aku gak bisa, harus bujuk Ratuku dulu" Ucap Andre.


" Maksudnya? Ratu? siapa!" Try Kebingungan.


" Kamu pura-pura lupa atau emang amnesia" Ucap Andre kesal.


" Woy Andre, dimana solmetku aku nelfon dia tapi gak di angkat" Ucap Rudi.


" Ada kok, Nih ada disini. Sayang mas Rudi kesayangan kamu Vi call nih!" Ucap Andre membangunkan Elisa.


" Woy Lis Lagi ngapain kau" Ucap Rudi yang agak berteriak dari hp.


" Rebahan ditubuhnya, kapan lagi bisa kaya gini. Ada apasih kalian ini gangguin aja orang lagi berduaan juga" Ucap Elisa.


" Nggak ada kerjaan kau, cepat ajak Andre juga kita jalan-jalan" Ucap Rudi.


" Bilang aja mas Rudi mau di-bayarin kan sama masku. Lagian siapa yang bilang aku gak ada kerjaan segini adanya kok, kerjaan Elisa cuman tidur ditubuh kekar mas Andre" Ucap Elisa sambil menujukan otot perut Andre pada Try dan Rudi di video call.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Jumat 31 Desember 2021