Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
93. Tamu yang Agung.


Berada di mobil, rasa penasaran Rudi itu tidak bisa di redakan karena saking ingin tahu tentang hubungan Elisa dan Andre mode kepo Rudi aktif, selalu menatap keduanya.


Andre mengambil kuncinya, lalu membuka kunci mobil dan membuka pintu untuk Elisa.


" Dre kamu yang nyetir" Tanya Try sudah jalan menuju pintu kemudi.


" Kalo kamu yang nyetir tetap saja nanti aku juga yang nyetir kan, jadi sekali saja aku antar kalian ke asrama" Ucap Andre yang saat ini memutar dan membuka pintu jok depan.


" Udah cepat masuk, aku antar kalian ke asrama" Ucap Andre.


" Iya baiklah aku nurut aja deh apa kata kau" ucap try yang pasrah.


" Lah cuman kita berdua, emang Elisa gak balik juga ke asrama?" tanya Rudi spontan buat try dan Andre terdiam.


" Hah! tidak lah elisa tinggal dengan andre, selama ini Elisa tidak tinggal di asrama dengan kariyawan lainya" Saut try yang menegaskan.


" Hah, bener Lis !" Tanya Rudi yang penasaran.


" Heheh, iya mas Rudi" Ucap Elisa dengan mata kearah lainnya.


" Kalo kamu gak bilang, aku juga gak bakalan tahu jika kalian itu sedang pacaran, tapi apakah harus ya kalian tinggal bersama?" ucap Rudi.


Semua terdiam kecuali Elisa yang saat ini binggung untuk menjelaskannya pada Rudi, melihat ke pintu jendela tak berani mengatakan apapun.


" Hahahaha Rudi kayaknya kamu bukan temen yang baik ya, sampai Elisa masih saja merahasiakan dari kamu" Ucap Try.


" Maksudnya apa Try!" Ucap Rudi Kebingungan.


" Elisa, kamu sampe detik ini masih merahasiakan identitas hubunganmu dari Rudi" Ucap Try.


" Ada rahasia lain Lis, apa? kok kamu gitu sih sama aku, masa mereka yang tahu duluan ketimbang aku. Kamu baru kenal mereka, sudah berbagi masa kamu malah merahasiakan identitas hubungan mu dari aku" Ucap Rudi yang protes.


" Hehehe, mas Rudi aku sebenarnya! Itu anu-" ucap Elisa yang gelagapan.


" Elisa apakah harus aku bantu untuk menjelaskan pada Rudi?" Tawaran try yang mau membantu.


" Tidak usah dokter Try, terimakasih" Ucap Elisa.


" Oke gak apa-apa, silakan lanjutkan ucapanmu" Ucap Try.


" Mas Rudi, aku dan Mas Andre. Kami i-tu, lagi hmm-" Ucap elisa yang terdiam lagi untuk menjelaskan, sedang Rudi sudah tidak sabar.


" kamu mau ngomong apa sih Lis, banyak banget anu- ah-m ya, cepat ngomong deh!" ucap Rudi yang udah di bikin kesel.


" Maksudnya Elisa, dia ingin bilang bahwa Elisa adalah istri saya Rudi" Ucap Andre yang menyambung untuk mengumumkan.


" Ouh jadi Elisa istri kamu Dre, bil... APA!!! I-iistrimu" Ucap Rudi yang baru sadar langsung syok dan kaget setengah mati.


" Hahaha Try mukamu lucu sekali yah, aku sampai kaget" Ucap try yang ikut kaget tapi ketawa paling keras karena melihat ekspresi wajah Rudi yang kocak saat mendengar hal itu.


Andre yang sedang nyetir pun mendadak berhenti, saking kagetnya mendengar suara Rudi yang keras.


" Aduh mas Rudi kaget tahu, untung Elisa gak kejedot" ucap Elisa, tangan Andre menahan tubuh Elisa.


" Kapan kalian menikah, kok kamu gak bilang-bilang sih Lis. Tega ya kamu, aku selama ini di anggap apa coba sama kamu Lis" ucap Rudi yang tidak bisa terima.


" Belum di resmikan sih mas Rudi, tapi kami sudah SAH secara agama dan hukum di negara Indonesia, jadi mas Rudi masih belum terlambat kok buat acaranya" Ucap Elisa.


" Kok gak ngundang- ngundang aku sih, pas akad. Jadi ini hadiah spesial yang kamu katakan tadi, kamu ini bikin aku sport jantung tahu, kok bisa kalian nikah?" Ujar Rudi yang mode kepo keluar.


" Maaf ya mas Rudi, tapi mba Reva sudah aku kasih tahu kok, karena undangan yah ada masalah jadi kami mengundang secara ucapan aja sih" Ucap Elisa yang menjelaskan tentang keadaan waktu itu.


^^^~Istana Monarfi^^^


Setelah mengantarkan Rudi dan Try ke asrama, Elisa dan Andre balik ke istana Monarfi, saat Andre yang sedang pergi memasukan mobil ke garasi setelah menurunkan Elisa di depan, ia langsung pergi. Elisa juga langsung masuk kedalam, terlihat Elisa menarik satu pelayan cewek ke suatu tempat.


" Iya nona ada apa, kenapa anda menarik saya" Ucap si pelayan kebingungan dengan Elisa yang saat ini wajahnya panik.


" bisa minta tolong" ucap Elisa yang seperti menahan sesuatu.


" Minta tolong apa nona?" tanya kebingungan si pelayan.


" Kamu punya itu- hemm-- pembalut, aku minta 1 yah tadi aku lupa beli" Ucap Elisa yang baru sadar jika dia telah kedatangan tamu bulanan.


" Ouh! ada nona, nanti saya ambil dulu yah nona" Ucap si pelayan yang langsung masuk kedalam ruangan.


" iya nona" langsung masuk begitu saja dengan lari kecil.


^^^~Kamar Tidur^^^


Elisa yang baru selesai mandi, langsung jungkel, menahan rasa sakit yang sangat luar biasa rasanya panas dan nyeri, Andre baru kembali dari parkiran melihat istrinya berguling-guling di ranjang.


" Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Andre yang baru masuk.


" Aku gak lapar mas" Jawabnya parau karena wajahnya ia tenggelam di 2 sisi bantal.


" Kamu kenapa?" Andre baru sadar dan mendekati Elisa.


" Sakit perut!" Ujar Elisa yang memegangi perutnya.


" Itu pasti gara-gara kamu makan pedes tadi siang iyakan, makanya kalo di bilangin yang nurut" Ucap Andre yang menarik Elisa.


Elisa terduduk sambil memeluk suaminya. " nggak mas, ini gara-gara aduhhh- sakit banget sih!" Ucap Elisa. yang memeluk Andre kuat-kuat.


" Sayang, coba sini aku lihat" ucap Andre yang melepaskan lingkaran kuat tangan Elisa di pinggang.


" Sakit banget mas, padahal biasanya gak nyeri kaya gini tapi kenapa akhir-akhir ini malah nyeri yah kalo mau keluar" ucap Elisa yang memegang erat perutnya.


" Apa yang keluar? apa yang nyeri ngomong yang jelas dong, aku gak faham sayang!" Ucap Andre yang duduk di samping Elisa.


" Aku mens mas, tamu agung ku datang aduhhh- harus ya gak datang hari ini dong, besok aku beraktivitas lagi, aduh sakit benget" Ucap Elisa yang molak-malik di ranjang.


" Sini, coba mas cek sayang" Ucap Andre yang mau memegang perut Elisa tapi tidak jadi karena tangan Elisa menahan yah.


" Mas beliin Elisa itu dong!" Ucap Elisa yang langsung menatap Andre dengan mode manja.


" apa?" Andre Kebingungan dengan apa yang ingin di minta Elisa.


" Itu yang khusus cewek, aku lupa beli, tadinya ada tapi di lemari apartemen, Elisa sekarang emang pake itu juga minta sama Mirah" Ucap Elisa yang menahan sakit.


" Oke, mas keluar dulu yah tunggu! padahal mobil udah masuk, kamu ini ada-ada aja kenapa nggak ngomong dari tadi sih sayang!" Ucap Andre ikut binggung.


" Baru keluar tadi pas aku turun dari mobil mas, jadi gak Elisa rencanakan loh sebelumnya" ucap Elisa yang menejelaskan.


" iya-iya, aku keluar lagi nih beli itu yah kamu, tunggu di sini" ucap Andre.


Saat keluar Andre dari kamar, dengan sangat cepat dan terburu-buru tak lupa menyuruh pelayan untuk membuatkan susu atau jamu meredakan nyeri.


" Nara, kamu bisa bikin jamukan" Ucap Andre yang menatap Nara dengan penuh keyakinan.


" iya tuan, jamu apa yang tuan inginkan?" Ucap Nara.


" bisa kamu bikin jamu peradangan nyeri perut karena mens" Ujar Andre.


" Eh? jamu itu, tentu saja saya bisa benget tuan, itu jamu yang paling gampang banget, dan paling aku kuasai atau sudah ahlinya" ucap Nara semangat 45.


" bagus kalo gitu, bikinin satu ya terus kamu kirim ke Elisa dia lagi kesakitan tuh aku mau keluar dulu beli itunya dia, ada yang mau nemenin saya karena aku gak tahu soal itu" Ucap Andre yang malu-malu mengakui yah, hingga telinga ikutan merah.


" Ouh saya saja yang beli tuan, anda di sini saja menemani nona" Ucap Tia yang datang menghampiri Andre.


" tidak, saya akan pergi sendiri kalian jaga saja dia saja deh! makasih yah Tia kamu sudah mau bantu tapi aku mau pergi sendiri saja, lagian dia istri saya" Ucap Andre yang langsung pergi, mengambil motor miliknya.


" Padahal dia bisa bilang saja nanti akan ada yang pergi, tapi tuan malah ingin pergi sendiri" Ucap Tia.


" itu tandanya tuan sangat menyayangi nona, buktinya dia rela pergi beli pelengkap cewek, padahal dia sendiri gak tahu apa-apa soal merek dan lainnya" Ucap Nara sambil menatap kepergian tuannya.


" aku gak bisa banyangkan deh soal itu, bagaimana caranya tuan milih yah soal pelengkap cewek yah" Ucap Tia


" gak tahu deh, yaudah saya mau bikin jamu buat nona" Ucap Nara yang langsung pergi dari tempat.


" Iya deh, sana bikin"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Jumat 24 Desember 2021