Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
52. Sel Tahanan.


Akhirnya Andre dan Elisa dibawa ke kantor polisi, karena masalah tersebut. Try mengikuti dari belakang sedangkan junlion untuk menghandle pelatihan saat mereka tidak ada.


" Jun kamu handel semua yang ada si sini aku akan mengurus meraka " Ucap Try yang langsung berlari menuju parkiran.


" Okey !"


Di dalam mobil, Andre terus memegangi tangan Elisa yang masih mengepal kuat-kuat karena menahan kekesalan yang tersisa, dalam api emosi yang belum di redakan agar tidak ngamuk lagi Andre terus memegang tangan Elisa sambil menatap Elisa yang menatap keluar jendela, sesekali menggertakkan giginya terdengar oleh Andre.


" Elisa, tenang yah sekarang kita akan di penjara jika kamu bikin onar lagi. Kita akan semakin di salah kan jika berbuat yang aneh-aneh, bisakan kamu meredakan amarahmu, sayang " Ucap Andre lembut sambil membelai tangan Elisa perlahan-lahan.


Elisa melirik tajam pada Andre dengan menggerakkan gigi yah. " Iya, akan aku us--? Ouh! Kamu baik-baik saja kan, ini kapan bisa terluka " Seketika Ucapnya langsung beralih karena melihat pergelangan tangan Andre yang lecet dan terlihat darah yang sudah hampir mengerti.


" Aku gak apa-apa ini hanya luka biasa, kamu nggak usah khawatir " Ujar Andre dengan senyuman manis dengan santainya melontarkan ucapan itu.


" Gak ! ini gara-gara mereka memborgol kamu terlalu kuat. Hentikan mobilnya, kita balik ke rumah sakit dulu aku ingin mengobati luka suamiku, woy! kalian tuli yah " Elisa mulai berteriak-teriak lagi di dalam mobil polisi yang disana di pasang pembatas besi dan kaca hitam anti peluru.


Karena Elisa sangat berisik dan memukuli kaca pembatas jok depan dan jok belakang itu.


POLISI : Diam kau, dasar wanita gila


" Gila tuh kalian, yang harus yah diem juga kalian dasar polisi sinting, bego. Hemmm geramnya, awas saja mereka " Ucap Elisa yang kesal dan melipat tangannya ke depan.


" Syukurlah mereka tidak faham sama omongan Elisa " Dumal pelan Andre


" Dasar singting kalian, suami ku terluka. Woy! berhenti sebentar " Ucap Elisa menggedor-gedor kaca pembatas tersebut.


Tak jauh Try yang mengikuti dari belakang merasa ada yang aneh di dalam sana, mulai curiga jika terjadi sesuatu pada Andre dan Elisa.


" Ada apa di dalam sana kenapa seperti mobil polisi itu hilang kendali" Gumam Try sambil terus mencoba menelfon pengacara pribadi Arafif papah dari Andre.


TRY : Hallo Pak, ini putra angkat dari Pak Arafif


PENGACARA : Iya, ada masalah apa?


TRY : Pak ini aku, bisakah anda menolong kakakku, alias Andre Azzam Arafif putra tunggal dari keluarga Arafif. Mereka dalam masalah yang cukup serius bisakah bapak membantu *kami u*ntuk kebebasannya.


PENGACARA : Baiklah dimana beliau sekarang


TRY : Mereka akan di bawa ke kantor polisi, ouh sebagai catatan Andre akan di interogasi dengan istrinya di sana


PENGACARA : Baiklah aku akan akan segera ke sana


TRY : Terimakasih Pak, ouh yah pak jangan katakan pada om arafif soal kejadian ini


PENGACARA : Iya, aku mengerti


Panggilan itu langsung terputus, try yang mulai menelfon seseorang lagi.


TRY : Hallo ! Zacky Bisa kau datang ke New York, Andre membutuhkan bantuan mu. Akan di jelaskan nanti jika kau sudah ada di New York


ZACKY : Aku ada di NEW YORK saat ini !


TRY : Bagus, kalo begitu kamu harus cari bukti jika Andre tidak bersalah, di gedung filix. Andre telah di jebak seseorang


ZACKY : Okey! aku kan meluncur kesana


Panggilan terputus kembali, try langsung lebih fokus ke jalanan untuk saat ini. Try fokus mencari bukti lainnya yang tersisa untuk mendapatkan informasi jika Andre tidak bersalah agar bisa membebaskan mereka dari penjara dengan baik-baik.


Kembali di mobil polisi dimana Elisa mencoba membalut luka Andre yang saat ini terbuka kembali karena gesekan-gesekan.


" Elisa- hentikan, dengarkan aku. Sayang diam! aku akan di obati saat sudah sampai di kantor polisi ini masih di jalan, jadi gak mungkin akan di obati sekarang " Penjelasan dari Andre.


" Tapi darahnya, kamu bisa kehabisan darah loh mas" Ucap Elisa khawatir.


" Nggk akan lah, kan cuman berapa milih saja nggak akan Darah habis, lagian ini sudah kering, coba lihat ini. Sudah kering kan, kamu tenang yah biarkan mereka lakukan tugas sesuai dengan hukum" Ucap Andre yang mencoba menenangkan Elisa.


" Hukum ?! Mas Andre mereka melakukan karena si jallang itu aku yakin banget mereka tidak mau menegakan keadilan untuk kita " Ucap Elisa tidak yakin.


" Elisa ucapan mu itu kasar sekali " Ucap Andre memberikan penjelasan.


" Kamu malah membela yah, ouh ! apakah kamu suka yah sama Ariana atau kamu suka diperlakukan begitu oleh ya " Ucap Elisa ngambek karena hal itu.


" Elisa- aku gak seperti itu " Ucap Andre membelah dirinya.


" Iya-iya, aku percaya kok " Ucap Elisa sambil menekan tangan Andre yang di borgol diri juga tengah di borgol.


" Kok kamu kaya gak yakin gitu sih " Ucap Andre yang mencoba menyakinkan Elisa.


" Elisa percaya kok, tenang saja apapun yang kamu ucapkan Elisa akan percaya. Tapi kaya akan lebih asik kalo kita mendekam di penjara untuk semetara deh mas " Ucap Elisa yang spontan memikirkan tinggal di penjara.


" Kenapa bisa begitu " Ucap Andre kebingungan dengan ucapan Elisa.


" Hemm kan kita nggak akan pusing mikirin bayar sewa dan bayar listrik atau bayar lainnya" Ujar pemikiran konyol Elisa.


" Aisssh kamu ini, emang kamu pikir aku gak mampu bayar begituan" Ucap Andre yang seperti sedang di remehkan.


" Hahahah iya aku tahu kamu pasti mampu bayar kok" Ucap Elisa sambil memeluk dan manja dengan Andre.


" Andre- " Ucap try Langsung menghampiri sel Andre yang saat ini sedang berdiri di balik jeruji besi.


" Try bagaimana kamu bisa di sini, kenapa kamu malah ikut kemari ?" Ucap Andre yang kaget.


" Hemm-- tentu saja aku khawatir sama kamu lah, eh Dre aku sudah telfon pengacara temen papah. Beliau akan membantu, dan Zacky juga siap untuk membantu mu" Penjelasan Try yang o the point.


" Baiklah! "


Tiba-tiba Elisa mendobrak teruji besi hingga terdengar suara nyaring bikin kaget try.


" Dokter Try " Ucap Elisa sambil mengejutkan Try yang sedang asik ngobrol sama Andre.


" Astaga ! Elisa bisa gak jangan buat aku jantungan " Ucap Try kaget.


" Maaf ! Dokter try bawa alat medis gak " Tanya Elisa dengan mata berkedip genit.


" Ada di mobil " Ucap Try singkat.


" Bawa sini " Semangat 45 yah berlebihan.


" Kamu sakit Elisa " Tanya try Syok, dipikiran try bawa Elisa tengah hamil.


" Nggak ! tapi buat My husband lope-lope ku lihat pergelangan tangannya itu " Ucap Elisa yang manja keluar sambil mencubit pipi Andre untuk mainan.


" Hehehe, ku pikir akan ada kabar baik darimu Elisa, iya -iya aku akan ambilkan dulu yah ! " ucap try yang pergi lagi.


" Eh? kabar baik apaan sih maksudnya "


Andre mengakat bahu ya saja. " Aku tidak tahu, jangan menatapku seperti itu " Ucap Andre sambil mencari tempat duduk yang baik.


Saat try kembali, langsung minta izin pada petugas untuk mengeluarkan Andre sebentar untuk mengobati lukanya.


" Andre kita gak punya waktu banyak, jika Ariana sudah bergerak kita akan kesulitan mengeluarkan kalian, jadi katakan padaku dengan jelas bagaimana kronologi ya"


" Bukannya tadi sudah ku jelaskan di kantor " Ucap Andre.


" Kau tahu itu pasti akan lebih sulit, karena tak ada bukti yang kuat bahwa kamu tidak bersalah atau belum ada jaminan kebebasan bagi kalian dan Elisa bagaimana dengan dia "


" Jangan katakan pada Orang di rumah, aku faham! biar aku pikir caranya " Ucap Andre yang khawatir jika mamahnya syok.


Setelah try selesai membalut lukanya, Elisa yang saat ini asik duduk di lantai sel tahanan sambil melihat lalu-lalang polisi-polisi pria sambil senyum-senyum sendiri.


" Lihat istri mu, apa yang sedang dia lakukan" Ucap try yang melihat keanehan pada Elisa yang seperti orang gila senyum-senyum sendiri.


" Dimana pun tempat sepertinya, Elisa tidak punya beban pikiran apa lagi terpengaruh dengan keadaan genting seperti ini, keliatan dia lebih enjoy sekarang ini. Senyuman itu terlihat mencurigakan dari sebelumnya, terserah dimanapun dia berada asal dia masih bisa tersenyum seperti itu saja sudah cukup " Ucap Andre sambil memandangi Elisa yang sibuk memperhatikan gerak tubuh polisi-polisi pria.


Andre yang di masukan lagi ke sel tahanan, Try yang penasaran apa yang ada di pikiran Elisa.


" Kamu sedang apa Elisa ! kenapa kamu kayayah bahagia sekali di sini sambil senyum-senyum gitu " Tanya spontan try.


" He-he-he kayayah lama-lama aku lebih suka di sini" Ucap Elisa tak melihat lawan bicaranya.


Try menaikan satu alis yah. " Eh! kenapa? kenapa kamu nggak mau keluar dari sini" Ujar Try Kebingungan.


" Iya kenapa seperti itu Elisa ?" Andre jadi keheranan dengan ucapan Elisa.


" Itu karena melihat para polisi-polisi yah tampan-tampan walau mereka jahat padaku " Ucap Elisa yang kesal juga.


Andre dan Try saling memandang satu sama lainnya. " Yuhuuu Elisa, kamu sadar gak apa yang kamu katakan itu"


" Iya aku sadar kok "


" Lalu kenapa kamu mengatakan yah "


" Hemm-- kenapa emangnya tak boleh di katakan, kan tadi anda yang bertanya "


" Iya tapi, apakah Andre saja itu masih kurang. Kenapa kamu melihat pria lain bahkan ada suamimu yang lebih tampan bak Dewa Yunani seperti itu bahkan dia masuk ke sini gara-gara saking tampannya Andre, tapi kamu malah menatap pria lainnya " Ucap Try memuji Andre.


Sedangkan Andre hanya tersenyum tipis melihat tingkah konyol Elisa dan Try jika dipadukan bersama.


" Dokter Try pernah denger enggak kata pepatah bilang, hanya ada rumput tetangga yang lebih enak dipandang dari pada rumput rumput rumah sendiri "


" Hah! Teori dari mana itu jadi artinya cowok-cowok yang bukan milik mu akan lebih tampan dibandingkan milikmu sendiri begitu maksudnya "


" Iya, lagian dia tidak pernah marah padahal aku selalu nonton oppa Korea Gege China. Dia no komen, toh mereka hanya mimpi bagiku yang nyata hanya cogan di dalam penjara bersama ku" Sambil bangkit dan memeluk Andre dengan erat, try hanya bisa geleng-geleng kepala saja


" Kalian itu pasang yang aneh, cocok sekali. Si pria cuek dan si wanita Hijau liat cowok bening" Ucap Try yang agak kesal.


Bersambung.....


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Sabtu 6 November 2021