Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru

Jodoh Itu Unik: Lembaran Yang Baru
90. Mode Genitnya.


Berada di kediaman Andre yang saat ini akan meluncur ke asrama dimana Try Rochman sudah menunggunya disana, saat sampai Andre yang mengunakan mobil miliknya hadiah ulangtahun saat usia 20 tahun, yang di berikan oleh orang tuanya.



Mobil yang baru saja mengantarkan Elisa itu malah ia gunakan untuk pergi bersama dengan Try, dari jauh sudah menyita perhatian publik.


" Sialan kak Andre, suka sekali pamer kenapa mau pergi ke tempat seminar saja harus gunakan mobil tren itu" Gerutu Try mendecak kesal.


Andre menghentikan mobilnya tepat di depan Try, yang saat ini akan masuk ke mobilnya.


" Kenapa kau tak bilang akan ada seminar hari ini, Try Rochman" Ucap Andre sambil keluar dari mobilnya.


" Hemm aku lupa, itu manusiawi kan. Kenapa kau gunakan mobil barumu lagi, apakah ingin pamer?" Ucap try yang sedikit agak iri dengan Andre.


" Kau tidak melihat plat yah! apakah ini mobil baruku? lihat baik-baik, mobil ini jarang aku pake" Ujar Andre yang menujuk ke plat mobil.


" Lalu kenapa sekarang kau ingin memakainya" Tanya try yang mendecak kesal.


" Karena tadi habis dipakai, jadi kalo di masukan ke garasi lagi, sayang bahan bakarnya" Ucap Andre yang membuat try semakin kesal.


" Sepertinya ada yang salah di ucapanmu. Hey! Boca kemplung, bukanya itu lebih bagus kan, itu artinya bisa awet bensin" Ujar try yang protes.


" Sepertinya kau lupa mobilku pake listrikkan, sudahlah ini kuncinya kau yang menyetir" Ucap Andre yang melempar kunci pada Try.


" Heh? kenapa kalo kau malas untuk menyetir seharusnya bawa supir" Ucap Try yang kesal.


" Kan aku bersama mu, udah jangan banyak protes cepat naik di luar cukup dingin" Ujar Andre yang masuk ke kursi penumpang di sampingnya.


" Hemm baiklah, sepertinya kondisi moodnya kurang baik ini salahku sih seharusnya dia menghabiskan waktu bersama Elisa" Gerutu Try.


" Cepat naik, kau ingin aku menyeretmu" Ujar Andre sambil menurunkan kaca jendela.


" Iya-iya dasar bawel" Ucap Try yang langsung naik ke kursi kemudi.


^^^~Jalanan Kota^^^


Setelah sampai di sana, Andre masih diam di mobil masih beraura gelap karena menahan kesal, Try melirik sedikit, merasa heran karena dari tadi Andre cukup pendiam dan sangat hening, ya walaupun Andre emang pendiam tapi jika bersama Try dia tidak akan secuek ini.


" Ada apa dengan mu, kau bertengkar lagi dengan Elisa?" Tebak Try yang tepat pada sasaran.


" Tidak!" Andre mengelak.


" Ouhnya, lalu kau marah padaku gara-gara aku mengajakmu keluar, saat waktu libur dan senggangmu yang seharusnya kau habiskan dengan Elisa" Tebak Try lagi.


" Tidak juga!" Jawab singkat Andre dengan judes.


" Lalu kenapa ada awan gelap di sekeliling wajahmu, apakah ada masalah serius tuan muda" ucap try yang mencoba bicara dengan Andre.


" Tidak ada " Jawab singkat Andre yang sinis.


" Dia pergi tanpa pamit padaku, kemana dia pergi" Gerutu Andre yang kesal.


( Dasar Andre, kau ini tidak bisa membohongi orang) Ucap dalam benak try.


" Kau bilang kau tidak bertengkar dengannya lalu ini apa Andre Azzam Arafif, kau~" ucap try terhenti, karena Andre langsung menatap try dengan semangat 45.


" Kau punya nomernya Rudi?" Tanya dadakan Andre.


" Tentu saja, semua kariyawan aku memiliki yah tapi aku tidak menyimpan nomernya di hp tapi di buku catatan" Ucap Try.


" Seharusnya kamu menyimpan yah setidaknya nomer satu orang itu saja" Ujar Andre yang kesal.


" Kenapa kau malah menyalahkan ku, kau sendiri kenapa tidak menyimpan nomor yah" Ucap Try.


" Itu dia, aku tidak menyimpan yah" Ujar Andre yang kesal pada diri sendiri.


Try menarik nafas dalam-dalam sambil menatap Andre. " Hah~ sudah ayo turun, kita sudah telat, 5 menit" Ujar Try yang membuka pintu mobilnya.


Disisi lain masih di tempat yang sama tak jauh dari Andre dan Try saat ini. Tak lama, terlihat dari jauh mobil yang tidak asing terparkir di halaman yang luas, Rudi melihat seseorang yang keluar dari mobil.


" Hemmm-- Panjang umur tuh orang, belum selesai kita omongin, udah menampakkan diri" Ucap Rudi.


" Hah? Apa sih maksudnya mas?" Tanya Elisa kebingungan dengan apa yang di Katakan Rudi.


" Kita belum juga selesai ngomongin, lalu orangnya malah udah nongol tuh!" Ujar Rudi yang menujuk dengan wajahnya.


" Siapa?" Tanya Elisa yang binggung.


" Noh itu lihat noh, kesana!" Ucap Rudi yang memutarkan kepala Elisa ke sudut pandangan yah.


" Ouh Dokter Try" Ucap Elisa dengan sangat polos.


" Iya dokter Try, itu yang disebelahnya siapa coba?" Tanya Rudi.


" Pak Dokter Andre !" Jawab singkat Elisa dengan muka datar.


" Iya kan, gimana gak panjang umur tuh, kita tadi kan belum selesai ngomong dia eh-orangnya nongol" ucap Rudi yang menujuk orangnya.


" Ya, emang suka gitu sih" Ujar Elisa yang muka udah waspada.


" Kita kesana yuk Lis!" Ucap Rudi bikin Elisa gelagapan karena ajakan itu.


" Hah? ngapain" Elisa panik.


" Sapa tahu aja kita dapat tumpangan gratis, uangku sudah nipis nih!" Ujar Rudi yang saat membujuk Elisa.


" Ouh! mas Rudi aja deh yang kesana" Ucap elisa yang gengsian untuk datang mendekati Andre.


" Lah kenapa, udah ayo! Ayooo..." Ucap Rudi yang saat ini terus saja menarik tangan Elisa.


Seraya menarik tangan Elisa, Rudi berjalan agak cepat mendekati kedua pria itu. " Woy! Andre-Try" Sapaan Rudi yang santai.


" Kalian di sini juga?" Tanya Try, sangat senang sekali karena orang yang dicari malah muncul sendiri.


Rudi yang saat ini sudah sampai di depan kedua pria yang akan masuk kedalam gedung.


" Iya, kita sedang lihat festival. Kalian juga mau lihat festival?" Tanya spontan Rudi.


" Nggak! kami ada perlu" Ucap Try yang menjawab, dengan tatapan menuju pada Elisa sekilas yang memalingkan wajah dari Andre.


" Kemana?" Tanya Rudi penasaran.


" Kami ada seminar, di gedung ini" Menujuk ke gedung di depan mereka.


" Ouh! lama gak?" Tanya Rudi.


" Nggak tahu sih, kenapa emangnya?" Tanya Try.


" Aku pake mobil Andre, tanya sama Andre" Ucap try.


" Ouh! Ganti lagi mobilmu Dre" Tanya Rudi yang juga sadar jika mobil Andre bukan mobil yang biasanya.


" Nggak, ini mobil lama ku. Emang jarang di pake saja" Ucap Andre.


" Orang kaya beda aja, mobil aja ada yang gak ke pake" Ujar Rudi yang agak iri.


" Hahaha, iyalah kan Andre Seorang pangeran 🤴." Ucap Try yang menyambar.


Tatapan mata Andre yang tidak bisa memalingkan dari Elisa yang saat ini fokus kesuatu tempat membuat Andre penasaran ada hal menarik apa dari diri yah saat ini.


( apakah dia masih marah padaku, kenapa dia seperti tidak mau melihat ku) Gerutu Andre dalam benak.


Try yang peka langsung tahu sinyal-sinyal yang di pancarkan sorot mata Andre untuk Elisa.


" Yo Elisa ada apa dengan wajahmu kok membuang muka saja dari tadi, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Try pada Elisa.


" Hallo dokter Try, maaf aku tidak fokus " Ucap Elisa sekilas melihat Try lalu fokus lagi ke kedai yang ramai itu.


" Udah abaikan dia, lagi Ngambek karena gara-gara mau beli sesuatu di sana cuman karena uang kita gak cukup jadi cuman bisa gigit jari" Ujar Rudi yang menjelaskan.


" Emang mau beli apa?" Tanya Try yang mengatakan untuk mewakili perasaan Andre.


" Nggak tahu tuh, makanan apa cuman keliatan enak aja sih di lihatnya" Jawab Rudi.


Bibir Elisa sudah kelemotan saat melihat beberapa orang yang berlalu lalang itu, dengan enaknya makan yang di beli di kedai itu, rasa gengsi Elisa kalah dengan rasa ingin beli makanan tersebut, langsung tatapan tertuju pada Andre.


Elisa mendekati dengan pemalu, dan tak lama menarik syal yang dipake Andre, dengan modal wajah imut dan mode manja khas Elisa bikin Andre luluh seketika.


" Pak dokter Andre?" Ucapan Elisa yang sangat lembut sambil memainkan syal Andre.


Andre hanya menatap Elisa dengan menahan gemasnya Andre, yang ingin sekali menciumi Elisa itu. " Hem, ada apa!" Tanya Andre lembut.


" Boleh minta Duwet" Dengan modal wajah memelas dan memiringkan kepala dengan wajah imutnya.


" Wey!! Elisa, apa-apa sih kok kamu minta duwet gitu sih, sama Andre lagi?" Sewot Rudi yang langsung menarik tangan Elisa.


" Hah! kenapa emangnya? bukanya tadi mas Rudi bilang sendiri, kalo aku dekat dengan pak dokter Andre, dia akan turuti semua keinginan ku kan" Ujar Elisa yang membalikan kata-kata Rudi.


Rudi mencondongkan tubuhnya, membisikkan sesuatu pada Elisa.


" Itu kan cuman candaan kita berdua saja, jangan bikin malu aku dong!!" Ucap Rudi yang geregetan.


" Yang bikin malu siapa?" Ucap Elisa bicara keras.


" Ya itu tadi kamu, maksudnya apa?" Ucap Rudi yang masih geregetan.


" Aku kan gak salah, tadi kan aku hanya minta Duwet" Ucap Elisa yang polosnya.


" Iya aku tahu, cuman kamu gak usah terang-terangan begitu mintanya? gimana sih" ucap Rudi.


" Butuh berapa?" Tanya Andre.


" Andre, udahlah dia cuman bercanda kok! Elisa emang suka gitu anaknya, ceplas-ceplos" Ucap Rudi sambil menarik tangan Elisa agak jauh dari Andre.


" Duwet ya, gak banyak cuman butuh buat beli itu saja boleh?" Ucap Elisa sambil menunjuk ke sebuah toko kedai.


Andre melihat apa yang di tunjuk elisa saat melihat tulisan makanannya, Andre jadi ke inget kalo Elisa punya maag. " Itu makanan pedas, kalo perutmu sakit bagaimana?" Ucap Andre yang menerangkan.


" Kan ada pak dokter Andre, jadi boleh yah?" Ucap Elisa matanya berkedip-kedip manis dan sangat Manja.


Tak bisa berkata-kata apa-apa lagi hati Andre udah luluh sepenuhnya yah, ia menghela nafasnya.


" Elisa, kamu masih waras kan" Ucap Rudi yang mantap Elisa.


" Apa sih mas Rudi aku masih waras tahu, kalo tidak mana mungkin aku jalan-jalan denganmu" Ucap Elisa.


Andre mengeluarkan dompet yah, dan memberi kartu baru lagi untuk elisa itu membuat Try dan Rudi kaget setengah mati.


" Nih! beli sana, tapi dengan satu syarat. Jangan beli banyak-banyak secukupnya saja, ajak Rudi juga" Ucap Andre yang memberikan kartu hitam miliknya.


" B-b-black card, Andre kamu serius ngasih Elisa kartu itu" Ucap Rudi yang kaget saat melihat yah, apakah Andre seroyal itu.


Elisa yang tidak faham dan tidak mengerti, karena biasa ada tulis bank di pojokan tapi kali ini tidak ada tulisan bank.


" Aku gak mau yang ini, mau yang biasa aja" Ucap Elisa menolak.


" Kartu yang di berikan waktu itu emang kemana?" Tanya Andre padahal sudah tahu tapi hanya mau minta keterangan.


" Di tinggal di rumah, di atas laci"


" Di suruh siapa meninggalkan disana" ujar Andre yang tegas.


" Aku marah sama kamu"


" Apa kesalahanku sampai kamu marah padaku, yaudah aku minta maaf, pake ini dan pergi sama Rudi"


" Tapi ini tidak laku" Ucap Elisa.


" Elisa, kartu hitam itu kamu bisa beli banyak, bahkan toko ya pun bisa kamu beli dengan itu" penjelasan Try.


" Hah, seriusan bisa" Ucap Elisa yang syok tapi senang.


Andre kembali ke mobilnya, membuka pintu belakang mengambil jaket agak tebal untuk Elisa.


" Ulurkan tangan mu" ucap Andre memakaikan jaket itu, lalu melepaskan sarung tangannya untuk di berikan pada Elisa dan memakainya, Andre juga tidak lupa melepaskan syalnya melingkarkan dileher Elisa.


" Jangan terlalu lama di luar, jika sudah beli itu. Masuk ke mobil, atau cari tempat duduk lainya jangan di luar kamu mengerti"


" Siaaappp bosss"


" Bagus, gadis pintar. Aku dah telat masuk seminar, yuk Try kita masuk jangan jauh-jauh lagi, kamu gak bawa hp jadi kalo sudah beli itu balik lagi ke sini ngerti" Ucap Andre.


" okelah bosss, laksanakan perintah"


BERSAMBUNG...


Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...


Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya


Selasa 21 Desember 2021