Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
88. Rencana Jalan2.


Setelah sampai di depan anak tangga Andre yang sesekali menengok ke belakang untuk melihat Elisa yang selalu diam saja, tak pernah bicara seperti biasa karena kejadian tadi Elisa tak mengajak bicara Andre.


( Lebih baik dia marah-marah deh! dari pada diam seribu bahasa gini, ternyata nggak enak juga kalo di diemin gini oleh Elisa) Gerutu dalam benak Andre.


Berjalan menuju meja makan, 7 pelayan yang sudah berdiri di sana saat melihat Elisa dan Andre yang datang, para pelayan itu langsung mundur.


" Itu nona akhirnya mau turun untuk makan malam, syukurlah" Pelayan 1.


" Ssstt, kalian diam lah semoga kali ini nona mau makan!" Pelayan 2.


" Jangan bikin nona marah lagi, mendingan kita cepat pergi dari sini" Pelayan 3.


" Iya, yuk!" Ucap pelayan 4.


" Tapi muka nona sudah sepertinya gak mood gitu, apakah masih marah" ucap pelayan ke 5.


" Atau gara-gara sudah melihat kita berada di sini?" Ucap pelayan 6.


" Kayanya bukan deh! lihat tuh, tuan berusaha untuk mengandeng tangan nona tapi sepertinya nona sudah marah" Ucap pelayan 7.


" Mungkin marah sama tuan muda kah?" Tebak pelayan 1.


" Sudah kalian jangan terlalu ingin tahu, kalian tahu kan prinsip tuan muda" Ucap pelayan 5.


" Iya, yuk kita pergi saja" Pelayan 4.


" Bisa jadi! nona marah sama kita" Sambung pelayan ke 2.


" Tuan-nona, silakan duduk" Ucap pelayan 3.


" Tuan-nona, silakan mencicipi hidangan malam ini" Sambung pelayan 6.


Pelayan ke 7 menarik kursi untuk Elisa duduk sedangkan pelayan ke 5 menarik kursi untuk Andre.


" Selamat menikmati" Ucap para pelayan langsung pergi tidak akan mengganggu Andre dan Elisa makan malam, semua kembali ke dapur.


Andre yang duduk di sebelah Elisa, mengambil nasi di piring untuk Elisa dan sebaliknya Elisa juga ngambil nasi untuk Andre, tapi wajahnya masih di tekuk.


" Sayang mau ini tidak, ini kepiting karang cobain enak!" Ucap Andre yang membukakan cangkang dan mengambil daging kepiting lalu menaruh di piring Elisa.


Langsung di lahap saja oleh Elisa tanpa bicara apapun lagi, ia hanya diam tak bersuara lagi.


" .... ----..." Elisa hanya diam asik makan dan mengunyah makanan di mulutnya.


" Mau yang ini, kamu suka udang kan? mas ambilkan yah" Ucap Andre yang mengambil daging udang yang di bumbu saus tiram meletakkan di piring Elisa, tapi Elisa diam saja sambil makan.


" ...." Tanpa suara Elisa melahap semuanya yang di berikan Andre, Andre disini seperti pelayan pramusaji untuk Elisa.


" Kamu makan juga, jangan terus mengambil makanan yang menurut mu enak dan ku suka" Ucap Elisa sinis, tanpa menatap Andre malah menatap piring makanannya.


Andre tersenyum tipis. " Akhirnya kamu buka suara juga, dari tadi ku pikir aku sedang makan dengan patung atau apa? karena diam saja" Ucap Andre yang baru bisa makan dengan satu suapan pertamanya dengan lega.


...🌸...


...🌸...


...🌸...


Setelah selesai makan dengan suasana hening itu, akhirnya mereka kembali ke kamar. Andre yang sedang ada di kamar mandi, sedangkan Elisa rebahan dikasur.


Saat Andre selesai mandi membersihkan diri, elisa langsung buru-buru mematikan HP-nya dan meletakan di atas laci, Elisa pura-pura tidur, saat Andre membuka pintu kamar mandi.


Andre melihat Elisa yang sudah tidur langsung masuk kamar ganti baju, setelah selesai ia duduk di tepi ranjang menaikan selimutnya Elisa dan tak lupa Andre mencium kening Elisa, dan langsung menyalakan penghangat ruangan.


( Apakah setiap aku tidur begini dia suka diem-diem nyium kaya gitu yah). Gerutu dalam benak Elisa.


Andre duduk disofa sambil mengambil leptop yah, untuk mengoreksi soal-soal yang belum selesai ia lihat tadi.


...🌷...


...🌷...


...🌷...


Keesokan paginya, Elisa duduk standby di meja makan karena sudah ia tandai jalan untuk ke sana, para pelayan juga di buat kaget saat Elisa sudah duduk disana dengan rapi.


" Mana sarapan pagi untuk ku?" Ucap Elisa yang sudah duduk di kursi makan.


" A-nu nona? nona, kami pikir anda tidak akan sarapan, jadi kami b-b-belum me-masaknya!" Ucap pelayan.


" Hmm- gitu! Yaudah gak usah, aku masak sendiri saja. Dimana dapurnya?" Ucap Elisa yang langsung bangkit dari kursi.


" Di sana, " Menujuk ke arah lorong dapur, dengan rasa takut kepada Elisa yang berwajah datar tanpa ekspresi itu.


" N-n-nona biar kami saja! anda menunggu di meja makan, kami akan selesai 30 menit" Ucap si pelayan gelagapan.


Elisa malah sudah jalan menuju tempat yang di tunjukan oleh si pelayan wanita tadi, sesampainya di sana para pelayan kaget karena Elisa masuk ke dapur.


" N-n-nona??!" Semua serempak kaget saat melihat Elisa masuk dapur.


" Kalian lanjutkan saja, aku hanya mau masak" Ucap Elisa yang berjalan menuju laci-laci di dapur untuk mencari panci dan alat-alat perkakas dapur lainya.


" Nona cari apa, biar kami saja?" Ucap pelayan lainya yang mencoba membantu Elisa.


" Tidak perlu! mana semua bahan-bahan makanan yah?" Tanya Elisa yang saat ini sedang mengobrak-abrik semua tempat di dapur.


" Di sana nona, ada ruangan khusus penyimpan" Ucap pelayan.


" Biar kami ambilkan saja, nona butuh apa?" Ucap pelayan lainya.


" Iya nona biar kami ambil kan saja?" Ucap pelayan.


Semua pelayan khawatir, panik dan sangat ketakutan dengan keberadaan Elisa saat ini. " Tidak perlu, tunjukan saja di mana?" Ujar Elisa yang saat ini menatap para pelayan.


" Itu- di pintu itu! Nona mau ambil bahan makanan apa? biar kami siapkan saja makanan buat nona" Ucap pelayan.


Tak di hiraukan oleh Elisa, ia langsung masuk saja ke dalam ruangan khusus penyimpan itu.


" Aduh gimana ini, ketua pelayan akan marah besar nih kalo tahu nona masuk dapur" Ucap pelayan 1.


" Nona tidak bisa di ganggu gugat, aku juga binggung " Pelayan 2.


Setelah mendapat apa yang di butuhkan Elisa langsung memulai keahlian dia di dapur, semua pelayan tak bisa berkata-kata apa-apa lagi saat melihat Elisa lihai dalam tumis menumis.


Andre yang baru bangun melihat di sebelah sudah tidak ada Elisa, Andre langsung bangkit dari ranjang karena tidak ada Elisa di samping langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, dan langsung turun mencari istri yah.


Melihat banyak pelayan-pelayan yang pada gelisah di depan pintu dapur tersebut, membuat penasaran Andre .


" Tuan muda, itu- nona" Ucap pelayan menujuk Elisa yang sedang aktif di dapur.


" Ouh! biarkan saja, sehari tidak di dapur dia pasti akan terus marah, cuman ini satu-satunya hiburan dia, jangan khawatir" Ucap Andre.


" Iya tuan, maafkan kami tak menyiapkan sarapan pagi untuk anda" ujar pelayan yang merasa bersalah.


" Tidak masalah, aku kesana dulu yah" Ucap Andre yang langsung berjalan mendekati Elisa.


" Iya, tuan" Semua Rempak.


Langsung memberikan jalan untuk Andre biar bisa masuk kedalam dapur.


Andre yang mendekati Elisa yang sedang asik memasak itu, menengok apa yang sedang di masak Elisa.


" Sayang! kamu masak apa?" Tanya Andre yang saat ini menongolkan kepalanya dari balik punggung Elisa.


" Duduk, dan tunggu" Ucap Elisa yang saat ini sedang asik masak, melihat Andre yang seperti anak kucing yang langsung nurut duduk di kursi.


" Baiklah" Dengan mode manjanya Andre yang saat ini duduk dengan manis.


" Kamu sudah mandi?" tanya Elisa yang tak bergeming menoleh ke Andre masih fokus sama wajan di depannya.


" Belum!" Jawab singkat Andre dengan senyuman di wajah yah.


" Mandi dulu sana, nanti kita langsung berangkat" Ucap Elisa yang saat ini menatap tajam Andre.


" Bagaimana mandi setelah makan yah? sayang" Ujar Andre yang saat ini menatap Elisa yang memunggungi yah lagi.


" Mandi dulu sana, lagian ini masih lama" ujar elisa yang masih masak.


" Ya deh, jadi aku balik lagi nih ke kamar buat mandi" ujar Andre yang langsung bangkit dari kursi.


" Iya" jawab jutek Elisa.


" Baiklah!"


...🤩...


...🤩...


...🤩...


Setelah sarapan itu mereka langsung berangkat menuju tempat pelatihan, yang seperti biasa Elisa selalu minta berhenti di setengah jalan, mereka tak sadar jika di belakang mobil Andre ada mobil Kevin tak jauh dari mereka.


"Loh itukan mobilnya paman? itu Elisa kenapa dia keluar dari mobil paman" Gerutu kevin yang melihat kejadian itu.


" Nanti tanya setelah sampai deh! Paman kok tega bener sih" Gerutu Kevin.


Sampainya di kantor Andre yang baru meletakkan tas di meja kerjanya, di susul Kevin juga masuk kedalam ruangan.


Try yang sedang sibuk duduk sambil merapikan kertas-kertas soal untuk ujian hari ini, melihat pintu terbuka melihat Andre yang datang bersamaan dengan Kevin.


" Wih! tumben kalian datang bersamaan" Ucap try.


Andre malah baru sadar jika ada kevin yang di belakang yah. " Eh? aku gak tahu kalo ada Kevin" ujar Andre yang langsung menoleh kebelakang.


" Paman, yang tidak menyadari bahwa aku ada di belakang dari tadi" ujar Kevin yang muram gara-gara tak di anggap oleh Andre.


" ouh gitu! maaf yah, kamu tahu aku kenapa gak menyapa" ucap Andre yang langsung membalikan ucapan.


" Hemm-- paman apakah kalian bertengkar lagi" Kevin yang tiba-tiba mengatakan itu bikin Andre kebingungan.


" Hah? maksudnya apa?" Ujar Andre yang Kebingungan dengan apa yang di katakan Kevin.


" Itu, apakah kalian berantem lagi" Ujar Kevin bikin Andre menatap tajam saking tak faham arah pembicaraan Kevin.


" Dengan siapa?" Tanya Andre.


" Elisa!" Jawab Kevin singkat.


" Nggak, kenapa emangnya?"


" kenapa Elisa keluar dari mobilmu tadi, dengan raut wajah kaya kesel sekali" penjelasan kevin.


" Soal itu, dia emang suka minta berhenti disana" Ucap Andre yang saat ini membuka leptop yah.


" Kanapa? " Tanya Kevin penasaran.


" Tanyakan sendiri alasan pada Elisa aku juga binggung sama dia, mungkin saja kalo kamu yang tanya dia akan jawab, karena jika aku yang tanya alasan tak pernah masuk akal" Jawab Andre.


" Oke deh! Kak hari ini ulangan yah!" Ucap Kevin sambil jalan mendekati Try yang sibuk-sibuknya.


" Iya, bantu aku sini" Ucap Try.


" Okey!"


...🍂🍂🍂...


Di kelas Rudi duduk di depan Elisa, mereka masih asik ngobrol soal banyak hal.


" ouh yah Lis, besok hari Minggu libur kan kita, gimana kalo kita jalan-jalan yuk! masa sudah hampir 1 bulan kita gak pernah keluar buat jalan-jalan"


" Kuy mas, sekali-kali putar-putar kota Yu yok" ucap Elisa yang happy banget saat mendengar kata jalan-jalan.


" Yaah udah besok yah jam berapa enaknya lis?" Tanya Rudi.


" Jam 8 aja mas, enak juga pagi kan!" saran Elisa.


" Iya sih, oke ketemu di depan asrama aja yah" Ucap Rudi.


" Eh jangan, kita ketemuan di kafe dekat asrama aja gimana?" Ucap Elisa yang mengatakan suaranya.


" Okey deh!"


" Ide mas Rudi pas banget, kebetulan aku lagi bermood banget, aku juga pengen tau seperti apa kota yu yok ini kalo pagi Minggu libur" Ucap Elisa yang seneng benget gak bisa dibaca.


" Iya Lis, aku juga"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Sabtu 18 Desember 2021