
Elisa kaget saat melihat pria separuh baya itu ada di samping Andre, paman calder yang selalu ngekor kemanapun nenek Marlina berada, melirik pada suaminya yang saat ini menatap kepada para bawahan yang ada di setiap sudut ruangan.
"Paman Calder juga ikut, lalu apakah nenek Marlina juga?..." ucapan elisa terhenti menatap andre yang sekarang tersenyum tipis.
"Kamu tenang saja, nenek gak ikut" ujar andre yang tahu jika elisa masih agak gimana dengan nenek marlina.
"Syukurlah" elisa cukup lega mendengar hal itu, langsung ia melingkarkan tangannya ke lengan andre.
"Kamu kayak senang banget, jika nenek nggak ikut" ujar andre yang saat ini membelai lembut kepala elisa.
"Hehehehe" cengengesan senang elisa. Rudi hanya memperhatikan keduanya saja.
( Andre kayaknya sayang banget sama elisa, apakah mataku saat ini telah berbohong, si cowok yang selalu cuek sama cewek lain tapi terlalu memanjakan istrinya ini beneran andre temanku itu kah) ujar dalam benak rudi yang bertanya-tanya.
ANDRE : Paman, antar teman saya ke ruang makan malam di lantai atas yah
CALDER : BAIK tuan muda
"Rudi, serahkan dia padaku kamu langsung ikut paman Calder " ujar andre yang menatap elisa dan rudi secara bergantian, menunjuk Calder.
"Wokey, aku duluan ya Lis-dre" ujar rudi yang langsung mengikuti paman calder dari belakang.
"Iya mas Rudi, jangan kangen Elisa yah. Mas Rudi sama dokter Tri dulu yah" Ucap elisa.
Melihat wajah Andre yang memberikan aba-aba pada setiap bawahannya untuk menutup kembali jembatan kapalnya, dan langsung berangkat.
"Mas! elisa lapar nih, kita makan yuk" Ucap Elisa yang memeluk Andre.
"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Andre yang teduh sambil mengecup lembut kening Elisa.
"Udang, kepiting, cumi" Ucap Elisa.
"Lah, perasaan kemarin kita makan itu kan, kamu gak bosen" Ujar Andre yang mengingatkan menu sarapan kemarin.
"Nggak lah kan makannya sama kamu?" Ucap Elisa yang manja sekali dengan Andre.
"Yaudah, yuk!"
"Kemana?" Tanya Elisa yang pura-pura nanya.
"Hmm, katanya mau makan,yah hayuk kita makan?" Ujar Andre menarik lengan Elisa.
"Mas mau ngajak aku dinner yah" Ucap Elisa yang sumringah.
"Iyalah sayang kita makan, kembali ke di habitat kita" ujar Andre yang menarik tangan Elisa.
"Eh, kok habitat sih emang Elisa binatang yah!" Ucap Elisa yang tidak suka.
"Hahaha nggak lah, kamu itu sayangnya aku. Udah yuk! jangan berdebat disini katanya mau makan?" Ujarnya sambil menatap wajah Elisa.
"Iyaa maulah, yuk dimana" Ucap elisa yang pasrah saja mau dibawa kemana sama suaminya.
Malam harinya, terlihat semua para karyawan sudah selesai makan malam, ada yang jalan-jalan ada yang udah tepar jadi langsung tidur dikamar yang sudah di siapkan, sedangkan di aula masih banyak yang berada di sana untuk menikmati hiburan di adakan disana. Tifanny, Claudia, Yasmin, dan Jessica, Masih banyak lainya disana.
TIFANNY : Try mana Andre???
TRY : mana ku tahu, emang aku kakinya?!
TIFANNY : Biasanya kan kamu ngekor terus sama dia
TRY : Kalo aku ngekor sama dia, yang pasti aku juga gak ada di sini Fanny
YASMIN : Iya, mana sih Andre kok gak keliatan, cuman di awal aja dia menampakkan diri
"Mungkin sekarang dia lagi sama bininya kali, kenapa nanya sama aku sih" Ucap Try dalam bahasa yang tidak akan mereka mengerti.
TIFANNY : kamu ngomong apa sih
TRY : nggak apa-apa, udah sana cari tempat lain aku mau duduk santai di sini
Berada di tempat lainnya, terlihat Elisa dan Andre yang saat ini sedang duduk berdampingan elisa yang berada didekapan Andre, datanglah seseorang dari belakang.
Pelayan : Tuan! kita akan sampai dipulau sekitar jam 8 pagi
Pelayan : Iya tuan, anda tidak usah khawatir. Kami sudah memberitahukan jika anda akan berlibur dengan para pekerja anda
Andre : Bagus! kalian beristirahatlah setelah semua ini selesai
Pelayan : Baik tuan! Terimakasih
Elisa yang tadinya memejamkan matanya tiba-tiba mendongak kearah wajah andre, karena penasaran dengan apa isi percakapan mereka.
"Ada apa mas?" tanya elisa yang sangat penasaran dengan apa yang dikatakan mereka.
"Nggak apa-apa, hanya pemberitahuan jika kita semua akan tiba dipulau itu besok pagi" jawab andre yang matanya mulai memejamkan.
"Ouh gitu, jadi kita menginap dikapal dulu dong? emang kapal ini ada kamar" ucap elisa yang tidak tahu apapun.
"Iya ada dong! kenapa? kamu sudah mengantuk, jika kamu sudah bosan disini, kita akan langsung kekamar" ujar andre yang saat ini merai segelas air yang berisi jus disampingnya.
"Sudah agak ngantuk sih! tapi mas, aku nggak mau tidur sekamar dengan mas, aku mau sama Nara atau Jeje deh, bolehnya" rengek elisa agar dikabulkan permintaanya.
"Nggak mau sama mas, kamu yakin! kenapa tiba-tiba kamu malah menolak tidur denganku?" tanya andre yang begitu penasaran dengan keinginan elisa tersebut.
"Nggak ah! hmm- nanti ada yang cemburu" ujar elisa sambil tengok kanan-tengok kiri.
"Siapa?" tanya andre yang penuh tanda tanya.
"Semua fans girl ya kamu, ada di sini" jawab elisa yang berbisik dengan andre.
"Ya biarin itu urusan mereka, aku gak ada urusan sama mereka, cuman hanya kamu idolaku" ujar andre yang menarik elisa lagi dalam dekapannya.
"Aaa~ ta-tapi mas aku hanya menghargai perasaan mereka terhadap kamu" ujar Elisa yang sekarang sudah ada di atas tubuh Andre itu.
"Lalu apakah aku harus menerima semuanya? padahal kamu tahu aku hanya mencintaimu, bukan mereka" ujar andre yang mengecup lembut ubun-ubun elisa.
"Nggak juga sih, tapi setidaknya nama baik mas tidak tercemar gara-gara aku yang sebagai istrimu" Ujar Elisa sadar diri.
"Kok gitu, kata siapa kamu bisa ngomong begitu! sayang kamu jangan memikirkan kata orang lain, mereka hanya iri saja" Ujar Andre yang melapangkan dada Elisa yang sudah ciut nyali.
"Mas, aku itu sudah memperkirakan akan hal ini makanya aku memantapkan diri sebelum aku mengatakan ' Iya' Saat aku dilamar oleh Mu, banyak yang akan terjadi dan salah satu kemungkinan besar ya ini, aku sudah perkirakan ini terjadi sebagain besar karena kamu cukup populer dan namamu juga sangat besar dimata orang, dan kedua kamu juga pasti akan lebih sibuk dari orang biasa, jadi aku harus banyak sekali mengalah pada keadaan ini, waktu itu aku bimbang tentang kamu mau ku tolak aku sayang, mau ku terima harus menerima konsekuensi dan resikonya, benarkan" Ucap Elisa yang saat ini menceritakan tentang keadaannya.
( aku enggak menyangka kalau Elisa akan berfikir sejauh ini bahkan aku sendiri saja tidak sadar dengan hal itu) Ucap dalam benak Andre.
"Maaf kan aku ya sayang. Aku nggak tahu kalau aku seperti itu padahal aku tidak terlihat melakukannya dengan sengaja sama sekali" ujar Andre yang juga tidak tahu apa-apa.
"Pikiran orang itu sulit di tebak, jika semua miliki fikiran sama semuanya seperti Mas Andre, mungkin dunia ini akan tentram banget, nggak mungkinlah satu orang punya pikiran yang sama, iyakan toh aku dan mas andre juga tidak punya pikiran yang sama" Ujar Elisa menjelaskan tentang pemikiran.
"Iya kamu bener sih, tapi jujur aku nggak merasa kalau aku itu cukup populer sayang, hanya manusia biasa" Ujar Andre yang memperkuat pelukannya.
"kadang penilaian diri sendiri itu mengatakan kita sudah benar, tapi apakah mas tahu kita tidak sadar hanya penilaian orang lain lah yang akan bisa dilihat dan penilaian orang lain yang lebih bisa jadi dibilang penilaian diri sendiri itu tidaklah penting karena semuanya mengarah pada orang lain" Ucapan Elisa yang membuat Andre terdiam.
"Entah kenapa kok seperti kamu sedang menceramahiku sayang, aku merasa tersindir loh" Ucap Andre.
"Adikku Azril dia juga sama sepertimu walau dia hanya diam saja, tapi banyak yang terjerat oleh Nya padahal dia hanya duduk tidak mengatakan apapun dan dia hanya setia menungguku, makanya aku selalu mengatakan kalau dia tuh kekasihku padahal dia adik kandungku makanya orang salah sangka kalau aku dikira pacarnya itu karena adikku tercemar sebelum waktunya atau dewasa sebelum usianya" Ucap Elisa.
"Mmm sekarang aku faham, kenapa aku selalu iri dengannya, dan rasanya aku juga sangat kesal padanya, jadi ini rahasianya. Kadang aku cemburu jika kau dekat sekali dengan adikmu, tapi aku pernah melihat adikmu dengan gadis selain kamu" Ucap Andre yang pernah melihat adik ipar yah dengan gadis sebayanya.
"Azril itu sudah cukup dewasa sekarang, ya walaupun sejak kecil sudah dewasa tapi sekarang dia sudah lebih tahu mana yang baik untuknya mana yang buruk untuk nya, kalau dia memang punya pacar atau kekasih di usianya, wajar karena anak ABG bisa dibilang labil kan, tapi Azril itu pasti akan bisa memila-mili akan baik buruk yah, aku sendiri saja merasa kalau aku juga belum dewasa dengan keadaanku ini" Ucap Elisa.
Andre tersenyum tipis. "Baguslah kalau kau sadar jadi tidak usah aku jelaskan secara detail" ujar Andre yang cekikikan.
"Sepertinya kamu seneng banget yah mas, cih salah deh aku ngobrol sama Andre Azzam Arafif" ucap Elisa yang mendecak kesal.
"Hehehe, Iya maaf. Sayang ini sudah malam, kamu yakin mau tidur dengan mereka saja" ujar Andre.
"Iya, mas juga harus istirahat karena besok mungkin akan lebih sibuk. Mas kan harus meladeni 49 orang, belum semacamnya lagi, mengurus para pelayan pekerja kamu dan mungkin akan ada serangan lainnya, tapi ngomong-ngomong, semua pelayan kamu pada kemana yah, Nara-jeje-fika juga gak ada kamu taro dimana mereka, suruh mereka jemput aku dong!" Ujar Elisa yang celingukan mencari pelayan.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Senin 3 Januari 2022