
^^^~ Di dalam Kamar Tidur^^^
Setelah makan malam, Elisa kembali nemplok di tubuh Andre seperti magnet yang tidak mau lepas dari tubuh Andre, hingga Andre sangat kesulitan untuk bergerak, jangankan untuk bergerak bernafaspun sangat sulit.
Di atas kasur empuk, Andre setengah duduk di ranjang seraya menekuk satu kakinya, dan di tengah-tengah antara kedua kakinya sudah ada tubuh Elisa yang menindih Andre. Elisa main hp, sedangkan Andre yang baca buku.
" Sayang, aku mau ke toilet bentar" Ucap Andre yang saat ini ingin terlepas dulu dari cengkraman Elisa.
" Elisa ikut yah!" Ucap Elisa spontan membuat mata Andre terbelalak kaget mendengar yah.
" Lah, kamu mau ikut ke toilet. Sayang! aku mau B.A.B loh" Ujar Andre yang ingin lepas diri dulu dari Elisa yang terus saja menempel tersebut.
" Iya, aku ikut" Rengek Elisa yang seperti anak kecil yang tidak mau di tinggal bapaknya.
" Ya ampun sayang! aku tahu kamu lagi manja banget, tapi jangan kayak gitu dong" Ujar Andre yang mencoba membuat Elisa mengerti.
" Yaudah deh! sana, tapi cepat yah" Ucap Elisa yang melepaskan Andre dari genggamannya, walau wajahnya muram.
" Iya~" Jawab Andre yang langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah sampai dikamar mandi, baru juga menanggalkan celananya belum jongkok di toilet, sudah di panggil.
" Mas Andre udah selesai belum, kok lama banget, cepatan dong mas Andre" Ujar Elisa yang di luar kamar mandi, sambil mengetuk pintu kamar mandi.
" Ya ampun, dia salah minum obat atau gimana sih, kok gak biasa-biasanya dia kayak gini" Gerutu Andre di dalam kamar mandi.
" Iya bentar dong sayang, baru juga masuk. Celanapun belum aku lepas, baru mau jongkok di kloset" Ucap Andre menjelaskan.
" Hanya tempat ini aku bisa bebas dari cengkraman Elisa sejenak, lagi kenapa yah, nempel terus seperti ada lem" Gerutu Andre sambil mikir di dalam kamar mandi.
" Mas, udah belom? cepatan sih" Ucap Elisa yang saat ini udah tidak sabar, Andre yang masih tak menghiraukan perkataan Elisa yang ada di luar kamar mandinya.
" Iya-iya bentar sayang, ini lagi darurat banget nih!" Ucap Andre yang masih fokus. Keluar dari kamar mandi, Elisa yang sudah di depan pintu sambil jongkok itu membuat Andre kaget.
" Kamu lagi ngapain?" Andre kaget dengan Elisa yang sudah di depan pintu toilet itu.
" Nungguin kamu keluar kamar mandi" Elisa langsung berdiri dengan cepat.
" Ya ampun sayang, kamu ini lagi kenapa sih. Sebenarnya kamu mau apa, biar mas turutin tapi jangan terus nemplok gini" Ucap Andre yang mengelus rambut Elisa pelan.
" Kenapa emangnya, mas gak suka? mas risi yah, yaudah Elisa minta maaf" Ucap Elisa yang ngambek lalu berjalan keranjangnya dengan menghentak kaki.
" Bukannya gitu, ini kayak bukan kamu. Aku sampe binggung sama tingkah kamu, sebenarnya kamu lagi pengen gimana sih sayang" Ucap Andre yang berjalan mendekati Elisa yang sudah menarik selimut.
" Terus kalo bukan aku, lalu siapa mas, apakah ada cewek lainnya yah" Ucap Elisa yang asal nebak.
" Yaudahlah, binggung juga menjelaskan sama kamu. Sini, peluk aku lagi. Udah jangan ngembek, mas minta maaf yah!" Ucap Andre.
Akhirnya Elisa membalikan badannya karena tangan Andre yang meraih tubuh Elisa agar tidur menghadap dirinya, Andre tak pernah melepaskan pelukannya walau matanya mulai terpejam saat ini.
...🌥️...
...🌥️...
...🌥️...
Sang mentari yang masih malu-malu menampakkan diri, di balik awan putih itu, sepasang insang yang baru terbangun dari tempat persembunyiannya dibaliknya tembok yang kokoh itu.
Tirai di kamar mulai terbuka otomatis saat Andre menekan tombol dari remote di tanganya, yah tirai itu mengunakan remote, ada AC dan lampu juga ada remotnya tapi Andre suka manual, kadang saat ia malas untuk bergerak apa lagi sekarang Elisa masih bertindih di atas tubuhnya.
" S-sayang, aku susah nafas nih! Kamu bisa nggak bangun dulu?" Ucap Andre yang gelagapan.
Elisa menurut ia memalingkan tubuh memunggungi Andre, saat andre terlepas meletakan kepala Elisa dibantal.
^^^~ Halaman Universitas^^^
Halaman universitas yang saat ini masih sepi, elisa yang seharian sudah puas itu masih menyungging senyuman di wajahnya dari start hingga finis ia masih asik menatap wajah rupawan suaminya itu.
" Nggak apa-apa hanya sekedar senang aja" ujar elisa yang sangat senang karena melihat wajah andre yang kebinggungan.
" Kamu masih betah duduk disini, nggak mau beranjak udah siang nih!" ucap andre yang saat ini melepaskan sabuk pengamannya.
" Hehehe iya-iya ini mau keluar, salim" elisa mengulurkan tangannya untuk meraih tangan suaminya yang terasa hangat.
^^^~ Ruang Kelas^^^
Rudi sedang duduk dengan sangat tenang ditempatnya, melihat mentari yang begitu masih berawan hingga menimbulkan bulir-bulir salju tipis.
" Lis kamu kenapa, kayak lagi seneng nih. Semalam dapat jatah apa dari andre? kamu dikasih apa! penganti ATM ID card yah" Ucap Rudi kepo.
" Nggak, dapet apa-apa sih" Ucap Elisa menjatuhkan bokongnya di kursi empuk itu.
" Terus ada kabar apa nih? sampai sampai kamu senyum-senyum sendiri gitu, bagi-bagi dong!" Ucap Rudi.
" Hahaha, gak ada mas hanya saja lagi asik mikirin wajah konyol suami tampanku itu" Ucap Elisa bersamaan dengan gelak tawa.
Selesai juga hari ini, semua tes-tes ujian pun sudah terlewati untuk hari ini jam menujukan pukul 3 sore, tapi di luar malah turun salju.
Berkumpul kembali di aula untuk acara penutupan pelatihan hari ini, Andre juga ingin menyampaikan sepatah dua patah untuk kariyawannya.
" Terimakasih untuk hari ini semuanya, saya akan ucapkan dulu untuk non muslim, selamat Natal, Merry Christmas bagi yang akan merayakannya besok" Ucap Andre yang menghormati sekali agama lainnya.
" Iya dokter Andre terimakasih ucapanya" ucap seseorang kariyawan.
" Jika ada yang mau pulang sekarang, akan saya pesankan tiket kepulangan kalian ke Indonesia" Ucap Andre.
" Tidak dok, kami akan pulang bersama-sama dengan yang lainya, datang kesini bersama masa pulang sendiri-sendiri" ucap pekerjaan lainya.
" Baiklah, jangan menyesal yah. Setidaknya saya sudah menawarkan, tapi emang gak apa-apa sih kalo kalian ada yang mau pulang dulu sudah rindu keluarga. Does not matter! Akan saya izinkan" ucap Andre dengan senyuman mengembang.
" Hehehe iya dok, sekali lagi terimakasih dok atas kebaikan yah" Ucap para karyawan yang non muslim.
" Iya sama-sama, ouhnya! besok sudah mulai aku liburkan, jadi kalian bisa pergi kemanapun, karena pelatihan ini sudah di bilang telah selesai, dan hari ini adalah penutupannya, saya ucapkan banyak terimakasih untuk kerja kerjasama kalian selama 1 bulan lebih 2 hari ini" Ucap Andre.
^^^~ ISTANA MONARFI^^^
Berada di kamar mereka, Andre sedang duduk di meja kerja dengan setumpuk dokumen berkas-berkas, sepertinya biasa Elisa baru selesai mandi setelah suaminya, duduk di sofa yang tidak jauh dari meja kerjanya seraya menatapi Andre yang sedang sibuk dengan leptop.
" Mau Elisa bikinin teh gak mas" Ucap Elisa seraya memijat punggung Andre yang sedang sibuk.
" Nggak sayang, aku juga udah hampir selesai kok" Ujar Andre yang tidak mau merepotkan istri.
" Nggak apa-apa kamu lanjutkan saja, bentar yah! aku turun dulu" Ucap Elisa yang berjalan ke pintu.
Refleks Andre langsung menoleh ke arah elisa yang akan membuat pintu. " Sayang, kamu jangan berani-berani yah keluar dari pintu itu!" Ucap Andre yang menekan.
" Eh! emang kenapa sih" Elisa kebingungan dengan apa yang dikatakan suaminya.
" Pokoknya jangan keluar" ucap Andre sembari menatap tajam ke arah istrinya.
" Alasan yah apa, elisakan mau ke dapur bikinin kamu teh mas" Ucap Elisa yang menetap Andre dengan tatapan heran.
" Tapi, kamu jangan lupa ganti dulu piyama mu itu?" kata Andre yang melihat ujung kaki hingga ujung kepala Elisa dengan seksama.
" Hehehe bilang dong dari tadi, iya-iya Elisa lupa" Elisa juga ikut menatap dirinya sendiri, cengengesan tanpa dosa.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas kunjungan Anda ke cerita saya jangan lupa untuk like, share dan masukan komentarnya...
Jangan lupa follow athour dan masuk ke grup saya ditunggu kedatangannya
Kamis 30 Desember 2021