
Andre yang baru pulang dari rumah sakit, setelah bergadang disana menjaga anak buahnya yang sedang sakit, sekaligus menjaga Ben yang masih tidak mau berbicara dengannya.
Sebuah mobil hitam yang selalu di kendarai oleh Andre telah sampai di halaman rumah, pak Wawan yang jadi satpam rumah dan penjaga gerbang pun langsung membukaan pintu gebang yah.
Andre keluar dari mobilnya, dan langsung masuk kedalam rumah. "Assalamualaikum" ujar Andre saat sampai di dalam rumah.
"Walaikumsalam, eh den bagus baru pulang." ucap asisten rumah tannganya yang melihat Andre yang sudah lesu dan lelah, yang baru pulang.
"Iya Bu Ina, Bi Mina dan mba Jeje sudah datang lagi" sapaan Andre yang khas.
"Iya Mas, di rumah bosen enak di sini bisa lihat pemandangan, seger jadinya" seraya mata genit ia lancarkan ke Andre, yah sinyal-sinyal jeje itu tidak di kubris Andre.
"Alhamdulillah kalau gitu, yaudah Bi Ina, Bi Mina, mba Jeje. Saya ke atas dulunya, mau mandi" ujar Andre yang berjalan menuju tangga.
"Iya den, silakan" ujar para asisten rumah tangganya.
Sebelum akan naik ke tangga Andre. Melihat kedua orang tua juga sedang duduk santai di ruang tamu, anaknya sedang kebinggungan karena masalah yang terjadi, mereka malah asik-asik saja. Tapi Andre tak mau ambil pusing, ia mendatangi orang tuanya.
"Hai baby, kamu baru pulang" tanya Monika, andre juga menghampiri monika dan mencium tangannya.
"Iya mah, Andre masuk kamar dulu yah, mau bersih-bersih" ujar Andre yang akan naik tangga, setelah mencium tangan kedua orang tuanya.
"Ouh yah Dre, kamu kok nggak pulang bareng sama Elisa?" ujar Monika.
"Huh? emang Elisa kemana mah. Andre kan baru pulang dari rumah sakit, ngga tahu Elisa kemana?" ujar Andre yang binggung dengan apa yang baru saja di katakan oleh Monika.
"Loh Elisa gak ngomong apa-apa sama kamu?" ujar Monika yang heran, dikira Elisa sudah bilang dengan Andre.
"Nggak, dia gak bilang. Emang pergi kemana?" tanya Andre yang penasaran.
"Katanya kemarin dia bilang mau menginap di rumah orang tuanya, karena nggak pulang mamah pikir dia sudah minta izin ke kamu, karena dia tadi minta izin ke Mamah katanya mau ke rumah orang tuanya, coba kamu telfon" ujar Monika.
"Iya baiklah, nanti Andre telfon. Andre ke atas dulu mah mau mandi" ujar Andre yang melanjutkan untuk naik ke kamarnya.
Setelah selesai mandi, Andre duduk di ruang ganti merai hpnya yang ada di etalase asosoris, menekan nomer kontak Elisa, tapi hp Elisa malah tidak aktif. Terpaksa menelfon nomer adik iparnya, untung langsung di angkat.
"Assalamualaikum... hallo dek... kamu ada di mana?... Ouh, sudah di sekolah yah. Mas Andre jadi ganggu yah... Nggak apa-apa, hanya mau nanya... iya, teteh kamu semalam menginap disana?... Sekarang masih disana... Ouh gitu yasudah, terimakasih. Maaf, sudah mengganggu waktumu... Walaikumsalam"
Andre bergegas ganti pakaiannya dan setelah rapi mengambil tas besar, memasukan beberapa pakaiannya dan beberapa pakaian Elisa juga kedalam tas tersebut.
"Loh dre kamu mau kemana?" tanya Monika saat melihat Andre keluar dengan tas besar tersebut.
"Mah-Pah, untuk sementara ini kami mau menginap di rumah ibu dan ayah, Andre pamit" ujar Andre yang mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Kamu hati-hati di jalan"Ucap Arafif yang melihat Andre yang mungkin sudah kelelahan.
"Iya, Pah. Tidak usah khawatir, aku masih kuat kok. Andre pamit ya, Assalamualaikum." ujar Andre yang langsung pergi.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Serempak papah dan mamah nya.
Andre pergi menuju Rumah orang tua Elisa. Sesampainya di sana Andre melihat Bu Siti yang baru pulang dari warung Bu Jujun, dengan banyaknya kantong kresek yang dibawanya, Andre langsung keluar mobil dan bergegas menghampiri ibunya dan meraih kantong kresek yang dibawa ibu siti itu.
"Assalamualaikum Bu" Suara Andre yang lemah lembut, adem saat memanggil ibu mertua ya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, nak Andre kapan datang nak?" ucap Siti yang senang melihat menantu yah datang.
"Andre baru saja sampai Bu, sini Bu Andre bantu bawain kantongnya, kelihatannya sangat berat" Ucap Andre yang langsung mengambil kantong yang berat tersebut, hingga tangan ibu Siti tidak mengangkat barang apa pun lagi.
"Terima kasih nak Andre, mau jemput Teteh ya?" Tebak ibu.
"Eh? niatnya Andre juga mau nginep di sini Bu" ucap Andre yang menjelaskan.
"Oh gitu! boleh-boleh, letakan saja di meja nak. Itu Elisa di dalam, masuk saja." ucap Siti yang menujuk ke arah dapur.
Andre langsung meletakkan semua plastik- plastik itu di meja, dan langsung minta bersalaman dengan ibunya.
"Bu tadi belum sempat salaman" Andre mengulurkan tangannya, untuk minta Salami.
"Ya Allah nak, sampai segitunya." ucap Bu Siti yang malu dengan kesopanan Andre itu.
"Nggak enak bu, rasa ada yang kurang kalau belum cium tangan ibu" ucap Andre yang sudah mencium tangan Siti.
"Kamu ini bisa aja, yaudah sana tengok Teteh lagi ngapain di dapur" ucap Siti yang menyuruh menantunya menemui Elisa.
"Iya Bu nanti, Andre kok nggak ketemu ayah Bu. Kemana ayah Bu?" tanya Andre yang celingukkan mencari ayah mertuanya.
"Ayah lagi di Empang, setelah sembuh. Ayah sekarang jarang ada di rumah, pagi-pagi Joging sudah nyempe di empang, terus siangnya ke pertenakan kambing. Sorenya ke empang lagi, ya gitu kerjaan ayah akhir-akhir ini" Penjelasan Siti.
"Alhamdulillah yah Bu kalau ayah sekarang sudah punya kegiatan, biar nggak jenuh dan bosan di rumah saja." ucap Andre yang membantu ibu mengeluarkan barang yang di plastik.
"Iya, Alhamdulillah. Itu juga berkat menantu ibu yang baik banget sama ibu dan ayah, maaf ya nak kami suka merepotkan kamu" ucap ibu yang merasa bersalah.
Siti yang sadar jika menantunya itu sangat lelah, tapi tidak mau menujukan rasa lelahnya di depannya, dia tahu sifat Andre yang mungkin tidak akan pernah bisa tompang tangan saat orang lain kerepotan begini, jadi Siti pura-pura melupakan sesuatu.
"Astaghfirullahalazim!" Sambil tepok jidat.
"Kenapa Bu?" Andre kaget dengan penuturan ibunya itu.
"Minyak goreng yah kelupaan, ibu balik lagi ya ke warung" Ucap Bu Siti.
"Biar Andre aja Bu yang beli" ucap Andre yang menawarkan diri dan akan bergegas pergi, tangan Andre langsung di tahan Siti.
"Udah gak usah nak, biar ibu aja. Emang nak Andre tahu tempat-tempat warung yah?" tanya Bu Siti.
"Kan bisa nanya Bu" jawab Andre.
"Udahlah nanti lama, ibu saja yang pergi lagi. Kamu tunggu rumah saja, temenin Elisa" ujar Bu Siti.
"Andre anter aja Bu, biar cepet sampe" ucap Andre yang tidak mau ibu ya lelah.
"Gak usah nak, deket kok. Udah sana kamu temui Elisa saja, ibu pergi sekarang ya" ucap Bu Siti yang buru-buru pergi, agar bisa langsung meninggalkan mereka berduaan saja.
"Beneran Bu nggak mau Andre anter Bu," tanya Andre yang gak tega.
"Iya gak apa-apa, udah sana masuk lagi" ucap bu Siti yang mengusir Andre agar masuk kedalam rumah.
"Yaudah ibu, Hati-hati yah" ucap Andre yang nggak bisa mengelak.
"Iya nak, assalamualaikum"
"Walaikumsalam."
Bu Siti langsung pergi meninggalkan rumah lagi, sedangkan Andre jalan ke belakang untuk menemui Elisa yang sedang sibuk memotong-motong bahan untuk menjadi lauk pauk, untuk sarapan pagi hari ini. Melihat sosok orang tersayang dari belakang Andre tersenyum tipis, langsung mendekatinya dengan sangat hati-hati dan langsung melingkarkan tangannya di perut Elisa, Andre memeluknya dari belakang membuat Elisa kaget.
"Ya ampun! Mas Andre jangan memeluk elisa tiba-tiba begini dong! aku kaget nih, kamu tahu kan aku lagi bawa pisau nih" ucap Elisa yang kaget dengan Andre yang tiba-tiba muncul itu.
"Ayang, aku capek. Ngantuk juga!" ucap parau Andre kepala ia sandarkan ke punggung Elisa.
"Kalau kamu capek, dan ngantuk ya tidur sana di kamar. Jangan kamu paksa buat bangun, tubuh kamu butuh istirahat" ucap Elisa yang meletakkan pisaunya.
"Aku tahu, tapi aku nggak bisa tidur dan minta dianter dong" ucap Andre yang mode manja kumat.
"Ya Allah, Mas kamar ya kan gak jauh. Segitu dekatnya, cuman beberapa langkah doang! kok minta dianter segala, kayak anak kecil. Nggak sekalian aja kamu minta aku Nina boboin juga?" ucap Elisa yang langsung membalikkan tubuhnya menatap suaminya.
"Itu juga aku mau dong!" Ucap Andre yang langsung menatap Elisa yang sudah melihat ya kesal.
"Idih– kok kamu kayak anak kecil beneran sih, udah sana tidur sendiri, Elisa mau bikin sarapan. Terus mau nganterin sarapannya ini ke empang" ucap Elisa yang berbalik badan lagi untuk melanjutkan memotong.
"Nggak ada kamu mana bisa tidur, kan kamu obat tidur aku yang paling spesial" ucap Andre yang mengecup punuk Elisa.
"Manja banget sih kamu, kesambet setan genit ya di rumah sakit" ucap Elisa yang berbalik badan lagi.
"Hehehe, kalau iya kenapa? mau maafin aku gak! Aku mau juga sama kamu" ucap Andre yang mulai ngelantur, tangan Andre malah menyusup ke balik baju Elisa.
"Emang nih yah, kamu ini kalau gak di turuti usil banget sih, itu tangannya liar banget sih. Jangan masuk ke baju. Nanti ibu bisa liat, jangan di sini dong! udah tunggu bentar, Elisa selesaikan motong ini dulu" ucap Elisa yang menepis tangan Andre.
"Aku sudah gak kuat, ngantuk banget Yang" ucap Andre yang memeluk dari belakang lagi.
"Kok ganti lagi panggilannya kemarin Sayang, terus tadi pagi honey, terus ayang dan sekarang yang. Jadi yang bener yang mana?" Ucap elisa yang binggung dengan panggilan itu.
"Yang mana saja, kan sama aja artinya juga. Sudah cepetan ayang, aku sudah ngantuk nih" ucap Andre yang mengecup bibir Elisa.
Akhirnya Elisa luluh juga sama mode manja dan mode keimutan Andre tunjukan itu. "Ya udah iya iya cepet sini" ujar Elisa yang tidak melanjutkan memotong bahan sayuran itu.
Elisa malah langsung menarik Andre ke kamar, Elisa merapikan bantal agar Andre bisa langsung tidur, Andre kayak anak kecil langsung lompat kegirangan, merebahkan diri di kasur, Elisa juga langsung duduk di samping Andre yang meluk dengan sangat erat.
"Gimana sih kamu tidur itu, yang bener dong! kamu nyaman nggak tidur kayak gitu?" ucap elisa yang khawatir.
"Hmmhmm! nyamannya, kamu gak usah khawatir ini enak" ucap Andre yang tenggelam, ke tubuh Elisa.
"Jangan iya-iya nya aja, nanti sakit lho leher kamu, kalau kamu tidur model kayak gini. Coba di benerin dulu posisi tidurnya" ucap Elisa yang membereskan bantal dan posisi Andre.
"Iya-iya-iya" ucap Andre mata sudah tidak kuat untuk tidur.
...Bersambung......
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...
Kita akan berjumpa lagi di EPISODE SELANJUTNYA. BYE...
Minggu 20 Maret 2022.