Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
89. Festival Jalanan.


Berada di sebuah tempat Elisa baru turun dari lantai atas, sudah berdandan sangat cantik sekali hari ini, sedangkan Andre saat ini masih tertidur lelap di kamarnya, sengaja tidak ingin membangunkan si Andre yang masih terlelap dalam mimpi indah.


" Nona, anda sudah bangun! apakah anda mau sarapan dulu?" Ucap pelayan yang datang menghampiri Elisa.


" Tidak! aku sudah ada janji sama temen, nanti kalo dia bangun tolong sampaikan yah. Ouhnya, ada mobil nggak aku mau pake mobil" Ucap Elisa dengan wajah begitu sangat cerah.


" Nanti saya akan siapkan nona, tapi ngomong-ngomong anda mau kemana biar nanti kalo tuan muda tanya saya bisa menjawab yah" Ucap si pelayan.


" Hemm- keliling kota saja, bilang saja dengan temen kerja gitu, nanti dia pasti sudah tahu" ujar Elisa yang mengatakan sambil keluar rumah.


" Baiklah nona, kami undur diri untuk menyiapkan keperluan anda" Ucap si pelayan.


" Iya" Jawab singkat Elisa.


^^^10 Menit Kemudian...^^^


Sebuah mobil hitam ukuran sedang sudah terparkir di depan mata Elisa, dengan supir yang sudah siap mengantar Elisa, si pelayan yang membuka pintu untuk Elisa.


" Nona mobilnya sudah siap, silakan anda masuk" ucap si pelayan.


" Okey, makasihnya" Ujar Elisa yang saat ini memasukinya.


" Iya nona hati-hati di jalan" Ujarnya sambil menutup pintu mobilnya.


" Iya"


Saat mobil itu sudah agak jauh pelayan 1 datang menghampiri si pelayan 2, yang saat ini masih terbengong-bengong.


" Wah kaya yah suasana hati nona sedang baik sekarang, buktinya wajah cerah sekali" Ucap pelayan 1.


" Kamu bener, nona kaya yah sedang seneng sekali seperti terbebas dari penjara saja" Sambung pelayan 2.


" Yasudah yuk kita masuk lagi" Ucap pelayan 1.


" Iya " Saut pelayan 2.


Setelah sampai di tujuan, Elisa menyuruh supir tak menunggu dan segera pergi Elisa menunggu Rudi yang belum datang, tak lama Rudi juga baru sampai.


" Lis, kamu sudah nyempe sih" Ucap Rudi yang kaget di pikirkan kalo Elisa akan lama.


" Iya nih mas Rudi yang lama" ucap Elisa yang agak kesal.


" Kamu nungguin yah, hahaha maaf ya tadi aku gak dapet bis kurang faham juga sama rute yah" Ucap Rudi yang menjelaskan.


" Iya gak apa-apa mas, tp kita mau kemana dulu nih" Tanya Elisa yang tidak tau tujuannya.


" Ke taman hiburan aja, gimana? tadi aku nanya-nanya sama warga lokal kalo di sekitar kota tua itu ada wahana menarik loh, kuy kita kesana" Ucap Rudi yang sangat sekali.


" Iya yuk!" Elisa jadi ikutan semangat mendengar hal itu.


^^^Istana Monarfi^^^


Andre baru bangun tak melihat istrinya di samping, lagi-lagi Andre di tinggal Elisa, ia mandi lebih cepat sebelum di komentar lagi oleh istrinya nantinya.


Jadi setelah mandi dan berganti pakaian ia baru turun kebawa, mencari istrinya yang tak dapat ia temukan dimana pun.


" Ouh! Tuan muda anda sudah bangun" Ucap pelayan yang melihat Andre yang sedang berjalan ke ruang makan.


" Hemm, kalian semua ada yang melihat istri saya?" Tanya Andre yang matanya sibuk mencari Elisa.


" Iya lihat kok" Ucap pelayan.


" Dimana dia, aku tak dapat menemukannya" Ucap Andre.


" Beliau pergi tadi" jawab pelayan.


" Dia bilang tidak mau pergi kemana?" Tanya Andre.


" Bilang tuan, katanya mau jalan-jalan ke keliling kota, dan bilang kalo beliau pergi dengan teman kerjanya" Ucap pelayan.


" Ouh! kemana? jalan-jalan kota yah" ucap Andre yang Kebingungan, karena keliling kota itu luas.


" Mohon maaf tuan saya kurang tahu karena nona tak bilang apa-apa lagi, mungkin tuan bisa menanyakan kepada supir saja, karena nona tadi pergi dengan supir tuan" Ujar si pelayan.


" Begitukah! Siapa supirnya" Tanya andre bertanya pada pelayannya.


" Jhony! tuan" Jawab singkat.


" Ok " Ucap Andre yang langsung pergi meninggalkan tempat menuju tempat dimana Jhony berada.


ANDRE : Jhony, kemari sini


JHONY : Iya tuan


ANDRE : Kamu mengantarkan istri saya kemana?


JHONY : Anu tuan, itu ke jalan Y dekat asrama wisma


ANDRE : Lalu tak di antar kemana-mana lagi


JHONY : Tidak tuan


ANDRE : Ok! tidak apa-apa


Andre kembali lagi ke kamarnya, mengambil hp yang ada di atas meja menekan kontak Tertera nama Sayangku ❤️, mungkin terlalu lebay bagi yang lihat nantinya tapi itulah Andre yang sudah terlalu mencintai Elisa sang istrinya.


Tut Tut Tut...


" Kok hp nggak di angkat yah, ayolah sayang di angkat" Gerutu Andre yang tak melihat hp Elisa yang ada di atas laci, saat sadar jika hpnya ada di sana.


" Lah malah nggak di bawa sih, loh ini? hmm kaya dia masih marah padaku" Gerutu Andre, saat melihat kartu ATM gold di tinggalkan juga oleh Elisa di sana.


Tak lama hp Andre berdering, panggilan terarah nama brother, sebutan untuk Try Rochman, walau try kadang tak menganggap Andre sebagai kakak tapi Andre tetep menganggap Try sebagai adiknya.


" Hallo... Ada apa? ... Aku! tentu saja ada di rumah, kenapa?... Hah? sekarang... Oke!... Tidak usah aku yang ke asrama sekarang... Tunggu saja disana" Ucap Andre yang menjawab yah.


Bergegaslah Andre ganti pakaian, lalu meminta Jhony memberikan kunci mobil yang telah di pakai tadi, ia langsung bergegas menuju asrama.


^^^Jalanan Kota^^^


Disisi lain, Elisa dan Rudi sedang berada di jalanan kota tua, banyak sekali orang berlalu lalang di sana menikmati keindahan lingkungan, karena hari ini ada perayaan sebelum Natal jadi sangat ramai sekali jalanan.


" Lis, coba lihat ini keren banget kan, sumpah nih tempat bagus banget" Ucap Rudi yang mecoba hal-hal baru di sana sambil mengambil foto dengan orang-orang pengamen jalanan dengan berbagai kostum, ada yang jadi patung, penari, penyanyi dan ada juga yang jadi zombie-zombie an.


" Lihat itu mas Rudi ada zombie-zombiean, mas tolong fotoin aku sama mereka" Ucap Elisa berfoto dengan para zombie, dan memberikan uang dollar ke kotak mereka.


" Oke-oke sebentar" Ucap Rudi yang mengambil hpnya untuk memotret Elisa dengan para zombie.


Click--click


" Thanks!" Ucap Elisa dengan bahasa yang di mengerti Elisa.


Setelah puas, jalan-jalan di jalanan kota. Elisa dan Rudi datang ke tempat kuliner khas disana, Elisa melihat tempat dengan antrian paling panjang membuat sangat penasaran.


" Wah! ini apa? kok banyak orang sih, kaya enak banget yah mas Rudi" Ucap Elisa yang saat ini matanya tertuju ke suatu makanan yang di bawa pengunjung yang sudah selesai mengantri.


" Iya Lis enak kelihatan yah, tapi sepertinya mahal, di dompet kosong melompong Lis, cuman ada uang sisa untuk balik nanti" Ucap Rudi yang memperlihatkan isi dompet yah.


" Emang barapa harganya mas, enak tuh aku pengen" Ucap Elisa kaya udah ngiler tingkat dewa.


" Nggak tahu tapi tulisanya 50 $ gitu pasti mahal lah, walau aku gak ngerti sih" Ucap Rudi asal nebak.


" Tapi pengen mas Rudi" Ucap Elisa yang saat ini terus saja menatap kedai yang ramai sekali itu.


Rudi menarik tangan Elisa agar cepat pergi dari tempat tersebut. " Udah ayo! kita pergi dari sini" Ujar Rudi.


" Aku mau" Ucap Elisa dengan mata yang masih fokus ke kedai.


" Emang kamu punya Duwet" Ujar Rudi yang saat ini masih mencoba membujuk dan menarik Elisa.


" Nggak, aku gak punya" Ucap Elisa yang berkaca-kaca saat di tarik Rudi menjauh dari tempat.


" Ya udah yuk! balik. Kalo kamu pacaran sama orang kaya yang Duwet ya gak ke tampung, mungkin kamu bisa beli yang kamu suka Lis, apa lagi kamu doyan makan" Ujar Rudi yang nyindir.


" Bisa beli kedai itu?" Ucap Elisa spontan.


" Iya bisa lah kalo kamu pacarnya Andre mungkin saja dia akan menuruti apa keinginanmu, katanya dia orang kaya dari keluarga bangsawan setahuku, terus katanya orang pendiem kalo udah suka sama seseorang atau sesuatu itu tidak akan perhitungan" Ucap Rudi yang asal ceplok.


" Masa si" ujar elisa gak percaya dengan ucapan Rudi tersebut.


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Senin 20 Desember 2021